Arsip Tag: launching

Fantastis, Peluncuran Royal Baroe Kota Serang Tembus Ratusan Juta Dalam Semalam

Lingkar.co – Peluncuran wajah baru kawasan Royal Baroe Kota Serang mencatatkan capaian ekonomi yang mengesankan. Dampaknya cukup fantastis, dalam waktu satu malam, perputaran uang di kawasan tersebut menembus angka ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang.Wahyu Nurjamil merilis pencapaian itu. Wahyu bilang, total transaksi pada malam peluncuran mencapai Rp 289.493.000.

“Omzet untuk acara kemarin di Royal Baroe, sektor kuliner saja mencapai Rp 245.650.000. Sedangkan sektor fashion mencatatkan transaksi sebesar Rp 43.843.000,” ujar Wahyu Nurjamil, Senin (29/12/2025).

Wahyu menjelaskan, capaian transaksi tersebut melibatkan 122 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pedagang tersebut merupakan pelaku usaha yang sebelumnya direlokasi dari kawasan Royal lama, Jalan Diponegoro, serta Pasar Kepandean.

Ia menyebut, Pemerintah Kota Serang menilai angka transaksi ini sebagai indikator keberhasilan penataan kawasan kota.

Kebijakan relokasi yang sempat dikhawatirkan berdampak pada penurunan pendapatan, justru terbukti mampu meningkatkan omzet pedagang melalui konsep penataan kawasan yang lebih tertib dan representatif.

“Ini bagian dari upaya Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota untuk memberikan peluang ekonomi bagi pedagang yang terdampak,” ujarnya.

“Tujuannya agar pendapatan mereka meningkat, terutama melalui acara-acara strategis seperti ini,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, pihak dinas tengah mematangkan konsep acara agar kembali memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang.

“Januari nanti akan ada peresmian prasasti oleh Pak Wali Kota. Kami sedang membahas tema acaranya secara simultan supaya momentum ekonomi di Royal Baroe tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi meresmikan Kawasan Royal Baroe yang terletak di Jalan Tirtayasa, Kota Serang, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Peresmian itu sebagai upaya Pemerintah dalam menjadikan Kota Serang sebagai kota yang modern dan humanis mencapai babak baru.

Peresmian Royal Baroe menandai transformasi signifikan wajah ibu kota Provinsi Banten dari semula hanya dikenal sebagai pusat perniagaan konvensional kini disulap menjadi ruang publik estetis yang diproyeksikan sebagai sentra pertumbuhan industri ekonomi kreatif. (*)

Perkuat Pendidikan Inklusif, Pemkab Cirebon Kembangkan Unit Layanan Disabilitas

Lingkar.co – Bupati Cirebon, Imron diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mochamad Syafrudin, meresmikan Kantor Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Pendidikan Kabupaten Cirebon yang berlokasi di GOR Ranggajati Sumber.

Peresmian dirangkai dengan Lokakarya Penyediaan Akomodasi yang Layak dan Pengembangan Unit Layanan Disabilitas yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Yayasan Wahana Inklusif Indonesia, INOVASI, serta Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (17/12/2025).

Membacakan sambutan Bupati, Mochamad Syafrudin menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak peserta didik penyandang disana diwujudkan melalui kebijakan daerah, yaitu Surat Keputusan Bupati Cirebon Nomor 800.1.11.1/Kep.506-Disdik/2024 tentang Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan.

“Harapannya, revisi SK dan peresmian sekretariat ULD Bidang Pendidikan dapat menjadi dukungan nyata bagi pemenuhan hak peserta didik disabilitas di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Perlu diketahui, Pemkab Cirebon telah menyelenggarakan pendidikan inklusif sejak 2012, khususnya pada satuan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Cirebon telah menerima peserta didik penyandang disabilitas.

Sementara, Direktur Eksekutif Yayasan Wahana Inklusif Indonesia, Tolhas Damanik, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin selama enam bulan terakhir dalam penguatan pendidikan inklusif di sekolah dan madrasah.

“Kami berharap ULD ini akan semakin menguatkan sekolah dan madrasah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif bagi disabilitas,” ujar Tolhas.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui pelatihan terhadap 84 guru, delapan bendahara sekolah, delapan kepala sekolah, dan 13 pengawas sekolah dari enam sekolah dasar dan dua madrasah dampingan.

Apresiasi juga disampaikan Provincial Manager INOVASI Jawa Barat, Agnes Widyastuti, atas komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif,” ujar Agnes.

Kegiatan lokakarya dilanjutkan dengan talkshow terkait arah pembangunan disabilitas dan pemanfaatan Unit Layanan Disabilitas guna memperkuat sinergi lintas sektor. (*)

Lindungi Kawasan Konservasi Laut dan Pulau Kecil, KKP Luncurkan Program Proteksi dan Pelaut

Lingkar.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan dua program strategis untuk melindungi kawasan konservasi dan pulau kecil, yakni Proteksi dan Pelaut, Minggu (14/12/2025)

Peluncuran program Proteksi (Program Terpadu Restorasi Ekosistem dan Konservasi) dan Pelaut (Pulau dan Laut untuk Ekonomi Kuat) dilakukan pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan 2025 yang diselenggarakan pada 3–5 Desember di Jakarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam arahannya menegaskan bahwa kedua program tersebut merupakan langkah konkret Indonesia untuk memimpin agenda pengelolaan laut yang berbasis ekosistem.

“Proteksi dan Pelaut adalah jawaban agar kita mampu melindungi ekosistem sekaligus membangun ekonomi yang bertumpu pada laut yang sehat,” ujar Trenggono.

Menurutnya, kondisi laut Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius akibat pencemaran, kerusakan ekosistem, dan perubahan iklim. “Pertanyaannya, apakah kita akan diam, ataukah kita akan bangkit bersama, Jawaban kita jelas, kita harus bangkit bersama-sama,” tegasnya.

Ia menerangkan, program Proteksi difokuskan pada upaya restorasi ekosistem dan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut, termasuk terumbu karang, mangrove, dan padang lamun.

Sementara program Pelaut diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan ruang laut dan pulau-pulau kecil berbasis konservasi, ekonomi biru, dan jasa lingkungan agar memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menutup arahan, Trenggono mengajak kolaborasi nasional untuk menjadikan perairan Indonesia tetap produktif si masa mendatang.

“Mari kita jadikan Rakernis ini bukan sekadar forum, tetapi titik balik untuk menyalakan semangat kolaborasi. Kita wujudkan laut Indonesia yang sehat, produktif, dan berkelanjutan untuk bangsa, untuk dunia, dan untuk generasi mendatang,” ucapnya.

Senada, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan, Koswara, menegaskan bahwa kedua program tersebut dirancang sebagai payung penguatan kebijakan ekonomi biru di tingkat nasional dan daerah.

“Proteksi dan Pelaut adalah platform kolaborasi. Keduanya akan memperkuat peran daerah, memanfaatkan data ekosistem terkini, dan memastikan bahwa konservasi berdampak nyata pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, KKP dan pemerintah daerah menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kawasan konservasi dan peran aktif masyarakat. Lebih dari 80 persen kawasan konservasi berada dalam kewenangan pemerintah daerah, sehingga efektivitas implementasi program akan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan multi aktor di daerah. (*)

Jelang Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Semua Kader Diminta Tetap Kompak

Lingkar.co – Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang akan digelar pada awal tahun 2026. Semua pengurus dan kader diminta untuk tetap menjaga kekompakan.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Agus Setyawan dalam pembukaan Kick off dan launching logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang meminta agar semua pengurus dan kader Ansor maupun Banser tetap menjaga kekompakan.

“Selama satu periode ini Ansor-Banser selalu kompak, bergerak satu komando. Kekompakan ini harus kita jaga, ila yaumil qiyamah (sampai hari kiamat),” kata Agus pada pembukaan launching logo Konfercab X pada Kamis (4/12/2025) malam di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang.

Untuk itu Agus meminta agar para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan dan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kelurahan yang hadir memperhatikan dengan seksama aturan dalam Konfercab X sesuai dengan aturan yang terbaru.

“Semua harus kompak, semua aturan harus disimak, diteliti, jangan sampai ada kesalahan atau kesalahpahaman yang menimbulkan fitnah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman yang hadir melalui zoom dari tanah suci karena menjalankan ibadah umroh. Melalui layar LCD, ia berpesan untuk tetap melandasi momen Konfercab untuk tujuan khidmah.

Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

“Pesan saya untuk melaksanakan acara dengan niat khidmah, acara yang penuh keberkahan karena landasan khidmat dan berkah ini akan menuntun pada kebenaran,” pesannya.

Ia juga berpesan bahwa Konfercab bukan sebatas momen politik, bukan sekedar menentukan siapa yang bakal menjadi ketua. Namun lebih dari itu, menjadi momen penting dalam menentukan pergerakan organisasi yang lebih baik.

“Konfercab bukan hanya sekedar momen ganti ketua. Tapi bagaimana menerapkan strategi empat tahun kedepan lebih baik lagi,” tuturnya.

Ia berharap, para kader bisa mengikuti kegiatan dengan khidmat dan seksama. Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung pada kesempatan kali ini. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Jelang Konfercab X Ansor Kota Semarang, Sejumlah Nama Muncul Sebagai Kandidat

Lingkar.co – Sejumlah nama kader terbaik disebut sejumlah kader muncul sebagai kandidat ketua menjelang Konferensi Cabang) Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang. Ada Agus Setyawan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang (PC).

Selain Agus, ada juga Ketua Lembaga Ekonomi Ansor (LEA) Dimas Bagus Pamungkas, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, Arif Rahman, Ketua Bidang Kaderisasi, M. Ali Maksum, Ketua Bidang Organisasi, Abdul Aziz, dan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, Nurul Huda, serta Ketua Bidang Sumberdaya Manusia (SDM), Mashudi.

Sementara dari unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC), muncul nama Ahmad Hidayat yang saat ini masih menjadi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pedurungan, dan Ahmad Ghozali yang belum lama ini merampungkan tugas sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Genuk.

Sejumlah nama tersebut dipandang layak meneruskan estafet kepemimpinan ketua PC GP Ansor Kota Semarang karena telah mengikuti kaderisasi setidaknya Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) GP Ansor. Juga telah teruji memiliki kapasitas dan prestasi dalam kepemimpinan.

Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari menuturkan, sebanyak 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 53 Pimpinan Ranting (PR) yang sah akan mengikuti akreditasi untuk menentukan kepesertaan dalam Konfercab.

“Semua PAC dan ranting harus mengikuti akreditasi yang dilaksanakan oleh pimpinan cabang,” kata Zamah seusai Kick off dan Launching Logo Konfercab X di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.

Kata dia, tim akreditasi terdiri dari pengurus PW GP Ansor Jateng dan pengurus PC GP Ansor Kota Semarang yang telah memenuhi syarat sebagai asesor dan mendapatkan mandat resmi.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang Agus Setyawan saat Kick off dan Launching Logo Konfercab X di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang Agus Setyawan saat Kick off dan Launching Logo Konfercab X di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

“Akreditasi PAC dan ranting ini diluar wewenang panitia. Jadi kami hanya menerima hasil dari tim asesor,” tandasnya.

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa panitia hanya memfasilitasi kegiatan hingga ketua baru terpilih.

“Panitia hanya memfasilitasi, tidak ada kaitannya dengan dengan siapa calon yang diusung, tidak ada dukung-mendukung atau suksesi,” tegasnya.

Terkait dengan munculnya sejumlah nama dalam bursa calon ketua, ia menegaskan bahwa GP Ansor memiliki sistem kaderisasi formal yang tertata dari tingkat Ranting hingga Pusat.

“Alhamdulillah, nama-nama yang muncul ini membuktikan bahwa GP Ansor sangat produktif dalam kaderisasi. Ansor sebagai organisasi Kepemudaan di bawah NU memang harus bisa mencetak pemimpin yang baik,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

LTN PCNU Launching Buku Biografi Ulama Pejuang di Kota Semarang

Lingkar.co – Lembaga Ta’lif wan Nashr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LTN PCNU) Kota Semarang melakukan launching dan bedah buku biografi ulama NU Kota Semarang yang diberi judul ‘Teladan Sepanjang Zaman; Masterpiece Perjuangan Kyai Penggerak di Kota Semarang’.

Peluncuran buku dilaksanakan pada malam tasyakuran Hari Santri Nasional 2025 di Gedung PCNU Kota Semarang, Jl. Puspogiwang I/47 Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa (21/10/2025) malam.

Buku ini berisi 43 esai biografi pendek para ulama atau kiai penggerak yang telah berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Kota Semarang sejak era Ki Ageng Pandanaran pada abad 15/16 M hingga pada abad 21.

Ketua LTN PCNU Kota Semarang Dr. M. Kholidul Adib SHI MSI mengatakan penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat Kota Semarang, khususnya para santri yang sedang merayakan hari santri nasional (HSN) untuk meneladani para ulama yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.

Melalui buku ini Adib mengajak masyarakat menyadari bahwa Semarang pada masa lampau adalah kota santri. Banyak ulama besar berdomisili di Semarang seperti Sunan Pandanaran, Kiai Damar, Sunan Terboyo, Kiai Nur Muhammad Sepaton, KH Sholeh Darat, KH Syafii Piyoronegoro, KH Abdullah Sajad, KH Thohir, KH Abdullah Umar dan lainnya. Mereka telah sukses mendakwahkan Islam Aswaja yang nasionalis di Kota Semarang.

Menurut Adib, kiprah kaum santri di Indonesia sudah sangat besar bagi kemajuan bangsa, tidak hanya sebagai pemimpin agama tetapi juga sebagai pemimpin nasional, politisi, pengusaha, intelektual dan advokator masyarakat.

“Kontribusi kaum santri begitu nyata bagi kemajuan bangsa. Para santri yang masih belajar di pesantren perlu membekali diri dengan ilmu dan keterampilan serta karakter yang kuat sebagai bekal untuk meneruskan perjuangan ulama di masa depan,” tandas Adib.

Adib melanjutkan, ulama patut diteladani karena sejarah mencatat komitmen ulama begitu besar dalam menjaga kedaulatan negara dan melawan penjajahan seperti yang ditunjukkan oleh Sunan Pandanaran saat mengirim tiga armada kapal prajurit Semarang untuk bersama dengan pasukan Demak yang dipimpin Adipati Unus menyerang Portugis di Malaka tahun 1513.

Ia berkata, komitmen kebangsaan ulama juga dibuktikan oleh Ki Ageng Galang Sewu yang gigih berjuang dan membantu Pangeran Diponegoro melawan Belanda, kepeloporan KH Sholeh Darat dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme hingga era kemerdekaan tahun 1945/1946. Kepeloporan itu semakin nyata dengan para muridnya dalam melawan Jepang dan pasukan sekutu yang diboncengi Belanda. Para murid tersebut diantaranya; KH Abdullah Daenuri, KH Thohir, KH Zaini, dan yang lainnya

“Melalui penerbitan buku ini kami mengajak para santri dalam peringatan hari santri nasional tahun 2025 supaya meningkatkan kontribusinya dalam membangun bangsa menyongsong Indonesia emas tahun 2045,” tutur Adib.

Sementara, Ketua PCNU Kota Semarang Dr. KH. Anasom, M.Hum sangat mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Menurutnya, jumlah ulama pejuang Aswaja di Kota Semarang ada ratusan tetapi pada edisi pertama ini baru bisa ditulis 43 tokoh.

Tidak hanya pada masa perjuangan menuju kemerdekaan, Anasom juga berharap akan terbit buku yang mengupas kiprah tokoh-tokoh NU yang masih hidup.

“Tidak hanya tokoh yang sudah wafat saja yang ditulis, sebab yang masih hidup juga banyak yang kiprahnya perlu ditulis untuk menjadi spirit keteladanan bagi para santri agar ke depan memiliki tekad yang kuat untuk meneruskan perjuangan ulama,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Luncurkan Kota Pena Kencana, Inovasi Memudahkan Penyaluran Bantuan Korban Bencana di Kendal

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kendal resmi meluncurkan inovasi aksi perubahan bertajuk Kota Pena Kencana (Kolaborasi Pentahelix dalam Penyaluran Korban Bencana). Program ini digagas untuk mempermudah sekaligus menata alur distribusi bantuan bagi korban bencana alam agar lebih terkoordinasi melalui satu pintu. Launching dilakukan di ruang Abdi Praja Jumat (3/10/25)

Inovasi ini diinisiasi oleh Ria Listiana Sari, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Pengelolaan Data Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kendal. Ia menuturkan, selama ini setiap kali terjadi bencana, bantuan sosial kerap datang hilir mudik dari berbagai pihak tanpa koordinasi, sehingga penyalurannya kurang maksimal.

“Banyak bantuan yang dobel, sementara kebutuhan riil korban bencana justru belum terpenuhi. Dengan Kota Pena Kencana, semua penyaluran bisa terdata melalui aplikasi sehingga tepat sasaran dan lebih terkontrol,” jelas Ria.

Menurutnya, sistem ini juga memungkinkan komunikasi antarinstansi dilakukan lebih cepat melalui aplikasi Kotaku Pena Kencana, sehingga setiap bentuk bantuan dari dinas, instansi, maupun lembaga sosial dapat dikelola secara terstruktur.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara resmi melaunching program tersebut menyampaikan apresiasi penuh. Ia menegaskan, inovasi ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menata bantuan bencana agar lebih terarah.

“Kalau ada korban bencana, misalnya kebakaran, maka Baznas bisa langsung bergerak terkait pembangunan rumah pascabencana, kemudian disusul Dinas Sosial dengan kebutuhan logistik, serta BPBD yang menangani korban. Dengan begini, bantuan tidak tumpang tindih dan benar-benar bermanfaat,” ujar Bupati Tika.

a juga berharap, inovasi Kota Pena Kencana dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lain untuk terus mengembangkan program perubahan. “Inovasi ini merupakan aksi nyata dalam menata penanganan bencana maupun bidang lain. Saya ingin OPD lain juga ikut berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Dengan hadirnya program ini, diharapkan penyaluran bantuan bencana di Kendal menjadi lebih tertata, transparan, dan tepat sasaran. Selain itu, inovasi ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam semangat pentahelix untuk membantu masyarakat terdampak bencana. (*)

Penulis: Yoedhi W

Transformasi Layanan Keterbukaan Informasi Publik, Diskominfo Luncurkan Siap Kendal

Lingkar.co – Bupati Kendal meluncurkan Sistem Layanan Informasi Publik (SIAP) Kendal dan E-Magazine Berdikari yang merupakan tranformasi layanan keterbukaan informasi publik di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Rabu (10/9/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Ermy Sri Adhyanti dan Kepala Dinas Informasi Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kendal, Ardhi Prasetiyo, PPID Pelaksana di Badan Publik se-Kabupaten
Kendal, PPID Desa se-Kecamatan Weleri dan Rowosari.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, keterbukaan informasi publik merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi berdasarkan pada Pasal 28f Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang diperkuat dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Informasi publik ini merupakan hak bagi warga negara. Tentunya Badan Publik berkewajiban untuk menyediakan layanan informasi publik yang mudah diakses masyarakat. Sehingga untuk menindaklanjuti hal ini Pemkab Kendal melalui Dinas Kominfo menyediakan layanan melalui aplikasi Siap Kendal,” jelasnya.

Selain itu pada kesempatan ini juga dilaunching E-Magazine Berdikari yang akan mengangkat program Pemerintah Kabupaten Kendal dan potensi unggulan daerah yang terbagi dalam rubrik.

“Untuk majalah digital ini akan menyampaikan program dan potensi yang ada di Kendal dengan memanfaatkan kemajuan tehnologi yang ada,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kominfo Kendal, Ardhi Prasetiyo menuturkan, launching Siap Kendal dan E-Magazine ini juga menjadi salah satu strategi yang disiapkan Pemkab Kendal untuk kembali mendapatkan predikat yang lebih baik lagi dalam penilaian evaluasi dan monitoring (emonev) keterbukaan informasi publik yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap Kabupaten Kendal ini mampu melewati semua tahapan emonev tahun 2025 dengan lancar dan memberikan hasil yang terbaik serta dapat mempertahankan predikat Informatif dengan peningkatan capaian nilai yang lebih baik,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Eko Istanto sebagai penggagas aplikasi tersebut menjelaskan bahwa mekanisme layanan Siap Kendal ini telah diatur dalam Peraturan Komisi Informasi (Perki) Nomor 1 Tahun 2021 dan Perki Nomor 1 Tahun 2018 dengan tujuan sebagai kontrol PPID Kendal untuk meminimalisir adanya sengketa informasi publik.

“Tentunya dalam hal permohonan publik ini sebagai kontrol PPID Kendal dalam meminimalisir sengketa informasi yang beberapa tahun lalu sering terjadi. Karena hal ini terkait dengan perlakuan bagaimana PPID untuk menjawab dari permohonan informasi publik belum terintergrasi dengan PPID Kabupaten,” terangnya.

