Arsip Tag: Ketua DPRD Kabupaten Kendal

Apresiasi Koperasi Karya Energi, Mahfud Sodiq: Manfaat Jelas Kita Dukung

Lingkar.co- Jajaran DPRD Kendal menanggapi positif adanya sumur minyak rakyat di wilayah Kabupaten Kendal yang kini telah dikelola oleh Koperasi Karya Energi Nusantara (KEN).

Diketahui, sebelumnya Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Djoko Siswanto juga telah memberikan kesan positif terhadap kebersihan dan ketertiban pengelolaan sumur minyak tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi beberapa hari lalu.

Selain itu, pada Jumat, 27 Maret 2026 lalu juga telah dilakukan penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perwakilan penambang sumur rakyat, serta pemerintah desa.

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq menyambut positif dan mendukung adanya pengelolaan sumur minyak rakyat di Kabupaten Kendal.

“Kalau DPRD mendukung, sepanjang manfaatnya jelas. Kami juga beberapa hari yang lalu mendapatkan kabar bahwa sumur minyak rakyat di Kabupaten Kendal sudah dikerjasamakan,. Bahkan beberapa devisi SKK Migas juga ikut turun,” ujar Ketua DPRD Kendal, Jumat (3/4/26)

Ia berharap, adanya pengelolaan sumur minyak rakyat itu kedepan dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus membebani rakyat.

“Harapannya ini memberikan mafaat bagi Kabupaten Kendal, baik dari sisi pembangunan maupun pendapatan. Karena saat ini juga Kabupaten Kendal telah berkreasi bagaimana untuk meningkatkan pendapatan daerah tanpa harus membebani rakyat,” harapnya.

Mahfud juga menyebut DPRD Kendal akan mendorong dan berdiskusi dengan bagian hukum terkait bagaimana memanfaatkan pendapatan yang rencananya akan diperoleh melalui bagi hasil migas tersebut.

“Saya melihat di beberapa regulasi itu bagi hasil migas itu bisa di daerah. Sehingga kami perlu menyiapkan langkah konkret untuk kita mendapatkan bagi hasil untuk mendongrak pendapatan daerah,” tegas Mahfud.

Menurutnya, dampak positif dari adanya produksi migas di Kabupaten Kendal tersebut selain mendongkrak PAD juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Mahfud Sodiq juga menegaskan pihak DPRD juga akan terus mengawal potensi yang dihasilkan sesuai regulasi yang ada.

“Kita bercita-cita dengan adanya minyak itu punya kontribusi dari sisi pendapatan, mengingat Kendal punya potensi yang luar biasa. Dan dari sisi regulasi sesuai dengan kewenangan kami akan mengawal hal itu,” pungkasnya (*)

Penulis: Yoedhi W.

Bupati Kendal Harapkan Sumur Minyak Rakyat Dapat Tingkatkan PAD dan Buka Lapangan Kerja Baru

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap sumur minyak rakyat yang dikabarkan telah dikerjasamakan nantinya dapat dikelola dengan baik dan memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal.

Menurutnya, migas menjadi salah satu penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil. Sehingga diharapkan kedepan dengan adanya pengelolaan sumur minyak rakyat dapat mendongkrak PAD, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya nanti bisa memberikan sumbangsih terhadap PAD kita melalui sistem bagi hasil. Karena kan untuk bagi hasil itu dari pusat ada dua, undang-undangnya migas sama sawit. Jadi mudah-mudahan dari minyak yang disini bisa memberikan bagi hasil dan meningkatkan PAD kita,” terangnya, Kamis 2 April 2026.

Bupati Kendal menjelaskan, sumur minyak rakyat yang ada di sejumlah titik lokasi di Kabupaten Kendal saat ini tengah dalam proses pengecekan.

“Ini kan masih tahapan awal nantinya perlu proses panjang dan itu nanti menjadi kebijakan dari pusat yaitu dari Kementerian ESDM,” terang Bupati Kendal, Kamis 2 April 2026.

Dia berharap, proses sumur rakyat yang sebelumnya telah dikerjasamakan dan sudah ada penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perwakilan penambang sumur minyak rakyat, serta pemerintah desa tersebut dapat berjalan lancar dan memiliki kandungan minyak yang bagus.

“Nanti kami mengikuti hasilnya karena ini masih tahapan awal. Kemarin kalau tidak salah seminggu yang lalu dari SKK Migas sudah melakukan pengecekan. Mudah-mudahan di Kendal ini kandungan minyaknya tinggi,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq juga menyampaikan pihak DPRD akan terus mengawal terkait kebijakan yang menyangkut potensi yang dihasilkan dari sumur minyak rakyat tersebut.

“Kita bercita-cita dengan adanya minyak itu punya kontribusi dari sisi pendapatan, mengingat Kendal punya potensi yang luar biasa. Dan dari sisi regulasi sesuai dengan kewenangan kami akan mengawal hal itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sikapi Isu Krisis BBM, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Beri Contoh Pola Hidup Hemat Berangkat ke Kantor Bersepeda

Lingkar.co – Di tengah mencuatnya isu krisis bahan bakar minyak (BBM), Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq mulai mengubah kebiasaan dengan menggunakan sepeda saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi energi sekaligus upaya mendorong masyarakat beralih ke pola hidup yang lebih hemat dan lebih sehat.

Dalam beberapa hari terakhir, Ketua DPRD terlihat berangkat ke kantor hingga menghadiri kegiatan di wilayah sekitar dengan mengayuh sepeda. Aksi tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan termasuk Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

“Pak Ketua DPRD ini sudah memberikan contoh sebelum edaran resmi dari pemerintah pusat turun. Beliau hari inj sudah naik sepeda. Kemarin juga sudah naik sepeda. Padahal kita belum ada surat edaran resmi dari pusat,” ujar Bupati Kendal, Rabu (1/3/2026).

Bupati Kendal menyebut pihaknya akan segera merapatkan terkait kebijakan ASN berangkat ke kantor dengan sepeda untuk menghemat BBM.

“Kami akan rapatkan dulu, mungkin di wilayah-wilayah tertentu nanti kita wajibkan untuk naik sepeda,” tambahnya.

Disisi lain, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengaku, penggunaan sepeda merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar, baik dari sisi penghematan energi maupun kesehatan.

“Ya kebetulan juga karena ini dekat jadi naik sepeda. Selain itu untuk kesehatan biar ada geraknya jadi naik sepeda,” ujarnya.

Ia juga menilai, di tengah kekhawatiran akan ketersediaan BBM, masyarakat perlu mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien termasuk bersepeda jika jarak tempuh cukup dekat dan terjangkau.

“Tetapi memang kita naik sepeda yang jaraknya terjangkau. Kalau tidak terjangkau kita tetap pakai kendaraan,” pungkasnya. (*)