Arsip Tag: Mahfud Sodiq

Bupati Kendal Harapkan Sumur Minyak Rakyat Dapat Tingkatkan PAD dan Buka Lapangan Kerja Baru

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap sumur minyak rakyat yang dikabarkan telah dikerjasamakan nantinya dapat dikelola dengan baik dan memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal.

Menurutnya, migas menjadi salah satu penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil. Sehingga diharapkan kedepan dengan adanya pengelolaan sumur minyak rakyat dapat mendongkrak PAD, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya nanti bisa memberikan sumbangsih terhadap PAD kita melalui sistem bagi hasil. Karena kan untuk bagi hasil itu dari pusat ada dua, undang-undangnya migas sama sawit. Jadi mudah-mudahan dari minyak yang disini bisa memberikan bagi hasil dan meningkatkan PAD kita,” terangnya, Kamis 2 April 2026.

Bupati Kendal menjelaskan, sumur minyak rakyat yang ada di sejumlah titik lokasi di Kabupaten Kendal saat ini tengah dalam proses pengecekan.

“Ini kan masih tahapan awal nantinya perlu proses panjang dan itu nanti menjadi kebijakan dari pusat yaitu dari Kementerian ESDM,” terang Bupati Kendal, Kamis 2 April 2026.

Dia berharap, proses sumur rakyat yang sebelumnya telah dikerjasamakan dan sudah ada penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perwakilan penambang sumur minyak rakyat, serta pemerintah desa tersebut dapat berjalan lancar dan memiliki kandungan minyak yang bagus.

“Nanti kami mengikuti hasilnya karena ini masih tahapan awal. Kemarin kalau tidak salah seminggu yang lalu dari SKK Migas sudah melakukan pengecekan. Mudah-mudahan di Kendal ini kandungan minyaknya tinggi,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq juga menyampaikan pihak DPRD akan terus mengawal terkait kebijakan yang menyangkut potensi yang dihasilkan dari sumur minyak rakyat tersebut.

“Kita bercita-cita dengan adanya minyak itu punya kontribusi dari sisi pendapatan, mengingat Kendal punya potensi yang luar biasa. Dan dari sisi regulasi sesuai dengan kewenangan kami akan mengawal hal itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sikapi Isu Krisis BBM, Ketua DPRD Kabupaten Kendal Beri Contoh Pola Hidup Hemat Berangkat ke Kantor Bersepeda

Lingkar.co – Di tengah mencuatnya isu krisis bahan bakar minyak (BBM), Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq mulai mengubah kebiasaan dengan menggunakan sepeda saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi energi sekaligus upaya mendorong masyarakat beralih ke pola hidup yang lebih hemat dan lebih sehat.

Dalam beberapa hari terakhir, Ketua DPRD terlihat berangkat ke kantor hingga menghadiri kegiatan di wilayah sekitar dengan mengayuh sepeda. Aksi tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan termasuk Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

“Pak Ketua DPRD ini sudah memberikan contoh sebelum edaran resmi dari pemerintah pusat turun. Beliau hari inj sudah naik sepeda. Kemarin juga sudah naik sepeda. Padahal kita belum ada surat edaran resmi dari pusat,” ujar Bupati Kendal, Rabu (1/3/2026).

Bupati Kendal menyebut pihaknya akan segera merapatkan terkait kebijakan ASN berangkat ke kantor dengan sepeda untuk menghemat BBM.

“Kami akan rapatkan dulu, mungkin di wilayah-wilayah tertentu nanti kita wajibkan untuk naik sepeda,” tambahnya.

Disisi lain, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengaku, penggunaan sepeda merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar, baik dari sisi penghematan energi maupun kesehatan.

“Ya kebetulan juga karena ini dekat jadi naik sepeda. Selain itu untuk kesehatan biar ada geraknya jadi naik sepeda,” ujarnya.

Ia juga menilai, di tengah kekhawatiran akan ketersediaan BBM, masyarakat perlu mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien termasuk bersepeda jika jarak tempuh cukup dekat dan terjangkau.

“Tetapi memang kita naik sepeda yang jaraknya terjangkau. Kalau tidak terjangkau kita tetap pakai kendaraan,” pungkasnya. (*)

Banjir Terus Terulang di Kendal, Ketua DPRD Angkat Bicara

Lingkar.co – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal, Mahfud Sodiq, mengungkapkan DPRD Kabupaten Kendal menyerukan agar Pemerintah Daerah (Pemda) mengambil langkah tegas dan terencana dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal.

Seruan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya banjir di beberapa kecamatan akibat tingginya curah hujan dan kiriman air dari wilayah hulu. Kondisi ini dinilai menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan.

Mahfud menegaskan, persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial dan membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya di titik terdampak, tetapi juga dengan memperhatikan kondisi daerah hulu. Ini membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya, Selasa (20/1/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, terutama dalam hal dukungan anggaran dan program strategis pengendalian banjir.

Menurutnya, alokasi anggaran yang memadai sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir, seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta embung atau waduk penahan air.

Mahfud menambahkan, peningkatan kualitas sistem drainase dan pengelolaan tata air di wilayah rawan banjir harus menjadi prioritas ke depan. Ia menilai, tanpa perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, banjir akan terus menjadi ancaman rutin bagi masyarakat Kendal.

“DPRD Kendal berkomitmen untuk terus mengawal dan mendorong kebijakan penanganan banjir ini, baik melalui fungsi anggaran, pengawasan, maupun koordinasi lintas sektor. Harapannya, langkah-langkah konkret bisa segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pemkab Kendal Bagikan Seragam Batik Gratis untuk Siswa SD

Lingkar.co -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mulai membagikan seragam batik baru secara gratis untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Penyerahan seragam batik ini dilakukan langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, sebagai bagian dari program baru bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta DPRD Kendal. di SDN Pegulon 12 Kendal, Rabu (17/12/2025)

Program pemberian seragam batik gratis ini menyasar seluruh siswa sekolah dasar mulai kelas satu hingga kelas enam. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama, bantuan seragam batik diberikan kepada siswa di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kendal, Kaliwungu, Boja, Sukorejo, dan Weleri.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan program ini telah disetujui DPRD Kendal dan mulai direalisasikan tahun ini. Batik yang dibagikan berwarna merah dengan motif khas Kendal, di antaranya gambar kendi, perahu, padi, ikan, serta logo Kendal bertuliskan “Kendal Berdikari”. Batik tersebut diharapkan menjadi identitas sekaligus sarana pelestarian budaya lokal.

Menurut Bupati, tujuan pemberian seragam batik secara menyeluruh adalah agar setiap jenjang pendidikan memiliki identitas yang jelas. Untuk siswa sekolah dasar digunakan batik merah, sedangkan siswa sekolah menengah pertama menggunakan batik berwarna biru, sehingga mudah dibedakan dan dikenali.

Bupati juga berharap seragam batik ini dapat dikenakan secara rutin setiap hari Kamis. Mengingat keterbatasan anggaran, pembagian dilakukan bertahap dan ditargetkan pada tahun 2027 seluruh siswa sekolah dasar di Kabupaten Kendal sudah memiliki seragam batik.

“Seragam ini diberikan secara bertahap yang di targetkan tahun 2027 semua siswa sudah dapar seragam batik gratis, ini akan di pakai tiap hari kamis”. kata Bupati

Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Shodiq, mengapresiasi program pemberian seragam batik gratis bagi siswa sekolah dasar. Meski demikian, ia menyebut keterbatasan anggaran membuat program ini belum bisa menjangkau seluruh siswa pada tahun ini. Untuk tahun 2026, anggaran lanjutan telah disetujui DPRD Kendal.

“Saya sangat mengapresiasi atas inisiasi dari Dinas Pendidikan, sebab ini merupakan seragam identitas anak, untuk membedakan anak SMP dan SD”. ungkap shodiq

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan jumlah penerima bantuan seragam batik pada tahap pertama mencapai sekitar 23.586 siswa. Jumlah tersebut baru sekitar sepertiga dari total siswa sekolah dasar di Kabupaten Kendal yang mencapai lebih dari 70 ribu siswa.

Setiap siswa menerima satu stel seragam batik. Untuk siswa laki-laki berupa kemeja batik lengan pendek dengan celana panjang, sedangkan siswa perempuan menerima blus batik lengan panjang dan rok panjang. Harga satu stel seragam batik tersebut sekitar dua ratus ribu rupiah.

” tahun ini pengadaan kita ada di lima kecamatan, yakni Sukorejo,Weleri,Kendal, Boja dan Kaliwungu, d tahun 2026 nanti juga ada 3 kecamatan lagi mungkin lebih, secara bertahab semua akan mendapatkan seragam”. jelas Feri

Ferinando menambahkan, program ini bertujuan membudayakan penggunaan batik sejak dini sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus memperkuat identitas pelajar Kendal melalui perbedaan warna batik antarjenjang pendidikan.

Penulis: Yoedhi W

Tangkap Keresahan Masyarakat, Mahfud Sodiq Minta Pemerintah Berlakukan Kembali Sekolah 6 Hari

Lingkar.co – Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq menangkap aspirasi masyarakat yang mengeluhkan dan resah dengan praktek sekolah 5 hari. Untuk itu ia meminta agar pemerintah kembali memberlakukan sekolah 6 hari di Jawa Tengah.

Kata Mahfud, keluhan dan keresahan tersebut ia dapat setelah dirinya bertemu berbagai kelompok masyarakat yang mengutarakan kepada dirinya, baik dari orang tua murid, guru, hingga tokoh masyarakat pelaku dan pemerhati pendidikan yang menilai praktek pembelajaran lima hari di sekolah tidak sepenuhnya sesuai kondisi masyarakat.

Ia berkata, banyak orang tua mengeluhkan efektivitas belajar siswa yang menurun ketika jam pelajaran berlangsung hingga sore. Secara psikologis, anak usia SD dan SMP memiliki keterbatasan konsentrasi setelah melewati pukul 13.00 WIB, sehingga materi yang diberikan setelah lewat jam tersebut tidak terserap dengan baik.

“Hal ini tentunya berdampak pada kualitas pembelajaran harian,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/11/2025).

Di sisi lain, Wakil Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyoroti fasilitas sekolah yang belum mendukung pelaksanaan sekolah 5 hari. Ia menyebut banyak sekolah belum memiliki musala, masjid, atau tempat wudu yang memadai untuk menampung seluruh siswa dan guru ketika waktu zuhur tiba.

“Ibadah berjamaah terpaksa dilakukan bergantian, padahal dengan waktu yang sangat terbatas, sehingga tidak berjalan maksimal,” urainya.

Masalah keselamatan siswa saat perjalanan pulang juga menjadi perhatian legislator dari daerah pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Patean, Pageruyung, Plantungan, dan Sukorejo. Empat kecamatan yang terbilang area pedesaan bagian selatan Kabupaten Kendal yang masuk kawasan lereng pegunungan.

Maka, menurut dia, ketika jam pulang sekolah bertepatan dengan waktu buruh pulang bekerja, maka transportasi umum menjadi penuh dan rawan berdesakan.

“Di beberapa daerah, siswa bahkan dilaporkan pulang mendekati malam. Kondisi tersebut meningkatkan risiko perundungan maupun gangguan keamanan di perjalanan,” ujarnya.

Bakat dan Membantu Orang Tua

Mahfud juga menampung aspirasi masyarakat yang mengeluhkan berkurangnya kesempatan anak untuk mengembangkan bakat di luar akademik. Waktu pulang yang lebih sore, dan waktu istirahat berkurang membuat mereka kesulitan mengikuti kegiatan olahraga, seni, ataupun pengembangan keterampilan lainnya.

“Interaksi anak dengan lingkungan sekitar rumah juga ikut berkurang karena waktu bermain menjadi lebih pendek,” ungkapnya.

Situasi ini semakin terasa bagi siswa yang tinggal di wilayah pegunungan atau pedesaan dengan akses transportasi terbatas. Perjalanan pulang sore hari dirasa memberatkan, terutama bagi siswa perempuan yang harus melintasi rute lebih jauh atau melalui daerah yang minim transportasi umum.

Selain itu, lanjutnya, banyak anak tidak bisa mengikuti pendidikan keagamaan di madrasah diniyah maupun TPQ. Di Jawa Tengah, ribuan lembaga pendidikan keagamaan tersebut pada umumnya memulai pembelajaran pada pukul 14.00 WIB.

Lebih jauh ia mengungkapkan, tidak sedikit pula keluarga yang bergantung pada peran anak sepulang sekolah. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kerap membantu orang tua menjaga atau mendampingi adik belajar, atau membantu usaha kecil keluarga. Ketika mereka baru pulang menjelang sore, tugas-tugas tersebut tidak dapat dilakukan, yang akhirnya berpengaruh pada ketahanan keluarga.

Maka dari itu ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat menjadi dasar penting untuk mengembalikan sekolah enam hari. Ia berharap kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah provinsi benar-benar mempertimbangkan kondisi lapangan agar tidak menambah beban siswa maupun sekolah.

“Kami ingin pendidikan berjalan sesuai kebutuhan anak dan sesuai kondisi masyarakat di daerah,” tandasnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung langkah-langkah yang diambil demi perbaikan kualitas pendidikan dan kenyamanan siswa. (*)

Penulis: Nazlal Firdaus
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Mahfud Sodiq Ingatkan Hari Kesaktian Pancasila Bukan Sebatas Seremonial

Lingkar.co – Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali makna ideologi bangsa. Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila sangat penting, mengingat tantangan kebangsaan ke depan semakin kompleks.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud seusai mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Kendal, Rabu (1/10/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemkab, ASN, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, hingga unsur organisasi masyarakat.

Mahfud menekankan, Pancasila jangan hanya dipahami sebagai hafalan teks, melainkan harus benar-benar diimplementasikan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Implementasi Pancasila tidak sebatas hafalan, tetapi harus diamalkan. Penguatan ideologi Pancasila ini penting, karena pengamalannya bukan hal yang mudah. Butuh kesadaran yang serius dan komitmen bersama untuk menjadikannya pedoman hidup,” tegasnya.

Ia menyampaikan, pengamalan Pancasila harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan masyarakat. Dengan begitu, nilai-nilai gotong royong, persatuan, serta toleransi bisa terus terjaga di tengah perbedaan.

“Tantangan kita sekarang bukan hanya menjaga keutuhan bangsa dari ancaman luar, tetapi juga dari dalam, yakni mengikis sikap individualisme, intoleransi, dan perpecahan. Di sinilah Pancasila berperan sebagai pemersatu,” ujar Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mengenal Pancasila secara formal di sekolah, melainkan menjadikannya landasan moral dalam setiap aktivitas. Menurutnya, tanpa peran aktif generasi muda, nilai Pancasila akan sulit bertahan menghadapi arus globalisasi dan derasnya informasi digital.

“Generasi muda adalah ujung tombak. Mereka harus mampu menyaring budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan keberagaman bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kukuhkan Pengurus Lembaga, Ansor Kendal Tegaskan Siap Jadi Garda Perjuangan

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kendal resmi mengukuhkan pengurus lembaga dan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab) I Tahun 2025.

Acara digelar Ahad (3/8/2025) di Gedung DPRD Kendal. Hadir jajaran pengurus harian, pengurus Rijalul Ansor, serta PAC se-Kabupaten Kendal.

Berkesempatan hadir pula pada kesempatan it, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Benny Karnady, Ketua PCNU Kabupaten Kendal KH. Mustamsikin, Ketua DPRD Mahfud Shodiq, serta tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Ketua PC GP Ansor Kendal, Ahmad Ali Nurudin menegaskan, Ansor bukan hanya organisasi kepemudaan. Tapi garda terdepan penjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan kebangsaan. “Pengukuhan ini bukan seremonial. Ini penegasan amanah perjuangan,” tegasnya.

Ia menyebut, Musykercab adalah forum strategis untuk arah gerak organisasi. “Ansor Kendal harus jadi organisasi kader. Bukan penonton sejarah, tapi pelanjut perjuangan,” ucapnya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari bersama wakilnya mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus.

Ia berharap, kader Ansor bisa bersinergi dengan pemerintah dan hadir memberi manfaat nyata. “Program Ansor harus selaras dengan OPD. Hadir di masyarakat, jadi bagian solusi,” kata Bupati.

Bupati juga menegaskan pentingnya Ansor menjaga prinsip Aswaja, NKRI, dan stabilitas daerah.

Ketua DPRD Kendal, Mahfud Shodiq menambahkan, Ansor harus punya program nyata yang menyentuh masyarakat. “Tidak cukup hanya kegiatan keagamaan. Ansor harus berkontribusi pada pembangunan Kendal,” ujarnya.

Ia mendorong Ansor aktif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. “Anak muda butuh ruang dan semangat untuk memajukan Kendal. Ansor harus jadi katalisnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU KH. Mustamsikin menekankan bahwa Ansor adalah penerus semangat sahabat Nabi. “Ansor dan NU harus jalan beriringan. Pengawal ulama dan perjuangan umat,” tegasnya.

