Arsip Tag: KEK Kendal

Pertumbuhan Ekonomi Kendal Melesat 7,99 Persen, Tertinggi di Jawa Tengah 2025

Lingkar.co – Kabupaten Kendal mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah sepanjang 2025, yakni 7,99 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan transformasi ekonomi daerah yang ditopang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal sebagai program prioritas nasional.

KEK Kendal kini menjadi episentrum pertumbuhan baru, mendorong industrialisasi berbasis manufaktur yang menyumbang 42,03 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sektor ini tidak hanya dominan, tapi juga tumbuh melampaui rata-rata PDRB, jauh meninggalkan pertanian (17,27 persen) dan perdagangan (12,04 persen).

“Industri manufaktur kini ‘berlari kencang’, menggerakkan ekonomi secara masif dan berkelanjutan,” tegas Kepala BPS Kendal, Ade Sandi, Kamis (23/4/2026)

Akselerasi ini didorong investasi deras melalui KEK. Realisasi investasi mencapai Rp14,21 triliun pada 2024, melonjak menjadi Rp15,86 triliun di 2025—terbesar di Jawa Tengah dua tahun berturut-turut.

Dampaknya merembet luas: sektor konstruksi tumbuh 17,60 persen, akomodasi 11,86 persen, dan industri pengolahan solid 8,92 persen, menciptakan efek berganda (multiplier effect).

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) melonjak 20,35 persen dengan kontribusi 30,18 persen, sementara konsumsi rumah tangga tetap penopang utama (54,49 persen) dan konsumsi pemerintah moderat 3,63 persen. Capaian ini dihitung berdasarkan PDRB harga konstan, dirilis BPS secara triwulanan dan tahunan.

Pernyataan Ade Sandi disampaikan saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan bincang santai potret ekonomi bersama media di BPS Kendal, Rabu (22/4). Hadir Kadis Kominfo Kendal Ardhi Prasetiyo, Ketua Forwaken Wahyudi, dan Pimpinan BSI Weleri Kendal Dian.

Diskusi membahas kaitan pertumbuhan dengan penurunan kemiskinan, dampak KEK bagi masyarakat, serta peran industri padat karya.

“KEK bukan hanya kawasan industri, tapi pusat pertumbuhan baru yang transformasi ekonomi daerah,” ujar Ade Sandi.

Ia mendorong media tingkatkan literasi dPerkuat Kolaborasi, Kemenperin Ciptakan Ekosistem Ekonomi Kreatifata agar angka jadi informasi publik yang mudah dicerna. Semua pihak sepakat kolaborasi BPS, pemerintah, dan media kunci pembangunan berbasis data. Kegiatan ditutup doorprize, foto bersama, dan pesan: “Dari berita jadi makna, dari data jadi gerakan.”

Penulis: Yoedhi W

KEK Kendal Jadi Magnet Investasi, Masuk Urutan Pertama di Jawa Tengah

Lingkar.co – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal semakin menunjukkan perannya sebagai pusat pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Tengah. Hingga Agustus 2025, tercatat sudah ada 132 perusahaan dengan total nilai investasi Rp171,89 triliun yang masuk ke kawasan ini. Dari jumlah tersebut, 50 perusahaan telah beroperasi dan menyerap tenaga kerja sebanyak 66.611 orang.

Hari ini, satu investor baru kembali resmi menanamkan modal di KEK Kendal, yaitu PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI), bagian dari Godrej Industries Group asal India, dengan nilai investasi lebih dari Rp500 miliar.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa kehadiran para investor di KEK Kendal akan memperkuat perekonomian, baik di tingkat lokal maupun provinsi. “Kendal kini masuk peringkat pertama di Jawa Tengah terkait realisasi investasi. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

GCPI sendiri menggelar seremoni ground breaking pembangunan pabrik barunya di Kawasan Industri Kendal, Rabu (27/8/2025). Pabrik modern ini akan memproduksi berbagai produk unggulan seperti HIT, Stella, dan Mitu, dengan target memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas ekspor ke Asia Tenggara.

CEO PT GCPI, Rajesh Sethuraman, menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan. “Kehadiran pabrik di Kendal diharapkan membawa dampak nyata bagi ekonomi lokal, industri, serta penciptaan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Sementara itu, Juliani Kusumaningrum, Executive Director KEK Kendal, menilai ekspansi GCPI semakin memperkokoh posisi KEK Kendal sebagai destinasi investasi global. “Selain menciptakan lapangan kerja, kehadiran GCPI juga memperkuat daya saing Kendal sebagai hub manufaktur modern di Jawa Tengah,” jelasnya.

Dengan terus bertambahnya investor, KEK Kendal kini kian menegaskan diri sebagai magnet investasi utama di Jawa Tengah, sekaligus motor penggerak perekonomian regional. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kapolres Kendal Tegaskan Mediasi Konflik Penertiban PKL di KEK

Lingkar.co – Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menegaskan akan melakukan mediasi atas konflik antara pedagang kaki lima (PKL) dan oknum petugas keamanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesigapan Polres Kendal dalam menangani persoalan tersebut agar tidak berkepanjangan.

Peristiwa itu memicu aksi unjuk rasa dari warga Kaliwungu yang mengecam tindakan tidak manusiawi oknum security terhadap PKL.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan sepasang suami istri PKL dirundung petugas saat mencoba menyelamatkan barang dagangan mereka.

Alih-alih diberi kesempatan berdialog, mereka justru mendapatkan cacian dan makian dari pria berseragam yang diduga sebagai komandan security.

“Manusia bukan, heh manusia bukan kalian ini? Kalau manusia harusnya punya otak,” ujar pria tersebut dengan nada tinggi sambil menendang lapak.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa Rp530 Juta, Kades Kertosari Kendal Ditahan Kejari

Dalam video itu, sang istri tampak ketakutan, bahkan jatuh saat mencoba mengamankan dagangannya, tanpa satu pun petugas keamanan KEK yang menunjukkan empati.

Komandan security yang bersangkutan malah berbalik meninggalkan lokasi tanpa memberi bantuan kepada korban yang terjatuh.

Aksi tersebut terekam jelas dan menyulut kemarahan publik yang ramai-ramai mengecamnya di media sosial.

Kapolres mengungkapkan telah berkomunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk korban dan terduga pelaku.

Korban pun sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendal untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Rencananya, mediasi antara pihak-pihak terkait akan dilaksanakan di Polres Kendal pada Rabu (28/5).

“Sudah dilakukan mediasi awal dengan korban, pengelola kawasan industri, dan pihak desa,” ujar Kapolres.

Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melapor secara resmi ke Polres Kendal.

Kapolres menambahkan bahwa para PKL sebenarnya telah beberapa kali mendapat peringatan sebelum dilakukan penertiban.