Arsip Tag: Pasangan Tak Resmi

Polres Kudus Amankan Lima Remaja Pesta Miras dan Lima Pasangan Tak Resmi

Lingkar.co – Polsek Kudus Kota, Polres Kudus berhasil mengamankan lima remaja yang tengah pesta miras di kawasan Balai Jagong Kudus.

Kelima remaja tersebut SF (16), MHF (18), YP (19), FH (18) dan DIS (18). Semuanya merupakan warga Jepara.

Mereka diamankan saat polisi melakukan patroli cipta kondisi. Dari lokasi, polisi menemukan tiga botol miras.

“Kita amankan lima remaja dan tiga botol minuman keras yang sudah tidak utuh, selanjutnya kami bawa ke Polsek Kudus untuk dilakukan pembinaan,” jelas Kapolsek Kudus Kota, Iptu Subkhan, Minggu (12/5/2024).

Iptu Subkhan menyampaikan, langkah anggotanya mengamankan sejumlah remaja bermula dari informasi masyarakat melalui layanan aduan Polres Kudus yang menyebutkan ada remaja yang diduga sedang minum minuman keras di area Balai Jagong Kudus.

“Ketika ada informasi dari masyarakat yang menimbulkan kerawanan kita respon secepat mungkin. Seperti para remaja yang kita amankan ini,” ujarnya.

Selanjutnya, kelima remaja tersebut kemudian didata setelah dibina dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa yang disaksikan orang tuanya.

Ditempat terpisah, jajaran Polsek Jati, Polres Kudus berhasil mengamankan lima pasangan tidak resmi yang berada disebuah kos-kosan di Kecamatan Jati, Kudus.

Mereka diamankan setelah adanya laporan masyarakat kepada polisi. Setelah dilakukan penggerebekan, lima pasangan tidak sah itu langsung digiring ke Polsek Jati.

Kapolsek Jati, AKP Cipto merinci, kelima pasangan tak resmi tersebut di antaranya, SM (35) – RS (27), SW (20) – FS (24), ISD (24) – ITZ (22), WN (19) – AR (26) dan pasangan IF (21) – ABP (18).

Mereka diamankan setelah petugas mendapat aduan melalui layanan aduan Polres Kudus via WhatsApp di nomor 0821-3706-6566.

“Kami rutin melakukan razia, seperti kos-kosan yang disalahgunakan untuk mesum pasangan tidak resmi di kecamatan Jati. Kegiatan itu berawal dari laporan warga lewat WhatsApp layanan aduan Polres Kudus, yang kemudian kami respon dan berhasil mengamankan lima pasangan tersebut,” jelas AKP Cipto.

Saat ini, sebanyak lima pasangan bukan suami istri sah telah diamankan Polsek Jati untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Dengan membawa pasangan bukan suami istri yang terjaring ke kantor polisi diharapkan bisa membuat efek jera bagi siapa saja yang melanggar norma asusila,” ucapnya.

Selain itu, petugas juga memberi imbauan dan peringatan kepada para pemilik maupun pengelola indekos agar tetap mematuhi peraturan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Dengan adanya razia ini ke depan jangan lagi ada kos-an disalahartikan, disalahgunakan. Kita harapkan keberadaan kos-kosan tidak digunakan untuk perbuatan asusila,” ungkap Kapolsek.

Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Dydit Dwi Susanto menyampaikan peran aktif dari masyarakat terhadap lingkungan sekitar perlu diapresiasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mempercayai saluran WhatsApp layanan aduan Polres Kudus dan Call Center Polri 110, untuk kejadian yang membutuhkan kehadiran Polri,” ungkap Kapolres.

“Laporkan saja setiap ada kejadian yang membutuhkan layanan kami baik lewat WA maupun panggilan telepon. Laporan anda pasti akan kita respon dengan cepat,” imbuhnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Satu Pasangan Tak Resmi di Purwodadi Diciduk Polisi

Lingkar.co – Sat Samapta Polres Grobogan menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di Kecamatan Purwodadi, Jumat (26/4/2024). Razia pekat dipimpin oleh Kanit Samapta Polres Grobogan Ipda M Sodik.

Razia menyasar sejumlah hotel dan kos yang dicurigai adanya pasangan tak resmi yang sedang ngamar.

Hasilnya, satu pasangan tak resmi berhasil diamankan dari salah satu kos di Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Ipda Sodik mengatakan, razia awalnya menyasar Hotel Padi di Jalan Ampera Nomor 8, Jajar, Purwodadi, Grobogan. Para petugas melakukan pengecekan dengan meminta penghuni menyerahkan KTP mereka untuk dilakukan peneriksaan.

Razia dilanjutkan menuju salah satu kos di Brambangan, Purwodadi, Grobogan. Di sana pun petugas tak menemukan adanya pasangan tak resmi.

Ia mengatakan kedatangan anggota Polres Grobogan sempat menyebabkan masyarakat kaget. Namun, setelah mendapatkan penjelasan masyarakat pun mempersilakan para petugas.

Kemudian, saat polisi mendatangi sebuah kos di Kampung Banaran, Kelurahan/ Kecamatan Purwodadi, ditemukan satu pasangan idengan identitas berbeda.

Mendapati hal itu, petugas kemudian membawa keduanya ke Mapolres Grobogan untuk dilakukan pendataan.

“Satu persatu penghuni kos kami mintai data. Kedapatan satu pasangan berbeda alamat berada dalam satu kos,” kata Ipda Sodik, Jumat (26/4/2024).

Menurutnya, penyakit masyarakat sangat sukar dibasmi. Untuk itu, pihak kepolisian berencana menggelar razia secara rutin dan berkala. Hal ini untuk memastikan Grobogan bebas dari penyakit masyarakat.

“Selain itu, peredaran narkoba juga perlu diwaspadai, agar tidak ada ruang untuk mereka bermain di Grobogan,” ujarnya.

Kegiatan razia digelar sekitar satu jam mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Razia akan kembali digelar secara mendadak. Tujuannya agar masyarakat benar-benar jera terhadap aksi negatif tersebut. (*)

Penulis: Miftahus Salam