Arsip Tag: Grobogan

Anggota DPRD Grobogan Cantik Ini Beri Kiat Khusus Jalani Isolasi Mandiri

BEROLAHRAGA setiap pagi dan berjemur matahari dilakukan Dewi Megawati (27), salah satu anggota DPRD Kabupaten Grobogan, saat terpapar positif virus Covid-19.

Tak hanya itu, selama melakukan isolasi mandiri di rumah, ia hampir setiap hari menghabiskan waktu dengan kegiatan positif lainnya, yakni berdoa kepada Tuhan.

Ia juga mengkonsumsi makanan bergizi, agar imunnya kembali meningkat.

Wanita berparas ayu tersebut mengaku, sempat kurang enak badan. Sementara suhu badannya mencapai 38 derajat celcius.

“Aku isolasi mandiri, minum vitamin, setiap pagi saya berolahraga, berjemur jam setengah sembilan, terus mulai ada perubahan, kesehatanku membaik,” jelasnya.

“Awalnya saya sempat merasa panas, tenggorokan sakit, hidung sakit, rasanya kayak pilek, seluruh badan pegel, saya kira mungkin hanya kecapekan biasa. Waktu itu karena saya sedang melakukan perjalanan pulang-pergi Semarang-Purwodadi dua hari,” kata salah satu anggota DPRD dari Fraksi PDIP itu.

Namun, setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, ia kembali melakukan uji swab, dan hasilnya mennyatakan negatif. Ia bahkan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Ia berpesan, agar tetap mengikuti aturan protokol kesehatan, mongkonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur serta berdoa agar tidak terpapar virus Corona.

“Mari memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak hindari kerumunan, supaya terhindar dari Covid-19,” pungkasnya. (ori/aji)

Baca Juga:
Gercep Semarang Gencarkan Vaksinasi Covid-19 ke Anak Muda dan Difabel

Transaksi di Terminal, Seorang Kurir Sabu asal Semarang, Dibekuk Sat Res Narkoba Polres Grobogan

GROBOGAN, Lingkar.co– Polres Grobogan berhasil membekuk Nova alias Nono (21), seorang kurir narkoba yang merupakan warga Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Tersangka di bekuk usai mengambil sabu yang terbungkus plastik warna putih di semak- semak dekat pintu pagar keluar masuk Terminal Bus Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan mengatakan. Penangkapan seorang kurir narkoba itu bermula, dari hasil penyelidikan Sat Res Narkoba Polres Grobogan. Mendapat informasi dari masyarakat di wilayah Gubug sering adanya transaksi narkoba.

“Selanjutnya Polisi menggelandang tersangka beserta barang bukti 100,38 gram sabu- sabu terbungkus plastic warna putih, 1 (satu) Hand Phone, 1 (satu) ATM BCA dan 1 (satu) Unit Sepeda Motor ke Mapolres Grobogan,” ujar Kapolres, Jumat (8/1).

Lanjut Kapolres , berdasarkan pengakuan dari tersangka, ia  (tersangka) baru sekali di suruh mengambil barang haram tersebut melalui telpon oleh seseorang yang mengaku Surip dari Semarang.

“Dari jasanya tersebut tersangka  beri upah Rp. 100.000,-. Tersangka mengaku sering membeli barang haram yang pakai sendiri tersebut melalui Surip, yang saat ini masih dalam pencarian,” papar Kapolres.

Pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Sat Res Narkoba yang berhasil mengungkap peredaran sabu di wilayah Grobogan.

“Sabu 1 Ons ini merupakan ungkapan kasus terbesar di wilayah tersebut,” jelas AKBP Jury.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal l 114 ayat ayat (1), (2) Subs Pasal 112 Ayat (1), (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

 “Hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki kasus tersebut,” tegasnya. (ori/aji)

Baca Juga:
Covid Rangers Komitmen Sukseskan “Gedor Lakon”

4 Daerah Potensial Jadi Pusat Produksi Kedelai, Salah Satunya Grobogan

JAKARTA, Lingkar.co – Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menyebutkan sejumlah provinsi potensial untuk dikembangkan sebagai sentra produksi kedelai dalam negeri.

Beberapa di antaranya adalah Grobogan di Jawa Tengah (Jateng), Banyuwangi dan Sampang di Jawa Timur (Jatim), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ada empat yang besar. Jawa Timur di bawah NTB. Di NTB sampai Jawa Tengah itu sudah bagus industri benih sudah ada, sudah cukup,” ucapannya, Selasa (5/1).

Kendati demikian, dalam Outlook Kedelai 2018 yang Kementan rilis, Jatim merupakan sentra utama produksi kedelai tertinggi sepanjang 2014 hingga 2018.

Rata-rata kontribusi produksi kedelai mereka mencapai 32,87 persen dari total nasional yang sebesar 850,15 ribu ton.

Pada 2016, sentra kedelai di Jatim terletak di Kabupaten Sampang dan Banyuwangi. Keduanya memberikan kontribusi 30,36 persen terhadap produksi provinsi.

Sentra kedelai lainnya adalah Jateng, yang berkontribusi 14,28 persen dari total produksi nasional dan Jawa Barat dengan kontribusi sebesar 11,18 persen.

Khusus Provinsi Jateng, sentra utama penghasil kedelai adalah kabupaten Grobogan yang tahun 2016 berkontribusi 43,08 persen terhadap produksi provinsi.

Sementara di luar Jawa, seperti disebutkan Suwandi, yang menjadi sentra kedelai adalah NTB dengan kontribusi 11,03 persen, Sulawesi Selatan 5,58 persen, Aceh 3,62 persen, dan Lampung 2,67 persen.

Suwandi optimistis, ketergantungan Indonesia dengan kedelai impor dapat dikurangi. Pasalnya, mahalnya harga kedelai impor saat ini dapat menjadi momentum untuk menggenjot produksi.

Lanjutnya, dengan harga yang tinggi, petani di sejumlah sentra kedelai akan lebih semangat untuk menanam dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Sekarang itu kondisinya bagus dalam arti harga. Jadi petani semangat lagi kalau dalam kondisi seperti ini. Karena membandingkan dengan komoditas lain mana yang lebih untung,” ucapnya. (ara/aji)

Baca Juga:
Mutasi Jabatan Rawan Gratifikasi

Tingkatkan Keamanan, Polres Grobogan Sterilisasi Gereja Dibantu dengan Anjing Pelacak

GROBOGAN, Lingkar.co – Jelang perayaan Natal, Polres Grobogan meningkatkan pengamanan gereja. Itu dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi jemaat gereja yang beribadah.

Pengamanan dilakukan di semua gereja di Kota Purwodadi maupun di seluruh Gereja yang tersebar di 19 kecamatan.

Pengamanan juga dengan melakukan sterilisasi, terutama di gereja yang dipandang menjadi pusat peribadahan.

”Sterilisasi ini kami lakukan dengan bantuan dari anjing pelacak dan menggunakan metal detektor” ungkap Kabag Ops Kompol Sutomo saat memantau sterilisasi di Gereja Katholik Purwodadi.

Kompol Sutomo mengatakan, sterilisasi dengan menggunakan anjing pelacak dan metal detektor itu untuk mengetahui adanya benda-benda yang dapat mengganggu jemaat saat melakukan ibadah.

Sterilisasi ini dilakukan supaya umat yang akan melakukan ibadah di gereja merasa aman dan nyaman.

Anggota yang diterjunkan memeriksa setiap sudut gereja mencari dan memastikan tidak ada benda yang mencurigakan.

”Tentunya sterilisasi ini selain untuk memberikan kenyamanan saat ibadah, juga untuk meningkatkan kewaspadaan pada Hari Raya Natal,” ujarnya.

Sementara Pendeta Gereja Katolik Hati Yesus Yang Maha Kudus Romo Nano mengatakan, ibadah Gereja perayaan Natal tetap digelar namun menerapkan protokol kesehatan dengan misa secara bergantian.

“Sebelum dan sesudah Misa, akan dilakukan penyemprotan disinfektan, jamaah yang hadir sekitar 200 an dan wajib menerapkan protokol kesehatan,serta perayaan Misa Natal dilakukan bergantian” jelas Romo Nano. (ori/aji)

Kades Karangpaing, Dibekuk Jajaran Polres Grobogan saat Asyik Nikmati Ganja di Rumahnya

GROBOGAN, Lingkar.co – Agus Santoso, Kepala Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan kini harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pria berusia 48 tahun itu kini tengah terjerat dugaan penyalahgunaan narkoba jenis ganja.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan menyebut, oknum kepala desa itu diamankan sekitar pukul 01.00 Jumat (11/12) lalu. Penangkapan itu lantaran muncul informasi dari warga yang menyebut adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di Desa Karangpaing.

Dari laporan itulah petugas bergerak untuk melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya petugas mencurigai sebuah rumah yang diduga digunakan tempat untuk penyalahgunaan narkotika.

Kemudian sekitar pukul 04. WIB petugas kepolisian bergerak melakukan penggeledahan. Benar saja disana Sat Resnarkoba Polres Grobogan mendapati adanya seseorang yang sedang menggunakan atau menghisap narkotika golongan I atau jenis ganja di dalam kamar.

Tak hanya itu petugas kepolisian juga menemukan satu botol warna kuning yang berisi Ganja dan di simpan di bawah meja kamar.

“Saat didatangi kebetulan sedang mengunakan. Petugas mendapatkan narkoba di atas meja dengan botol. Menurut pengakuan tersangka di beli dari kawannya supir Bus Jakarta,” kata Kapolres AKBP Jury, saat ungkap kasus Senin (21/12).

Dalam penangkapan tersebut tersangka juga mengakui bahwa barang tersebut miliknya. Kini baik tersangka maupun barang bukti telah di bawa ke kantor Polres Grobogan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari barang bukti narkoba jenis ganja, yang didapat petugas, kemudian tersangka mengakui dikonsumsi untuk diri sendiri dan tersangka sudah memesan sebanyak kali dengan nominal pemesanan Rp 500 hingga Rp 1 juta. Tersangka mengaku setelah memakai baru bisa berfikir,” jelasnya.

Sedang dalam botol itu petugas mendapati ganja dengan berat 22,50 gram. Selain itu juga mendapatkan satu puntung rokok lintingan. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (ori/aji)

Tak Terima Ditagih Hutang, Pemuda di Grobogan Nekat Bacok Penagihnya

GROBOGAN, Lingkar.co – Peristiwa pembacokan terjadi di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi sekitar pukul 07.00 kemarin. Aksi nekat yang dilakukan oleh warga desa setempat Indang Sayekti,24, diduga karena tak terima ditagih hutang oleh Warnatika Damanik,43, warga di Perum Ayodya I Kelurahan Kuripan, Purwodadi.   

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban Warnatika Damanik datang ke rumah pelaku Indang Sayekti untuk menagih hutang. Namun saat korban datang ke rumah pelaku, pelaku sempat marah-marah dan berdebat.

Kemudian, diduga karena emosi, korban memegang pisau yang ada di depannya dan menodongkan ke arah badan pelaku dengan tangan kanannya. Secara reflek, pelaku memukul tangan korban yang memegang pisau tersebut hingga pisau yang dipegang terlepas dan terlempar.

Pelaku karena emosi ditagih hutangnya dengan kasar dan merasa terancam akhirnya mengambil pisau jualan daging milikinya dan dibacokkan ke arah tubuh korban berulang kali.

“Pelaku juga sempat memukul kepala belakang korban sebanyak satu kali. Korban mengalami luka robek di bagian kepala dan punggung. Sehingga banyak mengeluarkan darah. Guna proses lebih lanjut, pelaku diamankan saat sedang berada di rumahnya dengan tanpa perlawanan,” ungkap Kapolsek.(ori/lut/aji)