Tak Sebatas Membina Spiritualitas, Jatma Aswaja Gerakan Organisasi Tarekat Peduli Profesi

Pelantikan Jatma Aswaja se-Jateng dan DIY di Ponpes Darul Ulum Tragung Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang Jawa Tengah Foto: istimewa
Pelantikan Jatma Aswaja se-Jateng dan DIY di Ponpes Darul Ulum Tragung Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang Jawa Tengah Foto: istimewa

Lingkar.co – Bertarekat (thoriqoh) bukan berarti berzikir memutar tasbih dan melepas ikhtiar untuk kehidupan duniawi. Dalam konteks kekinian, tergabung dalam tarekat tak sebatas membina spiritualitas, lebih dari itu juga mendukung profesi di dunia sebagaimana dicontohkan oleh pendiri tarekat Syadzily, Imam Abil Hasan Ali As Syadzily.

“Orang thariqah harus memberikan kemanfaatan yang nyata untuk ummat , sesuai konteks kekinian. Sufi di zaman ini tidak hanya bekerja memutar tasbih tapi harus memberi manfaat nyata untuk orang lain dan umat seperti Imam Abil Hasan Ali As Syadzily,” kata ketua Jatma Aswaja Kota Semarang, KH. Agus Ramadhan, Selasa (5/5/2026).

Ia bersama semua delegasi pengurus Kota Semarang ikut serta dalam pelantikan serentak Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh Ahlussunah Wal-Jamaah (Jatma Aswaja) se-Jateng dan DIY di Ponpes Darul Ulum Tragung Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang Jawa Tengah.

“Imam Syadzily seorang tokoh sufi, tapi beliau tetep bekerja dan menebarkan manfaat dan keberkahan untuk umat. Beliau adalah sufi yang masyhur dengan kekayaan harta bendanya,” jelasnya.

Menurut dia, Jatma Aswaja berusaha memberikan warna tersendiri sebagai ormas Islam, tak sebatas organisasi tarekat karena berjalan dengan meneladani pendiri tarekat Syadzily yang terkenal sebagai tokoh tasawuf yang kaya raya.

“Berpijak dari situlah Jatma Aswaja mmpunyai program yang tidak hanya suluk dan khalwat, tapi juga berbisnis, berdagang, bertani, menjadi pengusaha, dan sebagainya,” paparnya.

Adapun kepengurusan pada Jatma Aswaja tingkat kabupaten/kota dan provinsi terdiri dari dua bagian. Yakni Majelis Irsyad wan Nasihah atau Dewan Pembimbing dan Penasehat dengan komposisi Rois, anggota dan a’wan, , dan Tanfidziyah / Eksekutif atau Pelaksana Program yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara serta beberapa lembaga. (*)

Berikut ini susunan pengurus Jatma Aswaja Kota Semarang:

Majelis Irsyad wan Nasihah
Rois : KH. Dr. Zawawi Abdul Wahid, M.A.

Anggota :
KH Abdul Aziz
KH Nur Hatta Al Hafidz
Habib Ahmad Bin Ali Assegaf
KH Abdul Mannan
K Sholeh Mudzofar
KH Shiddiq Purnomo
KH Masykur Damanhuri

A’wan
Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T.
Habib Ali Bin Abdurrahman Al Jufri
Habib Ahmad Mushodiq Bin Zain Bin Yahya
Mohammad Yusuf Ahmad Hasyim, Lc., M.A., Ph.D.
Letkol (Purn) Amir Syarifudin

Tanfidziyah

Ketua : KH. Agus Ramadhan, S.Pd.I.
Wakil Ketua
KH. Dr. M. Rikza Chamami, M.Si.
KH. Dr. Tajudin Arafat, M.Si.
Dr. Agus Irfan S.Hi., M.Pi.

Sekretaris : Muhammad Munir, S.Pd., M.Pd.
Wakil Sekretaris
Agus Abdul Halim Mahmud, S.Pd.
Dr. Muhammad Ihsan, S.Farm., S.H., M.H.
Sonika Maulana, M.Eng.

Bendahara : Mukharor

Wakil Bendahara
Solikin
Habib Hasan Novel Al Jufri
Tri Pudjiarso, S.T