Saat Pandemi Menjadi Endemi

ILUSTRASI- Pandemi Covid-19. FOTO: PEXELS/Lingkar.co
ILUSTRASI- Pandemi Covid-19. FOTO: PEXELS/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia berperan penting dalam usaha mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Saat ini, dunia masih berada dalam situasi pandemi, yaitu suatu keadaan penularan virus Covid-19 yang terasa serempak pada berbagai belahan dunia.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat global berharap pandemi ini dapat mengecil skalanya, sehingga berganti menjadi endemi.

Meski nantinya Covid-19 berganti status menjadi endemi, bukan berarti virus ini serta merta hilang.

Sebagai penjelasan, terkait dengan penyebaran suatu virus termasuk di Covid-19, ada beberapa tingkatan penyebaran yang terjadi.

Endemi merupakan keadaan penyebaran virus terbatas pada daerah tertentu dalam jumlah dan frekuensi yang rendah, sehingga mereka yang tertular akan mendapatkan penanganan yang maksimal.

Png-20230831-120408-0000

Baca Juga:
Edy Sujatmiko Kembali Jabat Sekda Jepara, Bupati Cabut SK Pembebas Tugasan

STRATEGI PEMERINTAH

Sebagai bentuk kontribusi global dan perlindungan masyarakat Indonesia, pemerintah melakukan penguatan strategi di hulu yang berfokus pada strategi defensif dan ofensif.

Strategi tersebut, yakni peningkatan kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Kemudian, akselerasi vaksinasi dalam skala besar. Dan selanjutnya, peningkatan upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment).

“Yang harus digarisbawahi adalah, ketiga strategi tersebut harus dijalankan secara bersamaan,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam Keterangan Pers virtual melalui kanal YouTube Setpres, Selasa (31/8/2021).

Hal itu kata dia, sangat penting dan membutuhkan partisipasi aktif seluruh kelompok masyarakat.

Selain ketiga strategi tersebut, pemerintah dan masyarakat harus mulai mengantisipasi lonjakan kasus yang berpotensi terjadi pasa masa mendatang.

“Seperti dampak dari beberapa kegiatan spesifik seperti perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan libur panjang di bulan Desember,” ujar Wiku.

Keberhasilan dalam melaksanakan strategi penanganan Covid-19, serta kecakapan dalam mengantisipasi lonjakan kasus di Indonesia akan sangat besar pengaruhnya.

Tentunya kata dia, untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara produktif dan aman Covid-19.

“Upaya penanganan ini juga akan menjadi kontribusi kita dalam usaha menurunkan status penularan Covid-19 di dunia,” kata Wiku.

STRATEGI JANGKA PANJANG

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan ada tiga strategi yang harus terus dilakukan secara terus-menerus.

Ketiga strategi jangka panjang itu, yakni, deteksi, terapeutik, dan vaksinasi.

“Ketiga hal ini tidak bisa dijalankan sendiri, karena jika hanya satu dijalankan, maka kasus kita bisa kembali naik,” ujarnya, dalam konferensi virtual, Senin (30/8/2021) malam.

Salah satu yang Menkes Budi jelaskan, adalah terkait strategi peralihan pandemi Covid-19 menjadi endemi.

“Kita sedang siapkan hal ini, oleh karena itu kita perlu mempersiapkan dari hulunya, yaitu perubahan perilaku, deteksi dini, dan vaksinasi,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, kata Menkes Budi, harus secara bertahap dan terukur.

“Bantuan dari masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Indonesia melewati pandemi Covid-19,” jelasnya.

Tidak lupa, Menkes Budi, juga mengapresiasi kedisiplinan protokol kesehatan dari masyarakat Indonesia.

“Hal ini perlu terus untuk dipertahankan dan selalu menjaga kewaspadaan di sekitar lingkungan dengan protokol kesehatan yang baik,” ucapnya.

VARIAN DELTA

Selain itu, Menkes Budi juga mengatakan, hingga saat ini Varian Delta dari Covid-19 masih menjadi varian paling umum di dunia.

Bahkan, menyebabkan angka kematian paling cepat. Untuk itu, pemerintah mengharapkan kewaspadaan dari masyarakat.

“Walau begitu, Indonesia masih menjadi salah satu yang paling cepat dalam penyelesaian Varian Delta dari Covid-19,” kata Menkes Budi.

Terbukti kata dia, angka konfirmasi mingguan yang mencapai 12,89 persen (sedang). Dan posisi penyuntikan vaksin di Indonesia, berada peringkat ke-6 dunia.

“Kita termasuk yang cepat, tetapi kita tetap harus waspada,” ucap Menkes Budi.

“3T kita terus kencangkan, terapeutik berupa obat-obatan untuk Covid-19 juga kita kencangkan, dan vaksinasi kita perbanyak penyuntikannya bahkan hingga 100 juta sesuai arahan Presiden RI hingga akhir Agustus,” sambungnya.*

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *