Arsip Tag: Harda Kiswaya

Resmikan Jembatan Jatra Winongo, Harda Kiswaya Ingatkan Infrastruktur Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi

Lingkar.co – Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengingatkan, infrastruktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Tanpa konektivitas yang baik, tidak akan ada distribusi yang efisien.

Oleh karena itu, pihaknya memandang penting kualitas jembatan Jatra Winongo yang menghubungkan Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran di wilayah Kalurahan Sinduadi Mlati, Sleman Yogyakarta.

“Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perencana, pelaksana, hingga dukungan masyarakat. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong, pembangunan seperti ini tidak akan dapat terwujud dengan baik,” katanya, Senin (20/4/2026).

Dengan adanya perbaikan jembatan Jatra Winongo, Harda berharap dapat memberikan dampak nyata dalam memperkuat konektivitas antar wilayah hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sinduadi.

“Kita ingin akses menjadi lebih mudah, waktu tempuh menjadi lebih efisien, biaya logistik dapat ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” tuturnya.

Senada, Lurah Sinduadi, Senen Hariyanto dalam laporannya menuturkan, pembangunan jembatan Jatra Winongo bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dua wilayah, yaitu Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran, mempermudah mobilitas barang dan jasa yang ada di wilayah Kalurahan Sinduadi, dan meningkatkan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Terlebih, kata dia, pembangunan jembatan tersebut didasari pada urgensi, dimana kondisi jembatan sebelumnya dalam kondisi rusak parah, menghambat dan membahayakan aktivitas masyarakat yang melintas.

Proyek pembangunan jembatan ini berlangsung selama dua tahap yaitu tahun 2025 dan 2026 dengan menghabiskan anggaran Rp1.6 miliar, berasal dari dana APBkal 2025-2026.

“Untuk tahun 2025 meliputi perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED), kemudian pengawasan teknis, dan pelaksanaan konstruksi tahap satu berupa pondasi tumpuan jembatan sampai dengan gelagar lantai,” ungkapnya.

Kemudian untuk tahap kedua meliputi akses jembatan untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan diharapkan kendaraan roda empat (mobil kecil) dapat lewat, dikecualikan kendaraan truk. (*)

144 CPNS Terima SK Pengangkatan PNS, 121 Orang di Posisi Jabatan Fungsional Pemkab Sleman

Lingkar.co – Sebanyak 144 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Sleman menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 121 orang menerima SK jabatan fungsional.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para PNS yang telah menerima SK pengangkatan tersebut.

Ia berpesan agar momentum ini dapat dijadikan pijakan untuk menguatkan kembali komitmen guna mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Silahkan manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan mengabdi di Kabupaten Sleman ini. Pelayanan yang baik yang bisa kita berikan kepada masyarakat itu nilainya lebih berharga dari apa pun,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Lebih lanjut Harda berharap dengan status baru ini, para penerima SK mampu mengemban tanggung jawab yang lebih besar serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, integritas dan netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara. PNS Pemkab Sleman juga diharapkan dapat menjaga perilaku dan norma-norma yang berlaku guna menjaga kepercayaan masyarakat. (*)

RSUD Prambanan Dapat Ambulans dari CSR, Diharapkan Tekan Angka Kematian Ibu

Lingkar.co – RSUD Prambanan mendapatkan bantuan berupa ambulans dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Aula Pertemuan RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/1/2026).

Direktur Utama (Dirut) Bank BPD DIY Santoso Rohmad menyerah bantuan secara simbolis kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya didampingi Direktur RSUD Prambanan beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Dirut Bank BPD DIY menyampaikan bahwa penyerahan bantuan tersebut merupakan komitmen BPD dalam memberikan manfaat kepada masyarakat melalui peningkatan layanan kesehatan.

“Ini (bantuan ambulans) bentuk komitmen kamu dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui fasilitas layanan kesehatan yang bersinergi dengan RSUD Prambanan,” jelasnya.

Ia berharap bantuan fasilitas layanan kesehatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya yang dapat dijangkau oleh layanan RSUD Prambanan.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut langkah BPD DIY ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan korporasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.

“Bantuan ini bukan sekadar bentuk kontribusi materi, namun juga cerminan kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan dan akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat di wilayah Sleman,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai merupakan salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, Harda menilai bantuan ambulans tentunya sarana yang sangat esensial dalam peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat karena berperan dalam mendukung mobilitas bagi tenaga medis ketika keadaan darurat, mobilisasi pasien dari satu fasilitas layanan kesehatan ke layanan lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran RSUD Prambanan yang terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya.

Dalam pemanfaatannya, Direktur RSUD Prambanan Ratih Susila menuturkan bahwa ambulans tersebut akan digunakan untuk pelayanan Jempol PINK yaitu jemput bola layanan prioritas pelayanan ibu, dan neonatus komprehensif, mendukung menaikkan derajat kesehatan dengan menekan angka kematian Ibu. (*)