Banjir Masih Menjadi PR Bagi Pemkot Semarang

  • Bagikan
Pembersihan sisa lumpur tanggul jebol di Sungai Plumbon, Tito Isna Utama/Lingkar.co
Pembersihan sisa lumpur tanggul jebol di Sungai Plumbon, Tito Isna Utama/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Permasalahan banjir di Kota Semarang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Semarang hingga saat ini. Seperti penanganan di Sungai Plumbon yang pada tahun ini tanggulnya sudah dua kali jebol dan mengakibatkan banjir.

Jebolnya tanggul Sungai Plumbon yang kedua terjadi pada Kamis (4/11/2021) lalu yang membuat Mangkang Kulon dan Mangkang Wetan tergenang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan daerah Mangkang memang masih memiliki dua masalah dalam penanganan banjir yakni normalisasi Sungai Beringin dan Sungai Plumbon. Ia menyebut normalisasi Sungai Beringin hingga saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Harapannya pada tahun 2022 bisa selesai.

“PR kita setelah bringin selesai ya kita selesaikan Plumbon,” ungkapnya, Rabu (10/11/2021).

Menurut Hendi sapaan akrabnya, Sungai Plumbon masih memiliki persoalan klasik yakni adanya limpahan air dari wilayah atas atau dari Kabupaten lain yang masuk ke Kota Semarang.

“Sungai Plumbon kita masih ada persoalan klasik karena ada limpahan dari wilayah Kabupaten lain yang masuk ke Semarang dan muara di Semarang semakin menyempit,” katanya.

Upaya normalisasi yang dilakukan diharapkan bisa turut di support oleh masyarakat sekitar, terutama dalam persoalan pembebasan lahan.

“Kita tetap dengan konsep ganti untung tapi kalau masyarakat tidak mau melepas kan proyeknya tidak bakal selesai,” tuturnya.

Penulis : Tito Isna Utama
Editor : Rezanda Akbar D.

  • Bagikan