Cegah Penyakit Frambusia, DKK Kudus Galakkan Sosialisasi dan Edukasi

  • Bagikan
SOSIALISASI: Kasi P2PM DKK Kudus, Nuryanto tengah memberikan sosialisasi dan edukasi terkait penyakit Frambusia di Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kamis (7/10).
SOSIALISASI: Kasi P2PM DKK Kudus, Nuryanto tengah memberikan sosialisasi dan edukasi terkait penyakit Frambusia di Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kamis (7/10).

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus tengah gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai penyakit Frambusia. Hal ini dilakukan karena Kabupaten Kudus, khususnya Desa Ngemplak akan mengikuti penilaian dari Kementerian Kesehatan sebagai daerah bebas penyakit Frambusia pada bulan November 2021 nanti.

“Berkaitan dengan itu kami mempersiapkan beberapa kegiatan. Kami berharap, melalui kegiatan ini masyarakat setempat bisa lebih memahami mengenai penyakit Frambusia,” kata Nuryanto Kasi P2PM DKK Kudus saat memberikan sosialisasi dan edukasi terkait penyakit Frambusia di Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kamis (7/10).

Ia mengungkapkan, selama ini pelaporan dari puskesmas setempat, terutama di Puskesmas Ngemplak sebenarnya sudah tidak ada kasus mengenai penyakit Frambusia. Namun, masyarakat tetap diminta memahami dan waspada mengenai penyakit ini.

“Kalau di Kudus penyakit Frambusia ini biasanya disebut penyakit pateken. Gejala awalnya yaitu adanya benjolan pada kulit yang tidak sakit. Kemudian permukaanya basah tanpa nanah. Gejala ini bisa hilang tanpa meninggalkan bekas. Proses penyembuhannya akan membutuhkan waktu cepat jika segera dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksa test cepat (RapidTest Frambusia) dan diberikan obat yang tersedia,” jelas dia.

Penyakit ini, lanjut Nuryanto, biasanya menyerang pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Penyakit ini akan muncul jika masyarakat tidak menerapkan perilaku bersih dan sehat.

Pihaknya mengaku, akan melibatkan lintas sektor untuk membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit Frambusia ini. Diantaranya yaitu mengajak pihak puskesmas, perangkat desa, kader PKK, kader kesehatan, guru UKS di sekolah, kepala sekolah, Kemenag dan petugas kecamatan.

“Sosialisasi akan terus kami lakukan hingga bulan November nanti. Kami juga akan memberikan sosialisasi melalui media sosial,” tandasnya. (isa)

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!