Lampu PJU Dipadamkan, Kota Semarang Gelap Selama PPKM Darurat

  • Bagikan
Suasana malam hari di Kota Semarang. pemadaman lampu PJU selama PPKM Darurat. FOTO: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma/Lingkar.co
Suasana malam hari di Kota Semarang. pemadaman lampu PJU selama PPKM Darurat. FOTO: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melakukan pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) di 48 titik ruas jalan selama PPKM Darurat.

Waktu pemadaman lampu PJU mulai pukul 18.00 sampai 06.00 WIB.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Ali, mengungkapkan kebijakan itu sebagai salah satu upaya Pemkot dalam mengurangi mobilitas warga.

Selain itu, pemadaman lampu jalan juga atas saran dari kepolisian. Tentunya, bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 pada masa PPKM darurat.

“Kami dapat saran dari Kapolda juga semua jalan protokol untuk dimatikan,” ujar Ali, kepada Lingkar.co, Rabu (14/7/2021).

Pemadaman lampu PJU sejak hari pertama PPKM Darurat, 3 Juli 2021. Namun, saat itu kata Ali, hanya pada delapan titik ruas jalan.

Kemudian, menjadi 21 titik ruas jalan. Hingga akhirnya, kata Ali, walikota menyarankan dalam satu kecamatan, setidaknya ada 3 ruas jalan.

“Sehingga jika di Kota Semarang ada 16 kecamatan, berarti ada 48 titik ruas jalan yang dimatikan,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemadaman lampu PJU pada ruas jalan utama dan wilayah yang sering terjadi kerumunan, seperti Jalan Ngesrep Timur, Supriyadi, Lamper Tengah, Sendangguwo Baru, Srikaton, BK-Suratmo, Pemuda, Gajah, Kranggan, dan Kauman.

Kemudian kawasan Kota Lama, semua jalan protokol kawasan Simpang Lima, Jalan S. Parman, Jalan Majapahit, Jalan Jolotundo, Jalan Kartini, Jalan Citarum, Jalan Mt Haryono, Jalan Malang Sari Raya, Jalan Medoho Raya, Jalan Tentara Pelajar.

Selanjutnya, Jalan Sriwijaya, Jalan Suyudono, Jalan Batang Selatan, Jalan Thamrin, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Gebanganom, Jalan Durian Raya, Jalan Mulawarman Raya, Jalan Banjarsari, Jalan Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Prof. Hamka, dan Jalan Moch Ikhsan.

WALIKOTA IMBAU MASYARAKAT TIDAK KELUAR RUMAH

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, pemadaman lampu PJU bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat, dan harapannya Covid-19 di Kota Semarang bisa terus ditekan.

Ia pun meminta masyarakat agar menahan diri tidak keluar rumah, jika tidak ada agenda yang begitu penting.

“Kalau tidak mau celaka ya jangan keluar rumah dulu. Jadi hari ini kami imbau kepada masyarakat agar menahan diri di rumah dan mengurangi kegiatan di luar,” ujar Hendi, saat membuka vaksinasi OJK di Holy Stadium, Selasa (13/7/2021)

Pemadaman lampu PJU juga didukung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Namun, Ganjar meminta untuk memperhatikan kemanan. Hal itu untuk mencegah kecelakaan dan terjadinya kejahatan.

“Maka tolong masyarakat, tolong betul kalau anda tidak bergerak insyaallah anda akan terlindungi. Kalau anda terlindungi anda tidak akan pergi ke rumah sakit,” ucap Ganjar. *

Penulis : Dinda Rahmasari Tunggal Sukma
Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!