Protes Gunakan Simbol Pocong, Warga di Sragen Minta Perlintasan KA Tanpa Palang Dibuka Kembali

  • Bagikan
Warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Melakukan aksi protes penolakan penutupan perlintasan kereta tanpa palang pintu, dengan menggunakan symbol pocong, Senin (18/1. KHAFIDZ/LINGKAR.CO)
Warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Melakukan aksi protes penolakan penutupan perlintasan kereta tanpa palang pintu, dengan menggunakan symbol pocong, Senin (18/1. KHAFIDZ/LINGKAR.CO)

SRAGEN, Lingkar.co – Warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen melakukan aksi protes penolakan penutupan perlintasan kereta tanpa palang pintu.

Aksi protes perlintasan di Sragen tersebut, dengan membawa simbol pocong dan hamparan kain,  sebagai media tanda tangan, untuk menyatakan aksi dukungan.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Penutupan perlintasan sebidang tanpa palang itu sebenarnya, buntut dari kecelakaan yang menewaskan 3 orang aparat, 2 anggota Polri dan 1 anggota TNI pada desember lalu.

Kordinator aksi Udin Fatkhurohman menyampaikan, warga berdemonstrasi mulai pukul 09.00-11.00. Aksi tersebut juga menarik perhatian anak sekolah, yang pada akhirnya, ikut membubuhkan tanda tangan.

“Beberapa anak sekolah juga sempet mampir ikut,” jelasnya.

Ia melanjutkan, warga mengeluhkan terisolasinya akses ke sekolah sekitar, yaitu empat Lembaga pendidikan formal dan dua informal.

“Kita intinya memperjuangkan tunas bangsa ini kan banyak lembaga pendidikan di sini. Kalau ini tutup kan akan mati pendidikan. Sementara pada tempat berbeda, pendidikan adalah untuk akses, di sini yang sudah ada malah telah tutup. Yang perlu jalan, kalau terhitung kan ribuan orang termasuk guru,” keluhnya.

Sementara Camat Kalijambe Rusmanto, membenarkan adanya beberapa warga Siboto yang melakukan aksi.

“Saya tahu siang tadi udah selesai. Tuntutan warga itu kan dibuka kembali ya karena di barat rel  banyak lembaga pendidikan,” terang Rusmanto. 

Pihaknya meminta warga minta agar sabar. Karena saat ini pemdes melalui Bupati kan sudah mengajukan pembukaan kembali perlintasan sebidang itu.

“Yang jelas permohonan sudah sampai Ditjen perkeretaapian. Mungkin masih di kaji disana,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sragen, Muslim menyampaikan, Pemkab Sragen bersama dengan PT KAI agar segera memberikan solusi dan tindakan terbaik. Mengingat perlintasan tersebut, banyak di gunakan untuk melintas warga dan anak sekolah.

“Pemkab dan PT KAI segera memberikan solisi dan tindaka terbaik. karena akses itu di gunakan anak sekolah dan warga. Kalau setiap harus memutar sejauh 5 km, ya kasian nu,” jelasnya. (fid/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.