Arsip Tag: Cirebon

Perkuat Pendidikan Inklusif, Pemkab Cirebon Kembangkan Unit Layanan Disabilitas

Lingkar.co – Bupati Cirebon, Imron diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mochamad Syafrudin, meresmikan Kantor Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Pendidikan Kabupaten Cirebon yang berlokasi di GOR Ranggajati Sumber.

Peresmian dirangkai dengan Lokakarya Penyediaan Akomodasi yang Layak dan Pengembangan Unit Layanan Disabilitas yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Yayasan Wahana Inklusif Indonesia, INOVASI, serta Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (17/12/2025).

Membacakan sambutan Bupati, Mochamad Syafrudin menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak peserta didik penyandang disana diwujudkan melalui kebijakan daerah, yaitu Surat Keputusan Bupati Cirebon Nomor 800.1.11.1/Kep.506-Disdik/2024 tentang Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan.

“Harapannya, revisi SK dan peresmian sekretariat ULD Bidang Pendidikan dapat menjadi dukungan nyata bagi pemenuhan hak peserta didik disabilitas di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Perlu diketahui, Pemkab Cirebon telah menyelenggarakan pendidikan inklusif sejak 2012, khususnya pada satuan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Cirebon telah menerima peserta didik penyandang disabilitas.

Sementara, Direktur Eksekutif Yayasan Wahana Inklusif Indonesia, Tolhas Damanik, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin selama enam bulan terakhir dalam penguatan pendidikan inklusif di sekolah dan madrasah.

“Kami berharap ULD ini akan semakin menguatkan sekolah dan madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif bagi disabilitas,” ujar Tolhas.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui pelatihan terhadap 84 guru, delapan bendahara sekolah, delapan kepala sekolah, dan 13 pengawas sekolah dari enam sekolah dasar dan dua madrasah dampingan.

Apresiasi juga disampaikan Provincial Manager INOVASI Jawa Barat, Agnes Widyastuti, atas komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif,” ujar Agnes.

Kegiatan lokakarya dilanjutkan dengan talkshow terkait arah pembangunan disabilitas dan pemanfaatan Unit Layanan Disabilitas guna memperkuat sinergi lintas sektor. (*)

Tujuh Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Cirebon Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

CIREBON, Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari setelah tujuh kecamatan di daerah itu terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana tersebut kata Alex, tertuang dalam surat bernomor 360/98/BPBD yang ditandatangani langsung oleh Bupati Cirebon Imron.

“Bupati Cirebon telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari,” katanya, , Selasa (19/1).

Di mana, dalam surat tersebut menerangkan, karena adanya bencana banjir yang melanda tujuh kecamatan, maka selama 14 hari, terhitung sejak 17 Januari hingga 30 Januari 2021 merupakan status tanggap darurat.

“Untuk melaksanakan pasal 21 ayat 1 huruf b, pasal 23 ayat 2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 21/2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, Bupati Cirebon telah menetapkan status tanggap darurat bencana,” imbuhnya.

Alex menambahkan, berdasarkan data yang masuk tujuh kecamatan yang terendam banjir yaitu, Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Plered, Klangenan, Tengahtani, Gunungjati dan Kecamatan Susukan.

Dari tujuh kecamatan itu terdapat 6.752 rumah warga sempat terendam banjir dengan ketinggian air setengah meter sampai satu meter.

“Namun saat ini ada beberapa kecamatan yang air sudah surut dan ada juga mulai surut,” tuturnya. (ara/aji)

Akibat Terendam Banjir, 833 Hektare Sawah di Cirebon Gagal Tanam

CIREBON, Lingkar.co – Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat, 833 hektare areal persawahan yang baru ditanami padi terendam banjir sehingga harus ditanam ulang.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman mengatakan, areal persawahan yang terendam banjir seluas 833 hektare tersebut merupakan data dari tanggal 1 sampai 15 Januari 2021.

“Yang terendam data sementara itu, ada 833 hektare areal persawahan,” kata

Akibatnya, para petani harus kembali menanam dari awal sebab tanaman padi yang terendam tiga sampai empat hari.

“Akibat terendam banjir membuat gagal tanam, sehingga harus tanam ulang atau replanting,” ujarnya.

Dia menuturkan, untuk data dari tanggal 16 sampai 18 Januari 2021 masih dalam perhitungan tim di lapangan, karena areal persawahan yang terendam juga cukup luas.

“Kami juga masih terus mendata areal persawahan lainnya yang sampai sekarang tergenang banjir,” ungkapnya.

Dari data BPBD Kabupaten Cirebon terdapat, tujuh kecamatan di Cirebon pada Minggu (17/1) hingga Senin (18/1) tergenang banjir dengan ketinggian dari setengah meter sampai satu meter.

Selain menyebabkan ribuan rumah warga yang terletak di tujuh kecamatan terendam, banjir juga menggenangi ratusan hektare lahan pertanian yang baru ditanam. (ara/aji)