Jateng Tawarkan Tujuh Proyek Energi Hijau ke Investor Tiongkok

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT) dengan menawarkan tujuh proyek strategis kepada investor asal Tiongkok. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat pengelolaan sampah di daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong pengembangan energi bersih serta sistem pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Pemerintah daerah, katanya, memberikan ruang investasi seluas-luasnya bagi pihak asing yang berminat.

“Kami membuka peluang selebar-lebarnya bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Sabtu (23/05/2026).

Adapun tujuh proyek EBT yang ditawarkan meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi dari sampah, serta panas bumi.

Selain sektor energi, Pemprov Jateng juga mengundang investor Tiongkok untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK). Tiongkok sendiri tercatat sebagai salah satu negara dengan nilai investasi terbesar di Jawa Tengah, mencapai sekitar Rp10,13 triliun.

Pada triwulan I 2026, realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri di Jawa Tengah masih menunjukkan tren positif, meski angka totalnya belum dirinci lebih lanjut dalam keterangan tersebut. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 total investasi di provinsi ini mencapai Rp23,02 triliun.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri dan KEK yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, terdapat 12 daerah lain yang sedang mempersiapkan pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus baru guna mendukung pertumbuhan investasi sekaligus pemerataan ekonomi di daerah.

Penulis: Putri Septina