Arsip Tag: Pelayanan Air Bersih

Kabupaten Bintan Kekeringan, Sekitar 24 479 KK di Hampir Delapan Kecamatan Terdampak Kekurangan Air

Lingkar.co – Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kekeringan saat di Jawa Tengah intensitas hujan cukup tinggi.

Pemkab Bintan mencatat setidaknya 24.479 KK yang tersebar di hampir delapan kecamatan terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Kekeringan yang cukup mengkhawatirkan ini telah membuat volume 4 waduk yang selama ini menjadi sumber baku pemenuhan kebutuhan air bersih yang dikelola PDAM menurun drastis bahkan kering menyeluruh.

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menginstruksikan agar menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.Seluruh

OPD merespons dengan bergotong-royong secara swadaya untuk menyalurkan air bersih sesuai dengan lokasi dan jadwal penyaluran yang telah disusun. Sedikitnya lebih dari 150 ton air bersih disalurkan oleh 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih, semua OPD kita porsikan minimal 10 ton air bersih, jadi dua hari ini nanti hampir 300 ton air bersih yang kita salurkan,” kata Roby dalam siaran persny, Minggu (29/3/2026).

“Setelah penyaluran besok, kita evaluasi lagi dan kemungkinan akan dilakukan penyaluran lagi secara bertahap,” sambungnya.

Roby menegaskan, penyaluran bantuan air bersih memperhatikan titik-titik yang menjadi skala prioritas berdasarkan data yang ada.

“Prinsipnya kita liat skala prioritas, wilayah mana yang paling terdampak dan harus segera disalurkan,” jelasnya.

Roby bilang, langkah strategis tersebut menjadi solusi jangka pendek tercepat sembari mempersiapkan beberapa solusi jangka panjang.

Ia berharap, upaya saat ini bisa memberikan manfaat sekaligus mengurangi beban yang dirasakan masyarakat terdampak saat ini.

“Kami minta juga Lurah dan Kades hingga RT/RW, bantu koordinir di lapangan. Pastikan warga yang memang membutuhkan benar-benar mendapatkan,” tandasnya.

Menurut dia, musibah kekeringan yang melanda kabupaten Bintan harus disikapi dengan tindakan nyata yang meringankan beban masyarakat.

“Tantangan besar ini harus kita jawab dengan tindakan-tindakan konkret dan kolaborasi bersama” tuturnya.

Roby juga memastikan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun formulasi terbaik untuk antisipasi jangka panjang dalam menghadapi musim kemarau yang memang rutin terjadi di Bintan ketika memasuki awal tahun. Berdasarkan laporan BMKG, lanjutnya, pada tahun ini terjadi antara di bulan Februari dan Maret.

“Banyak yang sudah kita bahas bersama rekan-rekan FKPD, BKMG, termasuk PDAM. Mulai dari penambahan sumber baku waduk, pendalaman volume waduk dan lain-lain,” ujarnya.

“Prospek ke depan kita persiapkan sematang mungkin, tapi yang terpenting saat ini kita lakukan dulu aksi jangka pendek untuk saudara-saudara kita yang terdampak” pungkasnya. (*)

PDAM Tirta Moedal Deklarasikan Sahabat Air Minum, Siap Tanggapi Keluhan Warga 24 Jam

Lingkar.co – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat dengan mendeklarasikan diri sebagai Sahabat Air Minum Warga Kota Semarang.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh jajaran direksi, dewan pengawas, dan pegawai PDAM Tirta Moedal di Halaman Kantor PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Senin (19/1/2026).

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, menyampaikan bahwa konsep sahabat dimaknai sebagai kesiapan PDAM untuk terbuka terhadap kritik, pengaduan, hingga tantangan pelayanan dari masyarakat.

“Karena bentuknya sahabat maka kami siap menerima curhat, kritik, pengaduan maupun tantangan yang harus dilakukan dalam 24 jam untuk pelayanan air minum,” kata Ady Setiawan yang akrab disapa Wawan.

Ia menegaskan, seluruh jajaran PDAM memiliki tanggung jawab yang sama dalam memperbaiki kualitas layanan kepada pelanggan air minum di Kota Semarang.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan jika selama ini masih banyak kekurangan, belum transparan dan kurang baik. Kami mohon maaf dan kami berkomitmen akan meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik untuk saat ini dan ke depan,” ujarnya.

Wawan juga menyoroti peran media sosial di era digital yang dinilainya perlu disikapi secara bijak, baik oleh masyarakat maupun internal PDAM. Ia meminta agar pelayanan publik tidak terdistorsi oleh informasi yang tidak berbasis data.

“Karena itu saya instruksikan kepada seluruh pegawai untuk berempati, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Jawab seluruh pelayanan dengan baik, akurat, dan informatif berbasis data,” tandasnya.

Deklarasi Sahabat Air Minum ini menjadi bagian dari upaya PDAM Tirta Moedal membangun kepercayaan publik serta memastikan pelayanan air bersih yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan warga Kota Semarang. ***

PDAM Tirta Moedal Lakukan Perbaikan dan Interkoneksi Pipa di Kaligawe dan Genuk, Pelanggan Diminta Siaga Cadangan Air

Lingkar.co – Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang akan melaksanakan dua pekerjaan penting secara bersamaan, yakni perbaikan pipa bocor di Jalan Kaligawe Raya dan interkoneksi pipa di Jalan Genuk Raya, pada Selasa (7/10/2025) mulai pukul 20.00 WIB hingga Rabu (8/10/2025) pukul 07.00 WIB.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan distribusi air kepada pelanggan, terutama untuk menjaga kestabilan debit dan aliran air di wilayah timur Kota Semarang.

“Kami melaksanakan dua kegiatan secara paralel agar lebih efektif dan mengurangi potensi gangguan distribusi air. Ada pekerjaan perbaikan pipa bocor dan interkoneksi jaringan yang kami targetkan selesai sesuai estimasi waktu,” jelas Charisma Mayang Sari, Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Minggu (5/10/2025).

Menurut Mayang, selama pekerjaan berlangsung, sejumlah wilayah akan mengalami penurunan tekanan air hingga tidak mengalir sementara waktu. Adapun wilayah terdampak meliputi Tlogosari, Woltermonginsidi, Terboyo, Jalan Tenggang, Sawah Besar, Pengapon, Raden Patah, Jalan Padi, Jalan Kapas Perumahan Genuk, Jalan Raya Kaligawe, Cilosari, Penjaringan, Ronggowarsito, dan sekitarnya.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pelanggan diimbau untuk menampung air di tandon atau wadah cadangan sebelum pekerjaan dimulai,” imbuhnya.

Perumda Tirta Moedal memastikan tim teknis akan bekerja optimal untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan dan meminimalkan dampak gangguan layanan.

“Kami akan berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal agar distribusi bisa segera normal,” kata Mayang.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses kanal resmi media sosial Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. ***