Arsip Tag: Grobogan

Dua Remaja Tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg Grobogan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Lingkar.co – Dua remaja berusia 15 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kedua korban diketahui berinisial LH dan AA yang merupakan warga setempat.

Informasi kejadian pertama kali diterima dari warga yang menyaksikan peristiwa tersebut. Laporan kemudian diteruskan ke perangkat desa dan disampaikan ke Kantor SAR Semarang melalui Pos SAR Jepara sekitar pukul 18.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, satu tim rescue dari Pos SAR Jepara diberangkatkan ke lokasi pada pukul 18.10 WIB untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

“Kami menerima informasi adanya dua remaja hanyut di Sungai Dukuh Ngambleg dan langsung mengirimkan tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kedua korban sebelumnya bermain dan mandi di pinggir sungai. Salah satu korban diduga terpeleset dan terbawa arus. Korban lainnya berusaha menolong, namun ikut terseret arus deras.

Karena keduanya tidak bisa berenang, mereka terbawa arus dan tenggelam. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan gerimis dengan arus sungai cukup kencang serta debit air tinggi. Kedalaman sungai di area pinggiran lokasi diperkirakan sekitar dua meter.

“Meski saat ini debit air masih tinggi, cuaca cukup cerah sehingga harapan kami tim bisa segera menemukan kedua korban,” tutup Budiono.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pos SAR Jepara, BPBD Grobogan, Polsek Tegowanu, Koramil Tegowanu, serta warga setempat. Tim mengerahkan perahu karet, alat deteksi Aqua Eye, serta melakukan penyisiran sungai baik melalui jalur air maupun darat. ***

Pertanian Sektor Penting Ketahanan Pangan, Niken Minta Pemerintah Beri Perhatian dan Ruang untuk Petani Muda

Lingkar.co – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Niken Mayasari, mengatakan, profesi petani masih dianggap sebelah mata oleh kalangan muda, karenanya banyak yang lebih memilih bekerja di sektor lain seperti karyawan perkantoran, buruh pabrik dan bidang jasa lainnya.

“Banyak generasi muda yang menganggap profesi petani tidak menarik. Mereka lebih memilih menjadi karyawan atau bekerja di bidang lain. Padahal, pertanian adalah sektor penting yang menyangkut ketahanan pangan bangsa,” ujar Niken dalam keterangan tertulisnya,, Kamis (16/10/2025).

Ia juga menyampaikan hal itu dalam kegiatan reses masa sidang pertama tahun anggaran 2025–2026 di Dusun Ragem, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu (15/10/2025).

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Grobogan dan Blora ini, pertanian bisa menjadi profesi yang menjanjikan apabila pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, memberikan perhatian lebih dan ruang yang luas bagi para petani muda.

“Harapan kami, pemerintah dapat mendorong agar profesi petani menjadi profesi yang menarik, modern, dan memberikan masa depan yang cerah bagi generasi muda,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Niken juga mengapresiasi munculnya inisiatif Petani Muda Kreatif di wilayah Wirosari. Ia menilai gerakan tersebut menjadi bukti bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di sektor pertanian melalui inovasi dan kreativitas.

Sementara itu, salah satu peserta reses, Supriyono, menyampaikan keinginannya agar pemerintah memberikan kesempatan lebih besar bagi petani muda untuk berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian.

“Kami ingin diberi ruang dan dukungan untuk menciptakan hal-hal baru yang baik bagi pertanian. Anak muda banyak ide, tinggal bagaimana diberi kesempatan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Niken menyatakan komitmen dirinya menindaklanjuti aspirasi tersebut dan memperjuangkan agar program-program pertanian di Jawa Tengah ke depan lebih berpihak pada generasi muda.

“Keberlanjutan pertanian hanya bisa terwujud jika regenerasi petani berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kegiatan reses yang dilakukan Niken Mayasari ini merupakan satu dari beberapa rangkaian kegiatan reses yang akan berlangsung sejak tanggal 13 hingga 20 Oktober 2025 mendatang dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat luas. (*).

