Arsip Tag: Dyah Kartika Permana Sari

Dukcapil Kendal Luncurkan Program ‘Pak Kades Mantab:, Warga Kini Bisa Urus Adminduk di Kantor Desa

Lingkar.co — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kendal terus berinovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi masyarakat. Melalui program Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kantor Desa (Pak Kades Mantab), kini warga tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil atau UPTD untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.

Cukup datang ke kantor desa atau kelurahan masing-masing, masyarakat sudah bisa mendapatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran, akta kematian, dan kartu keluarga (KK). Semua proses pelayanan tersebut telah terintegrasi langsung dengan server Disdukcapil Kendal, sehingga data yang dikirim dari desa dapat segera diproses dan dicetak secara resmi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kendal, Ratna Mustika Ningsih, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Rakor inin juiga di hadiri seluruh kepala desa dan camat se kabupaten kendal di pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal Kamis (30/10/25).

“Melalui program Pak Kades Mantab, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Disdukcapil. Cukup di desa masing-masing sudah bisa dilayani, kecuali untuk pembuatan KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA),” ujar Ratna Mustika Ningsih.

Ratna menambahkan, kegiatan rapat koordinasi (rakor) Adminduk kali ini juga menjadi ajang untuk mensosialisasikan program PAK KADES MANTAB sekaligus memberikan penghargaan kepada lima kepala desa yang dinilai berhasil dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan terbaik di wilayahnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permana Sari menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai, layanan Adminduk di tingkat desa sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari kantor Disdukcapil maupun UPTD.

“Program ini sangat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Masyarakat yang tinggal di pelosok tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mengurus dokumen kependudukan, cukup datang ke kantor desa masing-masing,” kata Bupati Dyah Kartika.

Bupati berharap, seluruh desa di Kabupaten Kendal tahun ini sudah terintegrasi dengan sistem Disdukcapil, sehingga pelayanan administrasi kependudukan dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan efisien.

Dengan adanya Pak Kades Mantab, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap masyarakat semakin terbantu dalam pengurusan dokumen penting seperti akta kelahiran, akta kematian, dan kartu keluarga, tanpa perlu antre dan berpindah tempat. Program ini menjadi wujud nyata pelayanan publik yang mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. (*)

Penulis: Yoedhi W

Diguyur Hujan Deras, Upacara Sumpah Pemuda Pindah Pendopo

Lingkar.co – Hujan deras mengguyur Kendal sejak dini hari, akhirnya pelaksanaan dialihkan upacara Hari Sumpah Pemuda ke Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kendal, .Senin (28/10/202

Meski tak jadi melaksanakan upacara di alun-alun, namun upacara tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari hadir sebagai inspektur upacara. Sedangkan peserta upacara terdiri dari unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, hingga pelajar.

Dalam amanatnya, Bupati mengajak para pemuda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif.

“Teknologi terus berkembang, manfaatkan untuk kegiatan yang membawa kebaikan,” pesannya.

Semangat Sumpah Pemuda juga disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal, Ali Nurudin.

Ia mengingatkan, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya seremonial, tapi momentum memperbarui tekad untuk berdaya.

“Pemuda hari ini tak cukup hanya gagah di barisan, tapi juga harus tangguh di lapangan ekonomi,” tegasnya.

Ali menegaskan, Ansor Kendal siap menjadi pelopor gerakan ekonomi pemuda yang kreatif dan produktif.

Ia juga menegaskan komitmen Ansor untuk bersinergi dengan pemerintah daerah mengawal pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kendal Nattaya Kenenza mengajak generasi muda memajukan Kendal dengan cara baru.

“Anak-anak Kendal harus aktif mempromosikan potensi daerah. Kendal punya banyak potensi, tapi kurang dikenal,” ujarnya.

Ia menilai, era digital menjadi peluang besar bagi pemuda untuk berkontribusi lewat kreativitas dan promosi positif tentang daerahnya.

Hujan deras pagi itu akhirnya reda, namun semangat para pemuda Kendal tetap menyala hingga akhir upacara. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sudah Diperbaiki, Tanggul Kali Bodri Terkikis Arus Air

Lingkar.co – Kondisi tanggul Kali Bodri Kendal di sisi utara, kini terkikis setelah dilakukan perbaikan sementara beberapa waktu lalu. Tanggul Kali Bodri terkikis arus sungai. Nampak beberapa titik rekahan dengan besaran bervariasi di tanggul yang terkikis akibat tergerus derasnya arus sungai.

Jika tanggul tak segera diperbaiki permanen, warga khawatir tanggul akan terus tergerus. Warga sekitar, Arif Fajar Hidayat mengatakan tanggul itu terkikis sejak Kendal diguyur hujan beberapa waktu lalu.

Ia menilai, terkikisnya tanggul itu karena intensitas hujan yang mulai turun secara merata di Kabupaten Kendal terutama wilayah atas. “Itu kan tanggul baru diperbaiki sementara, belum permanen,” katanya, Jumat (24/10/2025).

Menurut Arif, tanggul yang terkikis itu merupakan sedimentasi sepanjang 300 meter dengan lebar 50 meter.

Ia khawatir, tanggul itu akan terus terkikis mengingat musim hujan saat ini sudah mulai tiba. Ia berharap Pemkab Kendal turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Ya kalau hujan pasti terkikis bagian bawahnya, karena itu kan masih berupa tanah belum tanggul permanen,” sambungnya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana darurat yang dianggarkan dari dana APBD Perubahan serta kolaborasi dengan APBD Provinsi.

Namun, bupati yang akrab disapa Tika itu belum menyampaikan jumlah nominal dana darurat tersebut.

“Insyaallah kita ambilkan dari dana APBD Perubahan, bulan depan sudah ada,” katanya.

Dia pun meminta warga agar maklum, lantaran
penanganan tanggul permanen belum dilakukan di tahun ini.

Namun, Tika memastikan anggaran perbaikan telah diusulkan dalam APBD tahun 2026.

“Mudah-mudahan bisa segera terlaksana, apalagi ini sebentar lagi musim hujan,” tuturnya.

Staf Teknis Penanggulangan Banjir Pusdataru Jawa Tengah, Subiyakto mengatakan pengerukan sedimentasi di tanggul sebelah utara sepanjang 300 meter dengan luas sekitar 50 meter itu dibentuk dengan model terasering.

“Untuk pemasangan sisi dalam tanggul kita pasang jumbo bag, dengan panjang sekitar 15 meter berupa 3 lapis. Yang sebelah utara dikeruk,” katanya.

Sub koordinator Operasi dan Pemeliharaan Balai PSDA Bodri Kuto Pusdataru Jawa Tengah, Syam Sahida Ali Mustofa menerangkan pembangunan tanggul darurat ini menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) dari Provinsi.

“Perkiraan biayanya untuk tanggul penahan Rp100 juta, kemudian jumbo bag juga Rp100 juta, sama pengerukan kurang lebih juga Rp100 juta,” terangnya.

Ia menuturkan, pembangunan tanggul permanen Kali Bodri belum bisa dikerjakan tahun ini. Namun, usulan untuk pembangunannya telah masuk dalam perencanaan tahun 2026.

“Untuk yang tanggul permanen sudah diusulkan tahun 2026, semoga bisa cepat dikerjakan,” sambungnya.

Pusdataru Jateng sebenarnya tak memasukkan proyek pengerjaan tanggul Kali Bodri Kendal sebagai prioritas utama.

Namun, bencana banjir bandang yang membuat tanggul jebol pada akhir Januari lalu, mengubah skema prioritas.

“Memang awalnya tidak masuk prioritas, karena ada beberapa yang lebih membutuhkan. Tetapi ini kemudian coba kita prioritaskan pembangunannya,” tandasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Perjuangan 9 Tahun Berhasil, Jembatan Sungai Lingen Patebon Kendal Akhirnya Diperbaiki

Lingkar.co – Setelah sembilan tahun diperjuangan agar diperbaiki, jembatan sungai Lingen di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal yang menjadi penghubung antar dusun dan akses jalan bagi nelayan akhirnya diperbaiki.

Pengerjaan pembangunan jembatan ini juga ditinjau langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Kepala DPUPR Sudaryanto dan Kepala Dispermasdes, Yanuar Fatoni, Jumat 24 Oktober 2025.

Bupati Kendal menerangkan, pembangunan jembatan ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kendal setelah selama sembilan tahun telah diajukan.

“Jembatan ini sudah diusulkan sembilan tahun sehingga ini menjadi prioritas,” ujar Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permana Sari.

Ia menyebut pekerjaan penggantian jembatan sungai Lingen sepanjang 18 meter dengan lebar 5 meter ini menggunakan alokasi anggaran APBD Kendal 2025 sebesar Rp 992.637.000 dan Anggaran Perubahan Rp200 juta. Pembangunan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 90 hari.

“Ini anggaran tahun 2025 kurang lebih Rp1 miliar. Nanti ditambah Rp 200 juta melalui alokasi anggaran perubahan agar hasilnya lebih maksimal,” terangnya.

Ia berharap dengan dibangunnya jembatan di Desa Kartikajaya ini dapat mempermudah akses masyarakat terutama untuk berkegiatan dan melakukan aktivitasnya.

Kepala Desa Kartikajaya Budi Hartono menjelaskan jembatan ini menjadi penghubung antar dusun 1 dan 2 di Desa Kartikajaya. Menurutnya perbaikan jembatan ini memang sudah lama dinanti oleh warga setempat lantaran menjadi akses utama bagi para nelayan.

“Sudah sembilan tahun kami ajukan. Sudah lama rusak kami tambal aspalnya. Alhamdulillah setelah sembilan tahun kami usulkan sudah direalisasikan Ibu Bupati Tika,” katanya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Antisipasi Bencana Alam, Pemkab Kendal Simulasi TDB

Lingkar.co – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Menurut peta rawan bencana, kondisi geografis Kendal yang memiliki wilayah pesisir dan dataran tinggi membuat ancaman bencana semakin besar di musim hujan kali ini.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menggelar apel siaga dan simulasi kondisi Tanggapan Darurat Bencana (TDB).

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait, mulai dari personel BPBD, relawan, hingga perangkat daerah dalam menghadapi kemungkinan bencana banjir, longsor, maupun angin puting beliung.

Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawan Syah, menjelaskan bahwa seluruh peralatan dan personel BPBD telah siap siaga. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan di daerah rawan bencana juga terus diperkuat melalui pemetaan wilayah dan komunikasi rutin.

“Untuk peralatan BPBD Kendal sudah mencukupi dan siap digunakan, termasuk personel. Kami juga sudah menjalin koordinasi dengan tiap kecamatan serta melakukan pemetaan daerah rawan bencana,”
ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permana Sari menegaskan bahwa apel siaga bencana hidrometeorologi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana, terutama banjir seperti yang pernah terjadi di awal tahun akibat jebolnya tanggul Sungai Bodri.

“Seluruh wilayah di Kabupaten Kendal, baik atas maupun bawah, memiliki potensi bencana. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh pihak sangat penting agar ketika bencana datang, kita bisa bertindak cepat dan tepat,”
tutur Bupati Kendal.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk selalu tanggap terhadap kondisi cuaca dan segera melaporkan kejadian bencana ke nomor darurat 112 agar dapat segera ditangani oleh petugas.

Dalam apel siaga ini juga digelar simulasi penanganan bencana angin kencang oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, PCS 119, PLN, TNI,POLRI serta para relawan tanggap bencana. Simulasi tersebut menunjukkan koordinasi dan kecepatan tim dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. (*)

Penulis: Yoedhi W

Tingkatkan Kapasitas Relawan, Basarnas Gelar Workshop

Lingkar.co – Basarnas Semarang mengadakan Workshop Pemberdayaan Masyarakat yang diikuti 80 relawan tanggap bencana dari Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Workshop dilakukan satu hari di wisata Tirto Arum Kendal pada Senin (20/10/2025).

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan, kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat ini fokus di bidang pencarian dan pertolongan korban bencana. Tujuannya untuk memberikan dan meningkatkan kapasitas kemampuan teknik pertolongan dasar SAR.

“Materi workshop, secara umum tentang teknik dasar SAR. Secara khusus tentang teknik-teknik pertolongan pertama kepada korban bencana dan cara menyelamatkan korban di air menggunakan perahu karet,” jelasnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk memberikan keterampilan dasar tentang SAR. Harapannya, untuk kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Kendal dalam mengantisipasi bencana banjir. “Dengan kesiapsiagaan kelompok masyarakat ini, maka akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya siaga bencana,” harapnya.

Bupati Kendal mengatakan, dengan pelatihan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama bagi peserta, untuk pertolongan diri sendiri maupun masyarakat. Dengan demikian akan tercipta sinergitas dan kolaborasi antar seluruh pihak yang terkait dalam menghadapi bencana. “Harapannya, dengan mengikuti kegiatan ini akan memahami prosedur-prosedur dalam penanganan korban bencana, evakuasi dan prosedur lainnya,” harapnya.

Pelatihan diberikan oleh Asnawi Suroso, selaku Kepala Seksi Sumberdaya Kantor SAR Semarang bersama Budi Purnomosari selaku Instruktur Basarnas Semarang. Materi yang disampaikan tentang tugas SAR, teknik mencari, menolong, menyelamatkan dan mengevakuasi korban. Materi lainnya, praktek olah gerak perahu karet, bantuan hidup dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP). (*)

Penulis: Yoedhi W

Jalan Sehat Semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Kendal

Lingkar.co – Kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal bersama para Pondok Pesantren di Kabupaten Kendal semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Minggu (19/10/2025) di Alun-alun Kendal.

Kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh puluhan ribu santri dilepas langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M. acara turut dihadiri Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi, Plh. Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, Forkopimda Kendal, ketua PCNU Kendal, H. Moh Mustamsikin, Ketua Muslimat NU Kendal, Hj. Niken Larasati, para pimpinan organisasi keagamaan lainnya, serta para Kepala OPD Kendal.

Bupati Kendal dalam sambutannya menyampaikan, pada pagi hari ini bisa bersama-sama memeriahkan jalan sehat hari santri tahun 2025, yang tentunya penuh dengan rasa kesatuan dan persatuan.

Ia menambahkan, tentunya dengan rasa kesatuan dan persatuan inilah para santri nantinya akan menuju prestasi dan masa depan yang gemilang.

“Saya meyakini bahwa nantinya para santri ini akan terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju peradaban dunia,” tutur Bupati Kendal.

Bupati Hj. Dyah Kartika Permanasari menambahkan, bahwa para santri akan menjalankan peran gandanya sebagai penjaga keutuhan kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus berkontribusi kepada peradaban dunia sehingga tentunya cita-cita bangsa Indonesia akan terwujud.

“Mari kita meriahkan jalan sehat secara bersama-sama dengan rasa kesatuan dan persatuan untuk Kabupaten Kendal dan untuk negara Indonesia tercinta,” ajak Bupati Kendal sekaligus membuka acara jalan sehat.

Sementara itu, panitia Hari Santri Masional selaku koordintor lapangan acara jalan sehat, Moh Agus Budiono menyampaikan, acara tersebut diikuti oleh 105 kafilah, baik dari pondok pesantren maupun dari organisasi keagaman dengan total peserta sebanyak 16.200 orang.

“Kegiatan ini diikuti peserta dari pondok Pesantren, lembaga pendidikan, Organisasi keagamaan, baik dari Muhammadiyah, Rifa’iyah, LDII, dana mayoritas dari Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kendal,” ujar Moh Agus.

Ia juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa santri punya peran dan kontribusi untuk Kabupaten Kendal.

Acara dilanjutkan dengan jalan sehat yang berstar awal dari Alun-alun Kendal menuju finis atau pangung utama du Stadion Utama Kebondalem Kabupaten Kendal.

Saat dipanggung utama, Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi memberikan semangat kepada pada santri, agar terus belajar dengan sebaik-baiknya, agar nantinya bisa menjadi para pemimpin di negeri ini.

Selain itu, H. Benny Karnadi juga memberikan hadiah kepada para santri yang mampu menghafal nadom-nadom yang biasanya diajarkan di pondok salafiah.

Dalam acara tersebut telah disediakan berbagai undian berhadiah, dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor dari Bupati Kendal dan 1 unit sepeda listrik dari Wakil Bupati Kendal. Selain itu juga disediakan hadiah lainnya seperti puluhan megic com (alat pemasak nasi) puluhan kompor gas, kulkas, mesin cuci, dan puluhan hadiah lainnya.

Acara juga dimeriahkan dengan Bazar UMKM Kendal, dan hiburan musik yang menghadirkan Mutik Nida atau dikenal dengan Ratu Gendang. (*)

Penulis: Yoedhi W

Survei Penilaian Integritas, Pemkab Kendal Kategori Waspada

Lingkar.co – Pemerintahan Kabupaten Kendal masih berstatus “waspada” berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian yang serius karena berarti masih ada potensi kerawanan dan risiko sistemik terhadap korupsi, yang perlu segera dibenahi.

