Arsip Tag: DPUTARU Rembang

Usai Lebaran, Pemkab Rembang Lanjutkan Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus melanjutkan perbaikan sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah, baik jalur antar kecamatan maupun jalan di dalam kota. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama setelah meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan beberapa ruas jalan strategis sudah mulai diperbaiki dan pengerjaannya akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran. Di antaranya ruas Sedan–Kragan serta Japerejo–Gegersimo.

“Sudah kita perbaiki, yang Sedan-Kragan itu sudah sama yang Japerejo-Gegersimo. Habis Lebaran ini kita kerjakan dan teruskan progresnya. Anggarannya itu melalui anggaran pemeliharaan rutin,” ujarnya.

Selain jalur antarwilayah, perbaikan juga menyasar sejumlah ruas jalan di kawasan dalam kota. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan serta kebutuhan di lapangan.

Maryosa menyebut salah satu lokasi yang turut menjadi perhatian adalah kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang. Meski sebagian besar pekerjaan sudah selesai dilakukan sebelumnya, masih ada bagian yang belum tertangani secara menyeluruh.

“Selain itu nanti yang dalam kota ada sedikit-sedikit dan melanjutkan perbaikan jalan di TPI yang kurang kemarin. Sebenarnya di TPI sudah selesai kemarin tapi yang bagian timur itu belum,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan perbaikan pada sejumlah titik kerusakan ringan di jalan dalam kota, termasuk di Jalan Veteran. Perbaikan difokuskan pada lubang-lubang kecil yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengendara.

“Kemudian di Jalan Veteran depan rumah dinas Kapolres ke selatan lubangnya kecil-kecil kita selesaikan,” pungkasnya. (*)

DPUTARU Rembang Sambut Positif Program Rehabilitasi Jalan Provinsi

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) menyambut positif rencana program rehabilitasi jalan provinsi di Jawa Tengah tahun 2025. Program strategis yang digagas oleh Pemerintah Provinsi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTARU Rembang, Nugroho Tri Hutomo, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. “Kami dari DPUTARU Kabupaten Rembang sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus berupaya meningkatkan kualitas jalan provinsi. Program rehabilitasi tahun 2025 ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut, dan kami menyambut baik setiap inisiatif yang bertujuan untuk kemajuan infrastruktur,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).

Nugroho menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jawa Tengah melalui sembilan Balai Pelaksana Jalan (BPJ). Untuk wilayah eks-Karesidenan Pati, yang meliputi Kabupaten Rembang, pelaksana program adalah BPJ Pati.

“BPJ Pati akan menjadi unit pelaksana yang membawahi wilayah eks-Karesidenan Pati, yang mana Kabupaten Rembang termasuk di dalamnya,” jelas Nugroho.

Fokus rehabilitasi di Kabupaten Rembang akan menyasar ruas Jalan Lasem-Sale, satu-satunya jalan provinsi di wilayah tersebut. “Sesuai dengan statusnya, penanganan ruas Jalan Lasem-Sale sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.

Mengenai belum adanya informasi detail teknis pelaksanaan dan jadwal pasti proyek, Nugroho menyatakan pemahaman dari pihaknya sebagai pemerintah daerah kabupaten. “Sebagai pemerintah daerah kabupaten, kami menyadari bahwa program ini adalah kebijakan dan implementasi dari pemerintah provinsi. Kewenangan DPUTARU Kabupaten Rembang terbatas pada ruas jalan kabupaten atau jalan desa yang menjadi tanggung jawab kami. Tentu, kami akan selalu siap berkoordinasi apabila ada hal-hal yang bersinggungan atau memerlukan dukungan dari tingkat kabupaten,” katanya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi informal telah terjalin melalui relasi personal dengan pihak terkait di BPJ Pati, meskipun informasi formal terkait detail pelaksanaan memang belum diterima. (*)

Penulis: Fikri

Pemkab Rembang Usulkan Empat Proyek Strategis ke BBWS Pemali Juana

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) telah mengusulkan empat proyek strategis ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Salah satunya pembangunan Embung Kaliombo.

Hal itu disampaikan oleh Kepala DPUTARU Rembang, Maryosa, Senin (28/4/2025). Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke kantor BBWS Pemali Juana di Semarang pada Jumat (25/4/2025) lalu. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari langkah Bupati Harno bersama Anggota Komisi V DPR RI, Harmusa Oktaviani, dalam memperjuangkan pembangunan daerah.

“Ini bagian dari upaya kita mewujudkan pembangunan strategis di Rembang. Ada empat usulan utama dari Bidang Sumber Daya Air,” ujar Maryosa.

Program pertama yang diusulkan ke pemerintah pusat adalah pembangunan Embung Kaliombo. Menurut Maryosa, pembebasan lahan untuk proyek tersebut telah rampung, proses review Detail Engineering Design (DED) nantinya dilakukan oleh BBWS Pemali Juana.

“Perkiraan anggarannya sekitar Rp30 miliar. Namun kepastiannya nanti setelah DED selesai direview, kemungkinan dua hingga tiga bulan selesai,” jelasnya.

Program kedua adalah pembangunan long storage di Sungai Kalipang, Kecamatan Sarang. Infrastruktur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku dan pengairan sawah di wilayah tersebut.

“Kita estimasikan sekitar Rp 20 miliar. Harapannya bisa terealisasi tahun ini atau paling lambat tahun depan,” kata Maryosa.

Usulan ketiga berkaitan dengan pembangunan saluran irigasi untuk memaksimalkan fungsi Embung Randugunting di Blora. Saluran tersebut akan mengalirkan air ke Bendungan Kedung Sapen di wilayah Sumber, Rembang.

Sementara usulan keempat adalah pembangunan tanggul pantai di kawasan pesisir utara Rembang, seperti Sarang, Sluke, dan Tanjungsari. Meski beberapa dokumen DED sudah tersedia, kajian ulang tetap dilakukan.

“Untuk Tanjungsari, tahun ini ada anggaran dari APBD khusus untuk perencanaannya, DED,” tutup Maryosa. (*)

Penulis: Miftah

Musim Hujan, 30 Persen Ruas Jalan Kabupaten di Rembang Rusak Berat

REMBANG, Lingkar.co – Memasuki musim penghujan banyak ruas jalan di Kabupaten Rembang yang mengalami kerusakan. Dari total 620 kilometer ruas jalan, 30 persen diantaranya mengalami rusak berat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo di kantornya, Rabu (3/2/2021).

Nugroho mengungkapkan, bahwa Intensitas hujan yang cukup tinggi, kemudian ditambah lalu lintas yang cukup padat menyebabkan banyak ruas jalan di kabupaten Rembang mengalami kerusakan.

Ia pun memaparkan banyak ruas jalan di Rembang itu umurnya tidak sesuai dengan yang diperkirakan.

“Misalnya jalan-jalan yang diperkirakan lima tahun lagi baru mengalami kerusakan, namun saat ini ternyata sudah mengalami kerusakan,” jelasnya.

Tampak jalan kabupaten di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang kota alami rusak berat. (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
Tampak jalan kabupaten di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang kota alami rusak berat. (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

Pihaknya pun telah melakukan perbaikan, namun saat ini hasilnya tidak bisa optimal. Pasalnya saat ini sedang memasuki musim penghujan. Jadi jalan yang telah dilakukan perbaikan akhirnya kembali mengalami kerusakan.

“Dari akhir tahun sampai saat ini, kita selalu bergerak untuk melakukan perbaikan, akan tetapi perbaikan di saat musim penghujan itu ternyata tidak optimal. Kita perbaiki ya dalam hitungan nggak sampai bulan, dalam hitungan minggu itu kembali menjadi rusak lagi, karena kondisinya hampir setiap hari itu hujan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, saat ini yang dilakukan oleh DPUTARU adalah melakukan perbaikan, yang sifatnya hanya sementara. Perbaikan yang dilakukan tidak bersifat permanen, hanya sekedar agar pengguna jalan tidak merasa terganggu. 

“Jika dari masyarakat ada yang komplen perbaikan kok hanya sebatas ini saja, nggak bisa penuh, karena memang seperti kita itu membuang uang itu. Kita lakukan pengaspalan kemudian rusak lagi, itu tidak optimal. Itu yang terjadi saat ini,” terangnya.

Saat ini, pihaknya memberlakukan skala prioritas dalam melakukan perbaikan.

Jalan-jalan yang diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan saat ini adalah yang termasuk dalam kategori jalan utama dan jalan kabupaten. Selebihnya yang tidak masuk dalam kategori tersebut sementara belum dapat diperbaiki.

“Jadi kita mohon maaf jika ada yang terlewat. Kita harus skala prioritas, skala pentahapan. Artinya kita tidak bisa langsung kita selesaikan di awal tahun ini. Kita bergerak seluruh kapasitas yang ada kita kerahkan. Soal hasil kita faham jika masih ada keluhan-keluhan dari masyarakat,” ujarnya. (lam/aji)