Fantastis! Jamur Truffle Putih Terjual Rp 1,6 M, Apa Bedanya Dengan yang Hitam?

  • Bagikan
Pelelangan internasional di Castle of Grinzane Cavour, Grinzane Cavour Italia. Massimo Pinca,REUTERS/Lingkar.co
Pelelangan internasional di Castle of Grinzane Cavour, Grinzane Cavour Italia. Massimo Pinca,REUTERS/Lingkar.co

ITALIA, Lingkar.co– Truffle putih Italia dengan berat hampir 2 pon terjual seharga $ 118.000 atau Rp 1,6 miliar yang di menangkan oleh seorang pengusaha asal HongKong pada Lelang Truffle Putih Alba Dunia ke-22 yang di adakan pada hari Minggu (14/11/2021) di kastil megah abad ke-13 Grinzane Cavour di Piedmont.

Baca Juga: Inovasi Kuliner, Ciptakan Makanan Gandul Frozen Khas Pati

Jamur truffle merupakan jenis jamur langka yang tumbuh di bawah tanah, tepatnya di sekitar akar pohon.

Alasan mengapa jamur truffle bisa di hargai dengan harga yang begitu fantastis adalah karena jamur ini hanya dapat tumbuh dengan kondisi tanah dan udara tertentu.

Para konsumen jamur ini mengatakan bahwa jamur truffle memberikan rasa umami dan aroma yang lezat.

Rasa khas inilah yang membuat orang rela mengeluarkan dana yang begitu besar untuk menikmatinya.

Jamur ini memiliki perbedaan dengan jamur truffle hitam yang berasal dari wilayah Perigord berada di barat daya Prancis.

Truffle hitam mengeluarkan aroma seperti semak belukar, stroberi, tanah basah, buah kering, atau coklat. Aromanya yang beragam ini membuat truffle hitam memiliki aroma yang sangat unik.

Rasanya juga tak kalah unik, karena truffle ini memberikan rasa agak pahit dan pedas. Biasanya truffle hitam dipanen dari November hingga Maret yang biasanya bobot dagingnya hanya mencapai maksimal 1,2 kilogram dengan rata-rata bobot 500 gram saja.

Truffle hitam di sebut sebagai ‘berlian hitam’, karena rasanya yang intens dan aromanya yang kuat akan menyempurnakan hidangan.

Perbedaan Truffle Hitam dan Putih

Perbedaan jamur truffle hitam dan putih sangatlah kompleks, selain harganya dan warnanya namun juga Truffle putih memiliki bentuk bulat dengan banyak lubang di kulitnya yang membuat bentuk truffle ini sangat tidak beraturan.

Permukaannya halus dan sedikit memiliki buludru. Sementara warnanya bervariasi dari krem pucat hingga warna oren. Bagian dalamnya berwarna putih atau kuning keabu-abuan yang di lengkapi bintik-bintik putih kecil.

Sementara di sisi lain, truffle hitam memiliki bentuk agak halus dengan bulat penuh dan kutil polygonal.

Warnanya coklat kehitaman mirip seperti karat pada besi. Namun, bagian sampingnya justru berwarna bening.

Truffle putih lebih harum dan beraroma di bandingkan truffle hitam. Hal ini membuat truffle putih hanya perlu di gunakan sedikit untuk mendapatkan aroma yang kuat dan lezat untuk menyempurnakan hidangan.

Truffle putih juga lebih umum di gunakan untuk dekorasi pada makanan di restoran kelas atas di seluruh dunia.

Sementara di sisi lain, truffle hitam cenderung beraroma lebih ringan. Akan tetapi truffle jenis ini memiliki aroma yang lebih tahan lama, jika di bandingkan truffle putih yang memiliki aroma yang sangat cepat memudar.

Selain itu truffle hitam juga memiliki rasa yang lebih khas. Oleh sebabnya truffle hitam menghasilkan rasa maksimal dan biasa di jadikan campuran untuk menu tertentu.

Terlepas dari perbedaan aroma tersebut, kedua jenis truffle ini sama-sama bisa di gunakan untuk membuat minyak truffle yang terkenal. Minyak ini beraroma seperti rempah-rempah dan juga di gunakan sebagai penyedap rasa.

Penulis : Rezanda Akbar D.

Editor : Rezanda Akbar D.

  • Bagikan