Jateng Terus Genjot Produksi Jagung Guna Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan Wakil Gubenur Jawa Tengah, Taj Yasin usai menghadiri acara Haflah Khotmil Qur’an ke-4 dan Haul Masyayikh di Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Kamis (26/6/2025).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang dirilis pada Maret 2025, bahwa luas panen jagung di Jateng pada tahun 2024 mencapai 0,41 juta hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,04 juta hektare (11,13 persen) dibanding tahun 2023.

Sejalan dengan luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 mencapai 2,43 juta ton, atau mengalami peningkatan sebanyak 0,25 juta ton (11,59 persen) dibanding tahun 2023. Produksi jagung tahun 2024 tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan produksi jagung terbesar kedua secara nasional, setelah Jawa Timur.

Taj Yasin mengatakan, Kabupaten Grobogan merupakan daerah strategis penghasil jagung dan kedelai yang perlu terus didorong. Oleh karenanya, ia terus berkoordinasi ke pemerintah pusat agar memperkuat Kabupaten Grobogan sebagai sentra produksi jagung.

“Beberapa minggu lalu kita bertemu pemerintah pusat. Kita ingin mendorong jagung, dan Grobogan ini termasuk unggulan. Kita juga harus koordinasi antarprovinsi,” ujarnya.

Tak hanya jagung, Taj Yasin juga menyoroti potensi kedelai di Grobogan yang dulu sempat terkenal.

“Saya masih ingat waktu masih di DPRD, saya kunjungan ke Grobogan, kedelainya itu kualitasnya lebih bagus dari kedelai Amerika. Nah ini harus kita hidupkan lagi,” tegasnya.

Di tengah isu global seperti perang negara-negara timur tengah dan perlambatan ekonomi dunia, ia menyebut ketahanan pangan sebagai ujian nyata.

“Kalau kita nggak mau terdampak terlalu kuat, ya harus perkuat pangan lokal. Sesuai arahan Bapak Presiden,” tegasnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga menyinggung soal pemulihan pascabanjir di Grobogan. Ia memastikan bantuan benih untuk petani terdampak sudah disiapkan.

“Harusnya hari ini diserahkan, tapi karena teknis belum siap, nanti kita reschedule. Bukan hanya Grobogan, tapi juga Demak,” pungkasnya. ***

KAI Bersama BBWS Lakukan Pembangunan Tanggul Darurat pada Jalur Stasiun Karangjati – Stasiun Gubug

Lingkar.co – KAI Daop 4 Semarang bersama BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana telah membangun tanggul darurat dalam upaya percepatan penanganan normalisasi jalur kereta api akibat meluapnya Sungai Tuntang pada Km 32+5/7 antara Stasiun Karangjati – Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan yang terjadi sejak Selasa (21/1/20250 lalu.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, pihaknya juga mengerahkan tim tanggap darurat yang terdiri dari ratusan petugas prasarana KAI serta bantuan tenaga eksternal.

“Hingga saat ini, progres perbaikan telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Tanggul ini dibangun mengelilingi jalur KA pada sisi utara dengan ketinggian mencapai 5 meter. Tanggul ini berfungsi untuk menahan luapan air jika terjadi banjir susulan nantinya,” katanya, Minggu (2/2/2025).

Pihaknya menambahkan, secara bersamaan KAI juga membangun temporary bridge atau jembatan sementara pada lokasi jalur rel yang terdampak. Dimana progres sampai dengan saat ini, KAI sudah membuat plester atau turap menggunakan lempengan besi sebagai pelindung pada sekitar tanggul, serta pembuatan pondasi pada jalur yang terdampak.

“Selain itu, KAI juga saat ini sedang menyelesaikan pembangunan perancah menggunakan besi yang digunakan untuk menyangga jalur rel nantinya. Pemasangan H Beam dan Long Beam juga sudah proses dilakukan untuk memperkuat tubuh baan jalur rel pada jembatan sementara,” tambah Franoto.

Menurut keterangannya, hingga Rabu (5/2/2025), sejumlah perjalanan KA masih mengalami pengalihan rute dan pembatalan sebagai langkah mitigasi demi keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

Sebagai dampak dari penutupan jalur ini, perjalanan KA rute Semarang-Surabaya dan sebaliknya mengalami perubahan pola operasi. Sebanyak 30 perjalanan KA dialihkan rutenya, sementara 8 perjalanan lainnya dibatalkan hingga proses normalisasi jalur yang ditargetkan selesai pada 5 Februari 2025.

Sebagai bentuk kompensasi bagi pelanggan yang terdampak, KAI menyediakan pengembalian tiket 100% bagi pelanggan KA yang perjalanannya dibatalkan, penjadwalan ulang (reschedule) tanpa biaya tambahan, layanan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat kondisi ini. Oleh karena itu, kami terus berupaya mempercepat penanganan dengan menggandeng berbagai pihak,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan dan pembatalan perjalanan KA.

“Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan selama proses penanganan ini berlangsung. Keselamatan dan kenyamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama kami,” tutup Franoto.

Penulis : Alan Henry

Jalur Hulu Antara Stasiun Gubug – Karangjati Kabupaten Grobogan Sudah Bisa Dilalui Kereta Api

Lingkar.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang telah berhasil menyelesaikan perbaikan pada salah satu jalur KA di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati Kabupaten Grobogan pada Jumat (24/1/2025).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, bahwa jalur hulu pada lokasi tersebut sudah selesai dilakukan perbaikan pada pukul 03.50 WIB.

“Alhamdulillah dini hari ini salah satu jalur yang terimbas banjir sudah dapat dilalui oleh kereta api dengan kecepatan terbatas. Dijadwalkan KA yang pertama akan melewati jalur tersebut adalah KA 126 Harina relasi Bandung-Semarang-Surabaya pada pukul 05.06 WIB,” terangnya.

Selanjutnya, KA lainnya dengan relasi Jakarta-Semarang- Surabaya maupun sebaliknya juga secara bertahap akan melewati jalur ini, sehingga pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan secara bertahap akan dicabut dan perjalanan KA akan normal kembali melewati rute yang semestinya.

“Meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, kepadatan di lintas masih terjadi dan secara bertahap akan terurai. KAI akan terus melakukan rekayasa dan normalisasi pada titik-titik tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal,” ungkap Franoto.

Perbaikan yang dilakukan diantaranya berupa pembuatan pondasi track menggunakan besi dan bantalan beton, pengeceran batu kricak di sepanjang jalur yang terdampak, serta berbagai langkah lainnya untuk menormalkan kembali jalur KA.

Seluruh jajaran KAI terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menormalkan kembali seluruh jadwal perjalanan kereta api. KAI selalu berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan KA.

“Penerapan pola operasi KA memutar dan pembatalan beberapa perjalanan KA masih diperlukan untuk mengurai kepadatan di lintas pada hari ini, sehingga perjalanan KA secara bertahap akan normal kembali,” terangnya.

Penulis : Alan Henry

Penerapan Pola Operasi KA Memutar Masih Diberlakukan KAI, Ini Rutenya

Lingkar.co – PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang masih menerapkan rekayasa pola operasi KA memutar dengan mengalihkan rute perjalanan kereta api di kedua jalur pada Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati Kabupaten Grobogan belum selesai dilakukan perbaikan.

Manager Humas Daop 4 Semarang KAI, Franoto Wibowo mengatakan, sampai dengan pagi ini pada jalur yang terdampak masih dalam progres pengeceran batu kricak.

“Daop 4 Semarang telah melakukan pengeceran batu kricak sebanyak 2.500 ton atau sekitar 3.800 meter kubik pada jalur yang terdampak. Semoga hari ini salah satu jalur dapat selesai diperbaiki, dan segera bisa dilalui oleh kereta api,” ungkapnya, Kamis (23/1/2025).

Pihaknya menyampaikan, permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan akibat dari banjir di Grobogan.

“Bagi pelanggan yang terdampak akibat pembatalan perjalanan, dapat membatalkan tiketnya di stasiun dan bea tiket akan dikembalikan 100 persen maksimal 7 hari sejak tanggal keberangkatan kereta api yang tertera di tiket,” jelas Franoto.

Franoto menyampaikan, KAI akan terus memantau situasi di Lapangan dan memberikan pembaruan informasi secara berkala. Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama.

“Service recovery juga diberikan kepada para pelanggan dengan keterlambatan KA lebih dari 60 menit, dengan pemberian berupa air mineral hingga makanan berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuh Franoto.

Adapun perjalanan KA yang menerapkan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan rute perjalanan update pada Kamis, 23 Januari 2025 sebagai berikut:

  1. KA 220 Kertajaya relasi Jakarta-Surabaya
  2. KA 108 Jayabaya relasi Jakarta-Surabaya
  3. KA 107 Jayabaya relasi Surabaya-Jakarta
  4. KA 185 Blambangan Ekspres relasi Ketapang-Jakarta
  5. KA 186 Blambangan Ekspres relasi Jakarta-Ketapang
  6. KA 64 Sembrani relasi Jakarta-Semarang
  7. KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya
  8. KA 3 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Jakarta
  9. KA 219 Kertajaya relasi Surabaya-Jakarta
  10. KA 130 Gumarang relasi Jakarta-Surabaya
  11. KA 78 Pandalungan relasi Jakarta-Jember
  12. KA 77 Pandalungan relasi Jember-Jakarta
  13. KA 131 Dharmawangsa Ekspres relasi Surabaya-Jakarta
  14. KA 132 Dharmawangsa Ekspres Jakarta-Surabaya
  15. KA 63 Sembrani relasi Surabaya-Jakarta
  16. KA 126 Harina relasi Bandung-Surabaya
  17. KA 230 Ambarawa Ekspres relasi Semarang-Surabaya
  18. KA 232 Ambarawa Ekspres relasi Semarang-Surabaya
  19. KA 61 Sembrani relasi Surabaya-Jakarta
    20.KA 1 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Jakarta
  20. KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Jakarta
  21. KA 235 Airlangga relasi Surabaya-Jakarta
  22. KA 62 Sembrani relasi Jakarta-Surabaya
  23. KA 186 Blambangan Ekspres relasi Jakarta-Ketapang
  24. KA 229 Ambarawa Ekspres relasi Surabaya-Semarang
  25. KA 236 Airlangga relasi Jakarta-Surabaya
  26. KA 129 Gumarang relasi Surabaya-Jakarta
  27. KA 125 Harina relasi Surabaya-Bandung
  28. KA 236 Airlangga relasi Jakarta-Surabaya

Selain rekayasa pola operasi, KAI juga membatalkan beberapa perjalanan KA pada Kamis, 23 Januari 2025 sebagai berikut :

  1. KA 227 Blora Jaya relasi Cepu – Semarang Poncol
  2. KA 228 Blora Jaya relasi Semarang Poncol – Cepu
  3. KA 231 Ambarawa Ekspres relasi Surabaya – Semarang
  4. KA 170 Tegal Bahari relasi Jakarta – Tegal
  5. KA 169 Tegal Bahari relasi Tegal – Jakarta
  6. KA 546 Kedung Sepur relasi Semarang Poncol – Ngrombo
  7. KA 545 Kedung Sepur relasi Ngrombo – Semarang Poncol
  8. KA 548 Kedung Sepur relasi Semarang Poncol – Ngrombo
  9. KA 547 Kedung Sepur relasi Ngrombo – Semarang Poncol

Penulis : Alan Henry

Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Grobogan Libatkan Mantan Pekerja Migran

Lingkar.co – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Zulfikar A Tawalla meninjau uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan, Selasa (17/12/2024). Dalam uji coba MBG itu, pemerinyah melibatkan para mantan pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dalam keterangannya, Zulfikar mengatakan bahwa program MBG ini bertujuan untuk mendongkrak kualitas gizi siswa-siswi atau generasi penerus mencapai Indonesia Emas tahun 2045.

“Ikhtiar Presiden Prabowo ini untuk mencukupi angka kecupan gizi anak di Indonesia, demi kepastian adanya jaminan masa depan bagi generasi muda Indonesia,” kata dia.

Menurutnya, waktu 20 tahun bukan merupakan waktu yang lama. Maka, untuk mencapai tujuan yang diharapkan, persiapan harus dilakukan sedini mungkin.

Ia juga mengatakan bahwa keterlibatan para mantan pekerja migran dalam program ini bertujuan supaya mereka bisa tetap eksis meskipun sudah pensiun. Peran yang diberikan pun, katanya, tergantung dari kesiapan dari masing-masing mantan PMI ini.

“Jika memang siap distribusi atau kontribusi dapur, maka para pekerja migran ini pun bisa mengambil peran masing-masing,” ujarnya.

Sehingga, sambung Zulfikar, adanya kerjasama dan gotong-royong ini bisa sama-sama memberikan kontribusi sesuai standar yang sudah ditentukan oleh pemerintah Indonesia.

“Mari kita sukseskan demi masya4kat yabg hebat untuk generasi hebat membangun bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Membahayakan, Jembatan Nambuhan Grobogan Ditutup Sementara

Lingkar.co – Jembatan Nambuhan yang menghubungkan Jalan Danyang-Kuwu,  Kradenan, Grobogan ditutup sementara mulai Kamis (26/9/2024).

Penutupan ini dilakukan oleh Sat Lantas Polres Grobogan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Grobogan karena kondisi jembatan sudah membahayakan.

Penutupan jembatan hanya diperuntukkan kendaraan roda empat atau lebih. Sementara, roda dua masih bisa melewatinya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penyangga jembatan itu kondisinya sudah retak-retak. Kondisi struktur beton juga sudah lapuk dan berlumut.

Saat dikonfirmasi, Sub Koordinator Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Sumarno mengungkapkan Jembatan Nambuhan memang sudah dalam keadaan darurat.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, katanya, terdapat dua balok yang terputus pada bagian penyangga jembatan.

“Setelah dilakukan kajian diputuskan akan dilakukan perbaikan jembatan yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR dan Dishub Grobogan,” ungkap Sumarno, Kamis (26/9/2024).

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Tejo Suwono berharap para pengguna jalan memahami penutupan ini, mengingat kondisi jembatan sudah membahayakan.

Menurutnya, tindakan ini juga dalam rangka supaya tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan, seperti timbulnya korban jiwa.

Berdasarkan hasil survei kajian bersama, katanya, jembatan tersebut dinilai dapat membahayakan karena lantai jembatan nampak goyang ketika dilintasi kendaraan roda empat.

“Kalau dibiarkan terus menerus maka bisa berpeluang patah,” ujarnya.

Ia memperkirakan jembatan akan ditutup selama sepekan. Oleh karena itu, pihaknya bersama Dishub Grobogan akan melakukan penjagaan di jembatan agar tidak dilintasi.

“Adapun bagi para pengguna jalan yang akan melintas dari Danyang menuju ke Kradenan dialihkan langsung menuju ke Getasrejo. Demikian pula bagi pengguna jalan yang dari arah Kradenan yang hendak menuju ke Kradenan akan diarahkan untuk melewati Wirosari,” ujarnya.

“Sedangkan pengguna jalan dari Jambon bisa melintas ke arah tembusan Gendingan, dari Ngraji dan sebagainya bisa melintas ke arah Bondo atau ke Jambon,” imbuhnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Pelaku Pembuang Bayi di Grobogan Akan Dijerat Pasal Berlapis, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Lingkar.co – Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, sempat digegerkan kasus pembuangan bayi yang terjadi diwilayahnya. Setelah dilakukan penyelidikan oleh Polres Grobogan, ada dua terduga pelaku, yakni Khoirul dan Siti yang diamankan. Keduanya merupakan warga Blora yang bekerja di salah satu pabrik di Pati.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan kedua pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis. Di antaranya, dijerat dengan UU Perlindungan Anak karena ada kekerasan terhadap anak. Selain itu, juga telah terpenuhi unsur perencanaan pembunuhan.

“Kedua pelaku terbukti berniat membunuh korban dengan meletakkan bayinya di tengah hutan. Karena tidak meninggal, maka kami terapkan Pasal 340 juncto Pasal 58 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup,” ujar Kapolres Grobogan, dalam konferensi pers, Selasa (24/9/2024).

Lebih lanjut, Kapolres Grobogan menjelaskan kronologi kejadiannya. Awalnya bayi itu lahir di salah satu Puskesmas di Kabupaten Pati, Rabu (18/9/2024).

