Berita  

Stakeholder Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Stakeholder Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora simulasi kesiapsiagaan bencana, Rabu 26 April 2023. (Lingkar.co/dok)
Stakeholder Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora simulasi kesiapsiagaan bencana, Rabu 26 April 2023. (Lingkar.co/dok)

Lingkar.co – Stakeholder Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jateng melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana.

Video simulasi kesiapsiagaan bencana tersebut memperlihatkan Kepala Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah beserta perangkat kelurahan, Babinsa, dan Babinkamtibmas, berhamburan keluar meninggalkan kantor kelurahan.

Tampak kepala Kelurahan Tambahrejo beserta perangkat kelurahan, Babinsa, dan Babinkamtibmas yang berhamburan keluar sembari memukul kentongan tersebut tersebar di WhatsApp masyarakat, Rabu 26 April 2023.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Diketahui simulasi kesiapsiagaan bencana tersebut yang dilakukan sejak dini untuk menghadapi dan mengantisipasi terjadinya bencana.

Simulasi kesiapsiagaan bencana tersebut merupakan momen yang diperingati setiap 26 April dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Kepala Kelurahan Tambahrejo, Marthin Ukie Andhana saat dihubungi melalui WhatsApp membenarkan bahwasanya kegiatan yang diadakan tersebut dalam rangka memperingati HKB.

Png-20230831-120408-0000

Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaaan, serta kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia tangguh bencana sejalan dengan tema peringatan yakni tingkatkan ketangguhan desa kurangi risiko bencana.

Ditegaskannya kegiatan ini bukanlah seremonial belaka tetapi tujuan utamanya adalah peningkatan kewaspadaan masyarakat dan aparat dalam menghadapi bencana.

“Poinnya adalah bagaimana meningkatkan ketangguhan kelurahan serta mengurangi risiko bencana yang ada, khususnya kabupaten Blora. Dengan cara ini kita berharap masyarakat semakin tinggi tingkat kewaspadaannya dan kesadarannya,” kata Marthin Ukie.

Di samping itu, pihaknya bersama stakeholder yang ada juga menggelar simulasi terkait evakuasi dan pengungsian di kawasan tempat tinggal, atau sekitar lingkungannya. 

“Misalnya, simulasi banjir dan gempa bagi warga yang tinggal di kawasan Keluarahan Tambahrejo” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa dengan menggunakan sirine dan kentongan tersebut sebagai uji alat peringatan dini, yang nantinya akan dibunyikan jika terjadi bencana. 

“Tentu sudah kita informasikan, kita koordinasikan, untuk berpartisipasi membunyikan sirine, dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana ini.

Dan harapannya, kalau terjadi sesuatu masyarakat sudah paham, harus mengungsi, atau evakuasi ke mana, itu harus siap. Nah, itu kita aktualisasikan langsung dalam simulasi,” tandasnya.

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Mickel Wibowo

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *