Arsip Tag: Berita Kudus

MilkLife Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025 Perkuat Pembinaan Atlet

Lingkar.co – MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antarklub 2025 digelar selama 11 hari mulai tanggal 9 hingga 19 Desember idi Supersoccer Arena Rendeng, Kudus. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife berkolaborasi dengan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani).

Tercatat, ada sebanyak 1.360 atlet dari 116 klub panahan datang dari berbagai daerah di Indonesia guna menunjukkan kemampuan terbaik di tengah arena.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak menuturkan, penyelenggaraan Kejurnas Panahan Antarklub 2025 bertujuan guna memperkuat struktur kompetisi panahan di Indonesia. Diharapkan, melalui ajang yang didukung oleh Djarum Foundation dan MilkLife ini akan lahir talenta-talenta berkualitas dan kelak dapat membela Indonesia di kejuaraan internasional.

“MilkLife Archery Challenge Kejurnas Antarklub 2025 merupakan penyelenggaraan pertama dan menjadi salah satu bentuk inovasi dari PB Perpani yang menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi prestasi nasional. Di satu sisi, kompetisi ini juga untuk memperluas kesempatan atlet muda menguji kemampuan dan menambah jam terbang mereka dalam pertandingan level nasional. Sehingga, nantinya diharapkan dapat lahir talenta-talenta berkualitas yang bisa memperkuat Indonesia ketika melakoni kejuaraan internasional baik di level regional maupun dunia seperti Olimpiade,” katanya.

Terdapat empat divisi yang dipertandingkan yakni Nasional, Compound, Recurve, dan Barebow. Divisi Nasional terbagi dalam empat kelompok usia yakni U10, U13, U15, dan U18. Sedangkan divisi Compound dan Recurve terdiri dari empat kelompok usia (U-13, U15, U18, dan umum). Adapun Barebow memainkan kelas dengan batasan usia peserta rata rata di atas 30 tahun. Setiap divisi mempertandingkan nomor perorangan dan beregu baik putra dan putri serta nomor beregu campuran.

“Dengan banyaknya divisi dan kelompok usia ini, para atlet bertemu lawan sepadan sehingga kemampuan mereka dapat terukur dengan baik. Ke depannya, kami berupaya dapat rutin menyelenggarakan kejuaraan ini sehingga para atlet memiliki tujuan pasti ketika berlatih,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menuturkan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge – Kejurnas Antarklub selaras dengan upaya Djarum Foundation yang tengah memperkuat ekosistem panahan di level usia dini. Sejak tahun lalu, MilkLife Archery Challenge rutin digelar dua kali dalam setahun dengan memperlombakan divisi PVC dan Nasional yang ditujukan untuk meningkatkan minat menggeluti olahraga panahan.

“Jenjang pembinaan atlet panahan di berbagai lapisan usia kini terlihat jelas dengan adanya MilkLife Archery Challenge bagi usia dini, lalu Kejuaraan Panahan Junior dan Kejuaraan Panahan Antarklub sebagai jembatan menuju Seleksi Nasional hingga akhirnya bergabung dengan Pelatnas dan membela Indonesia di panggung dunia. Kami berharap, dengan mata rantai ekosistem dan piramida pembinaan yang kuat ini, para atlet panahan dapat semakin termotivasi untuk berlatih dan mendulang prestasi yang membuat Indonesia digdaya di cabang olahraga ini,” tuturnya.

Ia menyebut, dukungan Djarum Foundation terhadap olahraga panahan ini tak lepas dari potensi ukiran prestasi para atlet di level internasional. Indonesia pernah meraih medali perak dalam Olimpiade Seoul 1988 melalui tiga srikandi Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani. Paling anyar, atlet panahan Indonesia mendulang medali emas dalam SEA Games Thailand 2025 melalui nomor Recurve individual serta beregu putra dan putri. Di nomor Compound, atlet panahan Indonesia juga meraih emas di nomor individual dan beregu putri.

“Dengan catatan prestasi tersebut, kami yakin bila ekosistem pembinaan atlet panahan dapat dipupuk dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia dapat berjaya di level yang lebih tinggi lagi seperti Olimpiade,” ucapnya.

Sementara itu, dari arena pertandingan, pemanah muda asal DKI Jakarta, Galeno Rubyan Ashia yang bertanding di nomor Recurve U13 Perorangan Putra sukses meraih gelar juara. Di partai final, atlet dari Fast Kodamar ini mengungguli perlawanan hebat wakil Wibawa Mukti Archery, Ramdhani Khairul Anwar. Ia bertutur, kunci keberhasilannya di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025 tak lepas dar kedisiplinan dalam berlatih, konsistensi latihan, serta doa yang selalu dipanjatkan.

“Rasanya senang banget, lega bisa jadi juara di MilkLife Archery Challenge – Kejurnas Antarklub 2025. Kunci keberhasilan saya bisa menjadi juara adalah disiplin dalam berlatih sama terus berdoa. Kesuksesan ini saya persembahkan buat ayah sama bunda. Ayah sudah banyak mendukung, terus bunda juga sabar mendampingi saya setiap berlatih dan bertanding. Target terdekat saya sekarang masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), tapi mimpi besarnya Insyaallah bisa sampai tampil di Olimpiade. Saya ingin terus menjadi juara di banyak kejuaraan, makanya harus latihan terus dan fokus jadi atlet panahan,” katanya. (*)

Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan, Pemkab Kudus Salurkan Bantuan Alsintan

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), serta Brigade Alsintan. Penyerahan bantuan berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (16/12/2025), dan diserahkan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Bupati Sam’ani berharap alsintan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antar kelompok tani agar bantuan yang ada benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

“Semoga dengan alsintan ini membawa manfaat, manfaatkan sebaik-baiknya, jaga kekompakan antar kelompok tani,” ujarnya.

Selain itu, Sam’ani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pendampingan petani, khususnya para penyuluh pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk para penyuluh pertanian yang telah mengedukasi dan membimbing petani kita menjadi semakin berdaya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, Kabupaten Kudus harus ikut ambil bagian dalam upaya besar tersebut.

“Kita bersama-sama berikan dukungan kepada petani supaya Indonesia bisa swasembada pangan, dan Kabupaten Kudus harus bisa berkontribusi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo menjelaskan, bantuan alsintan yang disalurkan berasal dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Dari pusat ada traktor roda dua 9 unit, pompa air tiga inchi 2 unit, hand sprayer 5 unit, combine harvester besar 1 unit, traktor crawler 7 unit, dan traktor roda empat 14 unit. Sedang dari pemkab ada traktor roda dua 3 unit, traktor perahu 1 unit, pompa air tiga inchi 2 unit, combine harvester besar 2 unit, dan alat produksi gula tebu 1 paket,” jelasnya.

Dengan dukungan alsintan tersebut, pihaknya berharap produktivitas pertanian terus meningkat, kesejahteraan petani semakin terangkat, serta kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional semakin nyata. (*)

Bupati Kudus Terima Audiensi Koran Lingkar, Bahas Kemitraan Media dan Pemerintah

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menerima kunjungan audiensi jajaran Koran Lingkar di Pendapa Kabupaten Kudus pada Selasa (9/12/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang diskusi terbuka mengenai penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan media massa dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan transparansi informasi publik.

Audiensi dipimpin Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, didampingi sejumlah pejabat terkait. Dari Koran Lingkar hadir Direktur Henny Susilowati beserta tim keuangan.

Selama sekitar satu jam, kedua pihak membahas peran media dalam mengawal kebijakan pemerintah dan memperkuat kualitas informasi kepada masyarakat.

Direktur Koran Lingkar, Henny Susilowati, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bentuk komitmen memperkuat kolaborasi.

“Media memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan berita yang informatif, kredibel, dan berpihak pada kepentingan publik. Kami ingin terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menjaga kualitas informasi serta mendukung program-program yang berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Henny menambahkan bahwa Koran Lingkar dan portal Lingkar.news siap memperluas edukasi publik melalui pemberitaan konstruktif dan literasi tangkal hoaks. Kehadiran Koran Lingkar di DKI Jakarta, lanjutnya, diharapkan semakin memperluas jangkauan informasi.

Selain itu, Ia juga berharap adanya keselarasan visi antara media dan pemerintah untuk menciptakan ruang komunikasi yang sehat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Koran Lingkar. Sinergi semacam ini perlu terus dijaga agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan tidak menimbulkan misinterpretasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Media adalah jembatan komunikasi yang sangat penting,” ungkapnya.

Sam’ani memastikan Pemkab Kudus siap memberikan data dan informasi yang dibutuhkan media selama sesuai ketentuan. Ia berharap pemberitaan dapat menjadi kontrol sosial sekaligus motivasi bagi perangkat daerah untuk bekerja lebih optimal.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama jangka panjang, mulai dari peningkatan literasi publik, publikasi program prioritas daerah, hingga dukungan media terhadap agenda pembangunan strategis.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan Koran Lingkar dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi positif.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin mempererat hubungan baik antara pemerintah dan media demi kemajuan Kabupaten Kudus,” tandas Henny. (*)

PAUD di Kudus Tingkatkan Aktivitas Fisik, Bantu Perkuat Karakter Anak di Masa Depan

Lingkar.co – Kegiatan PAUD Cerdas Bergerak kembali diadakan di Kabupaten Kudus untuk kedua kalinya. Agenda tersebut berlangsung mulai tanggal 5 – 7 Desember 2025 di GOR Djarum Arena, Kaliputu Kudus.

Ribuan anak dan orang tua dari 15 satuan PAUD di Kabupaten Kudus berkolaborasi membangun budaya gerak aktif sejak usia dini. Tujuan peningkatan aktivitas fisik itu sendiri yakni untuk memperkuat karakter anak di masa depan.

Melalui kegiatan PAUD Cerdas Bergerak ini setiap sekolah, guru, orang tua, dan seluruh mitra program diajak untuk melihat dan mencoba langsung beragam kegiatan fisik motorik yang sederhana namun menyenangkan bagi anak. Selain itu, peserta juga dapat melihat bagaimana program stimulasi fisik motorik ini diterapkan di masing-masing sekolah.

Diketahui, berbagai laporan nasional menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia yang berusia di atas 10 tahun kurang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini diperkuat oleh survei Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) di Kabupaten Kudus yang menemukan bahwa 55 persen remaja usia 15 tahun hanya berolahraga sekali seminggu atau bahkan tidak sama sekali. Ini merupakan hasil tertinggi dibandingakan dengan 14 kota global lainnya yang disurvei. 

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus ikut mendukung kegiatan PAUD Cerdas Bergerak tersebut. Bunda PAUD, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa aktivitas fisik yang cukup dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan baik.

“Selain belajar bersama guru di sekolah, stimulasi fisik motorik juga salah satu wujud nyata cinta dan perhatian kita untuk anak-anak. Para ibu dan bapak juga harus menjadi lini terdepan dalam membantu tumbuh kembang anak, agar di masa yang akan datang anak-anak kita bisa menjadi generasi yang unggul, tangguh, mandiri, dan membawa kebiasaan baik ini hingga dewasa nanti,” katanya saat menghadiri PAUD Cerdas Bergerak, Jumat (5/12/2025).

Kemudian, Bakti Pendidikan Djarum Foundation pun ikut mendukung budaya gerak aktif dengan meluncurkan program Penguatan Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia Dini pada 2024. Program tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya gerak melalui pelatihan, pendampingan, integrasi aktivitas fisik dalam rutinitas sekolah, serta kelas parenting.

“Berdasarkan hasil penelitian, anak yang aktif mengembangkan keterampilan fisik dan motoriknya memiliki fondasi kuat untuk belajar dan tumbuh optimal. Kami ingin memastikan intervensi sejak usia dini dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini untuk mendukung visi kita dalam membentuk anak yang cerdas secara intelektual, emosional serta fisik hingga nanti mereka mampu bersaing di masa yang akan datang,” ujar Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio.

Intervensi dilakukan pertama kali di tahun 2024 dengan menyasar lima PAUD. Sementara di tahun 2025 program diperluas dengan melibatkan 10 PAUD yang mulai didampingi sejak akhir Juni hingga awal Desember 2025.

Sehingga, total sudah ada sekira 1.942 peserta didik dari 15 PAUD di Kabupaten Kudus yang mengikuti program Penguatan Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia Dini.

Dari perjalanan dua tahun ini, hasil signifikan terlihat bahwa kapasitas guru meningkat, partisipasi harian anak dalam aktivitas fisik bertambah, durasi bergerak naik dari rata-rata 1-2 jam menjadi minimal 3-4 jam per minggu.

Dengan aktif bergerak, kemampuan fisik anak-anak pun perlahan meningkat, dari rata-rata sangat rendah menjadi sedang. Selain itu, kemampuan fisik juga meningkatkan kemampuan fokus belajar, kepercayaan diri dan mengasah kemampuan bekerja dalam tim.

“Sejak mengikuti program ini, anak saya terlihat jauh lebih aktif, keseimbangan badannya pun lebih baik, dan dia lebih leluasa saat bermain bersama teman-temannya. Saya rasa ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak,” ujar Andreas Tri Budi, salah satu orang tua siswa. 

“Selain kebutuhan gizi yang harus terpenuhi, anak-anak juga harus dikenalkan untuk kegiatan fisik dan motorik, maka dari itu kami sangat menyambut baik program ini. Semoga program ini bisa terus berkembang dan dapat diterapkan juga di sekolah-sekolah PAUD lainnya,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana.

Bakti Pendidikan Djarum Foundation mengungkapkan bahwa Program Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia Dini tidak hanya menjadi intervensi jangka pendek, namun akan menjadi gerakan berkelanjutan yang meningkatkan kualitas kesehatan dan pembelajaran, khususnya di Kabupaten Kudus. (*)

Upacara HUT ke-54 KORPRI di Kudus, Serukan Penguatan Layanan Publik

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI Tahun 2025 di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (1/12/2025). Upacara yang mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju” ini dipimpin langsung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus membacakan sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Dalam naskah tersebut ditegaskan bahwa KORPRI memiliki peran penting sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak birokrasi yang profesional, berintegritas, dan bebas dari kepentingan politik. Selain itu, ASN dituntut adaptif terhadap transformasi digital dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas.

“Tema peringatan HUT ke-54 ini mencerminkan komitmen besar ASN untuk menjaga persatuan, menguatkan solidaritas, serta meningkatkan kompetensi agar menjadi fondasi birokrasi yang profesional dan berdaya saing. KORPRI harus tetap menjadi kekuatan moral yang menuntun bangsa menuju Indonesia Maju,” demikian amanat yang dibacakan Bupati.

Delapan tekad kesiapsiagaan KORPRI juga turut ditekankan. Mulai dari memperkuat soliditas korps, menjaga netralitas, meningkatkan profesionalisme, mendorong transformasi digital, hingga memastikan penyelenggaraan APBN dan APBD berjalan efektif untuk mewujudkan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Bupati Kudus menambahkan bahwa nilai-nilai yang ditekankan dalam peringatan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh ASN di Kabupaten Kudus untuk memperkuat kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berpesan momentum HUT ke-54 KORPRI ini semakin memantapkan komitmen ASN di Kabupaten Kudus dalam memberikan pelayanan terbaik. Integritas, profesionalisme, dan loyalitas adalah kunci untuk menghadirkan birokrasi yang responsif dan dipercaya masyarakat,” ujar Bupati.

Pihaknya menegaskan komitmen Pemkab Kudus untuk terus mendukung pengembangan kompetensi ASN melalui peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, serta pembinaan etika dan disiplin kerja.

“Dengan semangat bersatu dan berdaulat, kami mengajak seluruh anggota KORPRI di Kudus untuk terus meningkatkan kualitas kinerja menuju Indonesia Maju 2045. KORPRI harus menjadi teladan bagi masyarakat dan tetap setia mengabdi hingga akhir,” imbuhnya. (*)

2.188 Atlet Muda Kudus Ikuti MilkLife Athletics Challenge Seri 2

Lingkar.co – MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 kembali digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife menggandeng Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus. Ajang kompetisi tersebut berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus sejak Rabu (26/11) hingga Sabtu (29/11).

Antusiasme para atlet muda terhadap cabang olahraga atletik saat ini pun mengalami peningkatan. Pasalnya, MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 ini diikuti oleh 2.188 murid dari 184 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kudus dan sekitarnya.

Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan pada seri pertama yang diikuti sekitar 1.200 atlet.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan gerak dasar atletik sejak usia dini. Selain melatih fisik dan teknik, ajang ini diharapkan mampu membangun karakter positif para peserta seperti percaya diri, sportivitas, tanggung jawab serta kejujuran. Hal ini juga merupakan salah satu upaya menjaga mata rantai regenerasi atlet cabang olahraga atletik yang akan mendulang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami merancang perlombaan MilkLife Athletics Challenge agar para siswa di berbagai tingkat pendidikan bisa merasakan kegembiraan berkompetisi di cabang olahraga atletik. Apalagi, atletik merupakan mother of sport yang mudah untuk dilatih dan dipelajari. Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi para siswa yang nantinya bisa lebih mendalami dan mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa mendatang. Kami berharap sekolah dan orang tua terus memberikan dukungan kepada calon-calon atlet harapan bangsa ini untuk terus mengasah talentanya,” ucapnya.

Berbeda dengan penyelenggaraan seri sebelumnya pada bulan Juni lalu, ada penambahan satu Kategori Usia (KU) dan tujuh nomor perlombaan pada MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025. Kini terdapat 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18) serta 22 nomor yang dilombakan, yakni lari 60 meter, lari 80 meter, lari 100 meter, lari 400 meter, lari 1.000 meter, lari 1.500 meter, lari 3.000 meter, lari estafet 5 x 80 meter, lari estafet 8 x 50 meter mixed, lari estafet 4 x 100 meter, lari estafet 4 x 400 meter mixed, jalan cepat 2.000 meter, jalan cepat 3.000 meter, beregu Kanga’s Escape, beregu Formula 1, Frog Jump, Turbo Throw, tolak peluru, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram dan lompat jangkit.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, Noor Akhmad menyampaikan perlombaan atletik ini menjadi salah satu langkah strategis dalam proses regenerasi dan pembinaan atlet sejak usia dini. Menurut Noor, upaya pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan ini membuktikan bahwa Kudus mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta, termasuk tampil di ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA. Kami mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife sudah membantu memunculkan bibit-bibit potensial untuk bisa dibina lebih lanjut,” paparnya.

Pada gelaran MilkLife Athletics Challenge Seri 2, turut hadir Perwakilan PASI Jawa Tengah Firdaus yang mendukung proses pembinaan atlet usia dini di Kudus.

“Kami turnamen ini menjadi harapan baru munculnya generasi atletik yang unggul dan nantinya membawa nama Kudus ke level yang lebih tinggi,” kata Firdaus. (*)

Peringati HGN 2025, Bupati Kudus Tekankan Peran Strategis Guru

Lingkar.co – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai agen pembelajaran dan peradaban yang membentuk karakter, nalar kritis, dan akhlak mulia generasi muda. Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (25/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para guru sebagai garda terdepan peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Melalui penyampaian amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, pemerintah menegaskan komitmen untuk meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan kesejahteraan guru.

Sejumlah program, katanya, telah dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidik, mulai dari perluasan beasiswa peningkatan kualifikasi akademik, pelatihan kompetensi profesional, hingga kebijakan pengurangan beban administratif agar guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran.

“Para guru telah menjaga marwah pendidikan dan menjadi teladan bagi generasi penerus. Pemkab Kudus berkomitmen memperkuat dukungan bagi pendidik agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus juga menerima Penghargaan Literasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan peran aktifnya dalam menginisiasi program literasi serta inklusi keuangan sejak dini, yang mendorong budaya cerdas finansial bagi generasi muda.

Dukungan terhadap kemajuan pendidikan di Kudus juga disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa.

“Kemajuan pendidikan di Kudus luar biasa dan selalu menjadi role model bagi daerah lain. Selamat dan sukses bagi seluruh insan pendidikan yang telah bekerja keras memberikan yang terbaik,” ungkapnya. (*)

Antusias Meningkat, 863 Atlet Muda Panahan Ikuti Milklife Archery Challenge Seri 2 2025

Lingkar co – Setelah sukses dalam gelaran seri pertama di bulan Mei lalu, MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Rabu-Sabtu (12-15/11/2025).

Turnamen yang didukung Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini berhasil menjadi magnet bagi 863 atlet muda panahan. Jumlah ini melonjak hingga lebih dari lima puluh persen dibandingkan seri perdana di Kudus yang diikuti 428 atlet panahan.

Peserta di ajang seri 2 ini berasal dari 25 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 151 Sekolah Dasar (SD), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.

Selain itu terdapat penambahan satu kategori dalam seri kedua ini, yakni Nasional (standar bow) KU 15 putra dan putri. Sementara empat kategori lainnya yang turut dipertandingkan adalah Nasional KU 12, Nasional KU 10, PVC KU 12, dan PVC KU 10, baik putra maupun putri.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya MilkLife Archery Challenge Seri 2 di Kabupaten Kudus. Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya menjadi wadah kompetisi, namun juga ruang pembelajaran dan penguatan karakter bagi para atlet muda yang sedang menapaki jalan prestasi. Ia juga menilai bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk Djarum Foundation, memberikan dorongan berarti bagi perkembangan olahraga panahan di daerah.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama Djarum Foundation yang telah mengadakan acara ini sebagai ajang bagi anak-anak kita untuk berkompetisi dan melatih diri, baik dalam rangka menjadi pelatih maupun atlet di masa depan. Pemerintah Kabupaten Kudus akan selalu mendukung proses pembinaan agar mereka menjadi atlet dengan kemampuan yang dapat dibanggakan dan bersaing di ajang nasional maupun internasional,” tuturnya.

Seiring dengan itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan di seri kedua ini mengalami peningkatan signifikan dari sisi jumlah peserta. Kenaikan ini, menurutnya, merupakan bukti nyata bahwa minat serta antusiasme para atlet panahan muda di Indonesia terus tumbuh dan berkembang dengan sangat positif.

Oleh karena itu, keberlanjutan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge menjadi wujud komitmen konkret dalam memperkuat ekosistem olahraga panahan nasional, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, hingga penciptaan ruang tumbuh bagi para talenta berbakat.

“Kenaikkan jumlah peserta ini sangat bagus karena melampaui ekspektasi hingga lebih dari delapan ratus orang. Selain kuantitas, kami ingin menjaga kualitasnya juga. Kami ingin menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai panggung kompetisi, tetapi sebagai wadah penting dari proses panjang regenerasi atlet panahan nasional. Melalui kesempatan bertanding yang terstruktur dan berkesinambungan, kami berharap dapat memajukan cabang olahraga ini, khususnya di Kudus dan Jawa Tengah sehingga nantinya para atlet dapat bersaing dengan atlet dari kota-kota besar seperti Semarang, Solo dan Yogyakarta,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini memberikan kesempatan luas bagi atlet dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi.

“Dengan sistem yang terbuka dan pembinaan yang konsisten, olahraga panahan bisa tumbuh, disukai dan menjadi olahraga populer di kalangan anak muda.” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak turut hadir sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap perkembangan olahraga panahan nasional. Ia menilai ajang ini menjadi salah satu barometer penting untuk melihat pertumbuhan jumlah peserta sekaligus kualitas para atlet muda, sehingga memberikan dampak positif bagi ekosistem panahan Indonesia.

“Kami sangat mendukung event-event yang diselenggarakan oleh MikLife dan Djarum Foundation ini, karena jumlah peserta terus bertambah. Tidak hanya dari Kudus dan sekitarnya, tetapi juga sudah ada dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Selain itu, kualitas para atlet muda juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan, dapat dilihat dari adanya lonjakan skor dan kemampuan teknis dari tahun ke tahun,” jelasnya. (*)

Meriah, PON Bela Diri Kudus 2025 Resmi Dimulai

Lingkar.co – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 resmi dibuka di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (11/10/2025). Seremoni pembukaan pesta olahraga yang baru pertama kali digelar ini pun digelar meriah.

Acara seremoni pembukaan berlangsung di dua lokasi di Kota Kudus, yaitu Djarum Arena Kaliputu dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Rangkaian diawali upacara pembukaan yang dihadiri oleh Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Deputi II Kemenpora Bidang Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta.

Seremoni pembukaan yang khidmat di Djarum Arena kemudian menjadi megah dan meriah melalui pertunjukan silat memukau dari Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Dua pesilat internasional yang juga dikenal berkiprah di industri film Hollywood itu, menampilkan perpaduan antara keindahan gerak, ketangkasan, serta filosofi mendalam dari seni bela diri silat, yang memukau penonton di arena.

Acara berikutnya yakni dilakukan penyerahan bendera PON Bela Diri Kudus 2025. Selanjutnya dilakukan defile selebrasi opening ceremony dengan berjalan kaki dari Djarum Arena Kaliputu menuju Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang diikuti jajaran tamu undangan dan perwakilan atlet yang akan bertanding.

Setibanya di alun-alun, para atlet langsung disambut dengan Tari Kretek. Setelah itu, suguhan aksi bela diri, yang menjadi salah satu pertunjukan yang dinanti-nanti masyarakat Kota Kudus, turut dihadirkan dalam rangkaian seremoni pembukaan ajang multi-event ini.

Ribuan warga Kudus dengan antusias memadati pusat kota untuk menyaksikan rangkaian hiburan dan pertunjukan bela diri yang memukau. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan kembang api, sementara lantunan pertunjukan musik menggema di Alun-alun Simpang Tujuh, menutup rangkaian pembukaan PON Bela Diri Kudus 2025 dengan penuh kemeriahan.

Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025 Ryan Gozali menyambut dan memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh kontingen yang mencapai sekitar 2.645 atlet. Mereka yang datang ke Kota Kudus dari berbagai kota di Tanah Air mewakili 38 KONI Provinsi tersebut, bertanding memperebutkan predikat juara dan medali dalam sepuluh cabang olahraga (cabor) bela diri murni yang dipertandingkan, yaitu Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo.

“Sebagai tuan rumah PON Bela Diri yang perdana dan bersejarah, kami merancang pesta pembukaan ini dengan berbagai konsep dan pertunjukan istimewa. Tujuannya bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi juga menjadi sumber motivasi dan pemantik semangat bagi para atlet untuk menampilkan performa terbaik mereka di arena PON Bela Diri Kudus 2025,” jelasnya.

Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan, penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 memiliki sejumlah tujuan strategis, satu di antaranya adalah sebagai wadah kompetisi bagi cabor bela diri non-Olimpiade yang tidak lagi dipertandingkan pada PON reguler mulai 2028. Selain itu, ajang dua tahunan ini dirancang untuk menjaga kontinuitas kompetisi para atlet bela diri di Tanah Air. Lebih dari sekadar olahraga, PON Bela Diri Kudus juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan sports tourism, dengan memadukan semangat olahraga bersama kekayaan budaya dan tradisi lokal.

“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menyukseskan PON Bela Diri perdana ini, baik dari unsur pemerintah hingga swasta dan sponsor,” katanya.

“Dengan semangat sportivitas, profesionalisme, dan kebersamaan, kami berharap PON Bela Diri Kudus 2025 tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kehadiran ajang multi-event nasional ini juga kami harapkan dapat memberikan efek domino bagi promosi daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar,” Marciano, menambahkan.

Djarum Arena Kaliputu, Kudus, menjadi pusat pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025, 12–26 Oktober. Kompleks pertandingan ini dibagi menjadi empat area, dengan Djarum Arena 1 dan Djarum Arena 4 difungsikan sebagai tempat pemanasan dan latihan para atlet. Sementara itu, Djarum Arena 2 dan Djarum Arena 3 menjadi lokasi utama pertandingan, yang dibuka dengan cabor Taekwondo dan Judo, Minggu (12/10), dan dilanjutkan dengan Gulat pada Senin (13/10). (*)

Proyek Arpusda Kudus Dikawal Kejaksaan dan Kepolisian

Lingkar.co – Proyek pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) di Kompleks Balai Jagong Kudus dimulai pada Rabu (9/7/2025). Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sam’ani menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan.

“Hari ini kita mulai peletakan batu pertama. Kami ingin setiap pembangunan di Kabupaten Kudus wajib dikawal oleh Kejaksaan maupun Kepolisian. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penyerahan akhir proyek,” ujarnya.

Menurutnya, pengawalan ini krusial agar pekerjaan sesuai spesifikasi, tidak terjadi pelanggaran, dan potensi kesalahan dapat terdeteksi dini.

Gedung Arpusda ditargetkan rampung dalam empat bulan. “Target pembangunan Arpusda selesai dalam empat bulan dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan literasi,” kata Bupati.

Ia optimis gedung ini akan meningkatkan indeks literasi digital hingga 75 persen, sekaligus menjadi fondasi awal bagi pelayanan literasi yang lebih luas dan adaptif.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Henriyadi W Putro, menyatakan dukungannya. “Kejaksaan siap mengawal mulai dari proses awal hingga akhir. Kami juga telah berkoordinasi dengan Inspektorat dan Dinas PUPR agar hasil pembangunan sesuai harapan dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan ini didanai hibah Rp10,65 miliar dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025. Bantuan ini sebelumnya diserahkan simbolis oleh Kepala Perpusnas RI, Aminuddin Aziz, pada 30 November 2024.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Arpus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, menjelaskan bahwa gedung Arpusda akan menjadi pusat literasi modern yang inklusif, dilengkapi fasilitas seperti front office, ruang perkantoran, ruang baca, dan ruang teater. Koleksi buku akan dilengkapi bertahap, dan ke depan akan dibutuhkan penambahan sumber daya manusia serta sarana prasarana.

Diharapkan, gedung Arpusda ini dapat mendorong peningkatan minat baca dan budaya literasi masyarakat Kudus. (*)