Berita  

DPRD Pati Imbau Warga Waspada Hepatitis Akut

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati. (Istimewa/Lingkar.co)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati. (Istimewa/Lingkar.co)

PATI, Lingkar.co – Kementerian Kesehatan RI melaporkan jumlah dugaan kasus hepatitis akut yang menginfeksi anak di bawah umur 16 tahun pada Kamis (02/06) berjumlah sebanyak 26 pasien. Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya kurangnya menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati atau yang akrab disapa Bu Ning ini pun menyoroti kasus hepatitis tersebut.

“Sebagaimana kita pahami, virus itu tidak hanya sesuatu yang menyebabkan hepatitis ini. Penyebabnya adalah virus yang bersumber dari makanan yang tidak terkontrol terutama makanan yang berlemak dan makanan aditif (zat tambahan dalam makanan dan minuman, Red) lainnya,” papar Bu Ning.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Dewan Berharap Layanan Penderita Kanker RSUD Soewondo Bermanfaat bagi Masyarakat

Karena penyakit ini rentan menginfeksi anak di bawah umur, dirinya pun mengimbau kepada para orang tua untuk selalu waspada terhadap virus hepatitis dengan menerapkan pola makan yang sehat untuk anak, termasuk saat membeli aneka snack di sekolah.

“Harapan kami khususnya, karena ini berkaitan dengan anak-anak. Kami mengimbau kepada orang tua memberikan wawasan kepada anaknya untuk tidak jajan sembarangan atau mungkin membawakan bekal saat sekolah,” tambahnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Dirinya tak memungkiri, sangat susah mengontrol pola makan anak saat di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, ia meminta kepada para guru untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang makanan sehat dan menerapkan pola hidup sehat.

Png-20230831-120408-0000

DPRD Pati Beri Usulan terkait Program Pemberdayaan Masyarakat Desa

“Guru atau pengelola sekolah juga memberikan informasi kepada anak-anak supaya kalau jajan memilih jajanan sehat. Sehingga, potensi tertular virus hepatitis ini bisa dikurangi,” pungkasnya.

Ia menambahkan, kasus hepatitis akut belum ditemukan di Kabupaten Pati. Ia pun berharap, semoga tidak ada kasus tersebut di Pati demi mewujudkan Pati yang sehat. (Lingkar Network | Lingkar.co)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *