Tanggul Sungai Plumbon Kembali Jebol, Banjir Rendam Permukiman Mangkang Kulon

Tanggil Sungai Plumbon jebol di wilayah Pemukiman Mangkang Kulon. (dok Istimewa)
Tanggil Sungai Plumbon jebol di wilayah Pemukiman Mangkang Kulon. (dok Istimewa)

Lingkar.co – Jebolnya tanggul Sungai Plumbon kembali memicu banjir di wilayah pesisir Kota Semarang. Dua titik tanggul di Kecamatan Tugu dilaporkan rusak pada Kamis (30/4/2026) sore, menyebabkan permukiman warga di Mangkang Kulon dan Mangunharjo terendam limpasan air.

Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, menyebut titik terparah berada di wilayah Mangkang Kulon, tepatnya dekat jembatan panggung.

“Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Selain merendam permukiman, luapan air juga menggenangi area persawahan warga. Hingga kini, pihak kecamatan masih melakukan pendataan jumlah rumah dan warga terdampak.
Mirzaq menjelaskan, kerusakan tanggul dipicu dua faktor utama, yakni kondisi bangunan yang sudah tua serta meningkatnya debit air dari wilayah hulu.

“Struktur tanggul sudah tua dan debit air tinggi,” katanya singkat.

Di wilayah Mangunharjo, tanggul juga jebol namun dengan skala lebih kecil dibandingkan di Mangkang Kulon yang mencapai panjang sekitar 50 meter.

Fenomena tanggul jebol di aliran Sungai Plumbon sendiri bukan kali pertama terjadi. Dalam catatan pemerintah setempat, kejadian serupa terakhir terjadi pada awal Maret 2026.

Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan berulang pada ketahanan tanggul di kawasan tersebut. Salah satu faktor yang kini diidentifikasi adalah keberadaan akar pohon di bantaran sungai yang memperlemah struktur tanggul akibat sedimentasi.

“Ini sedang kami petakan bersama BBWS,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mulai melakukan pembersihan bantaran dan penebangan pohon untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh pada infrastruktur pengendali banjir di wilayah pesisir Semarang, khususnya di sepanjang aliran Sungai Plumbon yang rawan jebol. ***