Arsip Tag: Berita Kendal Hari Ini

Semangat Jalankan Ibadah Kurban, Harga Tinggi Tak Jadi Soal

Lingkar.co – Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah daerah mulai menggeliat. Tingginya harga hewan saat ini nampaknya tidak jadi soal bagi umat Islam untuk berkurban.

Terbukti, Abas Komarudin,, penjual hewan kurban di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengaku mulai diserbu pembeli meski harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, ini mengungkapkan, peningkatan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, dibandingkan tahun lalu, penjualan hewan mengalami sedikit penurunan akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan pasokan dibanding tahun lalu, tapi harga justru naik sekitar 15 persen,” ujarnya saat ditemui wartawan, Sabtu (25/4/2025).

Abas menyebut, saat ini ia memiliki stok sekitar 50 ekor sapi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga tersebut, menurut dia, dipicu oleh terbatasnya pasokan sapi sehat di pasaran.

Ia juga memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat secara alami, dengan pakan rumput tanpa campuran bahan tambahan seperti bekatul atau ampas tahu.

Selain berprofesi sebagai pedagang, Abas juga dikenal sebagai anggota DPRD Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Sementara itu, salah satu pembeli, Samiyo Puspito, warga Desa Brangsong yang juga panitia kurban Mushala Baitul Muslimin, mengaku membeli tiga ekor sapi dengan harga sekitar Rp26,5 juta per ekor.

“Sudah tiga kali kami beli di sini, dan sapinya selalu sehat,” kata Samiyo.

Ia menambahkan, setiap tahun mushala desanya rutin menyembelih antara tiga hingga enam ekor sapi serta beberapa kambing. Untuk meringankan biaya, pembelian sapi biasanya dilakukan secara patungan oleh tujuh orang.

Samiyo berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam berkurban. Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga menjadi sarana berbagi bagi masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga tahun ini yang berqurban semakin banyak, sehingga lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” harapnya.

Dengan meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban ini, para pedagang berharap kondisi pasar akan terus membaik hingga puncak perayaan Idul Adha mendatang. (*)

Pertumbuhan Ekonomi Kendal Melesat 7,99 Persen, Tertinggi di Jawa Tengah 2025

Lingkar.co – Kabupaten Kendal mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah sepanjang 2025, yakni 7,99 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan transformasi ekonomi daerah yang ditopang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal sebagai program prioritas nasional.

KEK Kendal kini menjadi episentrum pertumbuhan baru, mendorong industrialisasi berbasis manufaktur yang menyumbang 42,03 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sektor ini tidak hanya dominan, tapi juga tumbuh melampaui rata-rata PDRB, jauh meninggalkan pertanian (17,27 persen) dan perdagangan (12,04 persen).

“Industri manufaktur kini ‘berlari kencang’, menggerakkan ekonomi secara masif dan berkelanjutan,” tegas Kepala BPS Kendal, Ade Sandi, Kamis (23/4/2026)

Akselerasi ini didorong investasi deras melalui KEK. Realisasi investasi mencapai Rp14,21 triliun pada 2024, melonjak menjadi Rp15,86 triliun di 2025—terbesar di Jawa Tengah dua tahun berturut-turut.

Dampaknya merembet luas: sektor konstruksi tumbuh 17,60 persen, akomodasi 11,86 persen, dan industri pengolahan solid 8,92 persen, menciptakan efek berganda (multiplier effect).

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) melonjak 20,35 persen dengan kontribusi 30,18 persen, sementara konsumsi rumah tangga tetap penopang utama (54,49 persen) dan konsumsi pemerintah moderat 3,63 persen. Capaian ini dihitung berdasarkan PDRB harga konstan, dirilis BPS secara triwulanan dan tahunan.

Pernyataan Ade Sandi disampaikan saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan bincang santai potret ekonomi bersama media di BPS Kendal, Rabu (22/4). Hadir Kadis Kominfo Kendal Ardhi Prasetiyo, Ketua Forwaken Wahyudi, dan Pimpinan BSI Weleri Kendal Dian.

Diskusi membahas kaitan pertumbuhan dengan penurunan kemiskinan, dampak KEK bagi masyarakat, serta peran industri padat karya.

“KEK bukan hanya kawasan industri, tapi pusat pertumbuhan baru yang transformasi ekonomi daerah,” ujar Ade Sandi.

Ia mendorong media tingkatkan literasi dPerkuat Kolaborasi, Kemenperin Ciptakan Ekosistem Ekonomi Kreatifata agar angka jadi informasi publik yang mudah dicerna. Semua pihak sepakat kolaborasi BPS, pemerintah, dan media kunci pembangunan berbasis data. Kegiatan ditutup doorprize, foto bersama, dan pesan: “Dari berita jadi makna, dari data jadi gerakan.”

Penulis: Yoedhi W

Tanam Pohon Libatkan Perempuan, Jaga Kelestarian Lingkungan Hidup Tanggung Jawab Semua

Lingkar.co – Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua pihak tanpa memandang gender.

Hal itu diucapkan oleh Kepala Kelurahan Langenharjo, Jupriyono dalam gerakan menanam pohon pada peringatan Hari Bumi Tahun 2026, Rabu (22/4/2026).

“Menjaga bumi ini tanggung jawab bersama, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai dari sampah,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan peringatan Hari Bumi diikuti 120 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Lurah Jupriyono mengatakan, keberadaan Taman Langen Nirwana direncanakan menjadi tempat wisata air yang ramah lingkungan. Selain itu, juga sebagai wisata edukasi bagi anak-anak dalam menjaga lingkungan.

“Tempat ini menjadi wisata edukasi anak-anak, para pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Sebagai informasi, Hari Bumi biasa diperingati tiap tanggal 22 April dengan kegiatan tanam pohon, bersih pantai dan sebagainya. Penanaman pohon yang melibatkan perempuan karena perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam UMKM maupun membiasakan anak untuk menjaga lingkungan.

Pelibatan kaum perempuan ini sekaligus memperingati Hari Kartini yang diperingati tiap tanggal 21 April.

Kaum perempuan yang ikut di antaranya dari PKK, Bhayangkari Polres Kendal dan Persit Kodim 0715 Kendal. Ada juga dari pelajar, Bank Sampah Induk Kendal dan relawan dari berbagai komunitas pecinta lingkungan.

Tanam pohon dilakukan di bantaran sungai yang dijadikan ruang terbuka hijau Taman Langen Nirwana, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemimpin PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Jateng dan DIY, M. Aries Aviani mengatakan, butuh kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Untuk itu pihaknya bersama Kelurahan Langenharjo bergerak bersama menjaga bumi agar bisa dinikmati generasi penerus.

“Alam ini merupakan titipan yang harus dipelihara dengan baik, agar bisa dinikmati generasi penerus,” ujarnya. 
Ia menyebut bibit tanaman yang diberikan berupa 300 bibit tanaman sayuran dan 100 bibit tanaman buah. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan saat tiba waktu dipanen.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara simbolis melakukan penanaman pohon buah. Kemudian diikuti oleh sejumlah ASN, anak-anak sekolah dan masyarakat setempat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Sasar Perlindungan Pekerja Rentan, Pemkab Kendal Targetkan UJC 276.000

Lingkar.co – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan Universal Jamsostek Coverage (UJC) sebanyak 276.000 tenaga kerja sektor informal (Pekerja rentan). Namun hingga saat ini, capaian baru sekitar 26.000 tenaga kerja atau 9 persen yang terdaftar kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek)

Ia lantas menjelaskan, Pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan Jamsostek nasional mencapai 99,5 persen pada tahun 2045. Sementara Pemkab Kendal telah memasukkan program perlindungan pekerja rentan dalam RPJMD 2025–2029 dengan target capaian 51,64 persen.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD), Pemkab Kendal terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan UCJ.

Upaya tersebut antara lain melalui perlindungan pekerja rentan dari CSR BUMD, mendorong perusahaan swasta melalui CSR dan program ‘Sertakan’ pendaftaran pekerja rentan di lingkungan OPD, Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, serta pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui Program Perlindungan Pekerja/Masyarakat Rentan (PERMATA).

Disebutkan, pada tahun 2025, program PERMATA melindungi 5.650 pekerja rentan, sementara tahun 2026 ditargetkan 2.976 pekerja rentan.

Data Monitoring dan Evaluasi (Monev) menunjukkan jumlah ASN dan PPPK Kabupaten Kendal sebanyak 11.610 orang, namun yang telah berkontribusi baru 1.136 orang.

Capaian perlindungan pekerja rentan saat ini berada pada angka 9,78 persen. Beberapa OPD, Bagian Setda, Kecamatan, serta Korwilcam Bidik SMP dan SD masih perlu meningkatkan partisipasi secara signifikan.

Agus mengingatkan, setiap pekerja, termasuk pekerja sektor informal, berpotensi menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian, kehilangan pekerjaan, hingga hari tua.

Tanpa perlindungan sosial, risiko tersebut dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

“Melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya melalui Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, negara hadir memberikan perlindungan nyata bagi pekerja rentan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Sementara, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi para kepala perangkat daerah yang telah aktif menggerakkan Program ASN Peduli Pekerja Rentan di lingkungan masing-masing.

Namun demikian, Bupati juga mengakui bahwa partisipasi ASN masih jauh dari harapan, sementara Pemkab Kendal dituntut memenuhi target perlindungan 276 ribu pekerja rentan pada tahun 2026.

“Saya berharap seluruh kepala OPD terus menggerakkan ASN untuk berpartisipasi aktif dengan melindungi minimal satu pekerja rentan. Bagi OPD, Bagian, Kecamatan, dan Korwilcam yang belum berpartisipasi agar segera berperan aktif. ASN yang berdomisili di luar Kabupaten Kendal pun diharapkan turut berkontribusi,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta BPJS Ketenagakerjaan KCP Kendal untuk melaporkan perkembangan Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan setiap bulan kepada Bupati melalui OPD terkait.

“Dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, diharapkan program ini dapat menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal,” tuturnya. (*)

KP2MI; 80 Persen Pekerja Migren Berasal dari Desa

Lingkar.co – Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Rizwan, mengungkapkan mayoritas pekerja migran Indonesia berasal dari desa dan bekerja di sektor domestik.

Ia memaparkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, sekitar 80 hingga 90 persen PMI bekerja sebagai asisten rumah tangga maupun sektor informal lainnya, dan hampir 80 persen di antaranya berasal dari wilayah pedesaan.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa dorongan ekonomi masih menjadi faktor utama masyarakat bekerja ke luar negeri. Namun, banyak dari mereka berangkat tanpa kesiapan yang memadai,” ujarnya.

Ia menyampaikan hal itu dalam Lokakarya Multi-Stakeholder Forum (MSF) di Hotel Sae Inn, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).

Lebih jauh ia menjelaskan, rendahnya literasi bahasa, minimnya pemahaman budaya negara tujuan, serta ketidaktahuan terhadap aspek hukum ketenagakerjaan menjadi faktor utama yang menyebabkan PMI rentan mengalami permasalahan.

Ia bilang, tidak sedikit yang kemudian menjadi korban eksploitasi, kekerasan, hingga tindak pidana perdagangan orang.

Lebih lanjut, Rizwan menyebutkan bahwa selama ini pendekatan negara cenderung berfokus pada penempatan tenaga kerja. Namun, seiring transformasi kelembagaan menjadi kementerian, arah kebijakan kini bergeser pada pelindungan dan pemberdayaan.

“Pendekatan kita sekarang tidak lagi semata-mata penempatan, tetapi bagaimana memastikan pelindungan sejak awal. Artinya, sebelum berangkat mereka harus dibekali keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan mental yang cukup,” tegasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman, untuk meningkatkan perlindungan terhadap PMI.

Lokakarya ini merupakan bagian dari Program Penguatan Pelindungan PMI Berbasis Komunitas (P2MI-BK) sekaligus pengembangan Desa Migran EMAS.

Program ini menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam membangun sistem migrasi aman dan pelindungan menyeluruh bagi pekerja migran, sejak pra-keberangkatan, masa bekerja di luar negeri, hingga purna penempatan.

Di lain sisi, ia juga mengakui keterbatasan sumber daya pemerintah dalam menjangkau seluruh calon PMI di daerah.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti NU, lembaga internasional, serta pemerintah daerah menjadi sangat penting.

Sejalan dengan hal itu, ia berharap agar forum MSF menjadi ruang strategis untuk menyusun rekomendasi bersama, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta merancang langkah konkret dalam meningkatkan pelindungan pekerja migran berbasis desa.

“Melalui forum ini kita ingin membangun sistem yang preventif. Bukan hanya menangani kasus ketika sudah terjadi, tetapi mencegah sejak dari desa melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kendal, KH Sajidin Noor, menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan keagamaan dalam mendampingi pekerja migran. Ia mengungkapkan bahwa banyak PMI yang menghadapi persoalan kompleks, mulai dari masalah hukum, kondisi kerja, hingga persoalan keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman.

“Kita harus menyadari bahwa mereka adalah saudara kita, baik sesama umat maupun sesama warga bangsa. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya kepada pekerja migran, tetapi juga kepada keluarga mereka,” ujarnya.

Ia juga berbagi pengalaman silaturahim dan pendampingan yang pernah dilakukan kepada PMI di luar negeri, seperti di Hong Kong. Menurutnya, kehadiran pendamping dari unsur keagamaan mampu memberikan penguatan moral dan spiritual bagi para pekerja migran.

Lebih lanjut, Kiai Sajidin mendorong pemerintah desa untuk aktif mengambil peran dalam program pelindungan PMI. Kepala desa diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemerintah dalam membangun sistem perlindungan yang berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret di desa. Kolaborasi dengan organisasi seperti NU menjadi penting agar pendampingan bisa berjalan lebih efektif,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masa depan keluarga PMI, khususnya anak-anak yang ditinggalkan. Menurutnya, aspek sosial ini kerap luput dari perhatian, padahal memiliki dampak jangka panjang.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Kiai Sajidin optimistis program Desa Migran EMAS dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan migrasi yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Nazlal Firdaus
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Musrenbang RKPD Kabupaten Kendal 2027, Mbak Tika Akui Masalah Sampah dan Banjir Belum Selesai

Lingkar.co – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengakui bahwa masalah sampah dan banjir masih belum terselesaikan hingga saat ini.

Ia menilai banjir dan rob yang hingga kini masih menjadi persoalan tahunan di sejumlah titik. Sedangkan pengelolaan sampah juga dinilai belum optimal dan membutuhkan perhatian lebih dari semua pihak.

Tak hanya itu, Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari, juga menyoroti sektor ekonomi, potensi daerah yang menurutnya belum sepenuhnya memberikan nilai tambah.

Oleh karena itu, kata dia, hilirisasi produk unggulan daerah perlu terus didorong agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

Tak berhenti sampai di situ, sektor pariwisata juga tak luput dari perhatian. Pemerintah daerah menilai potensi pariwisata Kendal masih perlu dioptimalkan melalui penguatan pengelolaan, peningkatan infrastruktur, serta strategi promosi yang lebih efektif.

Semua itu ia paparkan saat menyampaikan sambutan arahan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kendal Tahun 2027 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026).

Untuk itu Bupati mengingatkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Kendal Tahun 2027 yang mengusung tema “KENDAL CEKATAN”.

Kendal Cekatan merupakan akronim dari Peningkatan Tata Kelola Kelembagaan Sebagai Pondasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Penguatan Sektor Unggulan Daerah.

Kebijakan ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang responsif, adaptif, serta berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut memiliki tiga fokus utama.

Pertama, peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Kedua, penguatan perekonomian daerah melalui optimalisasi sektor-sektor unggulan. Ketiga, peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran, demi mewujudkan Kabupaten Kendal yang lebih maju dan sejahtera di tahun 2027. (*)

Lima Pejabat Siap Berebut Kursi Sekda Kendal

Lingkar co – Lima pejabat siap berebut posisi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal setelah dinyatakan lolos administrasil. Kendati demikian, seleksi calon Sekda Kendal yang sempat sepi peminat, kini mulai ramai. Hingga akhir masa perpanjangan pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Kelima kandidat yang bersaing memperebutkan posisi strategis tersebut yakni Agus Dwi Lestari (Pj Sekda Kendal), Ardhi Prasetyo (Kepala Diskominfo Kendal), dan Achmad Ircham Chalid (Kepala Disporapar Kendal). Dua lainnya Wiwit Andariyono (Asisten Perekonomian Setda Kendal), dan Wahyu Yusuf Akhmadi (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan/Dinarpus Kendal).

