Arsip Tag: Karnaval dugderan

Besok Gelar Karnaval Dugderan, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Lingkar.co — Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang Senin (16/2) besok akan menggelar tradisi Dugderan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Seiring kirab budaya yang melibatkan ribuan peserta dan dipadati warga, Pemkot Semarang menyiapkan rekayasa serta pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas.

Dalam tradisi dugderan tersebut, selain prosesi pemukulan bedug, pawai budaya juga menampilkan berbagai komunitas dan kesenian yang selalu menjadi daya tarik utama dan menyedot perhatian masyarakat.

Kirab akan bergerak dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Semarang (Kauman), kemudian dilanjutkan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sepanjang rute diperkirakan akan terjadi kepadatan dikarenakan warga memadati lokasi untuk menyaksikan tradisi tahunan tersebut.

Guna kelancaran prosesi acara, Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang akan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas mulai pukul 12.00 WIB hingga kegiatan selesai. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Pemuda hingga kawasan Kauman akan dialihkan sementara mengikuti pergerakan rombongan kirab.

Pada tahap awal, arus kendaraan di sekitar Simpang Gendingan akan dibatasi. Saat kirab memasuki kawasan pusat kota, pengalihan arus diperluas menuju Jalan Gajahmada hingga Kauman yang menjadi lokasi prosesi Dugder.

Adapun rekayasa lalu lintas yang diterapkan antara lain Jalan Imam Bonjol – kawasan Tugu Muda diberlakukan dua arah sementara. Kendaraan dari Jalan Pierre Tendean dialihkan menuju Jalan Imam Bonjol. Sementara arus dari arah Kota Lama menuju Tugu Muda dialihkan melalui Jalan Kolonel Sugiyono – Jalan Imam Bonjol. Jalan Gajahmada menuju jalan Pemuda dialihkan melalui Jalan Depok – Jalan MH Thamrin.

Dari Jalan Thamrin menuju Jalan Pandanaran kita lakukan perlambatan dengan berputar di U-turn kampung kali.

Bagi masyarakat yang akan menuju bandara Ahmad Yani, Stasiun Poncol maupun Tawang dari arah Simpang Lima bisa melalui kawasan Tugu Muda.

Petugas akan melakukan pengaturan situasional di lapangan menyesuaikan pergerakan peserta kirab.

“Masyarakat yang hendak beraktivitas di kawasan perdagangan Kota Lama maupun Simpang Lima diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan. Warga masyarakat juga diminta untuk tidak memarkir kendaraan di sepanjang rute kirab serta mematuhi arahan petugas,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan.

Sementara bagi masyarakat yang akan menyaksikan prosesi karnaval Dugderan, bisa memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir yang telah disediakan oleh Pemkot Semarang. Di antaranya di SMA 3, SMA 5, parkir DP Mall dan juga basement Pasar Bulu.

Pemkot Semarang berharap masyarakat dapat menyaksikan dan menikmati pagelaran acara dengan tertib sehingga kegiatan kirab budaya Dugderan bisa berjalan lancar.

Dugderan tidak hanya menjadi penanda datangnya Ramadan, tetapi juga ruang pertemuan warga lintas kampung, komunitas, dan generasi yang setiap tahun selalu dinantikan masyarakat Kota Semarang. (Adv)

Sempat Absen Akibat Covid-19, Kota Semarang Kembali Gelar Karnaval Dugderan

Lingkar.co – Diikuti oleh 6.400 siswa dari 16 kecamatan, Karnaval Dugderan jelang bulan Ramadan disambut meriah meski diguyur hujan, di Lapangan Simpang Lima Semarang, Senin (20/3/2023).

Karnaval Dugderan adalah rangkaian acara sebelum Kirab Dugderan yang akan diselenggarakan, Selasa (21/3).

Para peserta yang mengikuti karnaval tersebut membawa pernak-pernik yang berbeda-beda, dari kembang manggar, warak ngendok, drum band, kostum wayang, hingga pakaian khas Semarang.

Adapun rute yang dilewati, mulai dari Lapangan Pancasila Simpang Lima, Jalan Pahlawan, hingga Taman Indonesia Kaya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminudin, mengatakan, kegiatan ini merupakan acara tahunan. Sejak pandemi melanda, Karnaval Dugderan sempat absen pada tahun 2020 dan 2021.

“Agenda dugderan, selain untuk orang dewasa yang akan digelar besok (21/3/2023), dengan jalur Balai Kota kearah Masjid Agung Semarang, tapi juga untuk anak-anak yakni diikuti sekolah yang ada di Kota Semarang,” tutur Iswar.

Pelepasan peserta Karnaval Dugderan ditandai suara sirine dan pelepasan burung merpati sekitar pukul 16.15 WIB. Saat peserta mulai jalan, gerimis juga mulai turun. Meski demikian peserta tidak luntur semangatnya.

Warak, lanjut Iswar, merupakan simbol kerukuanan tiga etnis di Kota Semarang sejak dulu yaitu Arab, China, dan Jawa.

Wujud Warak yaitu hewan berkaki empat dengan kepala Naga, tubuh Buraq, dan kaki Kambing.

“Jadi jangan hanya seremonial semata tapi juga untuk rasa persatuan, kegiatan ini juga menjadi daya ungkit wisata yang bisa turut memulihkan kondisi perekonomian, sesuai tema simpul kekuatan kemajemukan budaya menuju pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Penulis : Alan Henry