Arsip Tag: Makan Korban

Jebakan Tikus Sering Makan Korban, PLN Ngaku Tak Punya Hak Menertibkannya

Lingkar.co – Jebakan tikus yang dipasang para petani di sawah telah banyak membuat nyawa manusia melayang. Belum lama ini, pada 17 April 2024, warga tersengat listrik jebakan tikus di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati hingga akhirnya tewas.

Menanggapi hal itu, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Pati Purwanto mengaku pihaknya tidak punya wewenang untuk menertibkan jebakan tikus yang dipasang oleh petani di sawah.

Pihaknya hanya berwenang dan ditugaskan untuk memasang jaringan listrik baru dan perubahan daya para pelanggan.

Namun, katanya, dalam pemasangan dan perubahan daya baru bisa dilakukan setelah pengguna mendapatkan Sertifikat Layak Operasi (SLO). Sementara, SLO diterbitkan oleh Kementerian ESDM.

“Secara perizinan PLN itu bisa melayani pemasangan baru atau perubahan daya itu kan harus ada SLO-nya dulu, antara sisi pelangggan dengan lembaga inspeksi teknik,” katanya, baru-baru ini.

Di dalam SLO, jelas Purwanto, sudah terdapat spesifikasi instalasi listrik yang dipasang pelanggan. Seperti jumlah titik lampu dan stop kontak yang diizinkan oleh Kementerian ESDM.

“Jadi yang mengeluarkan izin itu kan dari kementrian ESDM melalui lembaga inspeksi teknik. Nanti yang menentukan oh ini instalasi aman atau tidaknya atau sesuai ukuran atau tidak itu kan dari lembaga inspeksi teknik itu. Baru nanti keluar sertifikat layak operasinya,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir adanya korban manusia, pihaknya mengimbau para petani memasang pagar di sekitar sawah, supaya masyarakat umum tidak bisa mengaksesnya.

Selain itu, menurutnya, juga bisa dipasangan spanduk. Supaya warga tau di area persawahan ada jebakan tikus yang memiliki setrum.

“Alhasil masyarakat akan lebih hati-hati melewati area situ,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah memberikan surat imbauan ke desa-desa. Di mana intinya dalam memanfaatkan energi listrik tidak boleh membahayakan keselamatan umum.

“Tapi tidak bisa melarang, pengunaan strum tikus dilarang. Itu kan karena kita tidak memiliki hak ke situ,” tandasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Jalan Purwodadi-Semarang Berlubang, Sudah Banyak Makan Korban

Lingkar.co – Jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Bringin Kecamatan Godong mengalami kerusakan hingga berlubang. Bahkan, beberapa hari belakangan sudah menyebabkan banyak pengguna jalan yang jatuh karena terperosok ke dalam lubang.

Oleh karena itu, warga setempat memasang rambu-rambu berupa potongan kayu agar warga lebih berhati-berhati saat melintasi jalan ini.

Wursiah, warga setempat mengatakan pemasangan rambu-rambu dilakukan karena sudah banyak pengendara yang jatuh dari kendaraannya akibat terperosok ke jalan rusak.

“Dari puasa pertama hingga saat ini sudah ada enam korban yang terjatuh akibat adanya lubang tersebut. Terlebih tadi pagi, sudah ada dua orang. Dan itu bila tidak dipasang mungkin makin banyak yang akan jatuh,” ujarnya, Kamis (14/3/2024).

Ia mengungkapkan bukan hanya orang dewasa yang menjadi korban, bahkan ada juga balita.

“Siapa yang nggak kasian, anak umur 3 tahun jatuh dan sebagian ada pendarahan, jadi ngga tega melihatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari. Apalagi saat cuaca sedang hujan.

“Di jalan sini kan tidak ada penerangan lampu jalannya mas. Jadi bila ada lubang di tengah jalan yang bagus ya sangat membahayakan, karena seperti jebakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo mengatakan, kerusakan jalan terjadi karena tingginya intensitas hujan, sehingga mengakibatkan banyak aspal yang mengelupas.

Pihaknya pun akan segera memperbaikinya dengan menambal atau mengaspal jalan itu jika cuaca sudah membaik.

“Begitu cuaca memungkinkan team tambal langsung bekerja,” ujarnya.

Ia memastikan menjelang musim mudik lebaran lubang di jalan itu sudah tertambal, sehingga bisa aman dilewati para pengguna jalan.

“Saat mudik dipastikan jalan sudah aman,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam