ToyaKU, Inovasi Cerdas Mahasiswa Udinus Semarang Ciptakan Alat Pengolah Air Siap Minum dari Udara

Sekda Jateng, Sumarno saat mencoba air minum dari ToyaKU. Foto: dokumentasi
Sekda Jateng, Sumarno saat mencoba air minum dari ToyaKU. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – ToyaKU sebuah teknologi terbaru dalam pengolahan udara menjadi air minum. Smart Atmosphere Water Federation tersebut lahir dari riset mahasiswa Udinus.

Keunggulannya, berupa kemandirian sumber daya yaitu memanen air langsung dari udara yang sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things).

Hal itu dijelaskan oleh Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono saat menyerahkan hibah ToyaKU kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di komplek kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (5/5/2026).

“Insyaallah kesehatannya terjamin karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang,” jelasnya.

Lebih jauh, Pulung menegaskan riset yang diciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus. Namun, bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng, dia berharap riset tersebut bisa dimannfaatkan untuk masyarakat sekitar.

“Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan air minum saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah. Terutama daerah yang kesulitan air bersih pada saat terjadi musim kemarau.

Pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk ToyaKU. Namun demikian, air yang dihasilkan dari ToyaKU sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Adapun kemampuan ToyaKU memproduksi air, sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto memberikan apresiasi terhadap hibah ToyaKU dari Udinus untuk Perovinsi Jawa Tengah. Terobosan tersebut serupa dengan dispenser yang menyerap oksigen untuk diolah menjadi air layak minum.

Alat hibah dari Udinus ini, kata Laksono, akan ditempatkan di public space Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“ToyaKU ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan ToyoaKU,” ujarnya.

Mewakili Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menerima hibah berupa satu unit ToyaKU yang diserahkan langsung oleh Rektor Prof Dr Pulung Nurtantio Andono.

“Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk ToyaKU ini. Ini luar biasa karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar,” kata Sumarno memuji.

Menurutnya, air ToyaKU tidak berbeda dengan air yang bersumber dari mata air. Dia berterima kasih kepada Udinus yang sudah memberikan kontribusi untuk masyarakat Jawa Tengah.

Terlebih, saat ini menjelang musim kemarau. Sumarno mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau panjang akan terjadi mulai bulan Juni.

“Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air utamanya air bersih di musim kemarau nanti,” imbuhnya.

Sumarno berharap, agar teknologi tersebut dikembangkan, sehingga dapat diperbanyak unitnya. Dengan demikian, daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau daerah yang tidak memiliki mata air, bisa teratasi. (*)