Arsip Tag: Bupati Kendal

Tanam Pohon Libatkan Perempuan, Jaga Kelestarian Lingkungan Hidup Tanggung Jawab Semua

Lingkar.co – Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua pihak tanpa memandang gender.

Hal itu diucapkan oleh Kepala Kelurahan Langenharjo, Jupriyono dalam gerakan menanam pohon pada peringatan Hari Bumi Tahun 2026, Rabu (22/4/2026).

“Menjaga bumi ini tanggung jawab bersama, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai dari sampah,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan peringatan Hari Bumi diikuti 120 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Lurah Jupriyono mengatakan, keberadaan Taman Langen Nirwana direncanakan menjadi tempat wisata air yang ramah lingkungan. Selain itu, juga sebagai wisata edukasi bagi anak-anak dalam menjaga lingkungan.

“Tempat ini menjadi wisata edukasi anak-anak, para pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Sebagai informasi, Hari Bumi biasa diperingati tiap tanggal 22 April dengan kegiatan tanam pohon, bersih pantai dan sebagainya. Penanaman pohon yang melibatkan perempuan karena perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam UMKM maupun membiasakan anak untuk menjaga lingkungan.

Pelibatan kaum perempuan ini sekaligus memperingati Hari Kartini yang diperingati tiap tanggal 21 April.

Kaum perempuan yang ikut di antaranya dari PKK, Bhayangkari Polres Kendal dan Persit Kodim 0715 Kendal. Ada juga dari pelajar, Bank Sampah Induk Kendal dan relawan dari berbagai komunitas pecinta lingkungan.

Tanam pohon dilakukan di bantaran sungai yang dijadikan ruang terbuka hijau Taman Langen Nirwana, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemimpin PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Jateng dan DIY, M. Aries Aviani mengatakan, butuh kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Untuk itu pihaknya bersama Kelurahan Langenharjo bergerak bersama menjaga bumi agar bisa dinikmati generasi penerus.

“Alam ini merupakan titipan yang harus dipelihara dengan baik, agar bisa dinikmati generasi penerus,” ujarnya. 
Ia menyebut bibit tanaman yang diberikan berupa 300 bibit tanaman sayuran dan 100 bibit tanaman buah. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan saat tiba waktu dipanen.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara simbolis melakukan penanaman pohon buah. Kemudian diikuti oleh sejumlah ASN, anak-anak sekolah dan masyarakat setempat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Sasar Perlindungan Pekerja Rentan, Pemkab Kendal Targetkan UJC 276.000

Lingkar.co – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan Universal Jamsostek Coverage (UJC) sebanyak 276.000 tenaga kerja sektor informal (Pekerja rentan). Namun hingga saat ini, capaian baru sekitar 26.000 tenaga kerja atau 9 persen yang terdaftar kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek)

Ia lantas menjelaskan, Pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan Jamsostek nasional mencapai 99,5 persen pada tahun 2045. Sementara Pemkab Kendal telah memasukkan program perlindungan pekerja rentan dalam RPJMD 2025–2029 dengan target capaian 51,64 persen.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD), Pemkab Kendal terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan UCJ.

Upaya tersebut antara lain melalui perlindungan pekerja rentan dari CSR BUMD, mendorong perusahaan swasta melalui CSR dan program ‘Sertakan’ pendaftaran pekerja rentan di lingkungan OPD, Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, serta pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui Program Perlindungan Pekerja/Masyarakat Rentan (PERMATA).

Disebutkan, pada tahun 2025, program PERMATA melindungi 5.650 pekerja rentan, sementara tahun 2026 ditargetkan 2.976 pekerja rentan.

Data Monitoring dan Evaluasi (Monev) menunjukkan jumlah ASN dan PPPK Kabupaten Kendal sebanyak 11.610 orang, namun yang telah berkontribusi baru 1.136 orang.

Capaian perlindungan pekerja rentan saat ini berada pada angka 9,78 persen. Beberapa OPD, Bagian Setda, Kecamatan, serta Korwilcam Bidik SMP dan SD masih perlu meningkatkan partisipasi secara signifikan.

Agus mengingatkan, setiap pekerja, termasuk pekerja sektor informal, berpotensi menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian, kehilangan pekerjaan, hingga hari tua.

Tanpa perlindungan sosial, risiko tersebut dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

“Melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya melalui Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, negara hadir memberikan perlindungan nyata bagi pekerja rentan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Sementara, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi para kepala perangkat daerah yang telah aktif menggerakkan Program ASN Peduli Pekerja Rentan di lingkungan masing-masing.

Namun demikian, Bupati juga mengakui bahwa partisipasi ASN masih jauh dari harapan, sementara Pemkab Kendal dituntut memenuhi target perlindungan 276 ribu pekerja rentan pada tahun 2026.

“Saya berharap seluruh kepala OPD terus menggerakkan ASN untuk berpartisipasi aktif dengan melindungi minimal satu pekerja rentan. Bagi OPD, Bagian, Kecamatan, dan Korwilcam yang belum berpartisipasi agar segera berperan aktif. ASN yang berdomisili di luar Kabupaten Kendal pun diharapkan turut berkontribusi,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta BPJS Ketenagakerjaan KCP Kendal untuk melaporkan perkembangan Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan setiap bulan kepada Bupati melalui OPD terkait.

“Dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, diharapkan program ini dapat menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal,” tuturnya. (*)

Musrenbang RKPD Kabupaten Kendal 2027, Mbak Tika Akui Masalah Sampah dan Banjir Belum Selesai

Lingkar.co – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengakui bahwa masalah sampah dan banjir masih belum terselesaikan hingga saat ini.

Ia menilai banjir dan rob yang hingga kini masih menjadi persoalan tahunan di sejumlah titik. Sedangkan pengelolaan sampah juga dinilai belum optimal dan membutuhkan perhatian lebih dari semua pihak.

Tak hanya itu, Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari, juga menyoroti sektor ekonomi, potensi daerah yang menurutnya belum sepenuhnya memberikan nilai tambah.

Oleh karena itu, kata dia, hilirisasi produk unggulan daerah perlu terus didorong agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

Tak berhenti sampai di situ, sektor pariwisata juga tak luput dari perhatian. Pemerintah daerah menilai potensi pariwisata Kendal masih perlu dioptimalkan melalui penguatan pengelolaan, peningkatan infrastruktur, serta strategi promosi yang lebih efektif.

Semua itu ia paparkan saat menyampaikan sambutan arahan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kendal Tahun 2027 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026).

Untuk itu Bupati mengingatkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Kendal Tahun 2027 yang mengusung tema “KENDAL CEKATAN”.

Kendal Cekatan merupakan akronim dari Peningkatan Tata Kelola Kelembagaan Sebagai Pondasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Penguatan Sektor Unggulan Daerah.

Kebijakan ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang responsif, adaptif, serta berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut memiliki tiga fokus utama.

Pertama, peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Kedua, penguatan perekonomian daerah melalui optimalisasi sektor-sektor unggulan. Ketiga, peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran, demi mewujudkan Kabupaten Kendal yang lebih maju dan sejahtera di tahun 2027. (*)

Lima Pejabat Siap Berebut Kursi Sekda Kendal

Lingkar co – Lima pejabat siap berebut posisi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal setelah dinyatakan lolos administrasil. Kendati demikian, seleksi calon Sekda Kendal yang sempat sepi peminat, kini mulai ramai. Hingga akhir masa perpanjangan pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Kelima kandidat yang bersaing memperebutkan posisi strategis tersebut yakni Agus Dwi Lestari (Pj Sekda Kendal), Ardhi Prasetyo (Kepala Diskominfo Kendal), dan Achmad Ircham Chalid (Kepala Disporapar Kendal). Dua lainnya Wiwit Andariyono (Asisten Perekonomian Setda Kendal), dan Wahyu Yusuf Akhmadi (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan/Dinarpus Kendal).

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari membenarkan, jumlah pendaftar sempat minim di awal pembukaan seleksi. Bahkan, pada tahap pertama hanya dua orang yang mendaftar.

“Memang sedikit pendaftar, saat awal pendaftaran hanya dua. Agua Dwi Lestari dan Ardhi Prasetyo. Karena belum memenuhi syarat minimal tiga orang, kemudian diperpanjang,” ujarnya.

Namun, setelah masa perpanjangan dibuka, jumlah pelamar bertambah signifikan hingga mencapai lima orang. Mereka telah dinyatakan memenuhi syarat dan telah masuk dalam sistem seleksi. “Hingga akhir pendaftaran total sudah lima pendaftar,” tegasnya.

Menurutnya, secara umum minat pejabat sebenarnya cukup banyak. Namun, tidak semua pendaftar mampu memenuhi ketentuan administratif dan prosedur seleksi yang ditetapkan.

“Yang mendaftar ke BKN sudah banyak sebenarnya, tapi yang memenuhi syarat dan submit di sistem seleksi sepertinya hanya lima orang itu,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, seleksi Sekda Kendal kini telah memenuhi ketentuan minimal tiga kandidat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019. Artinya, tahapan seleksi dapat dilanjutkan ke proses berikutnya tanpa perlu perpanjangan tambahan.

Kondisi ini sekaligus mengakhiri fase “sunyi” dalam perebutan kursi tertinggi birokrasi di Kabupaten Kendal. Sebelumnya proses seleksi tersendat akibat minimnya pelamar.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kendal, Abdul Basir, sempat mengungkapkan bahwa minimnya jumlah pelamar membuat proses seleksi harus diperpanjang.

“Yang sudah mendaftar dan memenuhi persyaratan ada dua orang,” ujarnya saat masa pendaftaran tahap awal.

Ia menegaskan, sesuai ketentuan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019, seleksi terbuka JPT Pratama harus diikuti minimal tiga kandidat yang memenuhi syarat. Karena itu, pansel terpaksa membuka perpanjangan agar jumlah pelamar memenuhi ambang batas.

“Kalau belum memenuhi minimal tiga orang, memang harus diperpanjang,” tegasnya.

Basir juga sempat berharap adanya tambahan pendaftar agar seleksi dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.

“Mudah-mudahan ada tambahan pendaftar, minimal satu orang lagi, supaya proses bisa berjalan,” harapnya.

Kini kompetisi justru mulai mengerucut pada pertarungan lima nama dengan latar belakang jabatan strategis.

Pasalnya, posisi Sekda sendiri memiliki peran vital. Yakni sebagai motor penggerak birokrasi daerah untuk mengawal kebijakan kepala daerah, mengoordinasikan organisasi perangkat daerah, hingga memastikan jalannya pelayanan publik.

Dengan komposisi lima kandidat, persaingan diprediksi berlangsung ketat. Masing-masing membawa rekam jejak, pengalaman, dan kekuatan jaringan birokrasi yang berbeda. (*)

Penulis: Yoedhi W

Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Kendal Masuk Tahap Tes Kesehatan

Lingkar.co – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kendal memasuki tahapan tes kesehatan. Sebanyak 246 peserta mengikuti rangkaian tes kesehatan dan parade yang digelar di Stadion Utama Kendal, Jawa Tengah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa tes kesehatan melibatkan empat dokter dari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kendal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kondisi pancaindra, fisik tubuh, hingga kesehatan psikis peserta.

“Tes ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan calon paskibraka memiliki kondisi kesehatan yang prima, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan ini akan melanjutkan seleksi berikutnya, yakni tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kesemaptaan yang dijadwalkan pada 14 April 2026.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap semangat dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Ia juga menegaskan kepada panitia untuk melaksanakan proses seleksi secara ketat dan objektif.

“Saya minta seluruh peserta tetap penuh semangat. Kepada panitia, lakukan seleksi ini secara ketat agar kita mendapatkan calon terbaik. Harapannya, Capaskibraka Kendal dapat lolos hingga tingkat provinsi,” tegasnya.

Melalui tahapan seleksi yang berjenjang dan ketat ini, diharapkan Kabupaten Kendal dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengibarkan Sang Merah Putih, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga provinsi bahkan nasional. (*)

Bupati Kendal Pastikan Bantuan Bibit Melati Tepat Sasaran

Lingkar.co Bantuan bibit melati yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menunjukkan hasil. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memastikan program tersebut tepat sasaran setelah meninjau langsung kebun melati di Dusun Randusari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026).

Dalam kunjungan kerja itu, bupati mendapati lahan seluas 3,7 hektare telah produktif ditanami melati. Puluhan petani kini menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.

“Kami ingin memastikan bantuan bibit dari pemerintah benar-benar bermanfaat. Hasilnya luar biasa, lahan yang digarap sudah mencapai 3,7 hektare,” ujar Dyah.

Menurutnya, selain menjanjikan dari sisi bisnis, budidaya melati juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Setiap hari, warga dilibatkan sebagai pemetik bunga.

“Memang harga fluktuatif, tapi petani tetap mendapatkan keuntungan. Ini juga membuka peluang kerja harian bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Indarwanti, menambahkan kebun melati di Randusari menjadi satu-satunya di kawasan Pantura Kendal.

“Tahun ini ada bantuan 10 ribu bibit melati dari provinsi. Kami juga terus melakukan pembinaan karena komoditas ini cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia menyebut tanaman melati dapat dipanen setiap hari sehingga menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani.

Sementara itu, Kepala Desa Gempolsewu, Carmadi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 30 petani dengan lebih dari 100 pekerja yang terlibat sebagai pemetik bunga.

“Kami juga terus mendorong pengembangan lahan sekitar dua hektare lagi. Harapannya bantuan bibit bisa terus berlanjut setiap tahun,” katanya.

Hasil panen melati dari wilayah tersebut selama ini dipasarkan ke pabrik teh di Kabupaten Batang. (*)

Bupati Kendal Luncurkan ‘Bunda Melati Plus’, Layanan Adminduk Sejak Dini

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan meluncurkan inovasi terbaru bertajuk ‘Bunda Melati Plus’.

Program ini menjadi terobosan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam memperluas jangkauan layanan administrasi kependudukan (Adminduk), khususnya bagi kelompok bayi lahir

Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Kendal dan dihadiri jajaran Direktur RS Wasta di Kendal, pimpinan OPD, Kepala Bagian, serta undangan

Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekedar program, melainkan gerakan nyata menghadirkan negara di tengah masyarakat.

“Tidak boleh ada satu pun warga Kendal yang tidak memiliki dokumen kependudukan. Melalui Bunda Melati Plus, kita hadirkan layanan yang proaktif sejak ibu hamil dan melahirkan sehingga Dokumen Adminduk diterima sejak dini dan terjamin keanggotaan BPJS Kesehatan,” tegas Bupati.

Bunda Melati Plus merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Program ini menghadirkan sejumlah penguatan layanan, di antaranya:
• Integrasi dan Kolaborasi layanan, dengan fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan
• Digitalisasi layanan untuk percepatan dan efisiensi

Ratna Mustikaningsih Kepala Disdukcapil Kendal menambahkan, inovasi ini dirancang untuk menjawab berbagai kendala klasik pelayanan adminduk, seperti akses, keterbatasan mobilitas, dan rendahnya kesadaran masyarakat.

“Kami tidak lagi menunggu masyarakat datang, tetapi kami memberikan fasilitas titik pelayanan yang mudah bagi masyarakat untuk mengakses khususnya di Fasilitas Kesehatan. Ini adalah transformasi pelayanan dari pasif menjadi aktif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dokumen kependudukan merupakan kunci utama dalam mengakses berbagai layanan dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.

Launching ‘Bunda Melati Plus’ ditandai dengan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Daerah, BPJS Kesehatan Cabang Semarang dan 6 (enam) Direktur RS Swasta di Kabupaten Kendal

Dengan inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Kendal optimistis dapat meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan sekaligus memperkuat gerakan sadar adminduk di seluruh wilayah.

“Ini bukan akhir, tetapi awal dari pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan membahagiakan masyarakat,” tutup Bupati. (*)

Penulis: Yoedhi W

Ratusan Juta Belum Dibayar, Sejumlah Suplyer Geruduk SPPG Protomulyo

Lingkar.co– Sejumlah suplyer yang memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi SPPG di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (6/4/2026). Kedatangan mereka untuk menagih pembayaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu suplyer, Faqihudin, mengaku memiliki tagihan sebesar Rp141 juta yang belum dibayarkan sejak akhir Desember 2025. Tagihan tersebut berasal dari suplai susu yang rutin dikirim setiap pekan dalam jumlah puluhan karton.

“Totalnya Rp141 juta, belum dibayar sejak akhir tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tagihan terus membengkak karena akumulasi pengiriman yang belum dilunasi. Ia juga menyebut telah beberapa kali melakukan penagihan, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan kejelasan pembayaran.

“Setiap ditagih alasannya selalu berubah, dan responsnya lambat,” katanya.

Faqihudin menambahkan, tidak hanya dirinya yang mengalami hal serupa. Beberapa suplyer lain juga disebut memiliki tagihan yang belum dibayarkan, meski nilainya lebih kecil.

“Ada juga suplyer lain yang tagihannya puluhan juta. Bahkan sebelumnya ada suplyer lama yang masih punya tanggungan tapi ditinggalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak SPPG Protomulyo I melalui bagian akunting, Galuh, menyatakan bahwa pembayaran telah dilakukan secara rutin setiap ada barang yang masuk.

“Dari kami rutin membayar dan semua sudah kami bayarkan,” jelasnya.

Ia menerangkan, mekanisme pembayaran dilakukan melalui Koperasi Merakyat. Pihak SPPG mengaku menyalurkan pembayaran ke koperasi, yang kemudian bertugas meneruskan kepada para suplyer.

“Kami bayarnya ke koperasi, nanti koperasi yang membayarkan ke suplyer,” tandasnya.

Di sisi lain, Ahmad Munfarid selaku PIC Koperasi Merakyat mengatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait pengelolaan keuangan di koperasi tersebut.

“Tugas saya hanya mencarikan bahan baku atau belanjaan untuk kebutuhan MBG,” ujarnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pemkab Kendal Fasilitasi 11Bus Gratis Bagi 558 Santri Kembali ke Lirboyo

Lingkar.co- Pemerintah Kabupaten Kendal memfasilitasi 558 santri asal Kabupaten Kendal kembali ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur menggunakan bus gratis pada Sabtu (4/4/2026) sore. Mereka diberangkatkan menggunakan 11 bus dari Stadion Utama Kendal secara bersamaan.

Pemerintah Kabupaten Kendal berkolaborasi dengan Baznas Kendal memfasilitasi bus gratis untuk santri asal Kabupaten Kendal yang mondok di Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Para santri harus kembali ke pondok pesantren, setelah libur Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.

Pemberangkatan rombongan bus dilepas oleh Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari didampingi Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Kendal KH Subhan Idris. Pelepasan bus rombongan santri juga dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal KH Mukhammad Mustamsikin dan sejumlah ulama.

Ketua Himasal Kabupaten Kendal, KH Subhan Idris mengatakan, pemberian fasilitas bus gratis ini diawali sejak masa Covid-19 lalu. Sejak saat itu Pemkab Kendal tiap tahun selalu memfasilitasi bus gratis untuk santri asal Kabupaten Kendal yang kembali ke pondok pesantren Lirboyo Kediri. “Fasilitas bus gratis ini dimulai sejak masa pandemi Covid-19 itu rutin tiap tahun hingga sekarang,” ujarnya.

Menurut KH Subhan, pemberian fasilitas bus gratis ini dapat membantu meringankan biaya transportasi bagi para santri. Adapun jumlah santri yang ikut rombongan bus gratis ada 558 santri, dari jumlah total sekitar 600 santri. Harapannya, pemberian fasilitas bus gratis terus dilakukan tiap tahun. “Ini sangat membantu, maka harapan dari wali santri dan Himasal tiap tahun rutin diadakan,” harapnya.

Nur Salim ayah dari santri Fatihatul Huda, warga Desa Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan mengatakan, sudah dua tahun ini putranya ikut rombongan bus gratis dari Pemkab Kendal. Harapannya, fasilitas bus gratis ini terus dilakukan tiap tahun, karena membantu meringankan beban orang tua wali santri. “Kalau naik bus sendiri biayanya 170 ribu, jadi fasilitas bus gratis ini sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi mereka yang kondisinya sedang tidak mampu,” katanya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya yang disampaikan oleh Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari berpesan kepada seluruh santri, agar meluruskan niatnya menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Pesan lainnya, agar menjaga nama baik Kabupaten Kendal dan menjaga persaudaraan sesama santri. “Belajar tekun, perbanyak doa, jaga nama baik Kabupaten Kendal, jaga persaudaraan sesama santri dan tetap menjalin komunikasi dengan orang tua,” pesannya. 

Dengan menuntut ilmu di pondok pesantren, para santri diharapkan akan tumbuh menjadi anak soleh. Ketika pulang di kampung halaman agar menjadi insan yang bermanfaat bagi lingkungan dan bersama-sama membangun untuk Kendal yang lebih baik. (*)

Penulis: Yoedhi

Bupati Kendal Harapkan Sumur Minyak Rakyat Dapat Tingkatkan PAD dan Buka Lapangan Kerja Baru

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap sumur minyak rakyat yang dikabarkan telah dikerjasamakan nantinya dapat dikelola dengan baik dan memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal.

Menurutnya, migas menjadi salah satu penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil. Sehingga diharapkan kedepan dengan adanya pengelolaan sumur minyak rakyat dapat mendongkrak PAD, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya nanti bisa memberikan sumbangsih terhadap PAD kita melalui sistem bagi hasil. Karena kan untuk bagi hasil itu dari pusat ada dua, undang-undangnya migas sama sawit. Jadi mudah-mudahan dari minyak yang disini bisa memberikan bagi hasil dan meningkatkan PAD kita,” terangnya, Kamis 2 April 2026.

Bupati Kendal menjelaskan, sumur minyak rakyat yang ada di sejumlah titik lokasi di Kabupaten Kendal saat ini tengah dalam proses pengecekan.

“Ini kan masih tahapan awal nantinya perlu proses panjang dan itu nanti menjadi kebijakan dari pusat yaitu dari Kementerian ESDM,” terang Bupati Kendal, Kamis 2 April 2026.

Dia berharap, proses sumur rakyat yang sebelumnya telah dikerjasamakan dan sudah ada penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perwakilan penambang sumur minyak rakyat, serta pemerintah desa tersebut dapat berjalan lancar dan memiliki kandungan minyak yang bagus.

“Nanti kami mengikuti hasilnya karena ini masih tahapan awal. Kemarin kalau tidak salah seminggu yang lalu dari SKK Migas sudah melakukan pengecekan. Mudah-mudahan di Kendal ini kandungan minyaknya tinggi,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq juga menyampaikan pihak DPRD akan terus mengawal terkait kebijakan yang menyangkut potensi yang dihasilkan dari sumur minyak rakyat tersebut.

“Kita bercita-cita dengan adanya minyak itu punya kontribusi dari sisi pendapatan, mengingat Kendal punya potensi yang luar biasa. Dan dari sisi regulasi sesuai dengan kewenangan kami akan mengawal hal itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W