Arsip Tag: Militer

Menhan Ingatkan Pimpinan Daerah: Pertahanan Bangsa Bukan Hanya Tugas Militer

Lingkar.co – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan para Ketua DPRD bahwa pertahanan bangsa bukan hanya tugas persoalan militer

“Pertahanan negara harus berpijak pada konstitusi dan melibatkan seluruh elemen bangsa. Ini bukan hanya soal militer, tetapi juga soal kesadaran kolektif menjaga keutuhan NKRI,” tegas Menhan dalam siaran persnya.Menhan Sjafrie mengatakan hal itu saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Menhan menekankan pentingnya pemahaman konstitusi sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menjelaskan, sistem pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer semata, tetapi mengedepankan konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang bersifat defensif aktif.

Ia bilang, sistem ini menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian integral dalam menjaga kedaulatan negara.

Dalam kerangka tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tengah mendorong pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di setiap kabupaten/kota.

Program ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat aspek pertahanan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan daerah.

Menurut Menhan, kehadiran Yonif TP dirancang sebagai kekuatan teritorial yang adaptif terhadap kebutuhan wilayah, termasuk dalam mendukung penanganan bencana, pengamanan wilayah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah daerah yang telah merasakan kehadiran satuan ini menunjukkan dampak positif. Di antaranya adalah penurunan angka kriminalitas serta meningkatnya kohesi sosial di tengah masyarakat. Hal ini menjadi indikator bahwa peran pertahanan negara juga bersinggungan erat dengan aspek ketertiban umum dan kesejahteraan sosial.

Kegiatan KPPD ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam memahami serta mengimplementasikan kebijakan strategis di bidang pertahanan dan keamanan.

Dengan pemahaman yang utuh dari para pimpinan legislatif daerah, diharapkan arah kebijakan nasional dapat berjalan selaras hingga ke tingkat daerah, guna menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa secara menyeluruh. (*)

Pesawat Militer Filipina Jatuh, Tewaskan Hingga 47 Orang

MANILA, FILIPINA, Lingkar.co – Pesawat Militer Filipina yang mengangkut 96 penumpang dan jatuh pada Minggu (4/7).

Menurut panglima militer Cirilito Sobejana, Senin (5/7/21), dalam kecelakaan pesawat tersebut, menewaskan 47 orang penumpang.

Sedangkan sebanyak 49 penumpang lainnya yang merupakan anggota militer terluka dalam insiden tersebut.

Baca juga:
El Savador, Negara Pertama Sahkan Bitcoin Alat Pembayaran Sah

Selain penumpang Pesawat Militer Filipina tersebut, 3 korban tewas juga datang dari warga sipil yang ada di lokasi kejadian, sedangkan 4 warga sipil lainnya mengalami cidera.

Hal tersebut di konfirmasi oleh Departemen Pertahanan Nasional Filipina, pada Minggu (4/7/21) kemarin.  

Juru bicara militer, Kolonel Edgar Arevalo mengungkapkan bahwa Pesawat angkut Lockheed C-130, yang membawa pasukan operasi kontra pemberontakan, melampaui landasan pacu setelah mendarat di bandara Jolo di Provinsi Sulu selatan.

Usai kejadian tersebut, Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana langsung menginstruksikan penyelidikan, yang mulai dilakukan setelah operasi pencarian dan penyelamatan selesai.

Baca juga:
Wisata Candi Cetho Di Karanganyar Ini Mirip Di Pulau Bali

Dalam hal ini pihak militer Filipina menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat adanya tanda-tanda serangan terhadap pesawat.

Lokasi pesawat jatuh tersebut ada di Sulu, sekitar 950 km selatan Ibu Kota Manila, yang merupakan benteng milisi kelompok Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf tersebut memang sudah terkenal atas pembajakan dan sering terlibat bentrok dengan militer Filipina.

Sumber: ANTARA

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

Kim Jong-un Berniat Bangun Kekuatan Militer Maksimum

KOREA UTARA, Lingkar.co Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, menyerukan kekuatan militer maksimum dan pencegahan perang nuklir yang lebih besar. Demikian laporan kantor berita Korut, KCNA, ketika kongres Partai Buruh yang berkuasa di tutup setelah melakukan kongres selama delapan hari.

Kongres Partai Buruh Korut kedelapan datang kurang dari dua minggu. Sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menjabat. Di tengah kemacetan berkepanjangan pembicaraan yang bertujuan, untuk mengakhiri program nuklir dan rudal Pyongyang dengan imbalan pencabutan sanksi AS.

“Kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk meningkatkan pencegahan perang nuklir lebih jauh lagi karena kami membangun kemampuan militer terkuat.” kata Kim Jong-un seperti kutipan KCNA pada akhir kongres yang di nukil Reuters, Rabu (13/1).

Kim Jong-un pekan lalu mengatakan. Bahwa ia akan memperluas kemampuan militer agar lebih baik lagi dalam mempertahankan negara dan menyerukan menempatkan kemampuan pertahanan negara pada tingkat yang jauh lebih tinggi.

Kim Jong-un telah menyerukan kelanjutan produksi senjata nuklir untuk persenjataannya. Meluncurkan serangkaian rudal yang lebih kecil, dan meluncurkan apa yang akan menjadi ICBM terbesar di Korut pada parade di bulan Oktober.

Kongres tersebut, yang berlangsung selama delapan hari di Pyongyang, adalah yang pertama sejak 2016 dan yang pertama sejak 1980. Kim Jong-un mengatakan kepada kongres partai pekan lalu. Bahwa rencana ekonomi lima tahunnya gagal memenuhi tujuannya. Sehingga, menyalahkan sanksi internasional serta krisis yang tidak terduga termasuk pandemi virus Corona dan bencana alam.

Secara terpisah, Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin dan anggota Komite Sentral partai, mengkritik militer Korea Selatan (Korsel) karena memantau parade di Pyongyang.

“Tindakan tersebut merupakan ekspresi dari pendekatan bermusuhan (Korea) Selatan terhadap (Korea) Utara,” katanya dalam pernyataan terpisah yang dimuat oleh KCNA.

Militer Korsel pada hari Senin mengatakan, bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda Korut mengadakan parade militer malam hari pada hari Minggu untuk kongres Partai Buruh yang berkuasa. (ara/aji)