Tuai Kontroversi, Facebook Tegaskan Tak Bisa Baca Isi Pesan WhatsApp Penggunanya

ILUSTRASI: Aplikasi media social Facebook. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: Aplikasi media social Facebook. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingkar.co – Usai menuai kontroversi akibat pembaruan kebijakan privasi Whatsapp, Facebook tegaskan bahwa pihaknya tidak bisa membaca pesan pribadi penggunanya.

Kekhawatiran masyarakat terkait adanya pembaruan tersebut akan melemahkan enkripsi layanan obrolan atau memungkinkannya untuk berbagi lebih banyak data pribadi pengguna dengan perusahaan induk Facebook.

Steve Satterfield, selaku Privacy Policy Director Facebook membantah kekhawatiran masyarakat terkait kebijakan baru tersebut.  

Baca juga:
Warga Resah, Begal Payudara Berkeliaran di Ngrampal, Sragen

“Kami sangat berkomitmen soal enkripsi secara end-to-end dalam WhatsApp, ada banyak kebingungan tentang update kebijakan policy privacy WhatsApp,” ujarnya.

Lanjutnya, “Update ini tidak mempengaruhi privasi orang-orang atau pesan orang-orang kepada teman atau keluarga mereka, karena masih tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end,” jelas Steve.

Pihaknya mengatakan bahwa 100 persen pesan milik pengguna tidak dapat terbaca oleh Facebook bahkan pihak WhatsApp sendiri.

Png-20230831-120408-0000

Baca juga:
Foto Bupati, Wabup dan Sekda Pati Tak Pakai Masker Disorot Warga

Steve juga meyakini hingga kini semakin banyak orang yang khawatir mengenai kebijakan privasi baru ini.

“Ada banyak orang khawatir apakah Facebook bisa membaca pesan di WhatsApp. Tidak bisa, Facebook tidak bisa membacanya, WhatsApp juga tidak bisa membacanya,” kata Steve.

Steve melanjutkan, “Ini sangat penting agar orang-orang bisa paham bahwa upgrade kebijakan privasi ini tidak berubah dalam hal enkripsi end-to-end,” imbuhnya.

Baca juga:
Dampak Pandemi, Pedagang Batik Pekalongan Kurangi Karyawan hingga Tutup Toko

Ia menegaskan bahwa pesan yang telah terkirim nantinya hanya bisa terakses oleh sang penerima pesan tersebut.

WhatsApp mengeluarkan kebijakan privasi yang baru tersebut pada awal tahun 2021 lalu. Beberapa hal yang harus pengguna setujui adalah rekam jejak transaksi dan pembayaran yang pengguna lakukan lewat aplikasi itu.

“Meski demikian, pengguna WhatsApp bebas memilih untuk menerima atau pun menolak kebijakan baru tersebut,” pungkas Steve. (ara/luh)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *