Arsip Tag: Berita Blora

Imigrasi Blora Deportasi WNA Asal Yaman, Ini Penyebabnya

Lingkar.co — Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum keimigrasian dengan mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) asal Yaman berinisial SA.

Tindakan tersebut merupakan hasil pengawasan dalam Operasi WIRAWASPADA 2026 yang dilaksanakan oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Blora, Gilang Danurdara, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian data yang diberikan oleh yang bersangkutan, khususnya terkait keterangan tempat tinggal dan kemampuan finansial.

“Dari hasil pemeriksaan, terdapat bukti pemberian data yang tidak benar terkait keterangan tempat tinggal dan kemampuan finansial,” ujar Gilang, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan temuan tersebut, Imigrasi Blora menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi, disertai penangkalan agar yang bersangkutan tidak dapat kembali masuk ke wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu.

Proses deportasi dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026) melalui Bandara Soekarno-Hatta.Gilang menegaskan bahwa langkah tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dalam aturan tersebut, pejabat imigrasi memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan administratif terhadap orang asing yang diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

Selain penindakan, pihak Imigrasi Blora juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan keberadaan orang asing di wilayah Kabupaten Blora dan sekitarnya.

“Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang melibatkan orang asing, agar segera melaporkan kepada Kantor Imigrasi Blora melalui kanal resmi yang tersedia,” tambahnya. (*)

Atasi Banjir Cepu, Pemkab Blora Kerahkan Ekskavator dan Usulkan Embung

Lingkar.co – Banjir yang kerap melanda Kecamatan Cepu kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Blora. Untuk penanganan darurat, enam alat berat dikerahkan, sementara solusi jangka panjang berupa pembangunan embung mulai disiapkan.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyebut banjir di wilayah Cepu sudah terjadi hampir setiap tahun. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan saat ini, tetapi juga menyiapkan langkah antisipatif ke depan.

“Banjir di Cepu ini bukan hal baru. Yang penting sekarang bagaimana kita menyiapkan lahan agar nantinya bisa mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk pembangunan embung,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, banjir terjadi karena debit air yang masuk tidak sebanding dengan kapasitas tampungan yang ada. Untuk itu, embung dinilai menjadi solusi penting guna menahan limpasan air.

Dalam penanganan sementara, Pemkab Blora telah menurunkan enam ekskavator untuk membantu normalisasi dan penanganan dampak banjir. Ke depan, pemerintah daerah juga akan menggandeng DPUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk program berkelanjutan.

“Akan ada program bersama BBWS, baik saat musim kemarau maupun penghujan, terutama untuk pembersihan sedimentasi,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Blora juga berkomitmen menyiapkan lahan sebagai langkah awal pembangunan embung agar risiko banjir di Cepu bisa ditekan.

Sementara itu, Camat Cepu Endah Ekawati mengungkapkan, banjir kali ini merendam lima kelurahan, yakni Tambakromo, Balun, Cepu, Ngelo, dan Karangboyo.

Tak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak, seperti Taman Tukbuntung, Terminal Cepu Tipe A, dan Taman Seribu Lampu. Ia menyebut banjir kali ini termasuk yang terluas.

Menurut Endah, pihaknya telah berkoordinasi dan mengajukan bantuan ke BPBD, Dinas Sosial, serta BBWS. Ia menilai tingginya curah hujan dan terbatasnya kapasitas embung menjadi faktor utama banjir.

“Aliran air dari luar wilayah sangat besar, sehingga Embung Lebok yang biasanya mampu menampung, kali ini tidak sanggup,” katanya.

Pemerintah kecamatan juga telah menginstruksikan seluruh lurah untuk mendata kondisi drainase dan aliran sungai, terutama yang tersumbat atau tidak lagi berfungsi.

“Untuk wilayah padat penduduk, penanganan drainase perlu perhatian khusus dan koordinasi lintas pihak,” tambahnya.

Ia juga menyebut, rencana penanganan sebenarnya sudah tertuang dalam master plan DPUPR. Namun, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum bisa direalisasikan sepenuhnya. Ke depan, akan diupayakan pengadaan pompa air sebagai langkah tambahan untuk mengurangi genangan. (*)

Bendungan Diduga Jadi Pemicu, Rumah Warga di Jepon Blora Rusak Parah

Lingkar.co — Pergerakan tanah di Dukuh Kemiri RT 02 RW 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menyebabkan kerusakan parah pada empat rumah warga. Tanah dilaporkan ambles hingga dua meter, diduga dipicu oleh keretakan pada sayap bendungan yang berada tak jauh dari permukiman.

Salah satu warga terdampak, Suparjan, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah telah terjadi selama sekitar satu minggu, dengan kondisi terparah dalam tiga hari terakhir.

“Longsor sudah satu minggu, paling parah tiga hari terakhir sampai bagian belakang rumah dan kamar mandi terbawa,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan tanah terjadi terus-menerus, baik pagi, siang, maupun malam hari. Dampaknya mulai terasa beberapa hari lalu ketika bangunan rumah mulai retak, disusul genteng yang berjatuhan.

“Pagi, siang, malam terus bergerak. Empat hari lalu mulai terasa retak, lalu genteng mulai berjatuhan karena tanah terus bergerak,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Suparjan dan keluarganya khawatir, terutama terhadap keselamatan anak-anak. Ia bahkan sempat menjaga jarak dari rumah untuk menghindari kemungkinan tertimpa reruntuhan.

Menurutnya, penyebab utama pergerakan tanah diduga berasal dari bendungan dan saluran irigasi di belakang rumahnya yang sudah tidak berfungsi dengan baik.

“Sayap bendungan dan irigasi sudah tidak berfungsi. Air mengikis tanah sedikit demi sedikit sampai akhirnya menggerus pondasi rumah,” jelasnya.

Suparjan mengaku telah dua kali melakukan perbaikan rumah, namun kerusakan terus berulang akibat tanah yang masih bergerak. Ia juga menyayangkan keberadaan bendungan yang dibangun sekitar delapan tahun lalu, yang justru dinilai memperparah kondisi.

“Dulu sebelum ada bendungan memang ada longsor, tapi kecil hanya di bantaran kali dan tidak sampai berdampak ke rumah. Sungainya juga tidak selebar sekarang,” ungkapnya.

Dari total empat rumah terdampak yang dihuni empat kepala keluarga, sebagian warga telah lebih dulu mengungsi. Suparjan menjadi salah satu yang terakhir meninggalkan rumahnya dan kini mengungsi ke rumah kerabat di Desa Brumbung.

“Saya sekarang mengungsi ke rumah simbah di Brumbung,” katanya.

Warga mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa. Namun hingga kini belum ada penanganan langsung di lokasi.

“Sudah kami laporkan ke pemerintah desa, katanya sudah diteruskan ke dinas terkait. Tapi soal prosedur dan tindak lanjutnya kami belum tahu,” pungkasnya. (*)

Dipicu Saling Ejek, Pemuda di Blora Tusuk Lawannya di Depan Masjid

Lingkar.co – Aksi penganiayaan berat terjadi di Dukuh Sasak, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, pada Kamis (12/3/2026) malam. Seorang pemuda berinisial MS (20) nekat menusuk korban berinisial G (19) menggunakan pisau kecil setelah terlibat pertikaian yang dipicu aksi saling ejek.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di depan masjid setempat. Saat itu, MS baru saja pulang setelah membantu orang tuanya berjualan. Ketika melintas di depan masjid, ia diduga dipanggil dan diejek oleh rombongan korban.

Awalnya, pelaku memilih mengabaikan ejekan tersebut dan melanjutkan perjalanan pulang. Namun tak lama kemudian, MS kembali keluar rumah dengan berboncengan bersama rekannya.

Di tengah perjalanan, ia kembali bertemu dengan rombongan korban yang sebelumnya mengejeknya. Merasa tidak terima, MS kemudian menghentikan sepeda motornya dan menghampiri rombongan tersebut untuk menanyakan maksud ejekan yang ditujukan kepadanya.

Pertemuan itu justru memicu cekcok mulut yang semakin memanas hingga berujung perkelahian fisik.

Di tengah perkelahian tersebut, MS mengeluarkan sebilah pisau kecil yang telah disiapkan di saku celananya. Pisau itu kemudian digunakan untuk menusuk korban.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Banjarejo AKP Gembong Widodo membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.

“Benar telah terjadi tindak pidana penganiayaan. Pelaku awalnya berhenti untuk menanyakan maksud ejekan rombongan korban hingga terjadi cekcok yang berlanjut pada perkelahian. Saat itulah pelaku mengeluarkan pisau dari saku celana dan menusukkannya ke arah leher kanan serta punggung korban,” ujar AKP Gembong Widodo, Jumat (13/3/2026).

Akibat serangan senjata tajam itu, korban mengalami luka robek serius di bagian leher dan punggung. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa korban ke Rumah Sakit Permata Blora untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Unit Reskrim Polsek Banjarejo yang dipimpin Aiptu Joko Mei melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku.

“Pelaku saat ini sudah kami amankan di Mapolsek Banjarejo untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Kapolsek.

Terkait dugaan adanya pengeroyokan dalam peristiwa tersebut, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Saat ini situasi di Desa Buluroto dilaporkan sudah kondusif. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (*)

Kepala Puskesmas di Blora Laporkan Suami atas Dugaan KDRT

Lingkar.co – Seorang kepala puskesmas di Kabupaten Blora berinisial EHF melaporkan suaminya, S, seorang dokter spesialis di salah satu rumah sakit umum daerah (RSUD) di Blora, atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Laporan tersebut disampaikan EHF ke Polsek Kunduran. Namun saat dimintai keterangan oleh awak media, ia memilih tidak memberikan tanggapan terkait aduan yang dilayangkannya.

Berdasarkan pantauan di Mapolsek Kunduran, Selasa (3/3/2026), pasangan suami istri yang sama-sama berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora itu hadir untuk memenuhi panggilan klarifikasi. Keduanya menjalani pemeriksaan selama kurang lebih dua jam.

Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, membenarkan adanya pemanggilan terhadap kedua pihak terkait laporan dugaan KDRT tersebut.

“Jadi hari ini keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan untuk klarifikasi dulu. Setelah ini nanti akan ada olah TKP untuk menyimpulkan apakah ada tindak pidana atau tidak,” terang Budi.

Ia menjelaskan, laporan awal sebenarnya sudah masuk sejak Februari 2025. Namun, saat itu pihak pelapor tidak melanjutkan proses gelar perkara sehingga penanganan kasus sempat terhenti hampir satu tahun.

“Kemudian dari pihak laki-laki baru saja memviralkan dan laporan kemungkinan itu yang membuat istri melanjutkan laporan. Sebenarnya dari pihak perempuan itu tidak pengen rame-rame tapi dari cowok ada viral itu akhirnya dibuka kembali aduannya,” tuturnya.

Menurut Budi, alat bukti yang dibawa pelapor berupa hasil visum yang dibuat saat pelaporan pertama kali.

Sementara itu, S yang juga diperiksa selama kurang lebih dua jam membantah telah melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya. Ia mengaku tidak pernah melakukan KDRT selama menjalani rumah tangga.

Ia menduga laporan tersebut berkaitan dengan persoalan lain di luar dugaan KDRT. Menurutnya, belum lama ini ia melaporkan dugaan perselingkuhan yang melibatkan istrinya dengan salah satu kepala puskesmas di Kabupaten Blora ke Dinas Kesehatan.

“Sampai sekarang pun saya menanyakan kenapa diperiksa sampai saat ini ya dia sakit hati karena diperiksa Dinas Kesehatan Blora. Perihal dugaan perselingkuhan yang sudah saya ajukan ke dinas, jadi karena sakit hati ya dia gantian melaporkan saya seperti ini,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, menyatakan pihaknya akan menunggu proses hukum yang berjalan apabila kasus tersebut masuk ranah pidana.

“Kalau itu perkara pidana, nunggu hasilnya dari APH,” singkatnya. (*)

Terganjal Anggaran, Ratusan Jabatan Perangkat Desa di Blora Masih Kosong

Lingkar.co – Ratusan jabatan perangkat desa di Kabupaten Blora hingga kini masih mengalami kekosongan. Kondisi ini dipicu keterbatasan anggaran daerah, salah satunya akibat pemotongan Dana Desa (DD) tahun 2026 yang berdampak pada kemampuan pembiayaan penghasilan tetap perangkat desa.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blora, Wahyu Triatmoko, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat ratusan posisi perangkat desa yang belum terisi. Ia juga menyebutkan belum dapat memastikan apakah pengisian perangkat desa bisa dilakukan pada tahun anggaran 2026.

“Sampai saat ini terdapat 369 jabatan perangkat desa yang kosong. Mulai dari Sekertaris Desa (Sekdes) ada 17, kepala seksi (Kasi) 125, Kepala urusan (Kaur) 103, Kepala dusun (Kadus) 124. Kalau ditambah kekosongan Kades (Kepala Desa) menjadi 379, karena ada 10 jabatan kades yang kosong,” terangnya.

Menurut Wahyu, mayoritas kekosongan jabatan tersebut disebabkan oleh aparatur desa yang memasuki masa pensiun serta meninggal dunia.

“Pengisian perangkat desa belum dipastikan di tahun anggaran 2026, hal itu dipicu oleh keterbatasan kemampuan keuangan daerah, terutama terkait pembiayaan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan fiskal daerah dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan, sehingga memperparah kondisi kekosongan perangkat desa. Hal tersebut juga dipengaruhi menurunnya Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Blora.

“Untuk saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut terkait proses pengisian dan penjaringan perangkat desa. Pengisian tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, namun masih menunggu kondisi anggaran yang lebih memungkinkan,” katanya. (*)

Bangkitkan Potensi Muda, Pemkab Blora Kirim Pemuda Daerah Ikuti Pelatihan Ternak Milineal

YOGYAKARTA, Lingkar.co – Komitmen Pemkab Blora untuk membangkitkan potensi muda sebagai pengelola pertanian dan peternakan masa depan diwujudkan dengan mengirimkan sejumlah pemuda daerah untuk mengikuti pelatihan peternak milenial ke Yogyakarta.

Tidak main-main, pelatihan peternak milenial ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng., seorang Guru Besar UGM Yogyakarta sekaligus mantan Dekan Fakultas Peternakan UGM. Pelatihan berlokasi di Bengkel Sapi Kalijeruk, Sleman, Yogyakarta, Selasa (22/3/2022) kemarin.

Yang dikirimpun bukan sembarang pemuda. Namun berbagai pemuda pemudi calon petani dan peternak milenial dari sejumlah Kecamatan yang memang ingin pulang kampung untuk bersama-sama ikut membangun sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Blora.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, drh. R. Gundala Wijasena, MP., menyampaikan bahwa jumlah pemuda yang mengikuti pelatihan peternak milenial sejumlah 17 orang dari beragam latar belakang.

Bangkitkan Potensi Muda, Pemkab Blora Kirim Pemuda Daerah Ikuti Pelatihan Ternak Milineal

“Untuk tahap ini ada 17 peserta yang kita kirim ke Prof. Ali Agus dalam rangka mengikuti pelatihan peternak milenial. Harapannya kedepan mereka semakin mantap untuk ikut terjun menjadi peternak di daerah,” ucap Gundala Wijasena.

Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., pun kemarin turut hadir dalam pembukaan pelatihan di Bengkel Sapi Kalijeruk sebagai bentuk dukungan kuat kepada para pemuda Blora ini. Keduanya bahkan nampak mengikuti sesi materi pembuka dari Prof. Ali Agus, dan sempat ikut berkeliling ke kandang sapi.

“Ya, kemarin kita kawal langsung 17 adik adik kita untuk mengikuti pelatihan peternak milenial di bengkel sapi milik Prof. Ali Agus, diaspora asli Blora yang kini sukses menjadi guru besar peternakan UGM. Kita ingin mereka kedepan bisa menjadi para peternak muda yang mampu membangun sektor peternakan sapi maupun kambing di Blora. Mengingat saat ini jumlah populasi sapi kita terbesar di Jawa Tengah,” ujar Bupati Arief.

“Ini sebagai wujud komitmen kita untuk membangun SDM daerah berdasarkan potensi wilayah. Apalagi industri pangan baik pertanian maupun peternakan ini memiliki masa depan yang cerah di tengah gerusan teknologi. Semaju apapun teknologi, kebutuhan pangan terus meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk dunia,” sambung Bupati.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini pun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Darma Jaya Jakarta (BUMD Pangan DKI Jakarta) sebagai off taker penyaluran sapi untuk pemenuhan kebutuhan daging di Jakarta dari Blora.

“Jika pemuda pemuda yang kita kirim ini nanti sukses menjadi peternak milenial, maka kita siapkan juga pemasarannya. PT Darma Jaya akan siap jadi off taker nya, karena tidak lama lagi Pemkab akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan nya. Sehingga daging daging sapi dari Blora bisa dikirim ke Jakarta dengan baik. Sedangkan permodalan, akan kita gandeng perbankan daerah untuk memberikan kredit murah,” tambah Bupati.

Kerja sama yang Baik

Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Prof. Ali Agus yang telah berkenan memberikan ilmunya kepada para generasi muda Kabupaten Blora, dan berharap seluruh peserta bisa mengikuti pelatihan dengan baik.

“Kita ucapkan terimakasih kepada Prof. Ali Agus yang sudah berkenan kita repoti. Setelah beberapa waktu lalu kita kirim pemuda dari Desa Megeri ke Kalijeruk, kini giliran 17 pemuda dari berbagai wilayah di Blora ke Kalijeruk. Semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat untuk Blora kedepannya,” pungkas Bupati.

Adapun Prof. Ali Agus menerangkan selama pelatihan, seluruh peserta diberikan edukasi tentang cara memilih bakalan, kemudian teknologi penggemukan ternak sapi, cara membuat pakan, perawatan sapi, hingga bagaimana cara menanam hijauan sebagai bahan dasar pakan ternak.

Pemkab Blora Siap Tanggulangi Bencana

“Rasanya senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan para pemuda Blora. Apalagi saya juga asli Blora. Semoga melalui ini, kita bisa ikut Sesarengan mbangun Peternakan Blora, yang ujungnya bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak dan petani, hingga menurunkan angka kemiskinan. Kita terbuka, jika nanti ingin belajar lagi kesini ya silahkan. Sudah lama saya ingin agar peternakan di Kabupaten Blora bisa maju, dan kebetulan kali ini Bupati serta Wakil Bupati nya punya komitmen yang kuat untuk ini,” ungkap Prof. Ali Agus.

Kemudian, Khoirunnisa, salah satu peserta pelatihan peternak milenial asal Desa Bakah, Kecamatan Kunduran, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini di Bengkel Sapi Kalijeruk.

“Terima kasih Pak Bupati dan jajarannya yang telah memfasilitasi kami bersama teman-teman untuk belajar kesini. Ini kesempatan yang langka sekaligus luar biasa bagi kami semua. Harapannya nanti tidak semua pemuda yang lulus kuliah berharap jadi pegawai negeri atau mencari pekerjaan formal di kota orang, namun bersedia pulang kampung membangun usaha sendiri untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya seperti peternakan ini. Sekaligus dapat ikut membuka lapangan pekerjaan di desa,” ungkap Khairunnisa. (Lingkarnetwork | Lingkar.co)