Arsip Tag: Infrastruktur Jembatan

Pembangunan Jembatan di Polonia Medan Tunggu Persetujuan PT KAI

Lingkar.co – Pembangunan jembatan yang melintasi Gang Damai Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan menunggu persetujuan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferry Ichsan, mengungkapkan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, telah mengirimkan surat resmi memohon pinjam pakai lahan dan aset di lokasi jembatan roboh di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia.

Menurut dia, surat Wali Kota menjadi titik awal penting dalam proses pembangunan kembali jembatan yang sebelumnya merupakan jalur rel kereta api.

“Pak Wali sudah menandatangani langsung surat ke PT KAI untuk memohon pinjam pakai lahan dan aset. Ini langkah penting agar pembangunan jembatan penyeberangan bagi masyarakat bisa segera direalisasikan,” ujar Ferry, Rabu (22/4/2026).

Ia melanjutkan, setelah surat tersebut dikirimkan, Pemkot Medan akan segera menindaklanjuti dengan rapat koordinasi teknis bersama instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Koordinasi ini, kata dia, bertujuan untuk mengonfirmasi perkembangan pengajuan izin yang ditujukan kepada PT KAI sekaligus mematangkan langkah lanjutan.

Ferry bilang, Pemkot Medan sangat berharap pihak PT KAI dapat memberikan persetujuan atas permohonan tersebut, mengingat jembatan itu merupakan akses penting warga setiap hari, terutama pelajar

Sembari menunggu izin prinsip, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) juga mulai menyiapkan tahapan teknis. Salah satunya dengan melakukan penilaian terhadap kondisi struktur fondasi jembatan yang ada saat ini.

“Hasil penilaian itu nantinya menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis, yang juga akan digunakan untuk pengajuan rekomendasi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera II,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai diperlukan karena lokasi jembatan berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga pembangunan harus memenuhi aspek teknis dan keselamatan.Selain itu, dukungan juga datang dari unsur TNI.

Dalam peninjauan lapangan sebelumnya, pihak Kodim menawarkan bantuan pembangunan jembatan menggunakan konstruksi yang pernah diterapkan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

Sebagai informasi, jembatan eks perlintasan kereta api peninggalan era kolonial tersebut roboh akibat banjir dan sempat memutus akses penting antarwilayah.

Saat itu, Wali Kota Medan telah meninjau langsung lokasi dan menegaskan komitmen untuk segera membangun kembali jembatan dengan desain yang lebih aman dan modern.

“Yang paling utama saat ini persetujuan dari PT KAI. Kalau itu sudah ada, kita bisa langsung bergerak,” pungkasnya. (*)

Resmikan Jembatan Jatra Winongo, Harda Kiswaya Ingatkan Infrastruktur Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi

Lingkar.co – Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengingatkan, infrastruktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Tanpa konektivitas yang baik, tidak akan ada distribusi yang efisien.

Oleh karena itu, pihaknya memandang penting kualitas jembatan Jatra Winongo yang menghubungkan Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran di wilayah Kalurahan Sinduadi Mlati, Sleman Yogyakarta.

“Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perencana, pelaksana, hingga dukungan masyarakat. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong, pembangunan seperti ini tidak akan dapat terwujud dengan baik,” katanya, Senin (20/4/2026).

Dengan adanya perbaikan jembatan Jatra Winongo, Harda berharap dapat memberikan dampak nyata dalam memperkuat konektivitas antar wilayah hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sinduadi.

“Kita ingin akses menjadi lebih mudah, waktu tempuh menjadi lebih efisien, biaya logistik dapat ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” tuturnya.

Senada, Lurah Sinduadi, Senen Hariyanto dalam laporannya menuturkan, pembangunan jembatan Jatra Winongo bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dua wilayah, yaitu Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran, mempermudah mobilitas barang dan jasa yang ada di wilayah Kalurahan Sinduadi, dan meningkatkan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Terlebih, kata dia, pembangunan jembatan tersebut didasari pada urgensi, dimana kondisi jembatan sebelumnya dalam kondisi rusak parah, menghambat dan membahayakan aktivitas masyarakat yang melintas.

Proyek pembangunan jembatan ini berlangsung selama dua tahap yaitu tahun 2025 dan 2026 dengan menghabiskan anggaran Rp1.6 miliar, berasal dari dana APBkal 2025-2026.

“Untuk tahun 2025 meliputi perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED), kemudian pengawasan teknis, dan pelaksanaan konstruksi tahap satu berupa pondasi tumpuan jembatan sampai dengan gelagar lantai,” ungkapnya.

Kemudian untuk tahap kedua meliputi akses jembatan untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan diharapkan kendaraan roda empat (mobil kecil) dapat lewat, dikecualikan kendaraan truk. (*)

Proyek Pembangunan Jembatan Kalibelo Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.

Kepala DPUPR Batang Endro Suryono mengatakan, proses lelang sebenarnya telah dilakukan pada Januari 2026. Namun, hasil evaluasi menunjukkan tidak ada peserta yang lolos secara administrasi, teknis, maupun kualifikasi.

“Sudah dilakukan lelang pada Januari, tetapi tidak ada penyedia yang memenuhi syarat. Sehingga kami lanjutkan dengan proses tender ulang,” katanya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini proses tender ulang telah melalui tahapan review dari Inspektorat serta bagian hukum.

Pemerintah daerah menargetkan pengumuman tender dapat dilakukan dalam waktu dekat, dengan harapan penetapan pemenang dan penandatanganan kontrak dapat terealisasi pada pertengahan hingga akhir April 2026.

“Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik jembatan diperkirakan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun, yakni sekitar Juni hingga Oktober 2026. Target kami sebelum November 2026 pembangunan sudah selesai,” jelasnya.

Ia membeberkan, alokasi anggaran, proyek pembangunan Jembatan Kalibelo sebesar Rp8,9 miliar. Jembatan ini dirancang memiliki panjang sekitar 40 meter dengan lebar kurang lebih 9 meter.

Endro menambahkan, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kabupaten Batang.

“Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Wabup Blora Sebut Jalan Mantap Meningkat Jadi 69,51 Persen

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyoini, menyebut pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp301 miliar, dengan kondisi jalan mantap meningkat menjadi 69,51 persen.

Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini itu menyampaikan bahwa Bupati Blora, Arief Rohman, tidak dapat hadir karena melaksanakan Salat Idulfitri di kampung halamannya di Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.

Selain sektor infrastruktur, Budhe Rini juga memaparkan capaian lain, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen pada 2024 menjadi 10,58 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora juga tercatat meningkat menjadi 5,34 persen pada tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai waktu untuk kembali ke fitrah, memperkuat empati, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Idulfitri hadir sebagai pengingat bagi kita semua untuk kembali mengasah nurani, meningkatkan empati, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunnur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Budhe Rini juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik guna memperbarui data kependudukan, khususnya status pekerjaan dalam KTP agar sesuai dengan kondisi riil.

“Khususnya status pekerjaan mohon untuk disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Ini penting untuk update data kemiskinan,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Melalui semangat Sesarengan mBangun Blora, mari kita jaga daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,” pesannya.

Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Masnun yang mengangkat tema hakikat kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.”
Ia menegaskan bahwa Idulftri bukan hanya kemenangan secara spiritual, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan diri”

“Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan dalam mengendalikan fisik, emosi, dan hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai sosial dalam ibadah puasa, seperti menahan diri dari prasangka buruk dan menumbuhkan sikap saling menghormati, harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.

Sebagai informasi, ribuan jemaah memadati masjid sejak pagi hari untuk melaksanakan salat Idulfitri yang dipimpin oleh KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali. Turut hadir jajaran Forkopimda dalam pelaksanaan ibadah tersebut. (*)

Jembatan Gantung Penghubung Desa Si Guo dengan Siwatu Diperbaiki

Lingkar.co – Jembatan Gantung Si Guo yang menghubungkan Desa Siwatu dan Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang diperbaiki. Perbaikan jembatan dilakukan atas adanya instruksi Kapolri sebagai bentuk komitmen Polri dalam membantu penyediaan akses yang aman bagi masyarakat.

Wakil Bupati Batang Suyono pada Rabu (17/12/2025), meninjau langsung proses perbaikan jembatan tersebut, setelah menerima laporan warga terkait kondisi jembatan yang dinilai sudah memprihatinkan dan membahayakan pengguna.

Wabup mengatakan, warga banyak yang melaporkan tentang kondisi jembatan yang sudah saatnya diperbaiki, “Hari ini kita meninjau perbaikan jembatan yang menurut laporan warga kondisinya sudah memprihatinkan untuk dilewati,” katanya usai meninjau.

Suyono menegaskan, perbaikan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas negara dalam memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat, khususnya bagi akses warga yang setiap hari melintasi jembatan untuk bekerja maupun anak-anak berangkat sekolah.

“Jangan pikirkan fisiknya, tapi jembatan ini yang akan memberikan manfaat. Ini adalah bagian dari tugas negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada personel Brimob yang terlibat langsung dalam pengerjaan perbaikan jembatan.

“Jembatan Gantung Si Guo memiliki panjang sekitar 35 meter dengan lebar 2,5 meter. Jembatan tersebut merupakan jalan desa yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” terangnya.

Dalam proses perbaikan, personel Brimob melakukan pengelasan pada dua titik besi yang putus akibat korosi serta mengganti kayu bagian bawah jembatan yang sudah lapuk.

Pada kesempatan itu, Suyono juga memberikan bantuan Rp10 juta secara pribadi bersama Brimob.

Sementara itu, Kepala Desa Siwatu, Silviana Ariani mengatakan, jembatan tersebut sebelumnya pernah diperbaiki melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada 2008. Namun, seiring waktu, kondisinya kembali mengalami kerusakan.

“Sekarang Jembatan Gantung Si Guo diperbaiki oleh Brimob. Kami sangat terbantu,” tuturnya.

Ia berharap, ke depan akses jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Siwatu hingga Kecamatan Tulis dapat diperbaiki secara permanen. Sebab, menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan warga, terutama karena banyak masyarakat Desa Siwatu yang kini bekerja di pabrik.

“Kalau jalannya bagus dan tembus ke arah Pabrik Apparel, waktu tempuh hanya sekitar 10 menit,” ujar dia.

Perbaikan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Wonotunggal dan sekitarnya. (*)

Wagub Ungkap Jelang Akhir 2025 Infrastruktur di Jawa Tengah Rampung 99 Persen

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan, hingga akhir tahun 2025 ini, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah, sudah menyelesaikan 99 persen pekerjaan infrastruktur di Jateng. Hanya ada satu pekerjaan pelebaran jalan di Kabupaten Grobogan, yang saat ini sedang berproses.

Hal itu dikatakan Gus Yasin, panggilan akrabnya, saat menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Bakti ke -80 Kementrian Pekerjaan Umum pada hari Rabu (3/12/2025), di Halaman Kantor PU BMCK Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah semua sudah dikerjakan untuk tahun 2025, sesuai dengan program prioritas kami sesuai amanah Bapak Gubernur Ahmad Luthfi, yaitu pembangunan infrastruktur dan pertanian untuk ketahanan pangan,” ujar Gus Yasin.

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengisahkan sejarah peringatan Hari Bakti PU untuk mengenang peristiwa heroik tujuh pegawai PU Sapta Taruna yang gugur mempertahankan Gedung Departement Verkeer en Waterstaat, yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Sate.

“Di Gedung yang bersejarah itu 80 tahun lalu ada peristiwa heroik. Mereka adalah pegawai yang punya keberanian luar biasa, dalam mepertahankan harga diri, cita-cita luhur dan rela mengorbankan nyawa. Hingga kini menjadi pondasi lahirnya Hari Bakti PU,” beber suami Ning Nawal itu.

Gus Yasin yang membacakan sambutan Menteri PU Republik Indonesia, juga menyampaikan tujuh pesan yang menjadi pondasi kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur. Pertama, value dasar. Yakni bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, namun dilakukan dengan cara yang semakin cerdas.

Kedua, lanjutnya, menjaga integritas, sebagai marwah insan PU. Ketiga, bekerja dengan empati dan orientasi pelayanan. Keempat, membangun infrastruktur yang berkeadilan dan merata.

“PU untuk rakyat. Pembangunan tidak boleh berhenti di kota-kota besar. Keadilan harus hadir hingga desa terpencil pesisir dan wilayah perbatasan,” tegas putra Kyai Kharismatik almarhum Mbah Maimoen Zubaer itu.

Kelima, utamakan keselamatan, kualitas, dan akuntabilitas. Sehingga, setiap pekerjaan, infrastruktur harus tepat mutu dan tepat waktu. Serta anggaran yang dikelola harus penuh tanggung jawab.

Keenam, perlunya dilakukan inovasi dan percepatan menuju sasaran. Ini karena tantangan ke depan semakin kompleks. Sehingga diperlukan terobosan, metode baru, teknologi baru, desain baru dan langkah progresif untuk memastikan pembangunan lebih efisien dan berdampak.

Adapun ketujuh, Gus Yasin juga mengingatkan tentang pentingnya memelihara semangat pengabdian.

Pada kesempatan yang sama, Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sutami Award 2025, beberapa hari lalu. Dalam katagori Pemprov dengan kinerja terbaik dalam Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, Jawa Tengah maraih peringkat kedua.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas PU BMCK Hanung Triyono mengatakan, penghargaan tersebut merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya, pada tahun 2022 dan 2023, Pemprov memperoleh peringkat pertama. Sedangkan pada tahun 2024, mendapatkan peringkat kedua.

“Indikator untuk penghargaan ini terkait kinerja dalam menggerakkan sektor produksi penyedia jasa di kabupaten dan kota, yang semuanya dilaksanakan sesuai dengan aturan dan sumber daya yang ada,” jelas Hanung. (*)