Peringati Isra Mi’raj 1444 H, Semua Diminta Tetap Waspadai Ancaman DBD

Salah satu titik dari ribuan pengunjung yang menghadiri Badong Bersholawat. Foto : Lilik Yuliantoro/Lingkar.co

Lingkar.co – Curah hujan masih cukup tinggi. Kepala Desa Gedongsari, Irfan Zamroni, mengingatkan jajaran dan warganya untuk tidak hanya siaga terhadap potensi bencana alam. Namun lebih dari itu, ia juga meminta untuk mewaspadai ancaman DBD (Demam Berdarah Dengue).

“Kami harap agar semua menjaga kesehatan, karena musim hujan merupakan fase berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk. Sehingga kebersihan lingkungan perlu lebih diperhatikan oleh masyarakat,” pesannya.

Ia menyampaikan hal itu dalam ‘Badong Bersholawat’ dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H, di Kelurahan Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, Blora, Jawa Tengah, Senin (27/2/2023).

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Sekali lagi kita ingatkan bahwa kita jangan abai terhadap potensi penyakit-penyakit rutin yang bisa menimpa masyarakat di musim-musim tertentu,” ingatnya.

Ia berharap, agar masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mulai membersihkan selokan, ban bekas, sampah, atau apapun yang bisa membuat genangan sarang nyamuk Aedes Aegypti.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Seperti saat ini sudah masuk penghujan tinggi, kita harus waspada adanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),” tandasnya

Png-20230831-120408-0000

Ribuan Jamaah

Kegiatan Badong Bersholawat dihadiri ribuan jamaah. Kades pun mengaku terharu dengan antusias masyarakat yang menghadiri pengajian tersebut.

Bahkan, hujan seharian yang reda jelang acara Badong Bersholawat tidak menyurutkan niat warga untuk datang.

“Alhamdulillah kita bertemu seperti saat ini merupakan momen yang paling berharga dan mudah-mudahan semua yang hadir di sini diberikan keberkahan,” doanya.

“Dan semoga di tahun yang akan datang, acara Badong Bersholawat ini, terus menjadi agenda tiap tahun,” sambungnya.

Selain mengingatkan bahaya bencana alam dan antisipasi DBD, kades juga mengakui pengajian tersebut menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat Badong, khususnya warga Gedongsari. Terlebih setelah 2 tahun pandemi.

Bahkan, kegiatan menghadirkan Habib Abu Bakar Baagil dari Jepara, dan KH Zainal Mustofa dari Blora serta iringan rebana dari Jamiyah Hubun Nabi Blora.

“Saya selaku kepala desa mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah melaksanakan kegiatan Badong Bersholawat ini. Karena apa? karena bertahun-tahun akhirnya hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara, ketua panitia, Idam kholiq, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

“Atas nama panitia, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh seponsor yang telah mendukung, kemudian juga terima kasih kepada pemerintah desa Gedong Sari, pemuda, perantau, dan semua masyarakat Badong. Semoga kita mendapatkan keberkahan,” tuturnya. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayato

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *