Semua tulisan dari Muhammad Nurseha

Jumlah Korban Tewas Bencana Banjir dan Longsor Di Sumatra Terus Bertambah

Lingkar.co – Jumlah korban tewas dalam bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Sumatra terus bertambah, tercatat sudah ada 442 orang tewas dan 402 orang masih hilang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan berikut rincian jumlah korban Tewas akibat banjir di Sumatra, yang disampaikan lewat siaran pers, Minggu (30/11/2025).

Di Sumatra Utara (Sumut), tercatat 217 jiwa meninggal dunia dan 209 masih hilang,

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Kepala BNPB Suharyanto, lewat siaran pers.

Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang dan Nias.

Di Sumatra Barat (Sumbar), tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang dan 16 luka-luka, total pengungsi di Sumatra Barat mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa.

“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ujar Suharyanto.

Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, dan Pesisir Selatan.

Kemudian di Provinsi Aceh, hingga sore kemarin tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 masih hilang, untuk jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai Kabupaten/Kota.

“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. ini ada di 11 Kabupaten/Kota,” Jelas Suharyanto.

Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Penulis : Putri Septina

Editor: Muhammad Nurseha

Hadapi Dua Gugatan Perdata, Jokowi Tak Hadir Sidang Pertama di PN Solo

Lingkar.co – Joko Widodo (Jokowi) Presiden ke-7 RI, tak menghadiri sidang perdana dua gugatan perdata yang dilayangkan kepadanya di Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Kamis (24/4/2025). Dirinya diketahui sedang berada di Vatikan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus sebagai utusan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, menyampaikan informasi tersebut kepada wartawan sebelum sidang dimulai.

“Kebetulan kemarin beliau masih di Jakarta, baru saja saya mendapat kabar Pak Jokowi diutus oleh Presiden Prabowo ke Vatikan atas wafatnya Paus Fransiskus. Saya belum tahu pasti berapa lama beliau akan berada di sana,” ujar Irpan.

Sidang perdana ini hanya membahas formalitas administratif, seperti pemeriksaan surat kuasa khusus, berita acara sumpah, dan identitas hukum.

“Ini hanya proses administratif yang dilakukan majelis hakim,” jelas Irpan.

Ia juga menambahkan bahwa Jokowi akan mengedepankan jalur mediasi sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016.

“Mediasi adalah langkah wajib dalam perkara perdata sebelum masuk ke pokok perkara. Kami akan mempelajari resume gugatan dari penggugat, lalu berkoordinasi dengan Pak Jokowi untuk langkah selanjutnya,” paparnya.

Irpan menegaskan bahwa keputusan tidak dapat diambil tanpa konsultasi dengan kliennya, sehingga proses ini akan memakan waktu untuk memastikan langkah hukum yang tepat.

Jokowi Hadapi Dua Gugatan Perdata

Jokowi menghadapi dua gugatan perdata yang berbeda. Gugatan pertama adalah wanprestasi terkait batalnya produksi massal mobil Esemka, yang sempat digaungkan sebagai mobil nasional. Gugatan kedua berupa tuduhan penggunaan ijazah palsu oleh Jokowi.

Saat ditanya mengenai status salah satu penggugat dalam kasus ijazah palsu yang kini menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen, Irpan enggan berkomentar.

“Itu bukan ranah kami. Status hukum tersebut tidak ada hubungannya dengan perkara ini, dan kami tidak pernah melakukan intervensi dalam bentuk apa pun,” tegasnya. Ia menyarankan agar pertanyaan tersebut diajukan kepada penyidik atau pihak pelapor.

Proses mediasi akan menjadi fokus utama sebelum sidang memasuki pokok perkara.

YB Irpan menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari gugatan secara mendalam untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah ada poin dari gugatan yang dapat dipenuhi atau tidak.

Kunjungan Jokowi ke Vatikan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus menunjukkan prioritas tugas negara, meskipun ia tetap harus menghadapi proses hukum yang sedang berjalan di PN Solo.

Perkembangan sidang ini akan terus dipantau untuk melihat bagaimana langkah mediasi akan memengaruhi penyelesaian kedua gugatan tersebut.

Pemkot Semarang Apresiasi Komitmen P3D Semar Cakep terhadap Disabilitas Cerebral Palsy

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep atas komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabiltas, terutama penderita cerebral palsy. Hal ini disampaikan saat menghadiri halalbihalal yang diselenggarakan P3D Semar Cakep, di Taman Lele, Kota Semarang, Jumat (18/4/2025).

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas Semar Cakep yang terus berkomitmen untuk hadir sebagai komunitas pejuang cerebal palsy,” ujarnya.

Di hadapan anak-anak cerebral palsy beserta orang tuanya serta perwakilan OPD, camat, lurah, dan TP-PKK Kota Semarang, Iswar memuji Ketua P3D Semar Cakep, Vita Maryunani, yang tidak pernah patah semangat dalam menjalankan misinya.

“Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa Mbak Vita telah memainkan peran penting, sebab setiap ada pertemuan bersama, selalu yang dibicarakan itu komunitas Semar Cakep,” ujar Wakil Wali Kota.

Dia, imbuhnya, tidak pernah memikirkan hal lain kecuali anak-anak cerebral palsy serta orang-orang tua yang berada dalam komunitas.

Iswar pada kesempatan itu juga memotivasi para orang tua yang anaknya menderita cerebral palsy untuk tetap semangat serta menjadikan P3D Semar Cakep sebagai ‘rumah’ yang tidak sekadar memberikan informasi soal kelumpuhan otak, melainkan juga sebagai ruang berbagi pengalaman dan dukungan.

“Saya meyakini tujuan komunitas ini tentu untuk menjadi support system para orang tua yang seringnya tidak menemukan teman curhat di lingkungannya. Semar Cakep bisa menjadi wadah bertukar pikiran sehingga apa yang panjenengan rasakan atau putra-putri panjenengan alami bisa tercerahkan dan mendapatkan solusi,” terangnya.

Dia pun menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selalu berupaya hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya bertekad untuk terus memberikan dukungan kepada P3D Semar Cakep dan turut serta memantau para penyandang disabilitas fisik tersebut.

“Panjenengan tidak sendirian. Ada Pemkot Semarang dan komunitas Semar Cakep yang akan terus memberikan perhatian dan menemani panjenengan. Apa pun kondisinya, masalahnya, baik yang terpikirkan atau dalam benak panjenengan, monggo disampaikan saja pada Mbak Vita. Insyaa Allah, akan sampai kepada Lurah, Camat, Dinas Sosial Kota Semarang, Wali Kota Bu Agustina, maupun Wakil Wali Kota,” kata Iswar.

Melansir dari laman Kementerian Sosial Republik Indonesia, Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak secara umum merupakan gangguan saraf yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh. CP merupakan gangguan tumbuh kembang yang paling umum pada masa kanak-kanak.

Gejala pada Cerebral Palsy antara lain kesulitan menggerakkan tubuh, postur tidak biasa, berjalan tidak stabil, gerakan yang tidak terkendali, otot kaku atau lunglai, tremor, dan gerakan menggeliat tidak terkontrol.

Heboh Pernyataan Hasan Nasbi Terkait Kasus Kepala Babi, Berikut Perspektif Praktisi PR Asmono Wikan

Lingkar.co – Praktisi Public Relations (PR) dan Founder PR Indonesia Asmono Wikan angkat bicara menyikapi pernyataan kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi terkati Kasus pengiriman Kepala Babi di Kantor Media Tempo.

Menurut Asmono, pernyataan Hasan Nasbi tersebut spontan dan bukan aktivitas komunikasi yang memiliki tujuan yang jelas.

“Berkomunikasi itu tidak sekadar berbicara, sebatas ngomong. Karena berkomunikasi itu ada tujuannya,” kata Asmono kepada lingkar.co melalui pesan singkat, Sabtu (22/3/2025).

Asmono menjelaskan, pernyataan Kepala PCO tersebut spontan dan bukan termasuk cara berkomunikasi atas nama lembaga.

“Yang disampaikan oleh Hasan Nasbi saat ditanya wartawan itu spontan. Mungkin karena doorstop sehingga kaget dan kurang siap. Bukan komunikasi yang bertujuan atas nama lembaga,” ujarnya.

CEO PR Indonesia tersebut menyarankan kepada para pejabat publik maupun pelaku kehumasan untuk lebih berhati-hati ketika mengeluarkan pernyataan.

“Untuk pejabat publik, pelaku kehumasan, dan yang akan berbicara atas nama lembaga, seyogyanya dapat lebih berhati-hati ketika mengeluarkan pernyataan. Terutama ketika doorstop dengan wartawan, harus dipikirkan tujuan dan arah komunikasinya dan tidak gegabah,” katanya.

Alangkah baiknya, lanjut Asmono, menunda sejenak pernyataan sembari merancang pesan agar lebih tepat, relevan dan bijak.

Asmono Wikan berpendapat, bahwa berkomunikasi itu tak hanya soal tujuan yang jelas, namun juga harus membawa empati dan menghadirkan respek.

“Komunikasi lembaga, pejabat, maupun humas itu selain harus memiliki tujuan yang jelas ya harus berempati dan menghadirkan respek. Saya beri referensi 2 buku untuk bahan bacaan pelaku kehumasan, “The Interpersonal Communication” karya DeVito, J.A dan “Reflect and Relate: An Introductional to Interpersonal Communication” karya Mc Cornack dan Morison, A.P. Dibaca ya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala PCO Hasan Nasbi memberikan pernyataan kontroversial saat diwawancarai oleh wartawan hingga Dewan Pers memintanya untuk meminta maaf.

Penulis: Muhammad Nurseha

Komisi D DPRD Jateng Kunjungi Blora, Gus Wafa ingin Masalah Jalan Segera Terselesaikan

Lingkar.co – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng M Ali Wafa (Gus Wafa) mengunjungi Kabupaten Blora pada Selasa (4/3/2025). Gus Wafa ingin permasalahan pembangunan jalan provinsi di wilayah Blora bisa segera terselesaikan.

“Hari ini, saya bersama komisi D melakukan kunjungan di Blora, Alhamdulillah ditemui sama Gus Bupati (Arief Rohman, red). Beliau cerita banyak soal beberapa ruas jalan provinsi yang masih rusak, ini akan kami bawa ke rapat nanti agar sehera terselesaikan,” kata Gus Wafa kepada Lingkar.co melalui sambungan telepon.

Menurutnya, dari pesan Bupati Blora, pembenahan beberapa ruas jalan di wilayah Blora memang sangat mendesak.

“Beberapa ruas memang tingkat kerusakannya tergolong memprihatinkan. Dan sudah seharusnya segera untuk diperbaiki, mendesak memang,” ujarnya.

Nantinya, sambung Gus Wafa, usulan ini akan kami bawa ke dinas dan kami akan duduk bersama dengan gubernur.

“Pastinya nanti aan ada beberapa kajian yang perlu untuk diadakan agar terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman, mengatakan jika pihaknya mengajak DPRD Jateng untuk memperjuangkan terkait perbaikan jalan provinsi di wilayahnya.

“Mumpung beliau-beliau ini kunjungan ke Blora, kami gunakan kesempatan ini untuk meminta tolong agar dibantu mengawal usulan pembangunan jalan provinsi di wilayah kami. Agar segera mulus dan memperlancar laju ekonomi Blora,” ungkap Arief Rohman kepada wartawan, Selasa (4/3/2025).

Menurut Arief Rohman, ruas jalan yang rusak adalah Ngawen-Japah-Todanan, Cepu-Kedung Tuban, dan Blora-Kunduran.

“Karena ruas jalan tersebut statusnya jalan provinsi dibawah pengelolaan DPU Jateng, maka kami mohon teman-teman DPRD dapat ikut mengawal anggarannya,” ungkap Arief.

Turut hadir dalam kunjungan Komisi D DPRD Provinsi Jateng tersebut, Ida Nur Sa’adah, Niken Mayasari, Sugiharto, Bayu Kusuma, Nurul Furqon, Siswanto, Mulyadi dan Andang Wahyu Triyanto.

Penulis: Muhammad Nurseha

Safari Ramadan 2025 Pemkot Semarang di Banyumanik, Agustina Wilujeng: Senang Bisa Tatap Muka dengan Warga

Lingkar.co – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melaksanakan safari Ramadan 2025 di wilayah Kecamatan Banyumanik pada Senin (3/3/2025). Dia mengaku merasa senang bisa bertatap muka dengan warga secara langsung setelah pelantikannya sebagai Wali Kota 20 Februari lalu.

Agustina mengatakan safari Ramadan 2025 ini baru pertama kali digelar di Kecamata Banyumanik, nantinya akan berlanjut ke 15 kecamatan lain.

“Seneng rasanya bisa ngumpul sama warga secara langsung, bisa tatap muka kan kangen sama warga. Ini giat turun pertama kali setelah pelantikan dan permulaan safari ramadan. Nah nanti semua kecamatan kita datangi, biar bisa ketemu sama warga semuanya,” ungkap Agustin.

Ribuan warga terlihat antusias itu telah berkumpul di Kantor Kecamatan Banyumanik sejak sore hari meski sempat diguyur hujan deras. Setibanya di Lokasi, Wali Kota Semarang langsung diserbu oleh warga untuk diminta berswafoto ria.

Dalam acara tersebut, Agustina berpesan kepada warga untuk dapat menjaga kebersamaan dan kerukunan antar warga dan mengisi bulan suci ramadan dengan hal-hal positif.

“Menurut saya ini bagus ya buka puasa dan salat tarawih bersama, bisa untuk menjaga kebersamaan dan kerukunan warga. Secara batin, para warga berusaha menjalani puasa dengan baik dan mengisi dengan hal-hal positif,” katanya.

Wali Kota Semarang tersebut tengah mengupayakan agar nantinya dalam safari ramadan berikutnya dapat sekaligus untuk berbagi bantuan untuk warga. Dalam kegiatan tersebut, Agustina memberikan 10 paket bantuan untuk 10 anak penderita stunting.

“Kami dari Pemkot sedang mengupayakan dalam safari Ramadan ini nantinya dapat bersamaan berbagi bantuan. Kami sedang berkoordinasi dengan semua pihak, agar penerimanya bertambah banyak,” ungkapnya.

Ia mengatakan bantuan ini berasal dari iuran Walikota dan Wakilnya, organisasi perangkat daerah, pribadi pejabat Balaikota dan lain-lain. Dia berharap kepada penerima, agar bantuan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak kita, meski tidak seberapa,” pungkas Agustina.

Penulis: Alan Henry
Editor: Muhammad Nurseha

Pulang Retret Magelang, Wali Kota Semarang Langsung Pimpin Kirab Dugderan

Lingkar.co – Hari pertama setelah pulang dari retret kepala daerah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, memimpin kirab Dugderan di Halaman Balai Kota Semarang, Jumat (28/2/2025).

Agustina, sapaan Wali Kota mengenakan kebaya berwarna merah, sementara Iswar menggunakan baju khas Semarangan berwarna abu-abu. Dugderan sendiri merupakan budaya khas Semarang, jelang datangnya bulan suci Ramadan.

Agustina juga memimpin upacara jelang kirab atau arak-arakan. Dia berperan sebagai Kanjeng Mas Ayu Temanggung Purbadinungrum, kemudian memukul bedug bersama jajaran Forkompinda sebagai pertanda akan datang bulan suci.

Setelah itu, Agustina – Iswar disambut flashmob dari siswa sekolah yang ada di Semarang di halaman Balai Kota. Sebelum melepas kitab, Agustina memecahkan kendi sebagai pertanda kirab dimulai dimana Kepala Disbudpar Kota Semarang, R. Wing Wiyarso menunggangi kuda menuju Masjid Agung Semarang.

Dibelakangnya ada kereta kencana yang ditumpangi Agustina, lalu Iswar, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman serta jajaran Forkompinda menuju Masjid Agung Kauman untuk mengikuti prosesi pembacaan Suhuf Halaqoh tanda masuknya bulan suci Ramadan, serta pembagian ganjel rel di Alon-alon Semarang.

“Ini adalah tradisi tahunan jelang Ramadan. Semarang ini terdiri dari berbagai macam etnis, dan kebudayaan yang disatukan,” kata Agustina di sela-sela proses Dugderan.

Hewan mitologi warak ngendok, menjadi wujud bentuk dari akulturasi budaya yang ada di Semarang, dimana ada etnis Jawa, Arab, Melayu serta Tionghoa. Hal ini menandai masa dimana Semarang yang memiliki toleransi tinggi.

“Ini menandai masa di mana kita memasuki sebuah masa yang nanti toleransi dan jaman budaya itu akan mendapatkan tantangan yang cukup berat di masa puasa dan lebaran,” tambah dia

Dia berharap kedepan tradisi dugderan bisa dipersiapkan lebih baik lagi sehingga bisa mengangkat Semarang dari sisi potensi kebudayaan dan pariwisata yang dimiliki.

“Kedepan dipersiapkan lebih baik lagi, dan akan mengundang tamu-tamu dari luar. Supaya ini mengangkat nama kota Semarang. Ini unik dan keren keterlibatan masyarakatnya luar biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Wing Wiyarso menjelaskan jika event dugderan tahun ini sengaja digabung. Menurutnya antusiasme dari masyarakat sangat luar biasa.

Wing menjelaskan kegiatan ini juga digunakan untuk memperkenalkan Agustina dan Iswar sebagai kepala daerah baru.

“Ini juga sebagai momentum memperkenalkan Wali Kota dan Wakil Wali kota yang baru,” tambahnya.

Puasa Sebentar Lagi, Pasar Ramadan RW III Sekaran Hadir Kembali Siap-siap War Takjil

Lingkar.co – Bulan suci ramadan sebentar lagi akan segera masyarakat laksanakan, antusiasme warga RW III Kelurah Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pun kembali tinggi sebab akan kembali hadir Pasar Ramadan RW III di Gang Pisang.

Hal ini dijelaskan oleh Ketua RW III Kelurahan Sekaran, Imam Jatmiko, menurutnya untuk memenuhi kebutuhan berbuka masyarakat pasar ramadan akan kembali warga gelar.

“Melihat antusiasme warga dan guna menyediakan menu berbuka puasa untuk masyarakat sekitar dan mahasiswa UNNES. Kan warga sekitar sini itu ngga semua orang masak, makanya pasar ini kami gelar kembali agar mempermudah warga dapet menu berbuka,” ucapnya kepada Lingkar.co Kamis (27/2/2025).

Menurut Imam, selain membantu warga untuk menu berbuka, pasar ramadan RW III ini juga untuk memberdayakan UMKM disekitar Gunungpati.

“Yo disini kan UMKM ndak mung satu dua to, lha daripada terlalu tumpah ruah dijalan malah macet. Kami sediakan lokasi yang sudah kami atur sedemikian rupa. Jadi wargane dapet menu buka, UMKMnya dapet omset, lalu lintas lancar,” ungkapnya.

Imam mengaku jika UMKM yang telah terdaftar sebanyak 45 tenant dan sudah bekerjasama sejak tahun sebelumnya.

“Di Pasar Ramadan RW III nanti sudah terdaftar setidaknya 45 tenant. Kebanyakan yang sudah kerjasama sama kami di tahun sebelumnya. Soal menu bervariatif ya, dari makanan berat, ringan, aneka minuman, dan banyak lah pokoknya,” jelas Pak RW.

Imam mengakui, dari pengalaman tahun lalu, War takjil di Pasar Ramadan berjalan lancar dan hampir tanpa kendala.

“War Takjilnya warga dan anak UNNES cenderung aman terkendali sih. Kami bekerjasama dengan Kelurahan dan pemuda untuk mengatur dari pintu masuk, kantong parkir hingga jalur keluar. Jadi ngga macet, kalau ramainya yo mesti, jeneng e wae War mas,” kata Imam.

Berharap Perhatian Pemerintah Kota maupun Provinsi

Imam Jatmiko juga berharap kepada stake holder dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dapat ambil bagian.

“Harapannya pemerintah kota dan provinsi bisa ikut ambil bagian. Terutama untuk pemberdayaan UMKMnya, kan acara ini inisiasi warga dan memang swadaya dan ini kita gelar 24 hari. Kalau Pemerintah bisa ikut andil pastinya akan ada capaian yang lebih baik,” katanya.

Terutama, lanjut Pak RW, untuk nantinya agenda-agenda seperti ini dapat menjadi rutin diadakan dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Penulis: Muhammad Nurseha

Wakil Ketua DPRD Blora jadi Ketum ADKASI, Siswanto: Siap Perjuangkan Aspirasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia

Lingkar.co – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Blora sekaligus Pimpinan DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Terpilihnya Siswanto sebagai Ketua Umum ADKASI mencerminkan kepercayaan besar anggota DPRD Kabupaten seluruh Indonesia terhadap kepemimpinannya.

Dalam sambutannya, Siswanto menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan DPRD kabupaten dalam sistem pemerintahan daerah.

“ADKASI harus menjadi wadah yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan daerah, memastikan sinergi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah, serta memperkuat peran DPRD dalam pembangunan nasional,” ujar Ketum ADKASI terpilih tersebut.

Sebagai pemimpin baru ADKASI, Siswanto bertekad untuk memperjuangkan peningkatan kapasitas dan kewenangan DPRD kabupaten agar dapat lebih efektif dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

“Visi kedepan, saya bertekad untuk memperjuangkan peningkatan kapasitas serta kewenangan anggota dewan kabupaten. Supaya apa? Bisa lebih efektif menjalankan tugas dan fungsi dalam legislasi, pengawasan dan penganggaran,” kata Siswanto kepada Lingkar.co melalui pesan Whatsapp, Kamis (27/2/2025) pagi.

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto. Lilik Yuliantoro/LINGKAR.CO

Siswanto juga menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan kebijakan yang berpihak pada daerah.

“Yang namanya legislatif dan eksekutif itukan kolektif kolegial. Harus jalan bareng, senada, seirama sehingga tercipta harmoni. Nah, kuncinya ada pada koordinasi dan komunikasi antar lembaga biar kebijakan nanti itu bisa berpihak ke daerah,” ungkap Wakil Ketua DPRD Blora tersebut.

Munas ADKASI 2025 ini dihadiri oleh perwakilan DPRD Kabupaten dari seluruh Indonesia. Proses pemilihan berlangsung demokratis, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang lebih solid dan berdaya guna.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan ADKASI semakin berperan aktif dalam memperjuangkan kesejahteraan daerah serta memperkuat otonomi daerah dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Penulis: Muhammad Nurseha

Guna Optimalkan PAD, Pemprov Jateng Perkuat Permodalan BUMD

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berharap penguatan modal untuk sembilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, saat membacakan Pendapat Akhir Gubernur Jateng atas Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada BUMD, dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng masa persidangan kedua tahun sidang 2024-2025, di Gedung Berlian Semarang pada Rabu (26/2/2025).

“Raperda ini merupakan wujud komitmen Pemprov Jateng dalam mendorong dan memperkuat fungsi BUMD, guna membangun ekonomi daerah untuk kesejahteraan masyarakat, dan mendukung program pembangunan daerah,” katanya.

Dikatakan dia, Raperda tersebut sebagai payung hukum penganggaran dalam penguatan modal untuk BUMD.

“Penyertaan modal ini (supaya) BUMD kita bisa bergerak lebih luas dan berkembang lebih besar. Karena BUMD ini menjadi salah satu andalan kita untuk meningkatkan PAD,” katanya.

Menurut Sumarno, PAD Pemprov Jateng bisa terus digenjot salah satunya melalui kinerja BUMD.

“Kalau kinerjanya baik, kita dorong mudah-mudahan kontribusinya (PAD) bisa lebih besar,” ujarnya.

Selain target tersebut, penyertaan modal BUMD diharapkan dapat memberikan penguatan dalam menjalankan roda operasional perusahaan, memberikan layanan prima, professional, dan menjadi lebih tangguh, sehingga mampu memberikan peluang usaha, inovasi dan meningkatkan respon dalam menangkap kebutuhan masyarakat.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sembilan BUMD, meliputi Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (Perseroda), Jateng Petro Energi (Perseroda), Perusahaan Daerah Air Bersih Tirta Utama Provinsi Jawa Tengah, Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan Jawa Tengah.

Kemudian Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), Jateng Agro Berdikari (Perseroda), Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Perseroda), Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), dan Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah (Perseroda).

Penulis: Muhammad Nurseha