Kegiatan ini memperkuat konsolidasi, menegaskan arah gerak, dan memperkuat posisi GP Ansor Kendal sebagai organisasi kader yang transformatif. GP Ansor Kendal bertekad aktif menjawab tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sidak Aliran Sungai Mbiru, Ketua DPRD Kendal Minta DKP Dirikan TPI

Lingkar.co – Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat kondisi Sungai Mbiru yang sering menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Kendal dan Patebon, Selasa (15/5/2025).

Dalam sidak yang dilakukan dengan menyusuri sungai hingga muara menggunakan perahu, Mahfud Sodiq didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo.

Dalam perjalanan sisir sungai dengan perahu, Mahfud mengaku kaget melihat banyaknya perahu nelayan yang berada di Sungai Mbiru. Untuk itu, politisi PKB ini meminta kepada DKP Kendal agar bisa memfasilitasi nelayan dengan mendirikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

“Dengan jumlah nelayan sebanyak ini saya mendorong agar bisa didirikan TPI. Ini perlu dilakukan agar lebih memudahkan nelayan menjual hasil tangkapannya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan mendirikan TPI dapat meningkatkan perekonomian warga setempat dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan). Nelayan pasti membutuhkannya, karena modal utama dalam melaut adalah solar,” tandasnya.

Terkait dengan kondisi Sungai Mbiru hingga sampai ke muaranya, Mahfud Sodiq mengaku sangat prihatin saat memperhatikan sendimentasi di sungai tersebut.

“Sendimentasinya sangat tinggi. Ini perahu juga sangat hati-hati saat berjalan, karena dangkal. Tentunya kami akan serius mendorong dilakukannya pengerukan,” ujarnya.

Kondisi sedimentasi yang parah diakui oleh Novel, salah seorang warga Perum RSS Kendal yang juga turut mendampingi Ketua Dewan untuk memandu di lokasi sidak.

Novel mengungkapkan, Sungai Mbiru sangat lebar, namun saat musim penghujan datang, sungai ini tak mampu menampung meningkatnya debit air. Akibatnya, banyak kelurahan di wilayah Kecamatan Kendal Kota dan desa-desa di Kecamatan Patebon terendam banjir.

“Ini disebabkan karena sedimentasi sungai yang tinggi. Makanya, ini perlu sekali untuk dilakukan pengerukan,” kata Novel.

Menurut Novel, sendimentasi tinggi berdampak pada banjir di wilayah Kecamatan Kendal surutnya lama. Bahkan, di Perum RSS banjir bisa terjadi hingga hampir satu bulan. “Saya berharap kepada pemerintah agar segera memberikan solusi. Seandainya ada banjir bisa segera surut. Tidak seperti di Perum RSS, banjir bisa sampai 15 hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdaru) Jawa Tengah, terkait dengan sendimentasi di Sungai Mbiru.

“Sungai itu kewenangannya Pusdataru Jateng. Jadi, kami akan berkoordinasi dan berkirim surat agar bisa dilakukan pengerukan,” terang Hudi Sambodo.

Cari Solusi Banjir, Ketua DPRD Kendal Sidak Aliran Sungai Mbiru

Lingkar.co – Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat kondisi Sungai Mbiru yang sering menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Kendal dan Patebon. Sidak ini dilakukan dengan menyusuri Sungai Mbiru hingga ke muara menggunakan perahu, pada Selasa (15/4/2025).

Dalam sidak ini, Mahfud Sodiq didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo.

Novel, salah seorang warga Perum RSS Kendal juga turut mendampingi Ketua Dewan untuk memandu jalannya sidak.

Novel mengatakan, Sungai Mbiru kondisinya sangat lebar, namun saat musim penghujan datang, sungai ini tak mampu menampung banyak debit air. Akibatnya, banyak kelurahan di wilayah Kecamatan Kendal Kota dan desa-desa di Kecamatan Patebon terendam banjir.

“Ini disebabkan karena Sendimentasi sungai yang tinggi. Makanya, ini perlu sekali untuk dilakukan pengerukan,” kata Novel.

Menurut Novel, sendimentasi tinggi berdampak pada banjir di wilayah Kecamatan Kendal surutnya lama. Bahkan, di Perum RSS banjir bisa terjadi hingga berminggu-minggu.

“Saya berharap kepada pemerintah agar segera memberikan solusi. Seandainya ada banjir bisa segera surut. Tidak seperti di Perum RSS, banjir bisa sampai 15 hari,” harapnya.

Baca Juga: Pemkab Kendal Bakal Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang

Melihat kondisi Sungai Mbiru hingga sampai ke muaranya, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengaku sangat prihatin dengan kondisi sendimentasi di sungai tersebut.

“Sendimentasinya sangat tinggi. Ini perahu juga sangat hati-hati saat berjalan, karena dangkal. Tentunya kami akan serius mendorong dilakukannya pengerukan,” kata Mahfud Sodiq.

Dalam sidak ini Mahfud juga mengaku kaget dengan banyaknya perahu nelayan yang berada di Sungai Mbiru. Dengan kondisi seperti itu, politisi PKB ini meminta kepada DKP Kendal agar bisa memfasilitasi nelayan dengan mendirikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

“Dengan jumlah nelayan sebanyak ini saya mendorong agar bisa didirikan TPI. Ini perlu dilakukan agar lebih memudahkan nelayan menjual hasil tangkapannya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan didirikannya TPI dapat meningkatkan perekonomian warga setempat dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan). Nelayan pasti membutuhkannya, karena modal utama dalam melaut adalah solar,” tandasnya.

Baca Juga: Tak Hanya Bupati Kendal, Korban Stockpile Weleri Juga Dapat Perhatian DPR

Sementara itu, Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdaru) Jawa Tengah, terkait dengan sendimentasi di Sungai Mbiru.

“Sungai itu kewenangannya Pusdataru Jateng. Jadi, kami akan berkoordinasi dan berkirim surat agar bisa dilakukan pengerukan,” terang Hudi Sambodo.

Terkait dengan belum adanya TPI dan SPBN di lokasi tersebut, Hudi mengaku bahwa pihaknya sudah berencana untuk mendirikannya seiring dengan semakin bertambahnya jumlah nelayan.

“Rencana untuk mendirikan TPI dan SPBN kami sudah ada, apalagi melihat kondisi Sungai Mbiru ini sangat strategis berada di pinggir jalan,” ungkapnya.

Dia kembali menegaskan, seiring bertambahnya jumlah nelayan baik dari Desa Margosari maupun dari Wonosari, pendirian TPI dan SPBN akan diprioritaskan dalam progam kerjanya. “Tentu itu kami lakukan untuk memfasilitasi dan memudahkan para nelayan yang ada di sini,” pungkasnya.

Pantau Kesiapan Pengamanan Mudik, Mahfud Sodiq Apresiasi Sinergitas Pemkab Kendal dengan TNI-Polri

lingkar.co – Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq memantau sejumlah kesiapan pengaman mudik yang dilakukan Pemkab Kendal berkolaborasi dengan TNI-Polri.

Pemantauan dilakukan mulai dari beberapa kegiatan yang telah dilakukan Pemkab Kendal beberapa waktu lalu.

Mahfud mengatakan, di setiap momen lebaran Pemkab Kendal rutin menyelenggarakan mudik gratis bagi warganya yang berada di perantauan.

“Tahun ini ada 7 bus yang disiapkan Pemkab Kendal untuk memfasilitasi warganya di perantauan mudik ke kampung halamannya merayakan lebaran bersama keluarga. Ini tentu sangat baik,” kata Mahfud usai menghadiri acara gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di Mapolres Kendal, Jumat sore (21/3/2025).

Terkait dengan pengamanan arus mudik, Mahfud juga menjelaskan bahwa Pemkab Kendal telah mempersiapkan seluruhnya, mulai dari infrastruktur hingga sarana prasana pendukung.

Baca Juga : Gubernur Luthfi Klaim Jawa Tengah Bebas dari Premanisme Ormas

Termasuk rekayasa dan pengamanan lalu lintas, guna mengantisipasi kemacetan serta kerawanan gangguan keamanan di titik tertentu.

“Kalau untuk pengamanan arus mudik, kita telah lihat bahwa semua berkolaborasi, baik Polres Kendal, Kodim Kendal dan Pemkab Kendal. Sinergitas Pemkab dengan TNI-Polri ini sangat kita apresiasi,” terang Mahfud Sodiq.

Politisi PKB ini berharap, serangkaian kegiatan pengamanan di arus mudik, perayaan lebaran hingga arus balik berjalan aman dan lancar.

“Semoga semuanya berjalan aman dan lancar,” harapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik, untuk melakukan persiapan yang matang, tidak hanya sebatas finansial, namun juga fisik, termasuk keamanan rumah yang di tinggalkan.

Penulis : Iswahyudi