Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendampingan BDR di Era New Normal

  • Bagikan

*Oleh Noor Aini Wijaya K.usuma, S.Pd
Guru SD 3 Purwosari, Kecamatan Kota Kudus

Peristiwa pandemi covid-19 terjadi dengan cepat tidak sedikitpun yang dapat memprediksi. Sekolah diliburkan alias belajar dari rumah(BDR). Aktifitas peserta didik di rumah bermain game, sepedaan, dolan bersama teman-teman tidak tahu waktu dan aktifitas akademiknya terganggu. Orang tua bingung harus menggantikan peran guru di rumah. Sehingga muncul kekerasan dari orang tua yang kurang sabar mengajari anak-anaknya.

Bahasa merupakan sarana komunikasi antar individu. bahasa juga dapat digunakan sebagai identitas, bahkan alat pemersatu suatu bangsa. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan rakyat Indonesia yang telah diikrarkan saat konggres Pemuda 28 Oktober 1928. Pendidikan dasar sebagaiman termaktub di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 17(1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. (2) Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

Selain itu berdasar pula Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan bahasa Indonesia yang baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan konteks berbahasa dan selaras dengan nilai sosial masyarakat. bahasa Indonesia yang benar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Kaidah Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi kaidah tata bahasa, kaidah ejaan, dan kaidah pembentukan istilah. Kedua peraturan perundangan tersebut diatas dapat dijadikan sebagai dasar dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Terdapat empat aspek keterampilan berbahasa, yang meliputi keterampilan berbicara, keterampilan menyimak, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia, keempat keterampilan berbahasa tersebut wajib dikuasai oleh peserta didik. Salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki peranan penting untuk menciptakan peserta didik yang aktif dan kreatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara merupakan kemampuan menyatakan maksud dan perasaan secara lisan. Melalui berbicara peserta didik dapat menyampaikan pendapat, gagasan, atau ide yang ingin disampaikan.

Belajar dari rumah mau tidak mau suka tidak suka tetap dilaksanakan, untuk itu guru seyogyanya memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pembelajarn di rumah dengan menyenangkan. Salah satu metode yang dipilih dalam meningkatkan keterampilan berbicara di era new normal yaitu dengan strategi role play. Melalui strategi ini diharapkan mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan berbicara anak SD kelas IV mengalami peningkatan

Bermain peran (role play) menurut Andi Prastowo (2013:94) adalah cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan 7 penghayatan siswa. Pengembangan dan penghayatan imajinasi tersebut dilakukan oleh siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode ini banyak melibatkan siswa dan membuat mereka senang belajar. Metode pembelajaran ini juga memiliki nilai tambah, yaitu dapat menjamin partisipasi seluruh siswa dan memberi kesempatan dalam bekerja sama hingga berhasil, sehingga akan menimbulkan kesan. Pendapat lain mengatakan bahwa bermain peran (role play) adalah metode pembelajaran sebagai bagian simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang.(Wina Sanjaya, 2010:161).

Keterampilan berbicara melalui role playing ini disusun oleh guru dengan memberikan materi kepada peserta didik berupa skenario sederhana terkait dengan tema saat ini. Guru membuat skenario sederhana dengan tema suasana saat makan malam bersama keluarga. Orang tua sebagai pendamping di rumah mendapat arahan dari guru terkait dengan tujuan pembelajaran sehingga orang tua memahami hal apa saja yang nantinya di tulis sebagai laporan kepada guru. Kolaborasi guru dan orang tua diharapkan memperoleh hasil yang sesuai harapan.

SD 3 Purwosari terletak di kelurahan Purwosari Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Era New Normal saat ini diberlakukan dimana munculnya kehidupan baru. Hal ini merupakan dampak dari terjadinya wabah covid-19 yang sedang melanda dunia. Sebagai upaya untuk memutus mata rantai virus ini pemerintah mengambil kebijakan untuk memberlakukan belajar dari rumah (BDR) hal ini membawa dampak bagi peserta didik, orang tua dan guru. Orang tua dipaksa untuk memerankan guru menggantikan peran guru di sekolah. Secara kompetensi orang tua merasa tidak mampu. Orang tua menyadari betapa besar pengorbanan seorang guru dalam mendidik anaknya.

Guru dengan kompetensinya memilih strategi yang tepat untuk memberikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Keterampilan 9 berbicara kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia ini belum tercapai. Guru memilih strategi pembelajaran role play dengan tujuan dan harapan peserta didik lebih menyukainya karena seperti bermain.

Sebelum masa pandemi peserta didik telah mengenal strategi ini karena guru pernah menggunakan pada topik yang berbeda dan berhasil. Peserta didik lebih mudah memahami karena melakukannya dengan senang. Mengingat keberhasilan strategi ini maka pada saat peserta didik belajar di rumah, guru berupaya membuat skenario sederhana yang dibagikan kepada orang tua/wali peserta didik kelas IV.

Melalui strategi pembelajatran role play ini peserta didik kelas IV mampu mencapai perkembangan yang signifikan terkait dengan keterampilan berbicaranya. Anak melakukan secara alami dan enjoy merangkai kata-kata dengan baik dan benar tanpa ada paksaan dari orang tua. Anak terbiasa dan terlatih untuk mengungkapkan bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini membuktikan bahawa strategi pembelajaran role play mampu memberikan penjelasan dan pemahaman peserta didik dalam menyusun kalimat.

Komunikasi efektif terjalin dengan baik antara guru dan orang tua, kepedulian orang tua terhadap anaknya semakin baik ditanda rekaman suara dan video sebagai dasar dari penilaian sederhana yang dilakukan guru bersama orang tua sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan anak belajar dari rumah di era new normal.(*)

Baca Juga:
Vaksinasi Lansia di Tiga Kecamatan Masih Rendah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: