Literature Review: Strategi Pencegahan Cluster Perkantoran Berbasis Pengendalian Komunitas

  • Bagikan
Wahyu Wijanarko, RSUD dr Loekmono Hadi (DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)
Wahyu Wijanarko, RSUD dr Loekmono Hadi (DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)

*Oleh
Wahyu Wijanarko
RSUD dr Loekmono Hadi

ABSTRAK

Sebuah kantor pada dasarnya adalah sebuah komunitas, di mana terdiri dari komponen manusia, aktifitas dan tempat. Pada upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid di sebuah komunitas, maka diperlukan pengendalian yang terpola dan efektif pada ketiga komponen di atas. Tulisan ini memperkenalkan konsep penanganan covid di kabupaten Kudus berupa strategi pencegahan cluster covid di kantor berbasis pengendalian komunitas. Pendekatan baru ini menata komunitas pada manusianya, aktifitas kegiatannya dan tempatnya. Manusianya dikelola untuk dilakukan penguatan pada unsur bodyware (fisik dan imunitas yang baik) dan unsur brainware (berpemahaman covid yang cukup). Aktifitas kegiatannya dikelola supaya selalu berjalan  berlandaskan tujuan pencegahan covid, dan ruangannya dikendalikan untuk selalu berada dalam kondisi tidak ramah dengan penularan covid.

PENDAHULUAN

Tercatat hingga akhir  November 2020 terdapat 54.991 kasus covid dengan  2.340 kematian 1. Data dari situs Kudus Tanggap Covid menyebutkan per tanggal 29 Nov 2020, terdapat total 2560 kasus dengan 282 kematian 2. Di kabupaten Kudus cluster covid pertama terjadi  pada bulan Juni 2020 disusul bulan September dan Oktober 2020 dan di antaranya terjadi di perkantoran 3.

Tulisan ini menawarkan pemecahan masalah yaitu sudut pandang baru dari konsep penanganan covid di kabupaten Kudus yaitu strategi pencegahan cluster covid di kantor berbasis pengendalian komunitas yaitu menata manusianya, aktifitas kegiatannya dan tempatnya. Manusianya dikelola untuk dilakukan penguatan pada unsur bodyware (fisik dan imunitas yang baik) dan unsur brainware (berpemahaman covid yang cukup) sehingga menjadi manusia berkarakter pencegahan covid. Aktifitas kegiatannya dikelola supaya selalu berjalan  dengan tujuan pencegahan covid, dan ruangannya dikendalikan untuk selalu berada dalam kondisi tidak kondusif terhadap penularan covid.  

Dalam lingkup yang lebih luas, strategi ini rasional untuk diimplementasikan ke komunitas yang lain yaitu sekolah, tempat ibadah, pasar, dan fasilitas publik. Dengan demikian harapan bahwa kabupaten Kudus dalam waktu relatif cepat dan permanen akan terhindar dari dampak lebih lanjut pandemi covid dan pandemi lainnya merupakan suatu keniscayaan.     

METODE

Sehubungan dengan keterbatasan waktu penyusunan, maka penulis menggunakan desain literatur view berjenis naratif.  Data didapatkan dari data base elektronik yaitu dari Pubmed, Google Scholar dan Springer. Tahun penerbitan 2010-2020. Berdasarkan judul dan abstrak, penyusun memasukkan artikel yang termasuk ke dalam kriteria inklusi yaitu berjenis jurnal, berkaitan dengan variabel manusia, variabel aktifitas dan variabel ruangan. Sedangkan artikel yang penyusun keluarkan karena sesuai kriteria eksklusi adalah yang berjenis selain jurnal, diterbitkan di luar 2010-2020, dan tidak berkaitan dengan ketiga variabel tersebut.  Penyusun memilih untuk menentukan artikel berjenis jurnal yang menjadi kriteria inklusi karena jurnal merupakan respon cepat kalangan ilmiah untuk menjawab kebutuhan akan kejelasan dasar ilmiah suatu tema permasalahan masyarakat yang terbaru.

PEMBAHASAN

Terdapat masing-masing 4 jurnal pada setiap variabel. Hasil studi dari jurnal digunakan sebagai pendukung kerangka konsep bahwa mata rantai penularan covid secara terpola lebih tepat diterapkan dalam penanganan covid.

Pada studi yang dilakukan Endang dkk 4 menjelaskan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor demografi, pengetahuan, sikap, norma, kebiasaan, lingkungan, media. Sebagai contoh pengaruh adanya faktor perilaku yang kuat itu adalah pemakaian masker akan disiplin tetap dilakukan saat bekerja apabila karyawan memahami bahwa 81% pasien covid itu tanpa gejala atau hanya gejala ringan saja. 5 .

Hal lain yang penting dalam suatu penataan manusia adalah perlunya pemahaman tentang pentingnya  status imunitas yang baik. Studi yang dilakukan Sheng, et al menyatakan bahwa hipertensi (53,8%) dan diabetes (42,3%)  menjadi faktor komorbid yang menyebabkan kematian akibat covid 6. Manusia harus berupaya untuk selalu waspada dan rutin mengontrol faktor pemberat seperti tersebut agar bisa mengurangi resiko perburukan yang berakibat fatal jika suatu saat mereka terserang covid. Studi lain membantu kita untuk menyadari tentang pentingnya penataan manusia di kantor adalah bahwa manusia memang nyata secara ilmiah terbukti menjadi bagian utama dari mata rantai penularan covid di mana studi yang dilakukan Ye Yang et al di Tianjin China menyebutkan bahwa cluster perkantoran memicu penyebaran sekunder pada munculnya 4 cluster keluarga dari karyawan yang terserang covid sebelumnya7.

Tabel 1. Jurnal Pendukung Variabel Manusia 

NoStudi/AuthorNegaraTujuanDesainHasil
1.Characteristics of and Important Lessons From the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Outbreak in China: Summary of a Report of 72 314 Cases From the Chinese Center for Disease Control and Prevention (Zunyou W.,Jenifer,M.)PUBMEDCharacteristics of and Public Health Responses to the Coronavirus Disease 2019ChinaMeringkas karakteristik epidemiologi covid 19Investigasi retrospektif81% adalah gejala ringan
2.Outbreak in China (Sheng,Q.D.,Hong,.J.P.)PUBMEDChinaMenyediakan data epidemiologis, patologi, klinis, terapi dan pencegahan covidInvestigasi retrospektifHipertensi (53,8%) dan Diabetes (42,3%)  menjadi faktor komorbid yang menyebabkan kematian akibat covid.
3.Epidemiological investigation on a cluster epidemic of COVID-19 in a collective workplace in Tianjin (Ye Zang,et al)ChinaMenganalisis karakteristik epidemiologis cluster COIVD-19 di tempat kerja di TianjinDeskriptifCluster kantor menyebabkan 4 keluarga karyawan terpapar covid
4.Analysis of Change Behavior Prevention of Covid-19 Transmission Based on Integrated Behavior ModelIndonesiaMenganalisa perubahan perilaku pencegahan covid dalam perilaku terintegrasiEksperimentalPerilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor demografi, pengetahuan, sikap, norma, kebiasaan, lingkungan, media

Jurnal yang disusun Yang Liu et al mengemukakan bahwa penularan covid terjadi pada aktifitas sosial manusia di rumah, sekolah, tempat kerja/kantor dan fasilitas publik 8. Bahkan mekanisme airborne yang dihasilkan akibat aktifitas manusia memungkinkan terjadi melalui droplet nuklei di lingkungan ruangan tertutup9. Batuk dan bersin yang merupakan tampilan sehari-hari aktifitas manusia sangat mempengaruhi munculnya penyebaran infeksi virus covid melalui pernafasan 10

Studi retrospektif yang dilakukan Susan Lee et al melaporkan bahwa 17,9 % swab positif dari penumpang kapal Diamon Princess adalah tanpa gejala 11. Ini adalah contoh situasi yang harus kita jadikan fokus penyempurnaan strategi program pencegahan oleh karena bisa jadi karyawan yang merasa dirinya sehat sebenarnya mungkin saja dia pembawa covid yang tanpa gejala dan hawa pernafasan yang dia hasilkan saat beraktifitas dan mampu  menghasilkan droplet nuklei yang bisa bertahan selama 3 jam di udara seperti yang telah dilaporkan Doremalen et al1. Fan et al menyimpulkan transmisi lokal covid di suatu daerah salah satunya dipicu penularan yang dimungkinkan akibat pengaruh dampak aktifitas di tempat kerja 13.

Tabel 2. Jurnal Pendukung Variabel Aktifitas

NoStudi/AuthorNegaraTujuanDesainHasil
1.Asymptomatic carriage and transmission of SARS-CoV-2: What do we know?(Susan Lee, et al) PUBMED KanadaMeneliti bukti penyebaran SARS-CoV-2 tanpa gejala atau gejala sebelumnya, risiko penularan dari pasien tanpa gejala, dan risiko spesifik yang terkait dengan prosedur yang menimbulkan aerosolRetrospektif17,9% penumpang kapal DPC tes swab positif adalah tanpa gejala
2.Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1 (Doremalen,et al)InggrisMeneliti stabilitas virus covid di aerosolUji kuantitatifVirus covid stabil hidup 3 jam di udara (aerosol)
3.Work-related COVID-19 transmission in six Asian countries/areas: A follow-up studyFan-Yun LanHongkongMengidentifikasi pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap penularan covidObservasionalTransmisi lokal penularan covid berkorelasi kuat dengan transmisi di tempat kerja.
4.What are the underlying transmission patterns of COVID-19 outbreak? An age-specific social contact characterizationYang LiuChinaMemeriksa aktifitas interaksi manusia dalam penularan covidEksperimentalPenularan covid terjadi d

Perkantoran yang pada umumnya berada di lingkungan perkotaan berpengaruh pada penyebaran covid dengan memicu munculnya cluster. Hal ini sesuai laporan yang disampaikan  Arijit et al yang melakukan studi di Calcuta India 14 . Bukti hasil studi lain yang mendukung hal ini adalah penelitian yang dilakukan Byung et al di Korea bahwa terdapat bukti kontaminasi di lingkungan sekitar orang yang terinfeksi covid 15. Ying Juan et al menyampaikan hasil studinya bahwa suhu udara dan kelembapan tinggi berpengaruh untuk menghambat penularan covid 16 . Hiroshi et al melaporkan bahwa menjaga jarak antar manusia di ruang tertutup sangat bermakna mengurangi resiko penularan 17. Upaya pengendalian atas hal-hal tersebut tentu harus menjadi perhatian para pengambil kebijakan yaitu melalui edukasi kepada masyarakat khususnya kalangan perkantoran tentang pentingnya tata lingkungan kantor yang baik.

Tabel 3.  Jurnal Pendukung Variabel Tempat

NoStudi/AuthorNegaraTujuanDesainHasil
1.Closed environments facilitate secondary transmission of coronavirus disease 2019 (COVID-19) (Hiroshi, et al) JepangMengidentifikasi ciri-ciri umum COVID guna lebih memahami faktor-faktor apa yang memicu transmisi sekunder superspreadingAnalisa deskriptifMeminimalkan kontak dekat di ruangan tertutup dapat mengurangi kejadian terbentuknya cluster.
2.Living environment matters: Unravelling the spatial clustering of COVID-19 hotspots in Kolkata megacity, IndiaAuthor links open overlay panel (Arijit, Das.,et al) Science directIndiaMeneliti dampak perburukan lingkungan perkotaan di CalcutaAnalisa deskriptifLingkungan yang buruk perkotaan berdampak kuat pada munculnya cluster covid di Calcuta
3.Environmental contamination of SARS-CoV-2 during the COVID-19 outbreak in South KoreaByung-Han RyuKoreaMenyampaikan bukti kontaminasi di lingkungan sekitar orang yang terkonfimasi covidEksperimentalTerdapat bukti kuat kontaminasi di  lingkungan di sekitar pasien terkonfirmasi covid
4.Evidence that high temperatures and intermediate relative humidity might favor the spread of COVID-19 in tropical climate: A case study for the most affected Brazilian cities(A.C. Auler, et al) GOG ScloarBrazilMenyampaikan bukti temperatur dan kelembabab berpengaruh pada transmisi covidAnalisis multivariatSuhu dan kelembaban yang tinggi yang diharapkan bisa mengurangi penularan COVID-19 tidak dapat diterapkan di daerah tropis dengan tingkat penularan yang tinggi
5.High Temperature and High Humidity Reduce the Transmission of COVID-19Jingyuan WangChinaMengukur pengaruh suhu dan kelembapan pada transmisi covidCrossectional RegresiSuhu dan kelembapan tinggi mengurangi penularan covid. 

SIMPULAN

Pola pengendalian komunitas bisa menjadi strategi baru pencegahan cluster covid perkantoran di Kudus. Karyawannya dikelola dengan baik agar menjadi manusia berkarakter pencegahan covid yaitu yang ber-bodyware kuat di performa fisik dan imunitas yang prima, serta ber-brainware yang baik dengan mempunyai pengetahuan prinsip dasar covid yang cukup. Semua aktifitas rutin yang berjalan di dalam kantor tersebut diupayakan selalu berjalan dalam tujuan pencegahan covid sehingga terbentuk atmosfer cegah covid. Ruangan kantor yang menjadi tempat bekerja juga dikelola agar menjadi tempat yang covid resistant yaitu lingkungan yang tidak kondusif pada penularan covid. Dan ini rasional diterapkan untuk berbagai jenis komunitas yang lain di masyarakat Kudus.(*)

Gus Yasin Minta Pembaruan Data Kemiskinan, Galakkan Program Satu Desa Binaan Satu OPD

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!