Arsip Tag: Bupati Blora

Luas Lahan Bisa Ditingkatkan Jadi 100.000 Hektare, Kabupaten Blora Incar Posisi Raja Jagung Jateng

Lingkar.co – Bupati Blora, Arief Rohman menargetkan kabupaten yang ia pimpin bisa menjadi penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah.

Ia bilang, saat ini Blora merupakan produsen jagung terbesar kedua di Jawa Tengah dengan luas lahan mencapai hampir 83.000 hektare.

Sebagai ikhtiar mencapai target tersebut, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen, termasuk Perkumpulan Semut Ireng dan Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk bersinergi meningkatkan produktivitas jagung demi kesejahteraan bersama.

“Kita tentunya mendukung apa yang menjadi program dari Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan, bahwa Blora ini penghasil jagung terbesar kedua, kita luasan lahanya hampir 83.000 hektare,” terangnya Rabu (8/4/2026).

Arief Rohman menyampaikan hal itu saat menghadiri acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendamping Perhutanan Sosial Perkumpulan Rejo Semut Ireng Kabupaten Blora di Pendopo Kabupaten.

Bahkan, Bupati Arief berharap dengan tekad bersama dan dengan dukungan Pemkab Blora, nantinya luas lahan pertanian jagung juga bisa ditingkatkan.

“Tidak hanya 83.000, tapi bisa meningkat sampai 100.000 hektare kalau bisa dan kita ingin nanti ada pendampingan juga dari hulu sampai hilir, bagaimana soal bibitnya, soal pupuknya, dan sampai nanti setelah pasca panen ini hilirisasinya seperti apa,” ujarnya.

Terlebih dengan adanya wacana dari Kementerian Pertanian terkait kemungkinan produksi bioethanol yang ada di Kabupaten Blora. Pihaknya ingin agar dinas-dinas terkait bekerja sama dengan Kementerian terkait untuk melakukan pemetaan kaitannya dengan Perhutani, dengan perhutanan sosial dan KTH.

“Muaranya adalah untuk para petani, terutama yang ada di KTH. Nanti dipetakan, dibuat semacam pokja untuk memetakan ini. Jadi biar antara satu dengan yang lain, antara Perhutani ini dengan perhutanan sosial ini, tidak ada dikotomi. Satu dan yang lain Saling bisa berjalan. Tentunya patokannya adalah aturan yang ada,kita harmonisasi,” jelasnya.

Tentunya nanti dari kepolisian dan TNI juga sudah punya program untuk ketahanan pangan, nanti kita bisa seiring sejalan. Lahan-lahan yang kira-kira tidak termanfaatkan, lahan-lahan yang marjinal ini, kalau bisa kita manfaatkan.

“Jadi saya ingin pemetaannya, termasuk kendala-kendala apa yang dihadapi untuk teman-teman yang perhutanan sosial, kita ingin bersinergi, kita ingin bekerjasama dengan baik. Ini kami harap nanti keberadaan teman-teman ini nanti bisa rukun, bisa akur, bisa bersinergi semuanya,” sambungnya.

Usai Halalbihalal, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan dengan menghadirkan narasumber dari Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Dr. Marcus Oktavianus Susatyo, S.Hut, M.P, dari Balai PSKL Yogyakarta Wahyudi Ardhyanto, S.Si.St.MT, Kodim 0721 Blora.

Dari sarasehan itu diharapkan memunculkan rekomendasi kepada para pemangku kepentingan termasuk kepada Pemerintah Kabupaten Blora.

“Kira-kira rumusannya dan seperti apa rekomendasi kepada pemerintah yang harus kami dukung. Termasuk nanti akan kami tindaklanjuti hingga tingkat kecamatan atau desa-desa yang di situ ada lokasi perhutanan sosialnya,” kata dia.

“Kalau selama ini mungkin ada masih ada miskomunikasi antara teman-teman KTH dengan Kepala Desa dan sebagainya, kami tolong diberikan gambarannya dan petanya,” pungkasnya. (*)

Dirut Perum Bulog Sambangi Petani TebuKabupaten Blora, Siap Tampung Panen Tebu Petani

Lingkar.co – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan kunjungan kerja secara maraton untuk memastikan stabilitas industri pangan di daerah Blora, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026).

Rizal memulai agenda sambang petani dengan berdiskusi bersama perwakilan petani tebu hingga melakukan panen jagung di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Rizal menegaskan bahwa Bulog tidak akan tinggal diam terhadap kendala yang dihadapi petani lokal.

Rizal bilang langkah pertama yang diambil adalah memberikan jaminan pasar bagi hasil panen masyarakat.

“Perum Bulog bersedia membantu menyerap seluruh tebu petani Blora untuk disalurkan ke empat pabrik gula milik negara di wilayah Jawa Tengah. Ini adalah langkah antisipasi sambil kita menunggu perbaikan Pabrik Gula GMM Bulog selesai,” tegasnya di sela-sela kunjungan.

Tak hanya soal serapan hasil tani, restrukturisasi besar-besaran juga akan menyasar internal manajemen pabrik. Rizal mengungkapkan komitmennya untuk membawa semangat baru dengan melibatkan tenaga ahli lokal.

“Kami akan segera melakukan penggantian direksi pimpinan dan pengurus Pabrik Gula GMM Bulog dengan melibatkan potensi putra daerah,” tambahnya.

Dari sisi teknis produksi, Dirut Bulog memastikan adanya perubahan orientasi mesin pabrik agar lebih berpihak pada petani.

Menurutnya, mesin yang ada saat ini akan dimodifikasi total. “Kami memastikan akan memperbaiki mesin Pabrik Gula GMM Bulog. Yang tadinya mesin untuk gula rafinasi dan gula tebu, akan diubah semuanya hanya fokus untuk gula tebu petani,” jelas Rizal.

Terakhir, Rizal meredam kekhawatiran mengenai nasib para pekerja selama masa transisi perbaikan pabrik. Ia menjamin operasional SDM tetap berjalan meski pabrik sedang dalam tahap renovasi mesin.

“Untuk sementara waktu, kami akan memberdayakan SDM pekerja untuk disalurkan ke beberapa perusahaan Bulog di sekitar Blora, mencakup wilayah Jateng-DIY. Tujuannya agar pekerja tetap bisa produktif dan bekerja sambil menunggu perbaikan Pabrik Gula GMM Bulog tuntas,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan sektor perkebunan di Blora, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai penyangga kedaulatan pangan nasional hingga ke level daerah. (*)

70 ASN Pemkab Blora Bakal Pensiun, Bupati Pesan Agar Tetap Produktif dan Jadi Teladan Masyarakat

Lingkar.co – Bupati Blora, Arief Rohman, mengungkapkan tercatat sebanyak 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa purna tugas dalam beberapa bulan ke depan.

Bupati mengatakan, mereka telah mengabdi selama puluhan tahun bahkan hingga hampir empat dekade.

“Bapak ibu nanti per 1 Mei dan per 1 Juni akan memasuki masa pensiun, di tengah-tengah pengabdian bapak ibu ada yang usia pengabdiannya ini yang paling lama ada 39 tahun 9 bulan, ada yang 39 tahun 4 bulan, jadi pengabdian yang hampir 40 tahun,” ungkapnya.

Ia memaparkan hal itu dalam acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 70 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora pada Selasa (31/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jawa Tengah.

“Bapak dan Ibu mungkin sudah mulai berancang-ancang. Ada yang ingin fokus merawat cucu, ada yang ingin bertani, atau aktif di kegiatan sosial dan keagamaan,” kata Arief

Meski memasuki masa purna tugas, Arief mengajak agar mereka tetap produktif, melanjutkan pengabdian dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam berbagai bidang.

“Di mana pun bidangnya, kami berharap Bapak dan Ibu terus menjadi teladan bagi masyarakat sekitar,” tutur Bupati melanjutkan.

Bupati memberikan contoh teladan seperti sosok Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Blora, Ir. H. Bambang Sulistya.

Arief menilai, mantan Sekda Kabupaten Blora tersebut tetap produktif meski telah memasuki usia 70 tahun, baik melalui kontribusi di bidang pertanian, sosial, maupun sektor lainnya.

Lebih lanjut, ia berharap pengalaman puluhan tahun di birokrasi yang dimiliki para pensiunan dapat terus disumbangkan bagi pembangunan daerah. Meskipun masa tugas secara formal berakhir, mereka diharapkan tetap dapat berperan aktif melalui wadah organisasi purna tugas.

“Saya berharap meski pengabdian secara formal telah selesai, Bapak dan Ibu tetap ikut berperan membangun Kabupaten Blora ini. Nanti akan ada wadah khusus bagi para pensiunan. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas segala sumbangsihnya,” tuturnya.

Bupati Arief turut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas segala dedikasi dan kerja keras para ASN demi kemajuan Kabupaten Blora.

“Saya menyampaikan terima kasih apresiasi penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi bapak ibu semua yang sangat luar biasa, kami doakan semoga pengabdiannya dicatat menjadi amal ibadah, amal kebaikan, amal jariyah untuk bapak ibu semuanya. Bapak ibu semuanya dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude,” imbuh Bupati.

Selain itu, Bupati juga menitipkan pesan agar para purna tugas turut membantu menyosialisasikan program pembangunan daerah, khususnya terkait pembangunan infrastruktur, kepada lingkungan sekitarnya.

“Jadi di tahun ini pemotongan anggaran itu hampir Rp370 miliar, tapi Insya Allah nanti pembangunan akan terus kami lakukan secara bertahap 4 tahun ke depan semoga mulus semuanya kita optimis itu. Mohon doa masukkan dari Bapak-Ibu semuanya untuk menjelaskan di lingkunganya masing-masing,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala BKPSDM Blora, PWRI Blora, dan pihak Mandiri Taspen dalam penyerahan SK Pensiun tersebut. Acara juga diisi dengan sosialisasi Ketaspenan-BPJS bagi ASN purna tugas. Secara personal, Bupati Blora menyerahkan SK dan berfoto bersama dengan 70 penerima sebagai apresiasi atas dedikasi mereka. (*)

Datangi Warga Desa Nglebak Iuran dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Menden–Megeri, Arief Rohman Dituding Cari Konten

Lingkar.co – Bupati Blora Arief Rohman dituding mencari konten saat mendatangi warga Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang secara mandiri melakukan perbaikan jalan dengan cara urunan (iuran) dan gotong royong.

Mereka bahu-membahu menyumbangkan berbagai kebutuhan. Ada yang menyumbang material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga penyediaan konsumsi bagi para pekerja. Proses pengerjaan dilakukan setiap hari secara bergantian, dari sore hingga malam hari.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan, gerakan gotong royong ini bermula dari rapat RT di Dusun Kalikangkung yang menyepakati pembangunan jalan secara swadaya.

Seluruh bantuan,nkata dia, baik material, tenaga, maupun dana, dikoordinasikan oleh perangkat desa dan dicatat secara transparan melalui papan pengumuman

Untuk konsumsi warga yang bergotong royong, lanjut kades, dipenuhi oleh ibu-ibu setempat dengan anggaran yang juga berasal dari swadaya masyarakat.

Sebagai informasi, Desa Nglebak dikenal sebagai salah satu sentra pertanian tebu di wilayah Kecamatan Kradenan.

Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, dan hampir setiap keluarga juga memiliki ternak sapi sebagai penopang ekonomi rumah tangga.

Kondisi infrastruktur jalan yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan peternakan warga.

Pada saat gotong royong, Bupati Blora, Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini mengunjungi desa tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul viralnya aksi gotong royong warga yang guyup dan kompak memperbaiki jalan secara swadaya melalui media sosial TikTok akun Nglebak Official.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Arief bersama rombongan berkeliling kampung dengan jalan kaki untuk melihat langsung pembangunan jalan rabat beton yang dilakukan warga di ruas Menden–Megeri dan Getas Kalikangkung.

Saat berdialog dengan masyarakat, Bupati Arief langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirimkan tanah grosok guna mengurug bahu jalan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya swadaya warga.

Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta rombongan. Ia mengungkapkan bahwa ruas jalan Menden–Megeri terakhir kali dibangun sekitar tahun 2012.

Usai meninjau lokasi, kegiatan Bupati dilanjutkan dengan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora dua periode itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih ada sejumlah ruas jalan yang belum tertangani. Ia mengakui bahwa persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

“Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, kebutuhan peningkatan infrastruktur masih sangat besar,” ujarnya saat itu.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar model gotong royong swadaya masyarakat yang dilakukan warga Nglebak ini dapat dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora.

Bupati berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan jalan tersebut pada tahun 2027. Namun demikian, pihaknya akan berusaha mengakomodasi pembangunan lebih cepat melalui anggaran perubahan 2026 apabila memungkinkan.

Diketahui, jumlah warga di Desa Nglebak ada sekitar 3.000 an warga, dari 1.300 -an KK. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Nglebak lebih banyak mengarah ke wilayah Ngawi dibandingkan ke Blora.

Jarak menuju pusat Kota Blora lebih jauh sekitar 55 kilometer, dengan waktu tempuh hingga 2 jam. Sementara jika ke Ngawi, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan jarak kurang lebih 10 kilometer.

Tak heran, jika aktivitas warga lebih banyak ke Ngawi, mulai dari menjual hasil pertanian dan lainnya.

Cari Konten

Namun, kedatangan Bupati Blora, Arief Rohman, ke Desa Nglebak, Rabu (18/3/2026) lalu, kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Orang nomor satu di Blora itu dinilai hanya sekadar ikut nimbrung membuat konten, usai viralnya aksi warga membangun jalan dengan cara iuran swadaya.

”Saya itu datang ke Nglebak, dimana warganya tengah berswadaya membangun jalan, tidak semata mata untuk ngonten. Melainkan saya memberi apresiasi dan juga menyerahkan bantuan. Saya bantu semen 300 sak, perintahkan OPD untuk membantu grosok. Sama sekali tidak ingin membuat konten,” tandas Mas Arief, panggilan akrab Arief Rohman, Rabu (25/3/2026)

Sejalan dengan pernyataan Arief Rohman, warga setempat membantah anggapan bahwa kunjungan tersebut sekadar untuk membuat konten.

Seperti disampaikan Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono sebelumnya. Dia menandaskan, kehadiran Bupati Arief justru membawa bantuan nyata bagi pembangunan jalan di wilayahnya.

“Pak Bupati datang ke sini diundang oleh pemerintah desa Nglebak, dan beliau juga membawa bantuan. Ada bantuan semen, kemudian material grosok yang digunakan untuk perbaikan jalan,” jelas Kades Eko.

Menurut Eko, Bupati Arief saat berada di hadapan warga Nglebak, menjanjikan kelanjutan pembangunan melalui anggaran pada 2026 perubahan atau paling lambat 2027, Bupati Arief tidak menampik hal itu.

Kami mengupayakan nanti rusa jalan di Nglebak bisa dapat dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). ”Saya akan mengupayakan bisa dapat dana IJD,” kata Arief.

Bupati menandaskan, nantinya dua desa di Menden, yakni Nglebak dan Megeri akan dijadikan pusat perekonomian.

Saat ini, kata dia, ada Proyek Strategi Nasional (PSN) di desa tersebut, sehingga nantinya praktis jalan dipastikan juga akan dibangun.

”Namun saya tetap akan mengupayakan, kalau memungkinkan pembangunan jalan akan dianggarkan di perubahan 2026 ini, selain itu seperti tadi, saya akan mengupayakan dapat dana dari IJD,” pungkasnya. (*)

Wabup Blora Sebut Jalan Mantap Meningkat Jadi 69,51 Persen

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyoini, menyebut pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp301 miliar, dengan kondisi jalan mantap meningkat menjadi 69,51 persen.

Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini itu menyampaikan bahwa Bupati Blora, Arief Rohman, tidak dapat hadir karena melaksanakan Salat Idulfitri di kampung halamannya di Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.

Selain sektor infrastruktur, Budhe Rini juga memaparkan capaian lain, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen pada 2024 menjadi 10,58 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora juga tercatat meningkat menjadi 5,34 persen pada tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai waktu untuk kembali ke fitrah, memperkuat empati, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Idulfitri hadir sebagai pengingat bagi kita semua untuk kembali mengasah nurani, meningkatkan empati, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunnur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Budhe Rini juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik guna memperbarui data kependudukan, khususnya status pekerjaan dalam KTP agar sesuai dengan kondisi riil.

“Khususnya status pekerjaan mohon untuk disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Ini penting untuk update data kemiskinan,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Melalui semangat Sesarengan mBangun Blora, mari kita jaga daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,” pesannya.

Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Masnun yang mengangkat tema hakikat kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.”
Ia menegaskan bahwa Idulftri bukan hanya kemenangan secara spiritual, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan diri”

“Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan dalam mengendalikan fisik, emosi, dan hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai sosial dalam ibadah puasa, seperti menahan diri dari prasangka buruk dan menumbuhkan sikap saling menghormati, harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.

Sebagai informasi, ribuan jemaah memadati masjid sejak pagi hari untuk melaksanakan salat Idulfitri yang dipimpin oleh KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali. Turut hadir jajaran Forkopimda dalam pelaksanaan ibadah tersebut. (*)

Identifikasi Potensi Peningkatan PAD, Pemkab Blora Gandeng IPDN

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terkait peran institusi pendidikan terhadap kajian identifikasi potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan, sejumlah langkah Kajian Roadmap Peningkatan PAD Kabupaten Blora Tahun 2026-2030 disusun untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan struktur pendapatan daerah, sekaligus mengidentifikasi potensi-potensi PAD yang masih dapat dioptimalkan secara sah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kajian ini memiliki arti penting sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam rangka memperkuat kemandirian fiskal di Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Arief Rohman dalam siaran persnya, Kamis (8/1/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya berharap adanya keterkaitan antara hasil kajian ini dengan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, riset dan pengabdian mampu memberikan solusi konkret atas tantangan pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan basis pendapatan dan tata kelola keuangan daerah.

Sebagai informasi, Bupati Blora Arief Rohman bersama dengan Wakil Bupati dan sejumlah OPD terkait mengunjungi kampus IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa siang (6/1/2026) kemarin.

Mereka diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Drs. Hyronimus Rowa bersama dengan sejumlah Dekan IPDN.

Pada kesempatan itu, Bupati Arief Rohman mengucapkan terima kasih kepada jajaran dosen IPDN yang telah meluangkan waktu menerima rombongan dari Blora untuk melaksanakan Koordinasi Tindak Lanjut Nota Kesepakatan antara Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara IPDN dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis kajian akademis dan kebutuhan riil daerah,” ucapnya.

Sementara, Hyronimus Rowa menyatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran Bupati bersama wakil bupati dan seluruh jajaran yang hadir ke IPDN. Ia bilang pihaknya siap membantu dan berkolaborasi dengan Pemkab Blora.

“Kami siap membantu pemkab Blora dalam melaksanakan pengabdian masyarakat, jika perlu kami datang,” ucapnya.

“Kami yakin pak Bupati memiliki langkah yang konkrit untuk kemajuan Blora dan kami juga siap membantu dalam upaya peningkatan PAD di Blora, hal ini telah kita lakukan dengan survei lapangan,”pungkasnya. (*)

Wujudkan Ekonomi Hijau, Pemkab Blora Gandeng ITB

Lingkar.co ,- Pemerintah Kabupaten Blora menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mewujudkan ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal itu perkuat dengan kunjungan Koordinasi Rencana Kerja Sama Program Carbon Capture Utility Storage (CCUS) Dan Pembahasan Usulan Warisan Budaya Takbenda Bersama ITB pada Senin (5/1/2026) sore.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman bersama dengan wakil Bupati Sri Setyorini, Sekda dan sejumlah OPD terkait disambut langsung oleh Prof. Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB bersama sejumlah pejabat lain dari ITB.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada ITB yang telah berkenan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora. Ini adalah dukungan pembangunan yang luar biasa bagi kami,” kata Bupati Arief Rohman, mengawali sambutan.

“Pembangunan Kabupaten Blora kami arahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang maju dan berkelanjutan, dengan tetap berakar pada potensi lokal,” sambungnya.

Menurutnya Pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon yang cocok dengan karakteristik kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Bagi Kabupaten Blora, CCUS bukan hanya agenda global, tetapi peluang strategis untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang,” paparnya.

Arief lantas menjelaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat.

“Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual, tetapi berkembang menjadi riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Ia bilang, adanya rencana Blora Biochar dan Carbon Farming Hub dipandang sejalan dengan kebutuhan daerah, karena tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Namun lebih dari itu juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal, melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Arief melanjutkan, pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Blora tidak hanya sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai komitmen untuk merawat jati diri dan warisan budaya.

“Salah satu kekayaan budaya kami adalah kesenian Barongan, yang mengandung nilai sejarah, sosial, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Blora,” urainya.

Oleh karena itu, dirinya menyinggung upaya pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah arus modernisasi.

“Bagi kami, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi representasi relasi manusia dengan alam, solidaritas sosial, dan nilai keberlanjutan yang telah hidup dalam masyarakat Blora,” tuturnya.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berharap terumuskan kerja sama yang jelas, terukur, dan berkelanjutan, baik dalam pengembangan CCUS maupun penguatan pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda, serta semakin kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Blora dan ITB dalam menghadirkan pembangunan berbasis riset dan inovasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung atas komitmen dan dukungan yang diberikan. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Blora dan berkontribusi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara, Prof. Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB menyambut baik kehadiran Bupati bersama rombongan di kampus ITB ini.

Salah satu pengmat budaya Muksin mengatakan layak untuk diajukan ke UNESCO, oleh sebab itu ia mengajak untuk bersama-sama dan berusaha mengangkat barongan ini ke kancah Nasional dan Internasional.

Hal senada juga di ucapkan oleh Panca waluyo tim teknis dirjen pendidikan vokasi kemendikdasmen yang menyatakan siap untuk membantu pemkab Blora mengangkat Barongan untuk dikenal baik di dalam negeri dan luar negeri.

“Saya pernah ikut membantu ponorogo untuk reog bisa diakui secara internasional dan saya tentu siap membantu Blora mengangkat Barongan agar lebih dikenal dan diakui di tingkat internasional,” ucapnya dengan semangat.

Usai diskusi dilanjutkan keliling kampus ITB dan ke sejumlah Lab praktek yang dimiliki kampus tersebut. (*)

Pagar Nusa Minta Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan, Keluarga Korban dan Para Pendekar Ingin Menuntut Balas

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Tengah mendesak pihak Kepolisian agar segera menetapkan 3 tersangka pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota Pagar Nusa asal kota Semarang.

Desakan itu disampaikan Ketua PW Pagar Nusa Jateng Arief Rohman ketika bertakziah di rumah duka, di Dusun Blancir Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (30/12/2025) malam.

Untuk memastikan proses hukum, Arief Rohman menelpon Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha. Seluruh keluarga (alm) Mohamad Bimo Saputra, dan teman-teman Bimo bisa mendengar percakapan tersebut lantaran sambungan telepon dengan dalam mode panggilan suara luar (loudspeaker).

“Pak Kapolres. Bagaimana perkembangan penangangannya. Berapa yang sudah ditangkap. Dan kapan ditetapkan tersangka?,” tanya Gus Arief, sapaan akrabnya.

Terdengar jawaban suara dari Kapolres Demak; “Kami sudah menangkap 3 orang. Dan bertambah lagi. Anggota kami terus mengumpulkan keterangan para saksi. Segera akan kami umumkan tersangka,” jawab Ari Cahya.

Arief yang juga Bupati Blora memberi penegasan bahwa dirinya telah berkomunikasi juga dengan Kapolda Jateng untuk memantau perkembangan penyeledikan.

“Baik. Pak Kapolda juga sudah kontak dengan saya. Harus segera ada penetapan tersangka. Karena ini juga menjadi perhatian Pimpinan Pusat Pagar Nusa,” tuturnya.

Keluarga Bimo dan Pendekar Tidak Terima

Setelah memberikan informasi kepastian hukum atas kasus dugaan penganiayaan yang berujung menewaskan, Arief bertanya kepada Nadirin, ayah Bimo yang jadi korban malam itu. “Pak Nadirin, bagaimana perasaan dan harapan bapak?” tanya Arief.

Nadirin sebagai seorang ayah nampak masih belum bisa menerima kenyataan, meski menahan amarah di dada, ia ingin hukum yang setimpal bagi para pelaku kejahatan.

“Ya tentu keluarga kami harus mendapat keadilan. Nyawa anak saya harus diganti nyawa juga,” jawabnya.

Tak hanya itu, Nadirin juga meminta agar memburu Geng Skateboard karena dari semua pelaku pengeroyokan, ada satu pelaku yang memukul Bimo menggunakan papan Skateboard. Menurut dugaan, pukulan itulah yang paling mematikan.

“Jangan hanya memburu Geng Motor. Buru juga Geng Skateboard,” ucapnya dengan suara berat menahan luapan emosi.

Mendengar hal itu, Arief mengajak Nadirin dan para kader Pagar Nusa untuk mempercayakan proses kasus tersebut kepada kepolisian. Meski begitu, ia juga berpesan agar semua terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Usai doa bersama untuk kepergian (alm) Bimo, Arief berpamitan dengan keluarga.

Tahan Amarah Kader

Nampaknya para wartawan juga sabar menunggu di depan rumah duka untuk mewawancarai Arief Rohman. Kepada para wartawan Arief menyatakan, pihaknya meminta Polisi benar-benar serius menangani kasus tersebut.

Mereka penasaran dengan respons Arief Rohman atas kedatangan beberapa rombongan pendekar silat Pagar Nusa dari sekitar Semarang yang ingin menuntut balas terhadap para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Bimo Saputra.

“Ya. Kami telah sekuat tenaga menahan amarah mereka. Kami imbau para pendekar di Semarang dan Demak dan yang berdatangan dari luar daerah, mohon tidak bertindak diluar komando organisasi,” tandasnya.

Menutup kunjungan, Arief Rohman bersama Komandan Pasukan Inti Pagar Nusa Jawa Tengah A Zaenal Muttaqin, Biro Hukum dan Advokasi Pagar Nusa Jateng Lukman Muhajir beserta rombongan berziarah di makam Bimo, yang berada persis di samping Pondok Pesantren Kyai Ageng Fatah Plamongansari. (*)

Jelang Tahun Baru 2026, Sisa Anggaran Jadi Perhatian Serius Pemkab Blora

Lingkar.co – Sisa waktu tahun anggaran 2025 yang tinggal menghitung hari menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan yang digeldi Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah, Jumat (19/12/2025).

Pada kesempatan itu Bupati Blora, Arief Rohman menerima penyampaian laporan capaian kinerja anggaran hingga progress pembangunan terkini.

Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat, untuk melakukan perhitungan yang matang terhadap sisa hari kerja guna memastikan tercapainya target.

“Kita harus berhitung dengan waktu kerja akhir tahun. Progresnya harus benar-benar dihitung. Saya minta nanti kita adakan rakor lagi untuk memantau perkembangannya,” tegas Bupati.

Sejalan dengan arahan Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi, mengingatkan bahwa capaian kinerja harus memperhatikan kualitas. Serapan anggaran dan realisasi fisik harus berbanding lurus dengan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

“Saya juga minta kualitasnya perlu diperhatikan, termasuk juga pembiayaannya,” ujar Sekda.

Sekda juga melaporkan capaian positif sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kini telah menyentuh angka Rp508,8 miliar atau 98,52 persen. Ia optimis angka ini akan terus bergerak naik.

“Nanti pada saat evaluasi akhir tahun akan kita lihat secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain masalah fisik dan anggaran, terkait pemenuhan hak pegawai juga menjadi pembahasan dalam rapat tersebut. Maka, Sekda juga memberikan arahan terkait pencairan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar segera dilakukan.

“Mulai senin besok untuk gaji PPPK sudah harus mulai terbayarkan,” pintanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Blora, Nidzamudin Al Huda, melaporkan terkait progress pembangunan infrastruktur yang bakda di Kabupaten Blora. Termasuk untuk progress pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di Blora.

“Untuk ruas Cabak–Bleboh progresnya telah mencapai 98 persen, Jepon–Bogorejo 92 persen,Keser–Nglangitan–Tunjungan 90 persen, dan Japah–Tunjungan 92 persen,” paparnya. (*)

Lantik Pengurus Pagar Nusa Magelang, Ini Pesan Gus Arief

Lingkar.co – Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman, melantik jajaran pengurus Pagar Nusa Kabupaten Magelang di Aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Sabtu (25/10/2025)

Hadir dalam acara itu, Ketua PCNU Kabupaten Magelang, Kyai Izudhin, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Kiai Hamid Zein, Ketua Cabang Pagar Nusa Magelang, Aziz Rofi’i, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, Kiai Nur Mahin Chudlori.

Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr. H. Arief Rohman menekankan pentingnya semangat pembinaan, kebersamaan, dan pengabdian bagi kemajuan organisasi serta kemaslahatan umat.

“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah-daerah. Kita berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan semangat, menjaga marwah Pagar Nusa, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Gus Arief sapaan akrab Arief Rohman, juga menegaskan bahwa Pagar Nusa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengembangkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta bela diri yang berakar dari tradisi Nahdlatul Ulama.

Untuk itu pihaknya mengapresiasi semangat para kader dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, yang terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan program pembinaan.

“Di Jawa Tengah, kita ingin Pagar Nusa semakin berkembang dan mampu menjangkau sekolah-sekolah, pesantren, serta komunitas masyarakat. Ini bukan hanya soal bela diri, tetapi tentang membentuk karakter, akhlak, dan loyalitas kepada bangsa,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Gus Arief yang juga Bupati Blora ini mendorong agar pengurus baru segera menyusun program kerja yang konkret, baik dalam bidang kaderisasi, pelatihan, maupun kegiatan sosial. Ia berharap pelantikan ini menjadi momentum kebangkitan semangat baru bagi keluarga besar Pagar Nusa di Kabupaten Magelang.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian. Mari kita rawat semangat perjuangan, jaga persaudaraan, dan terus berbuat untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)