Tetap Terapkan PHBS Meski Perlombaan Sudah Selesai

  • Bagikan
TINJAU: Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo bersama tim juri lomba PHBS lainnya telah meninjau lokasi visitasi di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Senin (27/9)/Lingkar.co
TINJAU: Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo bersama tim juri lomba PHBS lainnya telah meninjau lokasi visitasi di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Senin (27/9)/Lingkar.co

KUDUS, Lingkar.co – Tahap visitasi Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga tingkat Kabupaten Kudus saat ini sudah sampai ke Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu.

Desa ini menjadi desa kelima dari total enam desa yang akan dikunjungi. Meski penilaian visitasi lomba PHBS hampir usai, kedepannya masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Camat Kaliwungu Satria mengatakan, pihaknya mengikuti lomba ini bukan hanya untuk menang saja. Melainkan ingin mengajak masyarakat setempat untuk bisa lebih sadar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sehingga, jika perlombaan ini sudah selesai, masyarakat bisa tetap menerapkan PHBS di lingkungannya.

“Tujuan kami bukan menang lomba tapi bagaimana PHBS ini diterapkan dalam masyarakat. Akan tetapi, kami tetap maksimal untuk mengikuti lomba PHBS ini karena memang aktivitas sehari-hari dalam masyarakat setempat sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya, Senin (27/9).

Baca Juga :
DKK Gandeng PKK, Ajak Warga Biasakan Hidup Bersih dan Sehat

Ia menjelaskan, untuk mengikuti perlombaan ini pihaknya telah melakukan persiapan selama dua bulan. Satria mengaku, pihaknya tidak banyak menyiapkan banyak hal karena masyarakat diwilayahnya dinilai sudah terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita tidak mempersiapkan segala sesuatu dari awal, hanya finishing saja. Karena sebagian besar masyarakat disini sudah menerapkan PHBS ini,” tuturnya.

Satria menerangkan, di wilayah desa setempat sudah ada kegiatan – kegiatan yang digelar secara rutin untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Diantaranya seperti pelaksanaan posyandu anak dan kegiatan bersih – bersih bersama.


Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat tidak bisa dengan mudah diterapkan di masyarakat. Hal ini karena masyarakat perlu diingatkan secara bertahap dan terus – menerus. Supaya mereka bisa terbiasa menerapkan pola hidup ini sedikit demi sedikit.

“PHBS memang tidak bisa diedukasi sekejap ke masyarakat. Tetap kita harus berproses, jadi kita secara berkala dan rutin lewat kepala desa mengajak masyarakat melakukan kebiasaan ini,” jelas Satria.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo mengatakan, Desa Banget dinilai sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari lingkungan desa yang bersih dan kondis anak – anak yang sehat.

“Jadi nanti setelah ini perilaku hidup bersih dan sehat bisa diterapkan di masyarakat. Tidak hanya saat ada perlombaan saja,” ucapnya. (isa)

Penulis : NISA HAFIZHOTUS SYARIFA / LINGKAR JATENG

Editor : NADIN HIMAYA

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!