Arsip Tag: Pengaduan

Terima Pengaduan Korban Mafia Tanah Asal Blora, Wakil KSP: Penegakan Hukum Mafia Tanah Masih Lemah

Lingkar.co – Wakil Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Yanes Yosua Frans menyebut penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan mafia tanah di Indonesia masih lemah.

Ia katakan hal itu setelah menerima kiriman surat pengaduan dari korban mafia tanah di Blora.

“Suratnya sudah kami terima. Sedang kami telaah,” kata Yanes, saat dihubungi wartawan, Minggu (17/9/2023).

Dirinya tak menampik praktek mafia tanah sudah terjadi dimana-mana. Mafia tanah, lanjutnya, juga telah terjadi sejak lama di Indonesia.

“Setelah sekitar empat tahun berkeliling ke Indonesia dan mendengar keluh kesah masyarakat saya berkesimpulan penegakan hukum di bidang mafia tanah masih lemah,” ungkapnya.

Menurutnya, maraknya mafia tanah di Indonesia terjadi lantaran melibatkan oknum pegawai dari lintas instansi yang ada negara ini.

“Ya mulai oknum pegawai BPN serta instansi lain. Jadi yang menjadi kunci utama adalah character building dari para pegawai tersebut. Mereka harus ditanamkan tentang wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Yanes menambahkan, Presiden Jokowi secara tegas telah memerintahkan agar mafia tanah di Indonesia diberantas.

“Menteri ATR/BPN juga akan menggebuk mafia tanah. Mudah-mudahan mafia tanah di negara bisa diberantas. Karena pekerjaan ini tidaklah mudah,” demikian Yarnes.

Sebelumnya, korban mafia tanah asal Desa Purwosari, Kabupaten Blora, Jawa Tengah bernama Sri Budiyono mengadu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menkopolhukam Mahfud MD, Komisi III DPR RI, Kompolnas hingga ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Setelah itu, ia melaporkan adanya dugaan oknum pegawai ATR/BPN di Kabupaten Blora yang terlibat dalam mafia tanah ke Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto di Jakarta pada Senin 11 September 2023 kemarin.

Sekarang, Sri Budiyono mengirimkan surat pengaduannya ke Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko pada Senin pekan lalu.

Kronologi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus mafia tanah yang dialami bermula saat ia meminta tolong agar dicarikan pinjaman dana ke oknum anggota DPRD Blora berinisial AA sekitar Rp 150 juta dengan jaminan sertifikat hak milik tanah miliknya dengan luas 1.310 meter persegi yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Setelah 3 bulan berlalu, tepatnya pada akhir Januari 2021, Sri Budiyono mendapat kabar gembok kunci pagar rumah yang berdiri di atas tanah tersebut, dirusak dan diganti dengan gembok kunci yang baru.

Tak hanya itu, ia juga kaget karena mendapati sertifikat Hak Milik Tanah (SHM) atas nama Sri Budiyono telah dibalik nama menjadi atas nama Abdullah Aminudin atau AA.

Atas kasus itu, ia pun melapor ke SPKT Polda Jawa Tengah pada tahun 2021 silam. Laporan tersebut diterima dengan tanda bukti laporan Nomor : STTLP/237/XII/2021/JATENG/SPKT tanggal 7 Desember.

Polda Jawa Tengah akhirnya menetapkan oknum anggota DPRD Kabupaten Blora berinisial AA dan notaris setempat berinisial EE sebagai tersangka. Namun, keduanya tak ditahan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pengaduan Kebutuhan Oksigen RS Bisa Lewat WA

SEMARANG, Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan aplikasi Jateng Oxygen Stock System (JOSS), untuk memudahkan pemantauan kebutuhan oksigen sehingga lebih mudah menindaklanjutinya.

Aplikasi JOSS akan dioptimalkan untuk memantau ketersediaan oksigen rumah sakit di Jateng. Salah satunya, layanan pengaduan kebutuhan oksigen medis untuk rumah sakit melalui nomor aplikasi WhatsApp 0812-2803-8285 (Only Chat).

“Maka Jateng Oksigen Stock Sistem atau JOSS itu kita mau optimalkan, dan kita mau bagikan ada personelnya, sehingga nanti tidak semua lapor (kebutuhan oksigen) sendiri-sendiri,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Minggu (11/7/2021).

Ganjar mengatakan, setiap rumah sakit harus memiliki PIC khusus oksigen, yang wajib dan disiplin mengisi serta melaporkan ketersediaan oksigen melalui aplikasi JOSS. Sehingga pihaknya bisa mendeteksi data kondisi oksigennya.

“Sistemnya belum sempurna banget, tapi saya minta ada sistem yang real time gitu. Sehingga, kalau bisa menunjukkan gambar (grafik) ketersediaannya, kondisinya. Kalau nanti penuh ya naik, (kurang) ini (grafiknya) turun, dan kita bisa lihat dengan indikator itu. Tentu (distribusinya) itu akan baik,” papar Ganjar.

Untuk itu, lanjut Ganjar, pihaknya akan melakukan penguatan tim Satgas Oksigen. Sehingga pengawasan laporan dan distribusinya terpantau dengan baik serta tepat sasaran.

“Maka saya minta dilakukan penguatan tim Satgas Oksigen. Sehingga nanti kalau ada orang lapor, saya pingin checking-nya itu sampai deliver, kalau yang sulit ya betul-betul sulit,” ujarnya.

SOLUSI MENANGANI KURANGNYA OKSIGEN MASIH MINJAM RS TERDEKAT

Hingga hari Minggu kemarin, solusi dalam menangani masalah kebutuhan oksigen medis adalah dengan meminjamkan stok tabung oksigen rumah sakit terdekat.

“Ya darurat seperti itu. Sampai menunggu betul-betul isotank-isotank yang datang itu sesuai dengan waktu, tempatnya. Terus suplai dari oksigennya mulai stabil, baru kita akan normal,” katanya.

Masalah ketersediaan oksigen ini juga bergantung pada penambahan kasus. Ganjar mengatakan, dari hasil genome sequence yang terbaru, beberapa kasus terkonfirmasi di daerahnya merupakan varian delta.

“Cuma (stok oksigen) ini juga akan bergantung pada sedikit banyaknya penambahan kasus, dan hasil genome test kita rata-rata ternyata memang delta. Jadi artinya ini bahaya agar masyarakat siaga,” ujarnya. *

Penulis : M. Rain Daling
Editor : M. Rain Daling