Kemudian, pada sekitar pukul 21.00 WIB, kedua pelaku meletakkan bayinya di tengah hutan pinggir jalan di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.

Selanjutnya, pada Kamis (19/9/2024), bayi ditemukan oleh seorang kurir.

“Kurang lebih 15 jam bayi itu terlantar di tengah hutan sehingga kurir menemukannya,” kata Kapolres.

Saat pertama kali ditemukan, lanjut Kapolres, bayi dalam kondisi mengenaskan dan sudah dirubung semut.

“Bayi itu berikutnya dibawa ke RSUD Wirosari dan kemudian dirujuk ke RSUD Purwodadi. Saat ini, kondisi bayi tersebut terus membaik,” ujarnya.

Sementara itu, kedua pelaku yang merupakan orang tua biologis sang bayi mengaku usai keluar dari Puskesmas merasa bingung antara membawa bayi pulang ke rumah atau ke kosan.

“Kalau kembali kerumah takut sama orang tua, tapi kalau kembali ke kosan takut membuat geger masyarakat setempat,” kata Khoirul.

Penulis: Miftahus Salam

Dinilai Menguntungkan, Luas Lahan Tembakau di Grobogan Meningkat Signifikan

Lingkar.co – Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Grobogan Sunanto mengungkapkan bahwa luas lahan tanaman tembakau di wilayahnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Data tahun kemarin (2023) yang kita rekap itu mencapai 3.600 hektare. Sementara tahun 2024 mencapai 4.300 hektare. Untuk Kecamatan Karangrayung sendiri mencapai 1.000 hektare lahan tembakau,” katanya, baru-baru ini.

Menurutnya, komoditas tembakau menjadi tumpuan para petani, terlebih di musim kemarau.

“Komoditas pertanian tembakau sebagai emas hijau bagi para petani terlebih dimusim kemarau,” ujarnya.

Dikatakannya, meskipun komoditas ini tidak mendapatkan pupuk subsidi, namun pendapatan yang dihasilkan cukup tinggi.

Apalagi, dengan adanya program Makmur dari PT Petrokimia dan Djarum, sehingga para petani tidak kesulitan menjual hasil panennya.

“Tembakau ini mengimbangi kondisi Grobogan yang sedang kering. Meskipun kemarau, bagi petani itu adalah musim untuk tembakau, sehingga ada opsi untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, program Makmur tidak hanya program antara penjual dengan petani, namun merupakan ekosistem dengan sejumlah stakeholder yang terlibat.

“Petani tentu yang utama, selanjutnya offtaker (pembeli produk), kalau di sini nanti diambil PT Djarum. Kemudian agroinput, pupuk, pestisida itu kami siapkan dari Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara, untuk pendanaan, Dwi mengatakan terdapat banyak skema. Pihaknya pun siap memfasilitasi apabila memang dibutuhkan asuransi.

“Termasuk kalau perlu asuransi, nanti kami ada. Itu adalah program Makmur. Untuk apa, petani itu tidak sendiri saja. Yang pertama, untuk meningkatkan produktivitas dan yang kedua, untuk kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dalam catatan PT Petrokimia Gresik, total terdapat 251 petani yang ikut dalam program tersebut.

Menurutnya, dengan adanya program Makmur, pendapatan petani naik hingga 12 persen.

“Sebelum mengikuti, pendapatan per hektare sebanyak Rp 63,7 juta sedangkan setelah mengikuti program tersebut menjadi Rp 71,4 juta. Meski begitu biaya produksi juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 37 juta per hektare menjadi Rp 41,9 juta atau naik sekitar 13,13 persen,” jelasnya.

Ia menyebutkan total luas lahan yang mengikuti program Makmur sebesar 374 hektare. Dengan hasil produksi kering, dari sebelumnya 1,3 ton per hektare menjadi 1,4 ton per hektare atau mengalami kenaikan 7,67 persen.

“Secara total, laba para petani tembakau di program Makmur itu naik dari sebelumnya Rp 26,6 juta menjadi Rp 29,4 juta per hektare,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam