Arab Saudi Larang Masuk WNA dari 20 Negara, Salah Satunya Indonesia

  • Bagikan
Jemaah menunaikan umrah di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu, sembari mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. (ANTARA/KORAN LINGKAR JATENG)
Jemaah menunaikan umrah di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu, sembari mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. (ANTARA/KORAN LINGKAR JATENG)

KAIRO, Lingkar.co – Pemerintah Arab Saudi pada Selasa (2/1), melarang masuk ke kerajaan bagi, warga negara asing (WNA) dari 20, negara guna mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu negara tersebut adalah wna dari Indonesia.

Pers Pemerintah Arab Saudi mengatakan, kebijakan itu tidak berlaku untuk diplomat, warga Arab Saudi, petugas medis beserta keluarga mereka.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Larangan berlaku mulai jam 9 malam (waktu setempat) dengan pengecualian untuk diploma serta petugas medis berikut keluarga mereka,” ujar pernyataan pers setempat.

Selain Indonesia, negara yang dilarang masuk adalah Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Pakistan, serta Jepang.

Pemerintah Arab Saudi menambahkan bahwa larangan tersebut juga berlaku untuk pendatang yang transit via 20 negara terkait..

Sebelumnya, para pendatang yang hendak ke Arab Saudi namun tidak memiliki penerbangan langsung dari negaranya akan transit di Dubai. Sekarang, dengan penutupan baru ini, maka jalur ke Arab Saudi benar-benar minim.

Menurut laporan Arab News, Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah ini usai menimbang situasi pandemi Covid-19 secara global. Beredarnya varian baru Covid-19 menjadi sumber kekhawatiran mereka. Apalagi, belum semua vaksin bisa menangani varian baru itu dengan efektif.

Arab Saudi tercatat memiliki 368 ribu kasus dan 6.383 kematian akibat Covid-19. Angka itu sudah menghitung penambahan dalam 24 jam terakhir yaitu 310 kasus dan 4 kematian.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, via akun Facebook-nya, meminta WNI yang berada di dalam maupun di luar Arab Saudi untuk memperhatikan perkembangan terbaru ini. Jika sudah merencanakan perjalanan ke Arab Saudi, KBRI Riyadh mengimbau WNI untuk menyesuaikan rencana perjalanannya.(ara/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.