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari membenarkan, jumlah pendaftar sempat minim di awal pembukaan seleksi. Bahkan, pada tahap pertama hanya dua orang yang mendaftar.

“Memang sedikit pendaftar, saat awal pendaftaran hanya dua. Agua Dwi Lestari dan Ardhi Prasetyo. Karena belum memenuhi syarat minimal tiga orang, kemudian diperpanjang,” ujarnya.

Namun, setelah masa perpanjangan dibuka, jumlah pelamar bertambah signifikan hingga mencapai lima orang. Mereka telah dinyatakan memenuhi syarat dan telah masuk dalam sistem seleksi. “Hingga akhir pendaftaran total sudah lima pendaftar,” tegasnya.

Menurutnya, secara umum minat pejabat sebenarnya cukup banyak. Namun, tidak semua pendaftar mampu memenuhi ketentuan administratif dan prosedur seleksi yang ditetapkan.

“Yang mendaftar ke BKN sudah banyak sebenarnya, tapi yang memenuhi syarat dan submit di sistem seleksi sepertinya hanya lima orang itu,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, seleksi Sekda Kendal kini telah memenuhi ketentuan minimal tiga kandidat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019. Artinya, tahapan seleksi dapat dilanjutkan ke proses berikutnya tanpa perlu perpanjangan tambahan.

Kondisi ini sekaligus mengakhiri fase “sunyi” dalam perebutan kursi tertinggi birokrasi di Kabupaten Kendal. Sebelumnya proses seleksi tersendat akibat minimnya pelamar.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kendal, Abdul Basir, sempat mengungkapkan bahwa minimnya jumlah pelamar membuat proses seleksi harus diperpanjang.

“Yang sudah mendaftar dan memenuhi persyaratan ada dua orang,” ujarnya saat masa pendaftaran tahap awal.

Ia menegaskan, sesuai ketentuan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019, seleksi terbuka JPT Pratama harus diikuti minimal tiga kandidat yang memenuhi syarat. Karena itu, pansel terpaksa membuka perpanjangan agar jumlah pelamar memenuhi ambang batas.

“Kalau belum memenuhi minimal tiga orang, memang harus diperpanjang,” tegasnya.

Basir juga sempat berharap adanya tambahan pendaftar agar seleksi dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.

“Mudah-mudahan ada tambahan pendaftar, minimal satu orang lagi, supaya proses bisa berjalan,” harapnya.

Kini kompetisi justru mulai mengerucut pada pertarungan lima nama dengan latar belakang jabatan strategis.

Pasalnya, posisi Sekda sendiri memiliki peran vital. Yakni sebagai motor penggerak birokrasi daerah untuk mengawal kebijakan kepala daerah, mengoordinasikan organisasi perangkat daerah, hingga memastikan jalannya pelayanan publik.

Dengan komposisi lima kandidat, persaingan diprediksi berlangsung ketat. Masing-masing membawa rekam jejak, pengalaman, dan kekuatan jaringan birokrasi yang berbeda. (*)

Penulis: Yoedhi W

Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Kendal Masuk Tahap Tes Kesehatan

Lingkar.co – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kendal memasuki tahapan tes kesehatan. Sebanyak 246 peserta mengikuti rangkaian tes kesehatan dan parade yang digelar di Stadion Utama Kendal, Jawa Tengah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa tes kesehatan melibatkan empat dokter dari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kendal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kondisi pancaindra, fisik tubuh, hingga kesehatan psikis peserta.

“Tes ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan calon paskibraka memiliki kondisi kesehatan yang prima, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan ini akan melanjutkan seleksi berikutnya, yakni tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kesemaptaan yang dijadwalkan pada 14 April 2026.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap semangat dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Ia juga menegaskan kepada panitia untuk melaksanakan proses seleksi secara ketat dan objektif.

“Saya minta seluruh peserta tetap penuh semangat. Kepada panitia, lakukan seleksi ini secara ketat agar kita mendapatkan calon terbaik. Harapannya, Capaskibraka Kendal dapat lolos hingga tingkat provinsi,” tegasnya.

Melalui tahapan seleksi yang berjenjang dan ketat ini, diharapkan Kabupaten Kendal dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengibarkan Sang Merah Putih, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga provinsi bahkan nasional. (*)

Bupati Kendal Pastikan Bantuan Bibit Melati Tepat Sasaran

Lingkar.co Bantuan bibit melati yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menunjukkan hasil. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memastikan program tersebut tepat sasaran setelah meninjau langsung kebun melati di Dusun Randusari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026).

Dalam kunjungan kerja itu, bupati mendapati lahan seluas 3,7 hektare telah produktif ditanami melati. Puluhan petani kini menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.

“Kami ingin memastikan bantuan bibit dari pemerintah benar-benar bermanfaat. Hasilnya luar biasa, lahan yang digarap sudah mencapai 3,7 hektare,” ujar Dyah.

Menurutnya, selain menjanjikan dari sisi bisnis, budidaya melati juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Setiap hari, warga dilibatkan sebagai pemetik bunga.

“Memang harga fluktuatif, tapi petani tetap mendapatkan keuntungan. Ini juga membuka peluang kerja harian bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Indarwanti, menambahkan kebun melati di Randusari menjadi satu-satunya di kawasan Pantura Kendal.

“Tahun ini ada bantuan 10 ribu bibit melati dari provinsi. Kami juga terus melakukan pembinaan karena komoditas ini cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia menyebut tanaman melati dapat dipanen setiap hari sehingga menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani.

Sementara itu, Kepala Desa Gempolsewu, Carmadi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 30 petani dengan lebih dari 100 pekerja yang terlibat sebagai pemetik bunga.

“Kami juga terus mendorong pengembangan lahan sekitar dua hektare lagi. Harapannya bantuan bibit bisa terus berlanjut setiap tahun,” katanya.

Hasil panen melati dari wilayah tersebut selama ini dipasarkan ke pabrik teh di Kabupaten Batang. (*)

Polres Kendal Ungkap 36 Persen Kasus Kecelakaan Terjadi di Jalur Weleri-Sukorejo

Lingkar.co- Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto mengungkapkan, jalur Weleri-Sukorejo menyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi mencapai 36 persen.

Oleh karena itu pihaknya.memberikan perhatian lebih di jalur yang berada di wilayah Kendal bagian barat itu

“Berdasarkan data hasil operasi ketupat candi kemarin, jalur Weleri – Sukorejo memang banyak terjadi kecelakaan,” kata AKP Panji ditemui di Polres Kendal, Selasa (7/4/2026).

AKP Panji menerangkan, mayoritas kecelakaan terjadi saat malam hari dengan berbagai faktor di antaranya kelelahan, kurang konsentrasi hingga minimnya akses penerangan di jalur tersebut.

“Ya karena di jalur itu kompleks karena sangat ramai tapi juga minim penerangan,” imbuhnya.

Kasat Lantas menambahkan tidak ada korban jiwa dari sederet kecelakaan yang terjadi. Namun, ia memberikan perhatian lebih agar pengguna jalan lebih waspada dalam berkendara.

Berdasarkan data yang ia paparkan, mayoritas kecelakaan terjadi dialami oleh pengendara sepeda motor dengan presentase 60 persen.

“Untuk korban meninggal 0 kasus, tercatat 2 luka berat dan 29 korban luka ringan,” terangnya.

AKP Panji pun menyarankan agar pengguna jalan menghindari perjalanan saat malam hari yang kerap menimbulkan kecelakaan.

“Waktu kejadian yang pagi hari mulai pukul 06:00 – 12:00 WIB ada 6 kasus. Begitu juga siang hari pukul 12:00 – 18:00 WIB itu ada 6 kasus, kemudian dini hari pukul 00:00 – 06:00 ada 5 kasus, yang lainnya malam hari mulai pukul 18:00 – 24:00 WIB,” paparnya.

Di sisi lain, Kasat Lantas juga mengimbau pengguna jalan agar tak menerobos rambu lalu lintas. 

“Itu juga menjadi salah satu faktor kecelakaan, terkadang pengguna jalan masih abai dengan tetap nekat menerobos rambu lalu lintas. Padahal itu kan berbahaya sekali,” tandasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W