Dinas PUPRDinas PUPRHal ini disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat menjadi narasumber dalam sosialisasi anti korupsi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penguatan integritas dan pencegahan korupsi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas korupsi, Senin (13/10/25) di Aula Dinas PUPR Kendal.

“Berdasarkan hasil survei penilaian integritas tahun 2024 menunjukkan tingkat intergritas di lingkungan birokrasi masih perlu mendapatkan perhatian yang serius karena masih berstatus waspada. Dan ini mengindikasikan masih adanya potensi praktek korupsi,” ujar Bupati Tika.

Menurut Bupati Tika, kegiatan sosialisasi ini sebagai komitmen Pemkab Kendal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas dari praktik-praktik korupsi.

“Karena nilai SPI nya masih tinggi dibandingkan dengan monitoring, controlling, surveillance for prevention (MCSP) KPK. Sehingga kita laksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pencegahan kegiatan yang menjurus ke praktik korupsi,” terangnya.

Sementara Plt Kepala Inspektorat Kendal, Rini Utami mengatakan saat ini Kabupaten Kendal berstatus waspada atau kuning dan memiliki rentang nilai antara 73-77,9 dalam SPI KPK. Dan hal ini menandakan bahwa masih ada potensi kerawanan dan risiko sistemik terhadap korupsi.

“Penting sekali membangun budaya anti korupsi di lingkungan kita. Kenapa kita berikan sosialisasi kepada ASN, karena berdasarkan survei SPI dari KPK, Kendal masih di poin 72,9 dan statusnya waspada.

Ia menyebutkan, sosialisasi ini menyasar seluruh ASN di Kendal dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk korupsi dan kerugian negara yang diakibatkannya, serta membedakan antara pelanggaran administratif dan tindak pidana korupsi. 

“Sebenarnya dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya fasilitas kantor yang dipakai untuk keperluan pribadi. Ini yang kita mau bangun, budaya anti korupsi di kalangan ASN. Jadi kita berikan pemahaman ASN. Ya harapannya SPI kita juga meningkat,” ujar Rini.

Rini berharap, sosialisasi ini dapat dipahami oleh ASN dan bisa diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Harapannya dipahami dan diimplementasikan sehingga dari hal-hal kecil akan berdampak besar. Jadi mereka bisa tahu apa yang bileh dilakukan apa yang tidak pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Jagung SPHP Mulai Disalurkan, Anggota Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Sambut Gembira

Lingkar.co – Anggota Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) menyambut gembira atas terealisasinya program Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui Stabilisasi pasukan harga pangan (SPHP) yang dapat membantu menyeimbangkan biaya produksi peternak yang sebelumnya tidak seimbang dengan pendapatan mereka.

Ketua KPUS, H Suwardi yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kendal menyebutkan, harga jagung saat ini diatas harga HPP (Harga Pembelian Pemerintah) sehingga hal ini membuat para peternak menjadi kelimpungan lantaran biaya produksi juga menjadi naik.

“Untuk mensikapi kondisi ini Koperasi Peternak Unggas Sejahtera sudah meminta kepada pemerintah untuk bisa membantu agar cadangan jagung pemerintah dikeluarkan melalui program jagung SPHP,” terang Suwardi, Selasa( 7/10/25) saat di kantor Bapanas RI.

Gayung bersambut, menurut Suwardi pada 1 September 2025 lalu pemerintah akhirnya menyambut gembira atas penyaluran jagung SPHP tersebut. Bahkan Suwardi juga diminta menyampaikan statmentnya kepada awak media saat hadir langsung dalam launcing di kantor Kepala Badan Pangan Nasional.

Saat itu Suwardi menyampaikan bahwa penyaluran jagung SPHP ini sebagai bukti kehadiran pemerintah untuk membantu menstabilkan kebutuhan para peternak

“Program ini datang tepat waktu dan sangat dinantikan oleh para peternak unggas ditengah pasokan jagung yang saat ini berkurang dan harga cukup tinggi,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Bulog dan Pinwil Bulog Jateng yang langsung menyalurkan jagung yang sudah ada di gudang Bulog wilayah Jawa Tengah

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas program CJP ini, dan kebijakan ini menurut kami juga tetap melindungi petani dan peternak,” ujarnya.

Suwardi juga menjelaskan Koperasi Peternak Unggas Sejahtera membantu pemerintah dalam penyalurannya. Adapun para peternak yang bisa membeli jagung SPHP adalah peternak yang tergabung dalam koperasi berbadan hukum dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Nanti juga diverifikasi berjenjang. Identitas peternak juga harus jelas, mulai dari nama lengkap, nomor identitas KTP, nomor KK, dan nomor HP,” ungkap Suwardi.

Suwardi juga menyampaikan bahwa belum semua peternak masuk dalam SK pembeli jagung SPHP, sehingga dirinya berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat mengakomodir para peternak yang belum masuk daftar pembeli jagung SPHP tersebut.

“Karena kemarin ada yang terlambat menyampaikan nomor KK juga. Kemudian pemerintah telah memutuskan, untuk pembelian jagung SPHP setiap 1.000 ekor ayam kebutuhan jagungnya adalah 1.800 kilogram. Dan jumlah peternak anggota KPUS yang masuk dalam SK satu tersebut adalah 900 peternak kecil, mikro dan menengah,” beber Suwardi.

Suwardi berharap dengan adanya program jagung SPHP ini kesejahteraan para peternak KPUS di Kabupaten Kendal terus meningkat. Sehingga juga dapat berkontribusi dalam program-program pemerintah.

“KPUS juga berpertisapasi dalam kegiatan HUT TNi dengan bantuan telur sejumlah 1.000 butir yang disalurkan oleh Kodim Kendal. Kemudian juga ikut partisipasi dalam kegiatan Hari Unggas yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan di Desa Sukodadi Singorojo dengan memberikan bantuan telur rebus untuk 300 anak sekolah dan bantuan telur 100 paket mika untuk keluarga kurang mampu,” tandasnya.

Sementara, salah seorang peternak yang memiliki populasi sekitar 2.000 ekor ayam, Andi mengaku senang atas realisasi jagung SPHP yang sudah lama ia tunggu. Karena program ini bertujuan untuk menekan fluktuasi harga jagung pakan dan menyediakan jagung dengan harga terjangkau Rp 5.500 per kilogram bagi peternak pada tanggal 4 Oktober 2025 kemarin.

“Tentunya sangat senang sekali, harganya Rp 5.400 per kilogram sudah sampai kandangnya. Padahal ketetapan pemerintah harganya Rp 5.500,” ungkapnya sambil berterimakasih pada Ketua KPUS yang selalu berjuang untuk anggotanya.

Senada, peternak lainya Sutrisno mengucapkan terima kasih atas program jagung SPHP yang sangat membantu para peternak unggas.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala Bapanas, Pak Dirjen PKH, Satgas pangan Mabes Polri, dinas provinsi dan kabupaten atas realisasi program jagung SPHP,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kementerian Luar Negeri Dorong Inovasi Pengolahan Sampah di Kendal

Lingkar.co – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong inovasi pengelolaan sampah di kabupaten Kendal. Hal itu dilakukan melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal dan mitra strategis menggelar lokakarya di gedung Abdi praja Selasa (7/10/25).

Kegiatan mengangkat tema; Sampah Jadi Berkah: Inovasi dalam Pengolahan Sampah. Acara ini merupakan bagian dari Final Project Sesparlu Angkatan 77 dan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II.

Lokakarya ini digagas untuk menjawab tantangan pengolahan sampah harian di Kendal sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka masing-masing. Lebih dari 150 peserta terlibat dari berbagai unsur, seperti Pemkab Kendal, sekolah Adiwiyata, komunitas lingkungan, serta mitra internasional, menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas lokal sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular.

Plt. Direktur Sesparlu, Tubagus Edwin Suchranudin, menekankan pentingnya diplomasi pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Diplomasi tidak hanya hadir di forum global, tetapi juga harus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk dalam isu pengelolaan sampah,” ujarnya.

Lokakarya menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kendal, organisasi Gita Pertiwi, serta akademisi. Diskusi berfokus pada praktik pengurangan food loss and waste, pelarangan pembuangan sampah terbuka (anti open dumping), serta inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Aris, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Bank sampah dan praktik daur ulang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi beban lingkungan,” jelasnya.

Melalui lokakarya ini, diharapkan Kendal dapat menjadi model pengelolaan sampah yang efisien, transparan, dan berkelanjutan, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pembangunan ramah lingkungan di tingkat nasional dan global. (*)

Penulis: Yoedhi W