Pasar Wonodri Semarang, Salah Satu Lokasi Uji Coba Penerapan Aplikasi Pedulilindungi

  • Bagikan
ILUSTRASI- Pasar tradisional. Kemendag akan uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi pada pasar rakyat. FOTO: ANTARA/Lingkar.co
ILUSTRASI- Pasar tradisional. Kemendag akan uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi pada pasar rakyat. FOTO: ANTARA/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi pada pasar rakyat.

Implementasi aplikasi PeduliLindungi akan diuji coba pada enam pasar, yaitu Pasar Mayestik (Jakarta), Pasar Blok M (Jakarta), Pasar Baltos (Kota Bandung).

Kemudian, Pasar Modern BSD (Kota Tangerang Selatan), Pasar Modern 8 Alam Sutera (Kota Tangerang), dan Pasar Wonodri (Kota Semarang).

Keenam pasar yang menjadi usulan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) itu, telah mendapat QR Code dari Kementerian Kesehatan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, memastikan pasar rakyat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dari penularan Covid-19.

“Ada beberapa pasar rakyat yang akan diuji coba dengan memperhatikan tingkat vaksinasi pedagang dan pengelola pasar rakyat,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Lingkar.co, Sabtu (25/9/2021).

PERTIMBANGAN UJI COBA PEDULILINDUNGI

Mendag Lutfi melanjutkan, terdapat beberapa pertimbangan pelaksanaan uji coba implementasi aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat.

Antara lain, ucapnya, pedagang dan pengelola pasar rakyat sudah tervaksin 100 persen.

Selain itu, pasar rakyat telah menerapkan protokol kesehatan sesuai rekomendasi Kemendag.

Pada pasar rakyat juga memiliki akses pintu masuk dan keluar yang dapat terkontrol pengelola.

Baca Juga : PON XX Papua: Penonton di Lokasi Arena Wajib Skrining Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Kemudian, memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penerapan protokol kesehatan. Dan menyediakan sumber daya manusia dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi.

“SOP PeduliLindungi sangat penting agar dapat berdampingan dengan Covid-19,” kata Mendag Lutfi.

Karena menurutnya, pandemi ini tidak akan cepat selesai dan kegiatan ekonomi dapat berjalan kembali.

Menurut Mendag Lutfi, kesuksesan implementasi aplikasi PeduliLindungi pada pasar rakyat sangat tergantung pada kesadaran dan peran aktif masyarakat terhadap pengendalian Covid-19.

Selain itu, kesiapan SDM pengelola pasar rakyat, khususnya dalam sosialisasi, pemeriksaan, dan pemantauan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

“Perlu kesiapan sarana prasarana pencegahan Covid-19 di pasar rakyat, seperti fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan masker,” kata Mendag Lutfi.

Berdasarkan survei Kemendag, tingkat vaksinasi pedagang pasar secara nasional mencapai 62 persen.

Sementara di Pasar Badung tingkat vaksinasi pedagang dan pengelola telah mencapai 100 persen dengan skor indeks pengendalian Covid-19 sebesar 69.

Mendag Lutfi berharap, dengan adanya penerapan aplikasi PeduliLindungi, daapt memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung pasar.

“Vaksinasi pedagang dan pengelola pasar yang mencapai 100 persen, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan bagi konsumen berbelanja kembali ke pasar rakyat serta meningkatkan omzet para pedagang pasar,” pungkasnya.***

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!