Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar

  • Bagikan
Vina Amanati Yuliana, S.Pd., SD 1 Payaman (DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)
Vina Amanati Yuliana, S.Pd., SD 1 Payaman (DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)

*Oleh
Vina Amanati Yuliana, S.Pd
SD 1 Payaman
email : vinayuliana48@gmail.com

Krisis kesehatan sedang melanda dunia. Tercatat 218 negara di dunia sedang mengalami krisis kesehatan. Hal ini terjadi karena adanya pandemi covid-19 yang disebaban oleh virus corona atau yang dikenal dengan covid-19 (corona virus desese-2019). Virus corona atau covid-19 menyerang sistem pernafasan manusia dan menimbulkan gangguan ringan sampai berat bahkan kematian. Gangguan yang ditimbulkan diantaranya flu, MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Serever Acute Resipiratory Syndrome). Penularan virus corona atau covid-19 dapat melalui cipratan liur (Droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk bahkan saat berbicara (Satgas covid19. covid19.go.id)

Di Indonesia sendiri setiap harinya terhadap lonjakan pasien penderita virus covid-19. Tercacat 34 provinsi di Indonesia sudah terinveksi virus corona dengan jumlah pasien positif sebanyak 474.455 orang (update 19 November 2020, satgas covid-19). Pandemi covid-19 banyak membawa dampak baik maupun buruk bagi semua makhluk hidup serta telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Dampak yang terjadi tidak lepas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi penyebaran virus corona. Kebijakan yang diambil antara lain pemberlakuan sosial distancing, physical distancing hingga pemberlakuan PSBB (Pembatasan Social Berskala Besar) dibeberapa daerah. Tak terpungkiri dengan adanya pembatasan sosial tersebut membawa dampak pula pada dunia pendidikan di Indonesia.

Dampak virus corona atau covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat besar dan dirasakan oleh berbagai pihak terutama guru, peserta didik dan orang tua. Akibatnya proses belajar mengajar menjadi terhambat karena di tutupnya sekolah-sekolah di Indonesia. Dengan penutupan sekolah tersebut maka pemerintah mengambil keputusan untuk menerapkan kebijakan belajar online atau dalam jaringan (Daring).

Dengan diberlakukannya pembelajaran daring tersebut maka semua elemen dalam dunia pendidikan harus mampu melakukan adaptasi dan inovasi terkait dengan pemanfaatan teknologi yang ada untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Praktiknya mengharuskan pendidik maupun peserta didik untuk berinteraksi dan melakukan transfer pengetahuan secara online (Herliandry, luhderi et al 2020). Pembelajaran online yang dimaksudkan dapat memanfaatkan berbagai media online diantaranya zoom, website, whatsApp dan media sosial lainnya.

Pendidik dalam hal ini guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif selama masa pandemi. Guru dituntut untuk mengubah metode belajar dengan model pembelajaran daring dari rumah. Model belajar yang dipilih harus disesuaikan kondisi lingkungan sosial ekonomi peserta didik. Sehingga proses transfer ilmu yang akan dilakukan berjalan dengan efektif.

Peneliti ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dan dengan pendekatan induktif. Penelitian eksploratif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggali secara luas tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu (Arikunto, 2006:7). Metode yang digunakan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai dampak pandemi covid-19 terhadap pembelajaran di sekolah dasar khususnya di SD 1 Payaman.

Metode penelitian kualitatif  menggunakan analisis data secara induktif yaitu menyimpulkan dari hal-hal yang khusus (Data fakta) kepada yang umum (teori) (A.Y Soegeng, 2016:343). Objek yang akan menjadi pengamatan oleh peneliti secara mendalam adalah aktivitas orang-orang yang ada di SD 1 Payaman. Serta pendekatan induktif yang menekankan pada proses berpikir yang mengutamakan suatu masalah pengumpulan data, hipotesis, analisis data dan kesimpulan. Dalam penelitian ini yang menjadi responden sebanyak 6 orang yang berasal dari SD 1 Payaman yang terdiri dari 2 guru, 2 siswa dan 2 orang tua. Untuk menjaga kerahasiaan responden, maka peneliti memberi kan inisial S1, S2, S3, S4, S5 dan S6. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dengan teknik wawancara terstruktur, dimana akan menggunakan pedoman atau panduan wawancara dengan persiapa matang.

Disisi lain, virus corona juga membawa dampak pada peserta didik. Peserta didik diharapkan dengan perubahan kondisi dimana harus belajar dirumah tanpa pantauan langsung dari guru. Perubahan yang terjadi memaksa peserta didik untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. Akibatnya dengan kemampuan peserta didik yang berbeda dalam beradaptasi kegiatan belajar online berdampak pula pada prestasi serta motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran.Dampak yang dihadapi peserta didik juga berdampak pula pada orang tua. Diera pandemi covid-19 ini, tanggungjawab dan peran orang tua dalam pembelajaran anak sangat berpengaruh karena sebagian tugas dari guru sudah dilakukan oleh para orang tua (Mastura at el, 2020)

Berdasarkan uraian tersebut, maka kajian tentang  dampak covid-19 terhadap proses pembelajaran sangat menarik untuk diulas. Hal itu karena dampak yang ditimbulkan dari pandemi covid-19 ini memaksa pendidik, peserta didik dan orang tua untuk melakukan pembelajaran secara daring. Bahkan ketika dilihat dari kesiapan para pelaku pendidikan masih dirasa kurang sehingga membawa pengaruh besar terhadap dunia pendiidikan. Dilihat dari kondisi yang ada, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai dampak penademi covid-19 terhadap pembelajaran di SD 1 Payaman Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.

Hasil penelitian diperoleh dari proses wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan responden. Tanggapan yang dilontarkan responden merupakan bukti langsung terkait apa yang  dirasakan selama masa pandemi. berikut kutipan pernyataan dari masing-masing responden.

Gus Yasin Minta Pembaruan Data Kemiskinan, Galakkan Program Satu Desa Binaan Satu OPD

wawancara dengan guru

(S1) “Dengan adanya pembelajaran daring ini saya merasakan banyak kendala diantaranya guru dituntut untuk dapat menguasai teknologi, akan tetapi sebagian besar guru yang sudah tua dan  tidak begitu mahir dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi”

(S2) “Persiapan yang harus saya lakukan dalam proses belajar daring ini adalah membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dengan cara menggunakan metode belajar sesuai dengan kondisi anak dan menyederhakan RPP serta memanfaatkan teknologi seperti WhatsApp dan Youtube untuk media belajar anak selama di rumah”

(S2) “Dampak lain yang juga dirasakan adalah pengeluaran yang lebih untuk membeli kuota untuk melakukan pembelajaran daring ini, Tetapi disisi lain dengan adanya proses pembelajaran daring ini membawa dampak positif bagi guru yaitu guru termotivasi untuk mencari terobosan baru dalam kegiatan belajar daring dan lebih kreatif lagi dalam upaya menumbuhkan semangat belajar siswa”

wawancara dengan peserta didik

( S5) “Selama masa pembelajaran daring yang saya rasakan kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Biasanya saya bisa langsung bertanya kepada guru dan sekarang harus melalui WhatsApp Grup untuk bisa berkomunikasi dengan guru.

(S6) “Saya kurang bersemangat dalam belajar karena merasa bosan belajar di rumah saja. Tidak bertemu dengan teman-teman, tidak bertemu dengan guru serta kurangnya motivasi belajar menjadi alasan saya kurang semangat belajar”

(S5) ”Kesulitan yang sama alami dalam pembelajaran ini karena kurangnya akses internet dirumah, tidak memiliki gadget atau Hp sendiri dan masih memanfaatkan punya orang tua sehingga harus menunggu orang tua pulang baru bisa belajar”

wawancara dengan orang tua

(S3) “Saya selalu memberikan bimbingan kepada anak saya selama belajar di rumah. Jika saya mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran saya langsung tanya kepada guru yang bersangkutan. Saya merasakan sekali bahwa tidak mudah menjadi seorang guru, saya dirumah saja merasa kesulitan mengajari anak saya, apalagi guru di sekolah yang mengajari banyak murid”

(S4) “Saya juga merasakan keberatan dengan pengeluaran yang lebih banyak untuk membeli kuota untuk kegiatan belajar daring ini, tetapi ada hal positif yang saya rasakan yaitu saya mempunyai banyak waktu dengan anak walaupun dengan keterbatasan fasilitas belajar di rumah”.

(S4) “Saya juga merasakan keberatan dengan pengeluaran yang lebih banyak untuk membeli kuota untuk kegiatan belajar daring ini, tetapi ada hal positif yang saya rasakan yaitu saya mempunyai banyak waktu dengan anak walaupun dengan keterbatasan fasilitas belajar di rumah”.

Setelah didapatkan data hasil wawancara dengan 6 responden maka dapat diketahui dampak bagi guru adalah belum semua guru dapat menguasai teknologi dalam proses pembelajaran. Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi dirasa sangat dibutuhkan oleh para guru untuk mempermudah proses pembelajaran daring. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan tersebut diharapkan kemampuan guru meningkat dalam pengguasaan teknologi karena kemampuan guru menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran daring. Dampak lain yang dirasakan oleh guru adalah guru dituntut kreatif menciptakan pembelajaran salah satu cara yanh dapat dilakukan oleh guru adalah dengan penggunaaan video pembelajaran. penggunaan internet yang membutuhkan kuota banyak juga menjadi kendala bagi guru.

Sedangkan dampak bagi siswa adalah mereka harus melakukan kegiatan belajar daring di rumah dengan bimbingan orang tua dan hal itu diluar kebiasaan mereka. Tidak ada interaksi antar siswa dan dengan guru membuat motivasi belajar siswa juga menurun. Keterbatasan kuota internet juga menjadi kendala dalam proses belajar daring yang dilakukan oleh siswa.

Dampak yang dirasakan oran tua yaitu masih kurangnya pemahaman dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring. Orang tua dituntut dapat menggunakan teknologi agar dapat mendampingi serta mengajar anak selama belajar dari rumah. Padahal orang tua mempunyai kewajiban bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Banyak orang tua yang tidak paham terhadap materi pelajaran yang diberikan guru melalui media online dan akhirnya orang tua langsung menghubungi guru saat merasa kesulitan dalam mendampingi siswa dalam proses belajar dirumah. Tapi disisi lain orang tua mempunyai banyak waktu bersama dengan anaknya.

Pandemi covid-19 membawa dampak perubahan yang besar terhadap proses pembelajaran baik guru, peserta didik dan orang tua. Penguasaan teknologi menjadi kendala dalam proses pembelajaran daring pada saat ini. Pelatihan dalam pamanfaatan teknologi bagi guru sangatlah penting demi kelancaran proses pembelajaran daring. Dampak pandemi covid-19 ini selain bagi guru juga berdampak besar bagi siswa. Siswa diminta untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring, dimana hal itu sangat berbeda dari kebiasaan mereka yang melakukan pembelajaran secara tatap muka. Kerjasama antara siswa dan orang tua dirumah sangatlah penting demi keberhasilan pembelajaran daring ini. Orang tua harus mampu menumbuhkan semangat belajar anak dan meluangkan waktu lebih untuk mendampingi anak belajar di rumah.

Adapun kendala yang dihadapi yaitu masih banyak orang tua yang belum bisa menggunakan teknologi secara benar. Hal itu menjadi catatan khusus bagi guru sehingga komunikasi antara oaring tua dan guru menjadi salah satu kunci keberhasilan pembelajaran daring. Kemampuan guru dalam menjalin komunikasi dan penggunaan teknologi harus memadai. Guru harus mahir dalam penggunaan teknologi karena berpengaruh terhadap kwalitas pembelajaran. Selain itu, guru harus mampu merancang metode yang tepat dan sesuai dengan kondisi siswa saat pembelajaran daring. Adanya sinergi dari semua elemen dalam dunia pendidikan diharapkan proses pembelajaran tetap berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.   

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: