Arsip Tag: Perbaikan jalan

Pembangunan Jalan Menuju Kecamatan Seko Dibawah Tekanan Efisiensi Anggaran, Gubernur Sulsel Pastikan Tetap Lanjut

Lingkar.co – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melastikan bahwa pengerjaan jalan menuju Seko dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah.

Meskipun dibawah tekanan efisiensi anggaran,bisa bertekat mengerjakan proyek itu karena akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan merupakan langkah penting

Menurut dia, akses jalan tersebut berperan penting dalam membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan konektivitas masyarakat setempat.

“Pengerjaan jalan Seko melalui APBN telah dimulai, dan insya Allah melalui APBD Provinsi dalam waktu dekat juga akan berjalan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian jalan Seko secara bertahap,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia melanjutkan, meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi kondisi efisiensi anggaran, upaya pembangunan tetap dilakukan dengan memprioritaskan program-program strategis sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Di tengah efisiensi, kita tetap berusaha menjalankan pembangunan daerah secara bertahap dengan fokus pada prioritas,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga meminta dukungan dari masyarakat sekitar agar proses pembangunan berjalan lancar. Warga diimbau untuk memaklumi potensi gangguan akses selama pengerjaan berlangsung.

“Kami mohon dukungan masyarakat dan juga mohon maaf apabila akses jalan menjadi terhambat selama proses pengerjaan,” tuturnya. (*)

Usai Lebaran, Pemkab Rembang Lanjutkan Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus melanjutkan perbaikan sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah, baik jalur antar kecamatan maupun jalan di dalam kota. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama setelah meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan beberapa ruas jalan strategis sudah mulai diperbaiki dan pengerjaannya akan kembali dilanjutkan setelah Lebaran. Di antaranya ruas Sedan–Kragan serta Japerejo–Gegersimo.

“Sudah kita perbaiki, yang Sedan-Kragan itu sudah sama yang Japerejo-Gegersimo. Habis Lebaran ini kita kerjakan dan teruskan progresnya. Anggarannya itu melalui anggaran pemeliharaan rutin,” ujarnya.

Selain jalur antarwilayah, perbaikan juga menyasar sejumlah ruas jalan di kawasan dalam kota. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan serta kebutuhan di lapangan.

Maryosa menyebut salah satu lokasi yang turut menjadi perhatian adalah kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang. Meski sebagian besar pekerjaan sudah selesai dilakukan sebelumnya, masih ada bagian yang belum tertangani secara menyeluruh.

“Selain itu nanti yang dalam kota ada sedikit-sedikit dan melanjutkan perbaikan jalan di TPI yang kurang kemarin. Sebenarnya di TPI sudah selesai kemarin tapi yang bagian timur itu belum,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan perbaikan pada sejumlah titik kerusakan ringan di jalan dalam kota, termasuk di Jalan Veteran. Perbaikan difokuskan pada lubang-lubang kecil yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengendara.

“Kemudian di Jalan Veteran depan rumah dinas Kapolres ke selatan lubangnya kecil-kecil kita selesaikan,” pungkasnya. (*)

Datangi Warga Desa Nglebak Iuran dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Menden–Megeri, Arief Rohman Dituding Cari Konten

Lingkar.co – Bupati Blora Arief Rohman dituding mencari konten saat mendatangi warga Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang secara mandiri melakukan perbaikan jalan dengan cara urunan (iuran) dan gotong royong.

Mereka bahu-membahu menyumbangkan berbagai kebutuhan. Ada yang menyumbang material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga penyediaan konsumsi bagi para pekerja. Proses pengerjaan dilakukan setiap hari secara bergantian, dari sore hingga malam hari.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan, gerakan gotong royong ini bermula dari rapat RT di Dusun Kalikangkung yang menyepakati pembangunan jalan secara swadaya.

Seluruh bantuan,nkata dia, baik material, tenaga, maupun dana, dikoordinasikan oleh perangkat desa dan dicatat secara transparan melalui papan pengumuman

Untuk konsumsi warga yang bergotong royong, lanjut kades, dipenuhi oleh ibu-ibu setempat dengan anggaran yang juga berasal dari swadaya masyarakat.

Sebagai informasi, Desa Nglebak dikenal sebagai salah satu sentra pertanian tebu di wilayah Kecamatan Kradenan.

Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, dan hampir setiap keluarga juga memiliki ternak sapi sebagai penopang ekonomi rumah tangga.

Kondisi infrastruktur jalan yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan peternakan warga.

Pada saat gotong royong, Bupati Blora, Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini mengunjungi desa tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul viralnya aksi gotong royong warga yang guyup dan kompak memperbaiki jalan secara swadaya melalui media sosial TikTok akun Nglebak Official.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Arief bersama rombongan berkeliling kampung dengan jalan kaki untuk melihat langsung pembangunan jalan rabat beton yang dilakukan warga di ruas Menden–Megeri dan Getas Kalikangkung.

Saat berdialog dengan masyarakat, Bupati Arief langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirimkan tanah grosok guna mengurug bahu jalan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya swadaya warga.

Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta rombongan. Ia mengungkapkan bahwa ruas jalan Menden–Megeri terakhir kali dibangun sekitar tahun 2012.

Usai meninjau lokasi, kegiatan Bupati dilanjutkan dengan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora dua periode itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih ada sejumlah ruas jalan yang belum tertangani. Ia mengakui bahwa persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

“Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, kebutuhan peningkatan infrastruktur masih sangat besar,” ujarnya saat itu.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar model gotong royong swadaya masyarakat yang dilakukan warga Nglebak ini dapat dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora.

Bupati berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan jalan tersebut pada tahun 2027. Namun demikian, pihaknya akan berusaha mengakomodasi pembangunan lebih cepat melalui anggaran perubahan 2026 apabila memungkinkan.

Diketahui, jumlah warga di Desa Nglebak ada sekitar 3.000 an warga, dari 1.300 -an KK. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Nglebak lebih banyak mengarah ke wilayah Ngawi dibandingkan ke Blora.

Jarak menuju pusat Kota Blora lebih jauh sekitar 55 kilometer, dengan waktu tempuh hingga 2 jam. Sementara jika ke Ngawi, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan jarak kurang lebih 10 kilometer.

Tak heran, jika aktivitas warga lebih banyak ke Ngawi, mulai dari menjual hasil pertanian dan lainnya.

Cari Konten

Namun, kedatangan Bupati Blora, Arief Rohman, ke Desa Nglebak, Rabu (18/3/2026) lalu, kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Orang nomor satu di Blora itu dinilai hanya sekadar ikut nimbrung membuat konten, usai viralnya aksi warga membangun jalan dengan cara iuran swadaya.

”Saya itu datang ke Nglebak, dimana warganya tengah berswadaya membangun jalan, tidak semata mata untuk ngonten. Melainkan saya memberi apresiasi dan juga menyerahkan bantuan. Saya bantu semen 300 sak, perintahkan OPD untuk membantu grosok. Sama sekali tidak ingin membuat konten,” tandas Mas Arief, panggilan akrab Arief Rohman, Rabu (25/3/2026)

Sejalan dengan pernyataan Arief Rohman, warga setempat membantah anggapan bahwa kunjungan tersebut sekadar untuk membuat konten.

Seperti disampaikan Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono sebelumnya. Dia menandaskan, kehadiran Bupati Arief justru membawa bantuan nyata bagi pembangunan jalan di wilayahnya.

“Pak Bupati datang ke sini diundang oleh pemerintah desa Nglebak, dan beliau juga membawa bantuan. Ada bantuan semen, kemudian material grosok yang digunakan untuk perbaikan jalan,” jelas Kades Eko.

Menurut Eko, Bupati Arief saat berada di hadapan warga Nglebak, menjanjikan kelanjutan pembangunan melalui anggaran pada 2026 perubahan atau paling lambat 2027, Bupati Arief tidak menampik hal itu.

Kami mengupayakan nanti rusa jalan di Nglebak bisa dapat dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). ”Saya akan mengupayakan bisa dapat dana IJD,” kata Arief.

Bupati menandaskan, nantinya dua desa di Menden, yakni Nglebak dan Megeri akan dijadikan pusat perekonomian.

Saat ini, kata dia, ada Proyek Strategi Nasional (PSN) di desa tersebut, sehingga nantinya praktis jalan dipastikan juga akan dibangun.

”Namun saya tetap akan mengupayakan, kalau memungkinkan pembangunan jalan akan dianggarkan di perubahan 2026 ini, selain itu seperti tadi, saya akan mengupayakan dapat dana dari IJD,” pungkasnya. (*)

Pemkab Rembang Targetkan Pembangunan Jalan Vital Tuntas Sebelum Lebaran

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menargetkan penanganan ruas-ruas jalan vital yang digunakan masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran dapat rampung sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga selama Ramadan hingga puncak arus Lebaran.

Bupati Rembang, Harno, menegaskan percepatan perbaikan difokuskan pada jalan-jalan utama yang dinilai membahayakan, terutama di tengah musim hujan yang memperparah kerusakan.

“Sekarang mendekati bulan puasa dan hari raya, maka jalan-jalan vital yang membahayakan harus selesai sebelum hari raya,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Sejumlah ruas menjadi prioritas penanganan, di antaranya jalur Jape–Pamotan yang merupakan akses utama masyarakat. Selain itu, ruas di wilayah Sedan juga menjadi perhatian, khususnya dari Masjid Jami’ Sidorejo hingga Pasar Sedan yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Tak hanya itu, Pemkab Rembang juga menginstruksikan pengecekan ruas Sedan menuju Kragan. Jika ditemukan titik-titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, penanganan segera dilakukan, minimal melalui perbaikan sementara seperti penambalan lubang.

Menurut Harno, langkah cepat tersebut penting untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat momentum mudik dan balik Lebaran.

“Yang penting tidak membahayakan masyarakat. Kalau memang ada lubang atau kerusakan, segera ditangani sebelum Lebaran,” tegasnya.

Dengan percepatan pembangunan dan perbaikan jalan vital tersebut, Pemkab Rembang berharap arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (*)

Usai Diprotes Warga, Pemkab Akhirnya Perbaiki Jalan Pati-Kayen

Lingkar.co – Jalan berlubang di ruas Pati–Kayen, tepatnya masuk Desa Blaru, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, yang sempat diprotes warga akhirnya diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Kamis (12/2/2026) siang.

Perbaikan dilakukan setelah sebelumnya warga melakukan aksi protes dengan menambal jalan secara swadaya menggunakan dana pribadi sebesar Rp7 juta. Warga menilai kerusakan jalan tersebut sudah cukup lama dan membahayakan pengguna jalan.

Salah satu warga Desa Blaru, Kusharyanto, mengatakan kondisi jalan berlubang sudah terjadi sejak awal Januari. Selain membahayakan, kerusakan itu juga kerap menyebabkan kemacetan.

“Di sini juga sering macet, macet ini karena menghindari ini lubang,” ujar Kusharyanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjadwalkan perbaikan jalan tersebut. Namun, proses pengaspalan sempat tertunda karena faktor cuaca dan kendala teknis.

“Kemarin kami melakukan pengurukan basecourse. Sebenarnya kemarin mau diaspal juga, tapi penyedia AMP-nya hotmix-nya tutup, akhirnya hari ini kami lakukan penambalan aspal hotmix,” jelas Hasto.

Ia menambahkan, saat warga melakukan protes, tim DPUTR tengah melakukan penambalan di depan Terminal Pati, tepatnya di Jalan Munadi. Setelah pekerjaan di lokasi tersebut selesai, perbaikan dilanjutkan ke arah Pentol Blaru.

“Pas kejadian itu kami baru menambal di depan terminal, di Jalan Munadi itu. Kemudian setelah dari Munadi jadwalnya ke arah Pentol Blaru,” ucapnya.

Lebih lanjut, DPUTR Pati berencana melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas tersebut, mulai dari Perempatan Kalianyar melewati Pentol Blaru hingga Jalan Lingkar. Usulan perbaikan itu diajukan melalui program Inpres Jalan Daerah dengan nilai sekitar Rp11 miliar.

“Kami usulkan di Inpres Jalan Daerah dengan nilai usulan Rp11 miliar,” katanya. (*)

Kemantapan Jalan Rembang Tembus 71 Persen, DAK Reguler Tak Lagi Bisa Diakses

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mencatat tingkat kemantapan jalan kabupaten pada tahun 2026 mencapai sekitar 71 persen. Angka ini sejalan dengan rata-rata capaian nasional. Dari total jaringan jalan sepanjang kurang lebih 800 kilometer, masih ada sekitar 30 persen atau sekitar 240 kilometer jalan yang terus ditingkatkan kualitasnya secara bertahap.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Kabupaten Rembang, Nugroho, menjelaskan bahwa capaian kemantapan di atas 70 persen berdampak pada pola pendanaan dari pemerintah pusat. Daerah dengan tingkat kemantapan tersebut tidak lagi mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler secara otomatis.

“Dengan kemantapan jalan di atas 70 persen, DAK reguler memang sudah tidak bisa diakses. Namun, pemerintah daerah masih memiliki peluang melalui DAK tematik, seperti tematik pariwisata, pertanian, industri, maupun kawasan,” jelas Nugroho, kemarin.

Ia menambahkan, kebijakan nasional juga mengatur pembatasan bagi daerah dengan kemantapan jalan di bawah 60 persen. Daerah dengan kondisi tersebut tidak diperkenankan melakukan pelebaran jalan dan harus memprioritaskan peningkatan kualitas jalan yang sudah ada.

“Kebijakan nasional juga mengatur pembatasan bagi pemerintah daerah dengan kemantapan jalan di bawah 60 persen, yakni tidak diperkenankan melakukan pelebaran jalan. Prioritas utama harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas jalan yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan posisi kemantapan jalan Rembang saat ini, pelebaran jalan masih dimungkinkan, namun tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Pelebaran jalan masih dimungkinkan, namun harus menyesuaikan dengan ketentuan dan fokus DAK tematik,” ujarnya.

Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Rembang berkomitmen melanjutkan peningkatan kualitas jalan melalui perencanaan yang terukur dan berbasis data. Setiap tahun, perangkat daerah teknis menyusun data kebutuhan dan skala prioritas pembangunan.

“Pelaksanaannya tentu mengikuti arahan dan kebijakan Bupati dan Wakil Bupati, termasuk dalam menentukan prioritas pembangunan,” imbuhnya.

Nugroho menegaskan, pembangunan jalan berskala besar masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat karena keterbatasan fiskal daerah.

“Untuk pekerjaan berskala besar, dukungan pendanaan dari pusat tetap diperlukan,” pungkasnya. (*)

Rogoh Dana Pribadi, Warga Wukirsari Pati Perbaiki Jalan Desa

Lingkar.co — Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Rustam (45), warga Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Ia mengeluarkan dana pribadi sebesar Rp40 juta untuk memperbaiki jalan di Dukuh Gayam, RT 01/RW 02, dengan cara pengecoran.

Jalan yang sebelumnya dinilai kurang layak kini diperbaiki sepanjang 100 meter dengan lebar 3 meter. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat. Hingga Kamis (8/1/2026) malam, sekitar 50 meter jalan telah selesai dicor dan sisanya akan segera dilanjutkan.

Rustam mengaku, keinginannya memperbaiki jalan sudah ada sejak lama. Ia ingin jalan desa terlihat rapi, bersih, dan nyaman dilalui masyarakat.

“Itu sudah selesai kurang lebih 50 meter, yang belum selesai sekitar 50 meteran lagi. Rencana ini sudah lama, supaya jalan kita nyaman dipandang dan bersih di lingkungan. Ini cita-cita sejak kecil, supaya jalan desa enak dilewati warga maupun saudara,” ujarnya.

Sebagai warga yang lahir dan besar di Desa Wukirsari, Rustam merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi membangun desa, meski bukan bagian dari aparatur pemerintah desa. Ia menyebut pembangunan diawali dengan pembuatan talud, kemudian dilanjutkan pengecoran jalan.

“Itu awalnya bangun talud, kemudian pengecoran yang menelan anggaran Rp40 juta. Itu jalan masuk gang,” jelasnya.

Rustam juga turun langsung ke lokasi bersama warga selama proses pengerjaan. Menurutnya, jalan tersebut sebelumnya memang sudah pernah diperbaiki, namun dinilai belum layak.

“Kalau dikeluhkan sih enggak terlalu, cuma kalau dipandang kurang layak. Ke depannya supaya teman-teman jalannya enak, tetangga enak memandang, dan di mata orang juga enak,” katanya.

Kepala Desa Wukirsari, M. Sulistiono, mengapresiasi langkah Rustam yang dinilainya sangat membantu pembangunan desa. Ia mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan setelah ada koordinasi dengan ketua RT dan dilaporkan ke pemerintah desa.

“Terima kasih atas partisipasinya yang peduli kepentingan umum. Mudah-mudahan jalan ini bisa dirawat dengan baik dan semoga bisa menjadi contoh bagi yang lain,” ungkapnya.

Sulistiono mengakui, masih banyak ruas jalan di Desa Wukirsari yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal karena keterbatasan anggaran dan kondisi geografis desa yang luas serta terjal.

“Kebetulan beliau ada rezeki. Jalan depan rumahnya sudah kita bangun, lalu berlanjut beliau membantu membangun jalan,” katanya.

Ia pun berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti yang dilakukan Rustam bisa terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan warga yang punya rezeki lebih bisa berbagi, terutama untuk kepentingan jalan umum,” pungkasnya. (*)

Jawab Keluhan Masyarakat, Bupati Batang Janji Perbaiki Jalan Rusak

Lingkar.co – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengakui, kondisi jalan yang memang sudah rusak. Dalam jangka pendek, kata dia, Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan penanganan sementara sambil memproses perubahan status jalan.

“Jalannya memang bolong-bolong. Sementara sambil proses, nanti dialihkan menjadi jalan kabupaten. Tahun depan saya bantu dulu Rp150 juta untuk menutup yang bolong-bolong,” jelasnya.

Ia mengatakan hal itu saat melakukan kegiatan Sambang Desa di Lapangan Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (16/12/2025). Ia memahami kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan lantaran beberapa warga menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan dan drainase.

Ia juga meminta agar rencana pembangunan drainase dan penanganan lanjutan dicatat oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), “Nanti yang bikin drainase dan lain sebagainya, biar dari Bapperida yang mencatat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faiz juga memaparkan kinerja pengelolaan anggaran Pemerintah Kabupaten Batang. Realisasi belanja daerah telah mencapai 82,31 persen, sementara pendapatan daerah sudah melampaui target di atas 100 persen.

“Batang ini termasuk 20 kabupaten terbaik se-Indonesia dan nomor dua se-Jawa Tengah dalam kinerja budgeting,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama di sektor infrastruktur, irigasi, dan penerangan jalan. Meskipun anggaran Kabupaten Batang tahun depan mengalami pemotongan hingga Rp240 miliar, tidak ada pengurangan untuk anggaran pembangunan infrastruktur.

“Tidak satu rupiah pun kita potong untuk infrastruktur, bahkan kita tambah. Yang kita efisiensikan adalah belanja ATK, snack, dan konsumsi rapat,” tegasnya.

Menurut Faiz, langkah efisiensi tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran lebih dari Rp30 miliar, yang selanjutnya akan dialokasikan untuk program-program prioritas, terutama infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Selain mengandalkan APBD, Pemkab Batang juga terus berupaya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Tahun ini, Kabupaten Batang memperoleh bantuan pembangunan jalan sebesar Rp18 miliar di wilayah Banyuputih Kedawung serta Rp7 miliar untuk ruas jalan BanyuputihLimpung,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga sekaligus sesepuh Dukuh Sudantono Sri Widodo (77) menyampaikan, permohonan langsung kepada Bupati terkait kondisi jalan yang rusak dan kerap menimbulkan banjir saat hujan.

“Kalau hujan itu banjir, Pak. Airnya bukan di pinggir, tapi di tengah jalan. Jalannya bolong-bolong dari pesarean sampai Dukuh Sudantono,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketiadaan saluran drainase menyebabkan air hujan menggenang dan bahkan masuk ke rumah warga. Selain itu, keberadaan gapura yang tidak dilengkapi saluran air turut memperparah kondisi aliran air.

“Kami mohon kalau bisa dibuatkan got di pinggir jalan, dialirkan ke selatan sampai sungai, supaya aliran air lancar,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Jalan Utama Kaliwungu Mulai Dicor, Lalu Lintas Direkayasa Selama 85 Hari

Lingkar.co – Pekerjaan perbaikan jalan nasional di ruas utama Kaliwungu, Kabupaten Kendal, resmi dimulai pada Senin (13/10/2025). Pekerjaan berupa pengecoran atau rigid pavement dilakukan mulai dari simpang Pantes Kaliwungu di sisi barat hingga simpang Kalibendo di sisi timur sepanjang 2,37 kilometer.

Pelaksana proyek dari PT Karya Mulia Manunggal, Hasyim Asyari, menjelaskan bahwa proses pengerjaan akan berlangsung selama 85 hari atau hingga akhir tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 23 miliar dari dana APBN.

“Pengecoran menggunakan metode rigid pavement dengan ketebalan 30 sentimeter, termasuk bahu jalan yang juga 30 sentimeter,” jelas Hasyim saat ditemui di lokasi.

Tak hanya pengecoran, pelebaran ruas jalan juga dilakukan dari yang semula 7 meter menjadi 10 meter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jalan nasional sekaligus memperlancar arus lalu lintas di kawasan Kaliwungu.

“Iya ada pelebaran juga, makanya nanti kami juga tebang pohon terutama sekitar Pasar Pagi Kaliwungu,” tambahnya.

Dikerjakan Malam Hari, Kemacetan Tetap Tak Terelakkan Hasyim menyebut pengerjaan akan dimaksimalkan pada malam hari guna meminimalisasi gangguan arus kendaraan. Namun begitu, kemacetan diprediksi tetap terjadi hingga proyek selesai.

Pantauan di lapangan, alat berat mulai dikerahkan untuk pelebaran jalan di sisi barat Jembatan Kalibendo. Arus lalu lintas dari arah Kendal maupun Semarang mulai tersendat. Sejumlah rambu-rambu pekerjaan jalan juga telah dipasang di titik strategis. “Kami maksimalkan pengerjaan malam hari,” tegas Hasyim.

Rekayasa Lalu Lintas

KBO Satlantas Polres Kendal, Iptu Joko Santoso, mengatakan pihaknya mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Kalibendo.

Untuk sementara, kendaraan roda empat seperti mobil dan truk hanya diperbolehkan melintas satu arah, sementara sepeda motor masih bisa melaju dari kedua arah.

“Untuk sementara jalan searah untuk kendaraan roda empat. Untuk sepeda motor masih aman,” ujarnya.

Setelah pengecoran dimulai penuh, arus lalu lintas akan dialihkan melewati Pasar Srogo di Kecamatan Brangsong sebagai jalur utama, termasuk untuk truk galian C. Alternatif lain, pengguna jalan dapat melewati Jalur Lingkar Kaliwungu baik menuju Kendal maupun Semarang. “Agar tidak menimbulkan masalah,” tandasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha Kolaborasi Perbaiki Jalan Desa Tembungraja Brebes

Lingkar.co – Ruas jalan Tembongraja-Salem sepanjang 6,43 kilometer selama ini menjadi urat nadi pergerakan warga. Kondisinya bervariasi, sebagian baik, sebagian rusak sedang hingga berat, bahkan sempat viral karena kerusakannya yang cukup parah.

Meski begitu, warga tidak tinggal diam. Mereka melakukan swadaya, bergotong royong memperbaiki sebisanya, lalu bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mencari solusi jangka panjang.

Dalam skema collaborative funding, swadaya masyarakat sudah menyumbang Rp200 juta untuk pengerjaan, Pemkab Brebes mengalokasikan Rp 500 juta untuk rigid beton dan Rp200 juta untuk pemeliharaan rutin, sementara dukungan CSR dari Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Jawa Tengah mendapatkan Rp130 juta untuk pengerjaan sepanjang 150 meter.

Kini, Pemprov Jateng menyiapkan langkah lebih besar. Gubernur Ahmad Luthfi memastikan ada alokasi bantuan keuangan (Bankeu) sebesar Rp 2 miliar dalam APBD 2026 untuk menuntaskan perbaikan jalan. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program prioritas Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada hari Kamis (2/10/2025) datang meninjau kondisi jalan Desa Tembongraja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Suasana pun berubah dari biasanya.

Emak-emak dan anak-anak penuh suka menyambut dengan antusias. Mereka senang karena jalan desa yang sudah lama rusak akan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Jalan ini nanti kita sambungkan pengaspalannya sampai tuntas. Mohon doa restunya agar masyarakat bisa menikmati, terutama untuk mendukung ekonomi wilayah,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jawa Tengah, Hanung Triyono, menambahkan, pola kolaborasi antara masyarakat, kabupaten, provinsi, dan CSR akan menjadi kunci keberhasilan.

“Tembongraja-Salem ini kurang lebih 6,4 km. Jalan ini rusaknya parah dan sempat viral. Kita lakukan kolaborasi bareng-bareng. Tahun depan akan kita coba masukkan dalam Bankeu provinsi, sharing dengan kabupaten. Mudah-mudahan bisa sekitar Rp 4 miliar, Rp 2 miliar dari provinsi, Rp 2 miliar dari kabupaten,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan langsung Gubernur Ahmad Luthfi kepada masyarakat yang telah bergerak lebih dulu. Ia menekankan bahwa pola pembiayaan gotong royong seperti ini sangat diperlukan karena keterbatasan APBD.

Gubernur berharap model collaborative funding ini bisa direplikasi di daerah lain, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur bisa merata dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Bagi warga Tembongraja, janji itu jadi angin segar. Kehadiran Gubernur bersama rombongan bukan sekadar kunjungan, melainkan juga harapan baru bahwa jalan yang sehari-hari mereka lalui untuk sekolah, bekerja, dan berjualan, akhirnya akan benar-benar mulus dan kategori mantap. (*)