Eko menambahkan, mekanisme atas permohonan informasi publik adalah ditujukan PPID Kabupaten dan Desa melalui website Pemerintah Kabupaten Kendal yang sementara ini ada di OPD Diskominfo, Dinarpus dan Inspektorat dan Sidokar di 32 desa di Kecamatan Weleri dan Rowosari.

“Dan permohonan informasi publik itu harus dijawab dalam batasan 10 hari kerja. Melalui layanan aplikasi keterbukaan informasi publik ini harapannya dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan,” pungkasnya.

Penulis: Yoedhi W

Kemenham Luncurkan Program Desa Sadar HAM di Desa Sidorejo Kendal

Lingkar.co – Kementerian Hak Asasi Manusia resmi meluncurkan program Desa Sadar HAM di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyatakan saat ini sudah ada sebanyak dua ribu desa di seluruh Indonesia yang ditetapkan sebagai Desa Sadar HAM. Desa-desa tersebut akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan melalui pendidikan, penyuluhan, serta sosialisasi hak asasi manusia. SABTU( 23/08/25)

“Kementerian HAM berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Program Desa Sadar HAM menjadi langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan sesuai visi misi Presiden Prabowo Subianto,” ujar Natalius Pigai.

Desa Sidorejo dipilih sebagai Desa Sadar HAM pertama di Indonesia. Status desa mandiri dengan nilai tertinggi, serta fasilitas lengkap di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, menjadi dasar penetapan. Letaknya yang berdekatan dengan Dapur Sehat dan Kawasan Industri Kendal juga menjadi keunggulan tersendiri.

Atas peluncuran ini, Kementerian HAM mencatatkan Rekor MURI sebagai kementerian pertama yang meluncurkan program Desa Sadar HAM di Indonesia. Desa Sidorejo sendiri memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya keterwakilan perempuan dalam pemerintahan desa yang mencapai 30 persen, serta prestasi sebagai juara Desa Cinta Statistik (Cantik).

Sekretaris Desa Sidorejo, Murwantoro, menyambut baik penetapan ini.

“Program Desa Sadar HAM diharapkan menjadi model nasional untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkeadilan di seluruh tanah air,” ujarnya.

Dengan peluncuran program ini, Desa Sidorejo diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam pembangunan desa. (*)

Penulis: Yoedhi W

Atasi Masalah Internal, Pemkab Kendal Luncurkan Si Padam

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kendal resmi melaunching program Sistem Informasi Peralatan Pemadam Kebakaran (Si Padam) yang diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan internal Damkar, khususnya dalam kesiapan peralatan ketika terjadi bencana kebakaran.

Program inovatif ini digagas oleh Jonny Rahendra, Kasi Teknik dan Peralatan pada Dinas Satpolkar Kabupaten Kendal. Melalui sistem ini, petugas pemadam akan mendapat panduan mengenai jenis peralatan yang harus disiapkan maupun dibawa saat turun ke lapangan.

“Dengan adanya Si Damkar, persiapan peralatan akan lebih maksimal. Tidak ada lagi peralatan yang tertinggal, sehingga penanganan bencana kebakaran bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Jonny.

Ia menambahkan, sistem ini akan mempermudah kerja internal Satpolkar. Ketika ada laporan kebakaran melalui telepon, sistem akan secara otomatis menampilkan daftar peralatan yang harus dibawa. Dengan begitu, petugas tidak perlu repot membawa semua peralatan sekaligus, tetapi hanya yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Kepala Satpolkar Kabupaten Kendal, Bambang Joko Pitono, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, Si Damkar menjadi terobosan penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja pemadam kebakaran di Kendal.

“Kami sangat mengapresiasi gagasan dari Pak Jonny. Program ini membuat petugas lebih siap dan terarah. Peralatan yang dibawa sesuai kebutuhan, tidak kurang dan tidak berlebihan, sehingga kerja di lapangan lebih efektif,” katanya.

Dengan hadirnya Si Damkar, Pemkab Kendal berharap penanganan bencana kebakaran maupun kejadian darurat lainnya bisa berjalan lebih maksimal, cepat, dan tanpa hambatan teknis akibat keterlambatan peralatan. (*)

Penulis: Yoedhi W