Syarat Prosedur Keamanan, Sekda Kendal Minta Pembangunan Pasar Desa Brangsong Harus Dilengkapi Fasilitas Hydrant.

Penampakan bangunan baru Pasar Desa Brangsong. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Lingkar.co – Sekda Kendal, Sugiono meminta pihak Desa maupun pemborong pembangunan Pasa Brangsong untuk memasang Hydrant sebagai salah satu prosedur keamanan sebelum pasar diresmikan.

“Semua pembanguan gedung yang luas atau bertingkat, wajib dilengkapi hydrant, seperti pasar Brangsong harus dilengkapi dulu sebelum dipakai,” kata Sugiono kepada awak media Lingkar, Jumat (1/9/2023).

Ia pun mengingatkan pada pengalaman yang telah terjadi sebelumnya. Yakni banyak pasar yang tidak dilengkapi hidrant, dan ketika terjadi kebakaran, petugas terhambat karena kesulitan untuk mencari sumber air.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Ia lantas menyebut Pasar Sidorejo, Pasar Weleri, dan Pasar Kaliwungu. Ketiga pasar tersebut ketika terjadi musibah kebakaran tidak bisa segera diatasi sebab tidak ada hydrant di lingkungan pasar.

“Sebab berdasarkan pengalaman, kebakaran di pasar Kaliwungu, pasar Sidorejo dan pasar Weleri, tidak segera teratasi karena tidak ada hydrant. Kalau ada, tidak berfungsi, kan sama saja,” bebernya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Ia pun menegaskan, padahal hydrant sangat penting dan wajib ada, untuk antisipasi kebakaran di gedung yang luas atau berlantai dua.

Png-20230831-120408-0000

Selain hydrant, lanjutnya, juga harus dipersiapkan akses masuk lokasi bagi mobil pemadam jika terjadi kebakaran. Apalagi kalau dekat dengan pemukiman yang padat rumahnya, akan sangat berbahaya apik kebakaran akan mudah merambat ke pemukiman warga.

Nantinya, kata Sekda, pihak Damkar, BPBD akan melakukan pengawasan dan pengecekan. Jika tidak dipasang hydrant, maka bangunan tersebut tidak memenuhi syarat.

“Nanti kalau tidak dilengkapi maka harus dilengkapi dulu, seperti pasar Brangsong kalau tidak dipasang hydrant maka tidak boleh ditempati dulu,” ucapnya mewanti-wanti.

Sebagai informasi, pembangunan pasar Desa Brangsong menelan anggaran Rp.3.105 miliar bersumber dari dana desa atau APBDes dan swadaya para pedagang.

Pemerintah pun berharap bangunan baru tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, bangunan pasar baru lebih besar dan megah dengan taksiran mampu menampung sekitar 156 pedagang.

Proyek pembangunan Pasar Brangsong yang rencananya akan ditempati bulan September 2023 ini.

Sementara, Kepala Desa Brangsong, Moh Asnawi mengakui dalam desain gambar pembangunan pasar desa memang tidak ada tempat hydrant. Namun demikian, ia menyatakan akan memasukkan dalam anggaran di tahun berikutnya (2024).

“Saya juga tidak kepikiran. Namun di gambar memang tidak ada hydrant, ya nanti kalau harus dipasang, kita masukkan anggaran tahun berikutnya,” akunya.

Pantauan di lokasi, pasar Desa Brangsong sudah dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, dan musalla beserta tempat wudu. Namun sirkulasi udara masih kurang dan tidak ada genteng kaca sehingga cahaya matahari tidak bisa masuk.

Asnawi menambahkan, nantinya akan dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pembangunan diperkirakan selesai pada akhir Agustus, dan diperkirakan pertengahan September pasar akan diresmikan dan mulai ditempati. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *