PPKM Berlanjut, Satu Kabupaten di Jateng Masuk Level 4

  • Bagikan

JAKARTA, Lingkar.co – Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masuk pada level 4 periode PPKM 14-20 September 2021, dari sebelumnya level 3.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan peraturan yang ditandatangani Mendagri, Tito Karnavian, pada Senin (13/9/2021) itu, berlaku mulai 14 hingga 20 September 2021.

Dalam salinan Inmendagri 42/2021 yang diterima Lingkar.co, Selasa (14/9/2021), menyebutkan tiga kabupaten pada dua provinsi menerapkan PPKM Level 4

Ketiga kabupaten tersebut, yakni Purwakarta dan Cirebon di Jawa Barat (Jabar), dan Kabupaten Brebes di Jawa Tengah (Jateng).

“Penetapan level wilayah sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu berpedoman pada Indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan,” demikian isi Inmendagri.

Sebanyak enam kabupaten/kota yang level asesmennya memburuk, yakni Kabupaten Purwakarta dari Level 2 ke Level 4.

Kemudian, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes dari Level 3 ke Level 4.

Selanjutnya, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Tegal di Jateng, dan Kabupaten Bondowoso, di Jatim, dari Level 2 ke Level 3

Baca Juga:
Peneliti RCMG Yakin Kementan Telah Antisipasi Dampak Banjir dan Kekeringan bagi Petani

CAKUPAN VAKSINASI

Dalam Inmendagri 42/2021, vaksinasi jadi indikator penetapan level, yakni total vaksinasi dosis pertama, dan vaksinasi dosis pertama untuk kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dari target vaksinasi.

Adapun ketentuannya adalah:

  • Penurunan level kabupaten/kota dari Level 3 menjadi Level 2, dengan capaian total vaksinasi dosis pertama minimal 50 persen, dan capaian vaksinasi dosis pertama lansia minimal 40 persen.
  • Penurunan level kabupaten/kota dari Level 2 menjadi Level 1, dengan capaian total vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen dan capaian vaksinasi dosis pertama lansia minimal 60 persen.

Sementara, untuk kabupaten/kota dengan Level 2, diberikan waktu dua minggu untuk mencapai target vaksinasi yang ditetapkan pada poin pertama dan kedua di atas.

Dengan ketentuan, apabila target vaksinasi tidak tercapai dalam dua minggu, maka daerah tersebut akan naik ke Level 3.

PENTINGNYA AKSELERASI VAKSINASI

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, pemerintah terus mengakselerasi laju vaksinasi pada seluruh daerah di Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangan pers virtual melalui kanal Youtube Kemenko Marves, Senin (13/9/2021) malam.

“Sebagai salah satu proses transisi untuk hidup bersama Covid-19, telah diputuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan Level PPKM dari Level 3 ke Level 2 dan Level 2 ke Level 1 di Jawa-Bali,” ujarnya.

Luhut mengatakan, pencapaian target cakupan vaksinasi tersebut sangat penting, karena vaksinasi telah terbukti menekan risiko keparahan dan kematian jika terpapar Covid-19, terutama bagi para lansia.

“(Vaksinasi) sudah terbukti melindungi kita dari sakit parah yang membutuhkan perawatan rumah sakit atau kematian, terutama para lansia,” ucapnya.

Oleh karena itu, target vaksinasi yang tinggi adalah salah satu kunci utama dalam fase hidup bersama Covid-19.

Luhut mengatakan, tambahan indikator vaksinasi dalam evaluasi PPKM, karena masih banyaknya stok vaksin yang belum disuntikkan pada sejumlah daerah.

Data dari Kementerian Kesehatan, menyebutkan, ada 41 juta dosis vaksin yang saat ini ada pada stok provinsi dan kabupaten/kota yang belum disuntikkan.

“Hal ini tentu saja sangat disayangkan mengingat animo masyarakat sangat tinggi untuk vaksinasi,” ucap Luhut.***

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!