Berawal dari Rektor Positif Covid-19, ITS Surabaya Umumkan Lockdown, Total Ada 18 Kasus

  • Bagikan
Tangkapan layar web ITS. (ANTARA.LINGKAR.CO)
Tangkapan layar web ITS. (ANTARA.LINGKAR.CO)

SURABAYA, Lingkar.co – Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Anggra Ayu Rucitra membenarkan tentang berita bahwa Bapak Rektor positif Covid-19. Hal itu diketahui setelah Prof Ashari melakukan swab tes dam hasilnya keluar Jumat (25/12).

“Kami menyampaikan bahwa Rektor ITS Prof Mochamad Ashari dinyatakan positif Covid-19. Beliau dinyatakan positif setelah melakukan tes usap dan hasil tes keluar pada pagi ini,” kata Anggra di Surabaya.

Anggra mengungkapkan, Prof Ashari saat ini dalam kondisi baik dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Ia pun memohon doa agar sang rektor segera diberi kesembuhan.

“Kami mohon doa untuk kesembuhan beliau, dan diberi kesabaran dalam menjalani cobaan ini,”ungkapnya.

Ketua Satgas Covid-19 ITS Surabaya Adjie Pamungkas, mengungkapkan data resmi kasus corona di lingkungan kampusnya kini berjumlah 18 orang per 26 Desember 2020.

Adjie mengatakan, dari total 18 orang yang terinfeksi, 11 orang dia antaranya menjalani isolasi mandiri. Dengan rincian enam orang dosen, satu orang mahasiswa dan empat orang tenaga kependidikan (tendik).

“Kemudian klasifikasi positif dengan tindakan rawat inap terdapat tujuh orang. Dengan rincian empat orang dosen, dua orang mahasiswa dan satu orang tendik,” kata Adjie, Minggu (27/12).

Sementara itu, Lanjut Adjie, untuk kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di ITS, terhitung sejak awal pandemi sampai hari ini, tercatat ada lima orang.

“Lima orang tersebut rinciannya adalah tiga dosen, satu mahasiswa dan satu tenaga kependidikan,” katanya.

Data tersebut, kata dia, mengalami peningkatan di akhir bulan Desember 2020. Maka itu, Satgas Covid-19 ITS pihaknya melakukan lockdown sejak 24 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.

Selain untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, lockdown diterapkan agar bisa pihaknya bisa melakukan sterilisasi di seluruh lingkungan kampus ITS.

“Sehingga pada awal tahun nanti diharapkan kasus dapat semakin berkurang dan lingkungan kampus kembali steril serta aman digunakan oleh sebagian dosen dan karyawan untuk piket kantor atau dengan pembatasan ketat kegiatan di kampus,” ucapnya.

Adjie berharap, masyarakat dan sivitas tak panik, dan tidak mudah percaya pada informasi hoaks yang belakangan beredar. Sebab, kata dia, lockdown yang dilakukan pihaknya menimbulkan desas-desus dan kabar yang tak benar.

“Kepada masyarakat agar tidak terlalu percaya pada berita-berita hoax yang tersebar di luaran sana, jika sumbernya tidak jelas dan bukan dari pihak ITS langsung,” katanya. (ara/aji)

Baca Juga:
Vaksinasi Lansia di Tiga Kecamatan Masih Rendah

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!