Warga Lebih Memilih PPKM tak Diperpanjang, Simak Alasannya

  • Bagikan
Banyak warga menolak perpanjangan PPKM karena sulit mencari nafkah. Salah satu lapak yang terdampak PPKM Darurat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. FOTO: Al-Afgani Hidayat/Lingkar.co
Banyak warga menolak perpanjangan PPKM karena sulit mencari nafkah. Salah satu lapak yang terdampak PPKM Darurat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. FOTO: Al-Afgani Hidayat/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Sejumlah pedagang menolak perpanjangan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Dari PPKM Darurat, hingga berganti PPKM Level 4, usaha mereka sangat terdampak.

Seperti pengakuan seorang penyuplai bahan makana, Sumiati (45). Usaha yang ia geluti beberapa tahun terakhir, mandek lantaran banyak rumah makan yang tutup.

“(Usaha) bukan hanya tersendat lagi, tapi semua cancel. Biasanya saya ngirim ke rumah makan Bekasi, Cibubur, Slipi, dan Depok. Semua tutup,” ujarnya, kepada Lingkar.co, Minggu (25/7/2021).

Ia pun berharap tidak ada lagi perpanjangan PPKM Level 4, karena sangat menyengsarakan.

“(PPKM) gak usah diperpanjang lah, ribet,” tegas Sumiati, yang harus menghidupi dua anak seorang diri.

Selama PPKM, ia mengaku hanya berdiam diri dirumah bersama kedua anaknya. Terkadang mengunjungi rumah keluarga.

Baca Juga:
Cak Suko: Pemerintah Jangan Hanya Jadi Tukang Instruksi

Senada dengan ibu Sumiati, Ali (48) seorang penjaga kios Tanah Abang, juga menolak perpanjangan PPKM. Ia lebih memilih tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes).

“Ya kan kita juga butuh makan. Tetap aja sih seperti biasa, tapi tetap jaga Prokes,” katanya melalui pesan WhatsApp, Minggu (25/7/2021).

Pria paruh baya itu menyatakan dirinya tidak dapat mencari nafkah selama PPKM Darurat dan saat PPKM Level 4.

“Iya, engga ada yang buka sama sekali, ya gak ada yang masuk kerja,” katanya.

Sebagai informasi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, berakhir hari ini, Minggu (25/7/2021).

Merujuk pernyataan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa pemerintah merencanakan relaksasi atau pembukaan secara bertahap mulai 26 Juli 2021, jika kasus Covid-19 terus mengalami penurunan.

“Kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM,” kata Presiden Jokowi, Selasa (20/07/2021).

“Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” sambung Presiden.*

Penulis : Al-Afgani Hidayat

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!