Berita  

Komite Eksekutif Papua Tunjuk Ones Pahabol Percepat Program MBG di Papua Pegunungan

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix V Wanggai. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua menunjuk Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, sebagai simbol percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua Pegunungan.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix V Wanggai, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat implementasi program MBG di delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

“Langkah-langkah baru dalam mempercepat program nasional di Papua Pegunungan adalah menetapkan Pak Wagub (Ones Pahabol) sebagai simbol untuk menggerakkan mesin percepatan pembangunan MBG,” kata Velix dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, program MBG yang telah berjalan sekitar dua tahun masih belum optimal di wilayah Papua Pegunungan sehingga diperlukan percepatan pelaksanaan di lapangan.

“Kehadiran kami di sini untuk bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mempercepat program MBG berjalan optimal di Papua Pegunungan yang terdiri delapan kabupaten yakni Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah dan Yalimo,” ujarnya.

Velix menjelaskan program MBG di Papua Pegunungan harus dijalankan dari hulu hingga hilir dengan mengutamakan sumber daya manusia (SDM) lokal agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita harus melihat komponen pendukung dalam program MBG di antaranya kesiapan lahan, siapa pengelolanya seperti yayasan, gereja, koperasi, komunitas, memperkirakan penerima manfaat, sistem rantai pasok serta SDM yang harus memprioritaskan anak-anak Papua atau lokasi di sini,” katanya.

Ia menambahkan, setiap dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dapat menyerap sekitar 30 tenaga kerja sehingga program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan ekonomi keluarga di Papua Pegunungan.

“Kami berharap melalui program ini, dan Wagub Papua Pegunungan dapat menggerakkan MBG di delapan kabupaten sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat bertumbuh,” ujar Velix.

Sementara itu, Ones Pahabol menilai program MBG sangat relevan untuk membantu pemenuhan gizi generasi muda di Papua Pegunungan, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.

“Secara budaya turun temurun mama-mama di wilayah Papua Pegunungan itu biasanya menyiapkan makanan itu pada sore hari, syukur kalau makanan itu bertahan hingga besok pagi, kalau tidak maka anak-anak pergi ke sekolah dengan perut kosong. Maka program MBG ini sangat membantu anak-anak kita di wilayah terpencil untuk kebutuhan makan dan gizinya,” kata Ones.

Saat ini, dapur MBG atau SPPG di Papua Pegunungan tercatat berjumlah 14 unit yang tersebar di tiga daerah, yakni enam unit di Kabupaten Jayawijaya, dua unit di Yahukimo, dan enam unit di Kabupaten Lanny Jaya.

Penulis: Putri Septina