Wisata  

Pesona Waduk Tempuran Blora, Dari Suguhan Keindahan Alam Hingga Kelezatan Kuliner yang Patut Dicoba

Bupati Blora Arief Rohman bersama jajarannya saat berkunjung ke waduk Tempuran beberapa waktu lalu. LILIK/LINGKAR.CO
Bupati Blora Arief Rohman bersama jajarannya saat berkunjung ke waduk Tempuran beberapa waktu lalu. LILIK/LINGKAR.CO

BLORA, Lingkar.co – Waduk Tempuran di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora memiliki beragam potensi wisata yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Di antaranya wisata perahu dayung, aneka kuliner khas Blora, peternakan, serta wisata petik jambu kristal.

Kepala Desa Tempuran, Keman, menjelaskan pembangunan Waduk Tempuran pada tahun 1916 oleh kolonial Belanda. Saat ini tidak hanya berfungsi sebagai lahan penyimpanan air untuk keperluan pertanian dan perikanan.

Namun kini sudah berkembang menjadi arena pelatihan cabang dayung, dan kawasan wisata perahu naga. Selain itu terdapat rekreasi alam petik jambu kristal, wisata edukasi, serta sentra kuliner aneka olahan ikan.

“Seiring perkembangan zaman, Waduk Tempuran digunakan sebagai tempat wisata yang awalnya kuliner. Kemudian dengan adanya Pergub dan Perda (yang) mengarahkan desa-desa membuat desa wisata, sehingga pemerintah desa bergerak membuat wahana-wahana baru. Di Waduk Tempuran, ada wisata perahu, petik buah, dan nanti juga ada wisata edukasi,” ucapnya, Kamis (20/10/2022).

Menurut Keman, keberadaan kawasan wisata Waduk Tempuran telah mendongkrak ekonomi masyarakat. Karena membuka lapangan kerja bagi warga Desa Tempuran dan sekitarnya. Banyak warga yang bekerja di kawasan wisata ini. Sehingga berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat, bahkan tingkat pendidikan warga juga naik.

Keman berharap, wisata petik buah di Kebun JKT akan menjadi ikon Blora sebagai penghasil buah jambu kristal berkualitas. Jangan sampai Blora ketinggalan dengan kabupaten lain, seperti Bojonegoro dengan buah belimbingnya, Malang dengan apel, dan Demak yang populer dengan buah jambu airnya.

Sementara itu Fina (23) salah satu mahasiswa luar kota yang berkunjung ke waduk tempuran, menyampaikan bahwa objek wisata tersebut, banyak potensi lokal di Desa Tempuran yang bisa menarik wisatawan dari berbagai daerah, yang bisa dikemas menjadi paket wisata.

“Tadi saya mengunjungi dari paket wisata perahu, petik buah, ragam kuliner olahan ikan tawar hasil budidaya warga setempat. Bagus banget,” tandasnya.

Penulis: Lilik Yuliantoro

Editor: Muhammad Nurseha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *